Translate

Minggu, 16 Januari 2011

HASRAT BERCINTA PENGUSAHA MUDA


Menjelang tahun baru 2008 aku
dapat pesanan banyak barang. Dari
pakaian sampai ke alat dapur. Aku
ingin ‘One Stop Shopping’, sekali jalan
segalanya kudapat. Dan itu hanya
bisa kalau aku belanja ke Mangga
Dua.
Sesudah hampir seharian aku belanja
ini itu sesuai permintaan
pelangganku aku perlu istirahat
untuk minum dan sedikit makanan
kecil. Aku mampir di sebuah warung
yang ada di setiap pengkolan gang
diantar kios-kios Pasar Mangga Dua
itu. Aku mencari tempat duduk yang
adem sambil menunggu pesanan
juice buah segar dan semangkok
siomay.
Barang-barang yang aku belanja
telah diurus untuk dipak dan dikirim
ke rumah oleh orang di Mangga Dua
yang memang biasa memberikan
pelayanan jasa untuk keperluan itu.
Tiba-tiba ada orang cina muda,
belum 26 tahunan, menegur aku..
“Sudah belanjanya, Bu? Ini punya ibu
ya ?”, dia bawa HP-ku.
Aku baru sadar bahwa barang itu
lepas dari tanganku. Wah.. Untung
aku ketemu orang yang jujur.
“Tadi waktu ibu belanja di toko saya,
ini ibu taruh di dekat kasir, terus
ibu tinggal. Saya nyusul ibu sudah
hilang. Eehh.. Tau-tau ketemu di sini.
Kebetulan saya juga mau makan
siang ”, dia memberikan keterangan
padaku dengan sangat ramah.
Aku suka bisa kenalan dengan dia.
Ternyata dia penjaga toko di
tempat aku belanja perabot dapur
tadi. Namun di samping
keramahannya aku melihat
bagaimana matanya nampak seakan
menelanjangi tubuhku. Dasar mata
lelaki. Nggak Jawa, nggak China,
nggak Arab sama saja. Mata macam
itu adalah mata lelaki haus. Mata
yang minta dipuaskan hasrat
syahwatnya. Aku sendiri memang
sepenuhnya menyadari bahwa
banyak lelaki yang sering
melototkan matanya melihati
tubuhku. Dengan usiaku yang telah
menginjak 28 tahun teman-temanku
bilang aku memilik ’sex appeal’ atau
pesona seks yang sangat kuat. Jadi
aku tak begitu heran akan tingkah
laku penjaga toko penjual alat dapur
ini.
Namun sepertinya aku berhutang
budi karena dia telah mengembalikan
HP-ku hingga aku menghadapinya
dengan ramah. Bahkan aku juga
melemparkan kelakar untuk
menyenangkan hatinya..
“Engkoh masih muda sudah jadi
penjaga toko, nih. Dimana saja
tokonya koh? Disamping perabot
dapur ada jual lainnya apa koh ?”,
Wah.. Dia bangga dengan macam-
macam pertanyaanku ini.
“Saya ada 11 toko yang menjual
macam-macam. Memang begitulah
orang China kalau dagang. Apa yang
sedang rame. Disini ada 3 toko. Di
blok seberang ada 1 toko. Lainnya
ada di Blok M, Kelapa Gading Plasa,
Pondok Indah Plasa dan Taman
Anggrek ”,
“Wah.. Kaya raya dong koh. Nggak
ngira ini. Masih muda, kaya raya ”,
meluncur kekagumanku yang
sekaligus pujian bagi penjaga toko
muda ini. Nampak dia semakin
bangga.
“ Boleh dong kapan-kapan aku mampir
ke toko-toko lainnya ”.
“Boleh, boleh Bu. Sekarang kalau ibu
mau, kebetulan saya memang harus
ke Kelapa Gading untuk ngeliat
omzetnya. Mau ?”, dia begitu serius
menanggapi omonganku.
Namun naluriku juga mengisyaratkan
hal yang lain. Matanya yang terus
menerus menguliti bagian-bagian
tubuhku semakin berani dan tidak
malu-malu. Bahkan saat matanya
tertumbuk dengan mataku dia
memandang ke dalam mataku
dengan tajam,
“Ayo, Bu. Sambil lihat-lihat keramaian.
Nanti saya ajak ibu makan. Ada
American Steak yang enak banget di
Kelapa Gading ”, dia semakin membujuk
aku.
Dan aku sepertinya menikmati
permainan ini. Keluar sifat isengku.
Aku bersikap seolah mau dan tidak
mau yang membuat penjaga toko
muda ini semakin penasaran. Kini
aku mainkan jurus ber-gaya-ku.
Dengan pura-pura membetulkan
tatanan rambutku tanganku
mengelusi kepalaku. Dengan cara itu
aku menunjukkan ketiakku yang
indah dan bersih menebarkan
wewangian yang merangsang
siapapun yang mengendusnya. China
itu nampak mengenduskan hidungnya
sambil menelan air liurnya. Dia
seakan sedang melumatkan bibirnya
ke lembah ketiakku ini. Nampaknya
dia semakin tidak sabar. Taoke
muda itu bangun dari kursinya
untuk meninggalkan aku namun
kutangkap tangannya,
“Terima kasih HP-nya koh”, lantas
kulepaskan peganganku dan
membiarkan dia pergi. Tetapi dia
tak juga bergegas pergi,
“ Sayang ibu tak mau melihat tokoku.
Tetapi saya suka telah ketemu ibu
yang cantik. Sesungguhnya saya
pengin sedikit bersenang-senang ”, dia
mengucapkan kata terakhir yang
bagiku penuh arti. Kembali
kutangkap tangannya,
“ Apa maksud koh, eehh.. Pengin
bersenang-senang.. ?”, tanyaku tajam.
“Saya naksir ibu. Dan kalau ibu suka
saya pengin ngajak ibu tidur ”.
Hebat penjaga toko ini. Dia
mengucapkan kata-kata yang bisa
dianggap kurang ajar pada aku
seorang perempuan dengan penuh
percaya diri. Dan dia tidak berkedip
memandangi aku. Dia menunggu apa
reaksiku.
Ternyata yang semula aku merasa
bisa ngatur dia kini terbalik.
Ucapannya yang penuh percaya diri
serta pandangannya yang tajam
tanpa kedip itu sungguh membuat
aku bertekuk lutut. Aku
mendambakan lelaki jantan macam
ini. Adakah aku sedang berhadapan
dengan ‘Jackie Chan’? Edan.. Dan aku
masih berusaha tidak kehilangan
seluruh mukaku. Aku tidak mau jadi
pecundang. Aku bangkit dan meraih
lengannya dengan sepenuhnya
menyadari bahwa aku sedang
digandeng penjaga toko muda yang
haus untuk melahap tubuhku.
Begitu naik ke mobilnya yang bukan
main karena merknya ‘Jaguar’, dia
tidak lagi membicarakan toko-
tokonya. Sambil tangannya langsung
mengelusi payu daraku kemudian
menyusup ke BH-ku dia menawarkan
padaku, mau tidur di mana? Di
Hilton, Mandarin atau Grand Hyatt?
Aku serahkan padanya. Dengan HP-
nya dia minta FO Grand Hyatt
menyediakan Suite Room di lantai 8
yang menghadap ke Patung Selamat
Datang di bundaran HI yang
terkenal itu.
Sepanjang perjalanan yang memakan
waktu hamper 1 jam karena
kemacetan Jakarta tangannya telah
merabai seluruh bagian-bagian peka
di tubuhku. Aku menggelinjang hebat.
Aku pernah selingkuh beberapa
tahun yang lalu. Tetapi selingkuh
yang ini sungguh sangat sensasional
bagiku. Saat turun dari mobil, aku
sudah tidak memakai BH dan celana
dalam lagi. Tangan-tangan penjaga
toko muda ini dengan lincah telah
melepasinya di sepanjang jalan
Thamrin tadi. BH dan celana dalamku
kini terserak di lantai Jaguarnya.
Kami langsung menuju lift yang
mengantar kami ke Suite 816 Grand
Hayyat Hotel, Thamrin, Jakarta.
Aku menikmati bagaimana China kaya
ini mengolah tubuhku. Sesaat
sesudah mengunci kamar dia
hempaskan aku ke ranjang dan dia
bekerja. Disibakkannya gaunku.
Kepalanya nyosor mendorong
wajahnya tenggelam ke
selangkanganku. Aku menggelinjang
hebat saat lidah dan bibirnya
melumati lembah selangkanganku.
Dia raih tungkai kakiku ke
pundaknya. Tangannya erat-erat
memeluki pinggulku. Bibirnya
menyedoti memekku. Dia mengisep-
isep cairan birahiku yang mengalir
deras. Aku bukan lagi menggelinjang.
Aku berontak karena tak tahan
menanggung kegelian birahi yang
sangat dahsyat. Suamiku tak pernah
berbuat begini.
Dengan sekali sentak akhirnya rok &
blusku lepas dari tubuhku. Kini dia
yang masih lengkap berpakaian
melihati aku yang telanjang bulat.
Seperti beruang kutub yang
menyaksikan korbannya, anjing laut
yang manis yang tak berkutik
menunggu dilahap pemangsanya. Aku
melenguh dan mengeluh karena
nikmat yang melandaku. Aku menanti
jamahan kejam erotisnya.
Kembali China muda ini menyeret
kakiku dan membiarkan setengahnya
terjuntai ke karpet mewah Suite
Room ini. Saraf-saraf pekaku
tergetar saat nafasnya kurasakan
mengendusi pahaku. Dia nampaknya
ingin memandikan aku dengan lidah
dan ludahnya. Dia mengungkapkan
kehausan libidonya. Dia mulai melahap
tubuhku.
Untuk kepuasannya penjaga toko
muda ini menunjukkan egonya. Dia
tidak penuhi rintihanku untuk
meremasi kontolnya. Dia tetap
mempertahankan kelengkapan
pakaiannya. Apakah dia menunggu
aku menangis dan bersembah
memohonnya? Ternyata aku
memang harus bersabar.
penjaga toko muda ini benar-benar
memandikan aku dengan ludah dan
lidahnya. Tubuhku dibolak-balik,
diputar, dijungkirkan, telentang,
jongkok hingga nungging untuk
melatakan bibir dan lidahnya.
Akibatnya luar biasa. Aku bisa
tergiring dan meraih beberapa kali
orgasme tanpa dia telanjang dan
ngentot memekku. Sungguh luar
biasa karena seingatku 5 tahun
terakhir aku hanya bisa meraih
beberapa kali orgasme saat tidur
dengan suamiku. Itupun aku yang
berusaha keras dengan mengkhayal
seakan aku sedang dientot
serombongan Satpam Mangga Dua
tempat dimana aku sering datang
dan belanja.
Sesudah diseling istirahat untuk
makan sore, dengan tetap
membiarkan aku telanjang penjaga
toko muda itu kembali melahapi
tubuhku. Kali ini dia melepaskan
pakaiannya sendiri hingga telanjang
bulat pula. Dan aku sungguh
terkejut namun sekaligus terpesona
saat melihati kontolnya. Langsung
kuraih dan kugenggam kontol itu.
Taoke muda yang aku pikir
sosoknya biasa-biasa saja ini
ternyata menyimpan kontol yang
nggak disunat, gede dan panjang.
Kontol itu sudah ngaceng tetapi
kulupnya tetap membungkus
setengah bonggol kepalanya.
Warnanya bening sebening kulitnya.
Dan sungguh nikmat menggengam
kontolnya itu. Rasanya kontol
suamiku tak sampai separuhnya.
“Kamu isepi dulu Bu biar lebih gede
dan keras. Biar enak kalau masuk
ke memekmu nanti ”, katany dengan
nada memerintah.
Sementara kontol itu telah didorong
dan disentuh-sentuhkan ke mulutku.
Sungguh mati, 5 tahun sudah
perkawinanku namun aku tak
pernah sekalipun ngisep kontol
suami. Rasanya jijik aku. Suamiku
juga nggak tega berbuat begitu
padaku. Namun China muda ini..
“Ayoo Bu.. Isep.. Enak nih.. Ayoo”,
nampaknya dia nggak suka aku
menolak kemauannya.
Aku agak gugup dan rasanya sudah
mau muntah. Namun tangan penjaga
toko ini meraih kepalaku dan
menariknya untuk menerima
tonjokan kontolnya di mulutku. Aku
terpana dan..
“Aaarrcchh.. Jj.. Jangaann.. Hheehh..
Tidaakk mmbbllpp.. Mmbllpp.. Hhllmm..”.
Akhirnya ujung kontolnya berhasil
menguak celah bibirku. Terbersit
rasa asin-asin dicelah bau bawang
putih dari selangkangan China ini.
Aku tak lagi mampu mengelak.
Dengan pasti kontol itu masuk ke
mulutku. Didiamkannya sesaat
sementara tangan kiri penjaga toko
tetap menjambak rambutku untuk
menahan kepalaku dan tangan
kanannya merangsek memilin-milin
puting susuku. Jangan tanya rasa
yang melandaku.
Ada pedih, ada sakit, ada nikmat.
Semua tercampur menjadi satu. Aku
hanya mengeluarkan desah dan
hhllppmm.. Sementara menunggu cina
muda itu memompakan kontolnya
dan ngentot mulutku.
Benar juga yang dia bilang. Sesaat
setelah mulai memompa mulutku
kontolnya terasa makin gede, makin
gede, gede dan uuhh.. Keras banget.
Dan tanpa kira-kira dia memompa
mulutku dengan sepenuh
semangatnya. Kerongkonganku
tersedak. Nyaris aku tak bisa
bernafas. Dengan sepenuh tenagaku
tanganku menahannya dan menolak
hingga kontol itu lepas dari mulutku.
“Udahh.. Mulutku tersedak..”.
Dengan cepat dia mengalihkan
sasarannya. Kembali aku diseretnya
ke tepian ranjang. Tungkai kakiku
dia panggul sementara kontolnya
diarahkan dengan tepat ke lubang
memekku yang memang telah
dilanda kegatalan birahi yang sangat.
Sesaat setelah kepalanya dikocok-
kocokkan di gerbang vaginaku yang
telah basah dan becek oleh cairan
birahiku, kontol gede dan panjang
milik China muda itu amblas
menembus memekku.
Adduuhh.. Sepertinya kehausan dan
dahaga syahwatku mendapatkan
penyembuhan. Bibir dan dinding
vaginaku mencengkeram keras
batangan yang menghunjam-hunjam
itu. Rasa gatal dan legit menjadikan
sensasi nikmat yang tak terpana.
Taoke muda merundukkan kepalanya
untuk melumati puting susuku. Rasa
lumatannya membuat aku
menggelinjang hebat. Tanganku
mencabik-cabik rambutnya untuk
menahan kegatalan yang melandaku
dengan dahsyat. Aku meraung
histeris. Pantat dan pinggulku
berkejat-kejat menjemputi kontol
gede dan legit itu. Keringatku
mengucur dersa dalam dinginnya
Suite Room Grand Hyatt.
Akhirnya aku merasakan kehanyutan
sanubari saat bibir cina muda ini
nyosor menyedoti bibirku. Ludahku
dan ludahnya saling berganti. Rasa
dahaga syahwatku tersalurkan oleh
aliran ludahnya yang berpindah ke
mulutku. Genjotan legit kontol
penjaga toko ke lubang memekku
yang semakin mencepat membuat
lumatan kami semakin intens. Dan
ketika tiba-tiba cina muda ini
menarik bibirnya lepas dari bibirku,
aku berteriak kecewa..
“Jangann.. Tolong.. Aku haauuss..”
Namun cina itu bukan kembali
memagut aku. Dia hanya meludahi
mulutku. Terus meludah dan
meludah.. Dan aku yang didorong
begitu dahaga terus menganga
menerima limpahan ludahnya..
Genjotan legit kontolnya tak lagi
terkendali. Dinding memekku terus
mencengkeram dan meremas-remas
batangan yang keluar masuk itu.
penjaga toko muda ini nampak
sedang menjemput puncak
nikmatnya.
Aku rasakan kedua tangannya
semakin memeluk erat tubuhku. Dan
aku terbawa arus birahi
mencengkeramkan cakarku kedaging
punggungnya. Dan sampailah..
Kedutan besar aku rasakan dalam
lubang vaginaku. Semburan panas
sperma penjaga toko muda ini
tumpah ruah membanjir di lubang
memekku. Aku pasrah menyerah
dalam nikmat entotan cina muda ini.
Pantatku mengejat-ejat mendorong
vaginaku meremasi batangan kontol
si penjaga toko. Bibirku cepat
menyedot ludah dari bibirnya.
Dalam hujan keringat dari dua tubuh
telanjang kami ini, kami diam untuk
beberapa saat. Sesekali masih
terasa berkedut kontol penjaga
toko ataupun remasan dinding
memekku.
Tepat jam 5 sore aku keluar Suite
Room 816 Grand Hyatt. penjaga toko
muda ingin sendirian di kamarnya.
Padaku dia serahkan amplop berisi
uang,
“Nih, Bu, untuk naik taksi pulang. Aku
nggak bisa nganter ibu ya. Terima
kasih Bu ”.
Aku terima amplopnya tanpa
membukanya. Aku merasakan aneh ..
Kok hanya begitu sudahannya.
Sepertinya aku ditendang keluar
kamarnya.
Di lorong menuju lift aku membuka
amplopnya. Kudapatkan uang Rp 300
ribu dan 5 lembar voucher belanja
di Carrefour masing-masing senilai
Rp 500 ribu. Aku mesti bagaimana?
Khan memang tak ada ‘commitment’
apa-apa sebelumnya. Dan aku
memang bukan pelacur khan?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan komentar anda di sini,kami akan kunjungi situs anda