Translate

Kamis, 20 Januari 2011

GAIRAH MBAK SINTA,PENJUAL DVD PLUS PLUS

Perkenalkan namaku Wawan. Umurku
23 tahun, dan aku adalah mahasiswa
tingkat akhir sebuah PTS di
Jakarta. Saat ini aku tinggal
menyelesaikan skripsi, tetapi sampai
sekarang masih belum selesai-
selesai juga. Mungkin karena aku
saat ini terlalu fokus pada bisnis
wiraswastaku. Hasilnya sangat
lumayan sih, jadi membuatku agak
mengabaikan skripsiku itu. Tetapi
aku berniat untuk mulai
mengerjakannya lagi di tengah-
tengah kesibukan mengerjakan
proyek-proyek bisnisku. Bangga juga
bila mempunyai gelar nanti, dan
terlebih hal itu bisa membuat orang
tuaku senang.
Semenjak aku kenal dengan Tante
Sonya, seperti kuceritakan dulu di
Beli Mobil Berbonus Seks ’, aku jadi
ketagihan bermain seks. Aku selalu
memikirkan hal itu, terutama bila
setelah beberapa hari tidak ada
penyaluran. Memang aku mempunyai
pacar, tetapi dengan Monika
pacarku itu, aku hanya bercumbu
saja dan tidak sampai berhubungan
lebih jauh. Dia memang ingin
mempertahankan mahkotanya
sampai menikah nanti.
Berhubung sekarang aku sudah
mempunyai penghasilan, aku bisa
menggunakannya sebagian sebagai
biaya ’ kenakalanku. Kadang aku dan
temanku pergi hunting ABG-ABG yang
sering nongkrong di mall atau
tempat nongkrong lainnya. Hanya
saja aku lebih suka kalau
mengencani Tante-Tante yang
kesepian, selain banyak pengalaman,
juga bebas risiko dari PMS. Aku juga
masih sering berhubungan dengan
Tante Sonya, dan juga teman-
temannya. Memang Tante Sonya ini
memperkenalkanku dengan beberapa
temannya yang kesepian. Mungkin
lain kali aku akan menceritakan
pengalaman nikmatku dengan
mereka, tetapi saat ini aku ingin
menceritakan kejadian lain beberapa
hari yang lalu.
Malam itu aku sedang suntuk di
tempat kosku. Aku perlu refreshing
setelah mengerjakan salah satu
proyek pesanan klienku. Kutelepon
Monika untuk kuajak nonton, tetapi
ternyata dia bilang bahwa dia
sedang sibuk mengerjakan tugas
kuliahnya yang sudah mendekati
deadline.
Akhirnya kuputuskan saja untuk
membeli DVD sekalian makanan untuk
malam nanti. Di dekat tempat
kosku, memang terdapat penjual
DVD bajakan. Sudah sering aku beli
DVD di tempat itu, malahan aku
sudah kenal cukup dekat dengan
penjualnya. Kadang saat aku beli
DVD, uang kembaliannya aku beri
untuk dia. Umurnya sekitar 25
tahunan dan berbodi seksi. Namanya
Sinta, dan orangnya memang agak
genit. Kalau dilihat sekilas, ada
miripnya dengan Della Puspita. Tidak
mirip sekali sih, tapi lumayan cantik.
Hanya bodinya jauh lebih seksi jika
dibandingkan aktris sinetron itu.
Hai.. Mbak. Ada film baru nggak?”
tanyaku setelah sampai di
tempatnya berjualan.
Ada Wan.. Nih pilih aja sendiri”
katanya sambil menyodorkan
setumpuk DVD. Kulihat DVD tersebut
satu persatu. Ada beberapa yang
menarik, seperti ‘The Terminal’-nya
Tom Hanks dan ‘Collateral’-nya Tom
Cruise.
Mbak, dicoba dulu dong” kataku
sambil menyerahkan kedua DVD itu
padanya.
Mbak Sinta pun kemudian mencoba
DVD itu di playernya. Kuperhatikan
malam itu dia tampak seksi sekali,
dengan T-shirt ketat yang
menonjolkan keindahan payudaranya.
Tubuhnya tampak padat berisi,
dengan rok mini dari bahan jeans
yang semakin menambah
keseksiannya.
Ya udah deh.. Saya ambil Mbak”
Sedang sendirian nih Wan? Nggak
pergi sama pacar ?” tanyanya.
Iya Mbak. Sedang suntuk nih,
makanya saya beli DVD ” sahutku.
Mau yang lebih seru nggak?”
tanyanya lagi sambil tersenyum
genit.
Boleh. ” jawabku.
Dia pun lalu mengambil bungkusan
plastik hitam dari balik lacinya, dan
menyerahkannya padaku. Kulihat
isinya, ternyata DVD porno.
Wah.. Kalau beli ini nontonnya nggak
bisa sendirian nih ” pancingku.
Emang perlu Mbak temenin?”
godanya.
Siapa takut.. Bener nih?” tanyaku.
Aku senang sekali mendengarnya.
Aku merasakan penisku sudah mulai
tegang membayangkan nikmatnya
tubuh Mbak Sinta.
Tapi nanti ya Wan.. Satu jam lagi
aku off. Jemput aja aku nanti ”
Akhirnya setelah janjian dan
membayar DVD yang kuambil, 2 DVD
biasa dan satu DVD porno, aku pun
pergi dahulu untuk makan malam
sambil menunggu Mbak Sinta pulang.
Aku pergi ke restoran fast food
yang berada tak jauh dari tempat
penjualan DVD itu. Tak sabar aku
menunggu satu jam lagi..
Singkat cerita, Mbak Sinta telah
berada dalam mobilku. Aku pun
memacu mobil kembali ke tempat
kosku.
Ih.. Kok ngebut sih Wan? Udah
pengen ya ?” godanya genit.
Iya nih Mbak.. Wawan udah pengen
diajarin Mbak ” sahutku asal.
Ah.. Pasti kau udah pinter kan..”
jawabnya sambil menyilangkan
kakinya. Paha mulusnya makin
menambah gairahku.
Kamu kalau main kuat berapa lama
Wan? Jangan cepet lho.. Puasin
Mbak dulu ya ?” tanyanya lagi genit.
Iya pasti Mbak puas deh..”
Habis tunangan Mbak kalau main
cepet banget.. ” katanya lagi. Pantas
jadi genit begini, pikirku.
Sesampainya di tempat kosku, aku
langsung masuk ke kamarku
bersama Mbak Sinta. Memang di
tempat kosku ini, kamarku agak
terpencil hingga bebas saja
membawa siapa pun masuk ke
tempat kosku ini.
Kunyalakan AC dan TV-ku. Segera
kupilih DVD porno yang berjudul
Sporty Babes 2 ′ dan kunyalakan DVD
playerku. Aku pun kemudian beranjak
menuju ranjang dimana Mbak Sinta
telah menunggu. Kami kemudian
menikmati tontonan seru itu. Di
layar TV tampak seorang gadis bule
cantik sedang disetubuhi di tempat
permainan bowling. Desahan suara
gadis itu begitu menggairahkan.
Tampak lawan mainnya sangat
menikmati keindahan tubuh gadis itu
saat menyetubuhi sambil menghisapi
payudaranya.
Nafas Mbak Sinta sudah memberat
di sebelahku. Tangannya mulai
meremasi tanganku. Kupalingkan
wajahku menatapnya, dan Mbak
Sinta langsung melumat bibirku.
Diciuminya aku dengan penuh gairah.
Lidahnya mulai menerobos masuk ke
dalam rongga mulutku, yang
kemudian kuhisap gemas. Tanganku
pun mulai meremasi payudaranya
yang kenyal dari balik T-shirtnya
yang ketat.
Sebentar.. Mbak buka dulu ya”
katanya sambil melepaskan T-shirt
putih yang dipakainya. Tampaklah
payudaranya yang besar dibungkus
BH berwarna krem. Puting
payudaranya tampak menonjol di
balik kain BH-nya itu.
Ayo kamu yang buka BH-nya Wan”
ujarnya menggoda.
Tanganku langsung membuka kaitan
BH di punggungnya. Lalu kuturunkan
tali penyangga dari pundaknya, dan
terpampanglah payudara Mbak Sinta
di depanku. Payudara yang ranum
dan besar, dengan putingnya yang
menonjol menantang. Kuusap-usap
dan kupilin perlahan puting payudara
Mbak Sinta yang manis ini, sambil
kemudian kuciumi lagi bibirnya.
Ayo Wan, tunggu apa lagi. Isap susu
Mbak dong ” pintanya. Sambil berkata
demikian, tangan Mbak Sinta agak
menekan kepalaku ke bawah menuju
dadanya. Tanpa menunda waktu lagi
kujilati seluruh permukaan
payudaranya.
Ohh.. ” lenguh Mbak Sinta ketika
lidahku mengenai putingnya yang
telah menonjol keras.
Erangannya semakin menjadi ketika
kuhisap putingnya sambil sesekali
kugigit perlahan. Sementara aku
menghisapi payudaranya yang
sebelah kiri, tanganku
mempermainkan payudara yang
sebelahnya. Tangan Mbak Sinta
mengusap-usap rambutku sambil
terus mengerang nikmat.
Iya Wan.. Bener gitu.. Aduh.. Enak..
Oh.. ” erang Mbak Sinta sambil
meliuk-liukkan badannya. Aku pun
semakin bernafsu menghisapi dan
menjilati payudaranya yang kenyal
itu.
Kulirik layar TV, dan di layar
terpampang adegan dimana seorang
gadis bule berambut pirang sedang
dijilati vaginanya di atas sebuah
meja billiard. Erangan gadis
tersebut dari suara TV bercampur
dengan suara lenguhan Mbak Sinta
yang sedang kulahap payudaranya.
Ayo Wan.. Mbak ajari seperti itu”
ujarnya sambil menarik rambutku
dan menunjuk ke layar TV. Kemudian
didorongnya pundakku menuju ke
arah bawah.
Cepet buka celana Mbak ” katanya
lagi.
Aku pun kemudian mengangkat rok
jeans mininya dan tampaklah celana
dalam warna krem berenda yang
dipakainya. Kubuka celana dalam itu,
dan tampaklah liang kewanitaannya
dengan rambut yang tercukur rapi.
Tangan Mbak Sinta mengelus-elus
kemaluannya sendiri, sambil matanya
menatapku genit.
Ayo Wan. Mbak pengen ngerasain
jilatanmu di sini ” katanya lagi sambil
tangannya masih sibuk mengusap-
usap vaginanya.
Kudekatkan kepalaku ke liang
kewanitaannya, dan kujulurkan
lidahku. Perlahan kujilati vaginanya.
Tubuh Mbak Sinta menggelinjang
hebat kala itu, sambil mulutnya
mengerang dan meracau nikmat.
Ohh.. Wan.. Ya.. Jilati terus Wan..
Enak.. Ohh.. ”.
Sambil melenguh, tangannya menekan
kepalaku ke selangkangannya, dan
akupun dengan penuh gairah
menikmati liang vagina Mbak cantik
ini. Erangannya semakin keras dan
tubuhnya meliuk-liuk liar ketika aku
menghisapi klitorisnya.
Terus Wan.. Oh.. Oh..” sambil
mengerang Mbak Sinta meremas-
remasi payudaranya sendiri.
Ayo Wan, kamu tidur di sini ” katanya
sambil bangkit dari ranjang.
Mbak ajari posisi yang lebih enak”
Aku pun patuh dan tidur telentang
di ranjang. Sementara kulihat
sekilas di TV, si gadis bule cantik
sedang disetubuhi secara doggy
style di atas meja billiard. Erangan
suara dari TV menambah erotis
suasana di dalam kamarku. Mbak
Sinta kemudian naik ke atas
wajahku. Diturunkannya tubuhnya,
sehingga liang kewanitaannya tepat
berada di atas mulutku. Kujulurkan
lidah, dan Mbak Sinta kemudian
menggoyang-goyangkan pantatnya di
atas wajahku. Erangan Mbak Sinta
kembali bersaing dengan erangan
dari DVD porno di TV.
Oh.. Oh..” erang Mbak Sinta sambil
pantatnya terus bergoyang-goyang
mencari kepuasan.
Kujilat dan kuciumi dengan penuh
gairah vagina Mbak manis ini.
Tangan Mbak Sinta memegang
pinggiran ranjang di atas kepalaku,
sementara tubuhnya terus
bergoyang mencari kepuasan birahi.
Beberapa lama kemudian, goyangan
pantat Mbak Sinta semakin menjadi.
Oh.. Wan.. Mbak hampir sampai.. Ohh..”
lenguhnya panjang. Tubuhnya
menegang, dan saat itu banyak
cairan nikmat keluar dari vaginanya.
Kuhisap habis cairan kewanitaan itu,
dan tak lama Mbak Sinta pun
menjatuhkan tubuhnya di sebelahku.
Kamu hebat Wan.. Dengan Mas Joko
belum pernah aku orgasme seperti
tadi ” katanya sambil tangannya
mengusap-usap dadaku.
Mbak istirahat sebentar ya” katanya
lagi.
Sebenarnya nafsuku sudah
memuncak, tetapi aku tak mau
memaksa Mbak seksi ini untuk
melayaniku saat itu juga. Kami pun
lalu kembali menonton DVD porno
yang masih terpampang di layar TV.
Di layar tampak sekarang seorang
gadis bule berambut pirang sedang
bermain tenis dengan seorang pria.
Setelah bermain, mereka
beristirahat dan mulai bercumbu. Si
gadis bule tersebut lalu membuka
celana si pria dan tampak terkejut
melihat ukuran penisnya yang besar.
Oh.. my god.. I love it.. So big” desah
si gadis sebelum memasukkan penis
itu ke dalam mulutnya.
Tampak gairah Mbak Sinta kembali
bangkit melihat adegan itu.
Punyamu besar begitu nggak Wan?”
tanyanya sambil tangannya mulai
meraba kemaluanku.
Lumayan deh Mbak. Memang Mbak
suka yang besar ya ?”
Iya. Semakin besar Mbak semakin
suka ” jawabnya genit.
Ya udah Mbak lihat aja sendiri”
kataku.
Mbak Sinta tersenyum dan mulai
membuka celana panjangku.
Ih.. Besar juga punyamu Wan.
Sampai celananya nggak cukup tuh”
Memang karena nafsuku sudah
memuncak, kepala penisku tampak
mencuat keluar tak tertampung
celana dalamku. Mbak Sinta tak
sabar membuka celana dalamku.
Tangannya kemudian mengocok
perlahan senjata kelelakianku itu.
Ih.. Keras banget.. Mbak suka kontol
yang kayak gini. Besar, panjang, dan
keras. Pasti cewek kamu puas ya. ”
katanya lirih.
Wajah Mbak Sinta kemudian
mendekati selangkanganku. Hembusan
nafasnya terasa hangat di kulit
kemaluanku ketika dia mengamati
penisku dengan pandangan gemas.
Rasa nikmat yang luar biasa
menjalar tubuhku ketika lidah Mbak
Sinta yang cantik ini mulai menari di
kepala penisku. Dijilatinya kepala
penisku berikut batangnya. Setelah
itu dengan rakus dikulumnya batang
kemaluanku. Srrpp.. Srpp.. Bunyi itu
yang terdengar ketika Mbak Sinta
memaju-mundurkan kepalanya
menghisapi penisku.
Ahh.. Kontolmu enak Wan.. Mbak
suka.. Hmm ” desah Mbak Sinta ketika
dia menghentikan kulumannya untuk
menjilati batang kemaluanku.
Sesaat kemudian, penisku kembali
menyesaki mulutnya yang haus
kejantanan lelaki itu. Sementara
mulutnya menikmati kejantananku,
tangan Mbak Sinta mengelus-elus
buah zakarku. Aku tak kuasa lagi
untuk menahan erangan nikmatku.
Tanganku pun meremas-remas
rambut Mbak Sinta gemas.
Mbak Sinta semakin cepat
menghisapi penisku. Kadang mulutnya
dimiringkan, sehingga penisku
membuat pipinya tampak
menggelembung. Tangannya pun
semakin cepat mengocok batang
kemaluanku. Kemudian dikeluarkannya
penisku dari mulutnya, dan kembali
dijilatinya seluruh permukaan
penisku sambil tangannya mengurut-
urut buah zakarku.
Keluarin di mulut Mbak Wan.. Mbak
pengen minum spermamu.. ” katanya
dengan nada memerintah.
Aku tentu tak menolak perintahnya.
Memang aku sudah tidak tahan lagi.
Sambil mengerang nikmat, aku pun
mengalami ejakulasi. Saat itu, Mbak
Sinta malah kembali mengulumi
kemaluanku, sehingga spermaku pun
masuk ke dalam mulutnya. Mbak
Sinta kemudian menjilati kemaluanku
sampai bersih.
Enak Wan..?” tanyanya sambil
menjilati spermaku di sudut
bibirnya.
Enak Mbak.. ” jawabku lemas.
Kami pun lalu kembali beristirahat
sambil menonton tayangan DVD. Kali
ini dilayar tampak seorang gadis
ABG bule berambut coklat sedang
belajar memancing. Tak lama gadis
itu sudah bercumbu dengan
pelatihnya. Si gadis ABG menaiki
tubuh lawan mainnya, dan mulai
memompa tubuhnya naik turun.
Sementara si aktor, seorang lelaki
setengah baya, meremasi payudara
gadis tersebut yang bergelantungan
indah. Adegan persetubuhan lalu
dilanjutkan dengan gaya doggy style.
Tak lama kami pun kembali
terangsang.
Wan.. Mbak pengen seperti itu.
Mbak pengen ngerasain ngentotin
kontolmu. Pasti lebih enak daripada
punyanya Mas Joko ” katanya sambil
meraba kemaluanku dan mulai
menciumi bibirku.
Mbak Sinta melepaskan rok mininya
yang masih tersisa, lalu menaiki
tubuhku dan mengarahkan
kemaluanku pada lubang
kewanitaannya.
Ohh..” desahnya saat penisku mulai
menerobos liang vaginanya.
Dia pun mulai memompa kemaluanku
naik turun. Terkadang dia pun
mengoyang-goyangkan pantatnya ke
kiri dan ke kanan. Suara deritan
ranjang, erangan Mbak Sinta, serta
erangan suara dari DVD memenuhi
kamar kosku. Walaupun AC kamar
telah dinyalakan, tetap saja tubuh
kami berkeringat. Tetesan peluh itu
mengalir dari wajah Mbak Sinta
membasahi payudaranya. Aku segera
membuka T-shirt yang masih aku
pakai, ingin memamerkan tubuhku
yang tekun kupahat di gym.
Sementara itu, Mbak Sinta terus
bergoyang menikmati kejantananku.
Tanganku tak ketinggalan meremasi
payudaranya yang kenyal. Cukup
lama kami bersetubuh dengan gaya
ini.
Ayo Wan.. Sekarang Mbak pengen
dientotin dari belakang ” katanya
setelah dia keluar untuk yang kedua
kalinya, sambil bangkit dari tubuhku.
Dia kemudian menungging sambil
tangannya memegang ujung ranjang.
Aku pun segera memasukkan
penisku kembali ke dalam vaginanya.
Ohh.. Enak Wan.. Terus Wan.. Ohh..
Yang cepat.. Ohh ” desah Mbak Sinta
saat kupompa tubuhnya. Tanganku
meremasi payudaranya yang
bergoyang menggemaskan.
Terkadang kuremas pula pantatnya
yang bulat padat menantang.
Ayo Wan.. Mbak hampir sampai..
Terus wan.. Oh.. Ohh.. Ohh..”
Tubuh Mbak Sinta kembali
mengejang, lalu rebah lemas di atas
ranjang. Kali ini aku tak mau lagi
menggantung ’. Kubalikkan badan Mbak
Sinta dan kuarahkan penisku kembali
ke liang vaginanya yang telah licin
oleh cairan orgasmenya. Kugenjot
tubuh Mbak yang seksi ini dengan
gaya missionary.
Eh.. Eh..” demikian erangan yang
keluar dari mulutnya seirama
dengan genjotan tubuhku.
Hisapi putingku Mbak ” kataku.
Mulut Mbak Sinta pun kemudian
menghisapi puting dadaku sementara
aku menggenjot tubuhnya. Tak lama
Mbak Sinta pun keluar untuk yang
ketiga kalinya, dan aku
memberikannya kesempatan sessat
untuk beristirahat. Lalu kuminta lagi
berganti posisi. Masih di atas
ranjang, kubuka kakinya yang indah
itu lebar-lebar, lalu kutumpangkan
ke bahu bidangku. Lalu dengan
dituntun tangannya, kudorong
penisku masuk kembali ke liang
surganya, dan mulai kupompa dia
seperti tadi. Gerakan pompaanku
semakin keras, liar, dan bertenaga
seiring dengan mulai basahnya
kemaluannya.
Dalam posisi ini, aku memegang
kakinya erat-erat, sementara Mbak
Sinta asyik mengerang-erang
kenikmatan. Cukup lama
menggenjotnya di posisi ini. Tak
lama aku pun tak tahan lagi
menahan ejakulasiku yang kedua.
Wajah cantik Mbak Sinta ditambah
dengan erangannya setelah
orgasmenya yang keempat, serta
jepitan vaginanya yang nikimat di
kelaminku membuatku segera
mencapai puncak.
Aku sampai Mbak.. Ahh” jeritku
tertahan ketika aku menyemburkan
spermaku dalam rahimnya.
Kami pun terbaring lemas di atas
ranjang. Puas sekali rasanya
menyetubuhi Mbak Sinta nan ayu ini.
Kunyalakan sebatang rokok
untuknya. Kami kemudian mengobrol
dan bercanda sambil tiduran di atas
ranjang.
Wan.. Anterin aku pulang ya” katanya
setelah dia menghabiskan rokoknya.
Lho.. Udah malam Mbak nanggung.
Nginep di sini aja ”
Wah jangan Wan.. Besok pagi Mas
Joko mau jemput aku berangkat
kerja. Aku juga nggak bawa pakaian
ganti ” jawabnya.
Akhirnya, aku mengantar dia ke
rumahnya. Cuma aku menurunkannya
agak sedikit jauh dari rumahnya
agar tetangganya tidak curiga. Enak
juga nonton DVD bareng Mbak Sinta.
Mungkin aku akan semakin sering
beli DVD XXX nantinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan komentar anda di sini,kami akan kunjungi situs anda