Translate

Selasa, 04 Januari 2011

SELINGKUH KARENA SUAMI GILA KERJA


Aku mengenal seorang duda, sebut
saja sebagai Bapak, ketika dia
bekerja di kantorku sebagai tenaga
kontrak. Walaupun sudah paruh
baya, dia masih nampak ganteng
dengan tubuh tegapnya yang atletis.
Aku tertarik dengan ketampanannya,
apalagi dia sangat perhatian ke aku.
Misalnya sesudah aku nikah,
rambutku aku cat kepirangan, dia
langsung berkomentar bahwa aku
lebih cantik dengan rambut hitam.
Ini yang membuat aku diam2
menyukainya, bukan sebagai teman
tetapi sebagai lelaki dewasa yang
berpengalaman. Karena rumahku
sejalan dengan rumahnya, aku
hampir setiap hari ikut mobilnya,
pergi dan pulang. Dalam perjalanan
pergi pulang kantor itulah, aku
menceritakan problem rumah
tanggaku. Setelah menikah, aku tak
kunjung hamil, padahal aku sudah
sangat mendambakan anak. Dia
sering memberi informasi, termasuk
tentang siklus datang bulanku.
Dia memberi advis untuk menghitung
masa suburku, sehingga pada masa
subur itulah aku harus main dengan
suamiku setiap malam. Masalahnya
suamiku itu gila kerja sehingga
kalau pulang ke rumah dia sudah
loyo karena pekerjaannya. Alhasil
paling main dilakukan paling banyak 2
kali seminggu, itu juga ketika week
end. Aku suka kesal kalau pada
weekend, apalagi pada masa
suburku, suamiku sangat terlibat
dengan pekerjaannya sehingga dia
akan loyo kalau sudah diranjang.
Jangan tanya mengenai kepuasan
yang seharusnya menjadi hakku
karena suamiku tidak tahan lama,
maunya langsung masuk dan belum
5 menit sudah muncrat. Karena
memang aku sangat mendambakan
bisa hamil, aku tidak
mempermasalahkan loyonya suamiku
di ranjang, buat aku yang penting
dia bisa memuncratkan maninya di
dalam meqiku. Sampailah kejadian
terakhir yang membuat aku sangat
sangat kecewa pada suamiku.
Persis pada saat masa suburku, dia
harus keluar kota untuk 2 minggu,
padahal 2 hari sebelumnya dia baru
pulang dari luar kota selama
seminggu. Alasannya, dia harus kerja
keras untuk mengumpulkan uang
buat persiapan punya anak. Uang sih
penting, tapi kalau anaknya gak di
buat2 ya percuma saja
mengumpukan uang banyak2. Aku
mengeluh ke Bapak lewat sms,
jawabannya membuat aku kaget.
“ Kalau PMDN gak bisa coba PMA saja.
Aku mau kok mbantuin kamu bikin
anak ”. Aku terdiam karena jawaban
tadi. Karena lama tidak aku jawab,
masuklah smsnya lagi : “Diam itu
artinya mau kan, apalagi kamu
kesepian karena suami kamu keluar
kota terus. Udah lah, besok pagi
jam 8 kamu tunggu aku di mulut
komplex kamu ”.
SmSnya tidak ku jawab, dalam hati
timbul keraguan apakah aku mau
memenuhi ajakannya atau tidak, aku
bingung antara mau “membalas”
suamiku atau berlaku sebagai isteri
yang setia. Aku tertidur dengan
keraguanku. Esoknya, pagi2 sudah
masuk sms dari Bapak : “Jangan lupa
ya, jam 8an aku tunggu kamu di
mulut komplex. Jangan nggak datang
ya ”. Senada dengan sms semalam
aku se akan2 tidak diberi
kesempatan memilih. Akhirnya
karena perasaan kesal ke suami
mendominasi pikiranku ditambah
dengan rasa sukaku pada dia, aku
memutuskan untuk memenuhi
ajakannya. Ke kantor aku lapor
sakit dan tidak masuk kerja. Jam 8
aku sudah menunggu dimulut
komplex dan tak lama lagi dia
datang dengan mobilnya. Aku masuk
mobilnya. Dia ber seri2 melihat aku
pakai tank top ketat sepinggang
dan celana ketat juga, sehingga dia
bisa melihat lekuk liku bodyku yang
proporsional dan dapat mengundang
selera lelaki yang melihatnya,
termasuk dia yang sudah paruh
baya itu. “Wah kamu seksi sekali,
sampai pusernya kelihatan”.
Karena tank top ku sepinggang,
maka kalau aku bergerak pinggangku
tersingkap dan nampaklah puserku.
Aku hanya tersenyum saja : “Kita
mau kemana pak?” “Ke apartment
temanku ya”, jawabnya. Aku hanya
terdiam saja sambil membayangkan
apa yang akan dilakukannya di
apartment kepadaku. Aku tidak
banyak bicara selama perjalanan ke
apartment. Sesampainya di
apartment, Dia memarkir mobilnya
ke basement dan kemudian
menggandeng aku ke lift. Di dalam
lift aku dipeluknya. Aku merasa
hangat dalam pelukannya, beda
sekali dengan suamiku yang dingin
sifatnya. “Bapak sering ya ke
apartment ini, suka bawa abg ya
pak ”, tanyaku sambil tersenyum.
“Suka juga”, jawabnya. Tanpa bisa
kucegah, padahal dia bukan apa2ku,
mendengar jawabannya aku merasa
cemburu dengan cewek2 abg yang
suka dibawanya ke apartment itu.
Di apartment, kita duduk di sofa,
dia mengambilkan minuman dan
menyalakan TV. Kami tak banyak
bicara karena perhatian tertuju ke
tv, tapi aku berdebar2 menunggu
apa yang akan terjadi.
Akhirnya dia pindah duduk di
sampingku, menghadapkan tubuhnya
ke arahku dan meletakkan tangan
kanannya di atas perutku sambil
memasukkan telunjuknya ke puserku
yang tersingkap. “Yang, kamu sudah
tahu maksudku kan?” katanya lirih di
telingaku. Merinding aku
mendengarnya memanggil aku yang,
dan aku hanya mengangguk. “Ya pak,
Sintia tahu, bapak ,,,” belum selesai
aku menjawab, kurasakan bibirnya
sudah menyentuh leherku, terus
menyusur ke pipiku. Tubuhnya
bergeser merapat, bibirku
dilumatnya dengan lembut. Ternyata
dicium pria bibir tebal nikmat sekali,
aku bisa mengulum bibirnya lebih
kuat dan ketebalan bibirnya
memenuhi mulutku. Sensasi nikmat
yang belum pernah kudapat dari
suamiku. Sedang kunikmati lidahnya
yang menjelajah di mulutku,
kurasakan tangan besarnya
menyelusup kedalam tank topku dan
meremas lembut dadaku yang masih
terbungkus bra. Ohh.., dadaku
ternyata tercakup seluruhnya dalam
tangannya. Dan aku rasanya sudah
tidak kuat menahan gejolak napsuku,
padahal baru awal pemanasan.
Bibirnya mulai meneruskan
jelajahannya, sambil melepaskan tank
topku, leherku dikecup, dijilat kadang
digigit lembut. Sambil tangannya
terus meremas-remas dadaku.
Kemudian tangannya menjalar ke
punggungku dan melepas kaitan bra
ku sehingga dadaku bebas dari
penutup. Bibirnya terus menelusur
di permukaan kulitku. Dan mulai
pentil kiriku tersentuh lidahnya dan
dihisap. Terus pindah ke pentil
kanan. Kadang-kadang seolah seluruh
dadaku akan dihisap. Dan tangan
satunya mulai turun dan memainkan
puserku, terasa geli tapi nikmat,
napsuku makin berkobar karena
elusan tangannya. Kemudian
tangannya turun lagi dan menjamah
selangkanganku. meqiku yang pasti
sudah basah sekali. Lama hal itu
dilakukannya sampai akhirnya dia
kemudian membuka ristsluiting
celana ku dan menarik celanaku ke
bawah, Tinggalah CD miniku ku yang
tipis yang memperlihatkan buluku
yang lebat, saking lebatnya buluku
muncul di kiri kanan dan dibagian
atas dari cd mini itu. buluku lebih
terlihat jelas karena CD ku sudah
basah karena cairan meqiku yang
sudah banjir. Dibelainya celah meqiku
dengan perlahan. Sesekali jarinya
menyentuh klitku karena ketika
dielus pahaku otomatis mengangkang
agar dia bisa mengakses daerah
meqiku dengan leluasa. Bergetar
semua rasanya tubuhku, kemudian
CD ku yang sudah basah itu
dilepaskannya. Aku mengangkat
pantatku agar dia bisa melepas
pembungkus tubuhku yang terakhir.
Telanjanglah aku dihadapan laki2
yang bukan suamiku untuk pertama
kalinya, tapi napsuku sudah
membutakan nalarku dan aku sudah
lupa dengan cewek2 abg yang
pernah dibawanya ke apartment itu,
tentunya untuk dienjot juga.
Jarinya mulai sengaja memainkan
klit-ku. Dan akhirnya jari besar itu
masuk ke dalam meqiku. Oh,
nikmatnya, bibirnya terus
bergantian menjilati pentil kiri dan
kanan dan sesekali dihisap dan
terus menjalar ke perutku. Dan
akhirnya sampailah ke meqiku. Kali
ini diciumnya buluku yang lebat dan
aku rasakan bibir meqiku dibuka
dengan dua jari. Dan akhirnya
kembali meqiku dibuat mainan oleh
bibir Dia, kadang bibirnya dihisap,
kadang klitku, namun yang membuat
aku tak tahan adalah saat lidahnya
masuk di antara kedua bibir meqiku
sambil menghisap klitku. Dia benar
benar mahir memainkan meqiku.
Hanya dalam beberapa menit aku
benar-benar tak tahan. Dan.. Aku
mengejang dan dengan sekuatnya
aku berteriak sambil mengangkat
pantatku supaya merapatkan klitku
dengan mulutnya, kuremas-remas
rambutnya yang mulai menampakkan
ubannya dibalik cat rambut yang
mulai memudar, untuk pertama
kalinya aku merasakan nikmatnya
nyampe setelah setahun menikah,
hanya dengan bibir dan lidahnya.
Dia terus mencumbu meqiku,
rasanya belum puas dia memainkan
meqiku hingga napsuku bangkit
kembali dengan cepat. “Pak, Sintia
sudah pengen dienjot.” kataku
memohon sambil kubuka pahaku lebih
lebar. Dia pun bangkit, mengangkat
badanku yang sudah lemes dan
dibawanya ke kamar. Di kamar, aku
dibaringkan di tempat tidur ukuran
besar dan dia mulai membuka
bajunya, kemudian celananya. Aku
terkejut melihat batangnya yang
besar dan panjang nongol dari
bagian atas CDnya, gak kebayang
ada batang sebesar punya Bapak,
soalnya batang yang biasa aku lihat
ya batang suamiku. Kemudian dia
juga melepas CD nya. Sementara itu
aku dengan berdebar terbaring
menunggu dengan semakin berharap.
batangnya yang besar dan panjang
dan sudah maksimal tegangnya,
tegak hampir menempel ke perut.
batang suamiku yang buat aku
rasanya besar, enggak ada apa2nya
dibandingkan batangnya yang
menurut aku extra large, aku
merinding apakah muat batang
segitu besarnya di meqiku yang
biasanya cuma kemasukan batang
yang jauh lebih kecil. Dan saat dia
pelan-pelan menindihku, aku
membuka pahaku makin lebar,
rasanya tidak sabar meqiku
menunggu masuknya batang extra
gede itu. Aku pejamkan mata. Dia
mulai mendekapku sambil terus
mencium bibirku, kurasakan bibir
meqiku mulai tersentuh ujung
batangnya.
Sebentar diusap-usapkan dan pelan
sekali mulai kurasakan bibir meqiku
terdesak menyamping. Terdesak
batang besar itu. Ohh, benar benar
kurasakan penuh dan sesak liang
meqiku dimasuki batangnya. Aku
menahan nafas. Dan nikmat luar
biasa. Mili per mili. Pelan sekali
terus masuk batangnya. Aku
mendesah tertahan karena rasa
yang luar biasa nikmatnya. Terus..
Terus.. Akhirnya ujung batang itu
menyentuh bagian dalam meqiku,
maka secara refleks kurapatkan
pahaku, tapi betapa aku terkejut.
Ternyata sangat mengganjal sekali
rasanya, besar, keras dan panjang.
Dia terus menciumi bibir dan
leherku. Dan tangannya tak henti-
henti meremas-remas dadaku. Tapi
konsentrasi kenikmatanku tetap
pada batang besar yang mulai
dienjotkan halus dan pelan. Mungkin
dia menyadarinya, supaya aku tidak
kesakitan. Aku benar benar cepat
terbawa ke puncak nikmat yang
belum pernah kualami. Nafasku
cepat sekali memburu, terengah-
engah. Aku benar benar merasakan
nikmat luar biasa merasakan
gerakan batang besar itu. Maka
hanya dalam waktu yang singkat
aku makin tak tahan. Dan dia tahu
bahwa aku semakin hanyut.
Maka makin gencar dia melumat
bibirku, leherku dan remasan
tangannya di dadaku makin kuat.
Dengan tusukan batangnya yang
agak kuat dan dipepetnya klit- ku
dengan menggoyang goyangnya, aku
menggelepar, tubuhku mengejang,
tanganku mencengkeram kuat-kuat
sekenanya. meqiku menegang,
berdenyut dan mencengkeram kuat-
kuat, benar-benar puncak
kenikmatan yang belum pernah
kualami. Ohh, aku benar benar
menerima kenikmatan yang luar
biasa. Aku tak ingat apa-apa lagi
kecuali kenikmatan dan kenikmatan.
“ Paaak, Sintia nyampe paak”, Aku
sendiri terkejut atas teriakkan
kuatku. Setelah selesai, pelan pelan
tubuhku lunglai, lemas. Setelah dua
kali aku nyampe dalam waktu
relatif singkat, namun terasa
nyaman sekali, Dia membelai
rambutku yang basah keringat.
Kubuka mataku, Dia tersenyum dan
menciumku lembut sekali, tak henti
hentinya dadaku diremas-remas
pelan. Tiba tiba, serangan cepat
bibirnya melumat bibirku kuat dan
diteruskan ke leher serta
tangannya meremas-remas dadaku
lebih kuat.
Napsuku naik lagi dengan cepat,
saat kembali dia memainkan
batangnya semakin cepat. Uhh,
sekali lagi aku nyampe, yang hanya
selang beberapa menit, dan kembali
aku berteriak lebih keras lagi. Dia
terus memainkan batangnya dan kali
ini dia ikut menggelepar, wajahnya
menengadah. Satu tangannya
mencengkeram lenganku dan
satunya menekan dadaku. Aku makin
meronta-ronta tak karuan. Puncak
kenikmatan diikuti semburan mani
yang kuat di dalam meqiku,
menyembur berulang kali. Oh, terasa
banyak sekali mani kental dan
hangat menyembur dan memenuhi
meqiku, hangat sekali dan terasa
sekali mani yang keluar seolah
menyembur seperti air yang
memancar kuat. Setelah selesai, dia
memiringkan tubuhnya dan
tangannya tetap meremas lembut
dadaku sambil mencium wajahku.
Aku senang dengan perlakuannya
terhadapku. “Yang, kamu luar biasa,
meqimu peret dan nikmat sekali”
pujinya sambil membelai
dadaku. ”Bapak juga hebat. Bisa
membuat Sintia nyampe beberapa
kali, dan baru kali ini Sintia bisa
nyampe dan merasakan batang
raksasa. Hihi.. ” “Oo gitu ya yang,
mungkin karena kamu selama ini gak
pernah nyampe yang juga membuat
kamu susah hamil.
Kalo perempuan nyampe ketika
dienjot biasanya membantu supaya
cepat hamil. Jadi kamu suka dengan
batangku ?” godanya sambil
menggerakkan batangnya dan
membelai belai wajahku. “Ya pak,
batang Bapak nikmat, besar, panjang
dan keras banget ” jawabku jujur. Dia
memang sangat pandai
memperlakukan wanita. Tidak heran
banyak cewek2 yang jatuh
kepelukannya dan mau dienjot. Dia
tidak langsung mencabut batangnya,
tapi malah mengajak mengobrol
sembari batangnya makin mengecil.
Dan tak henti-hentinya dia
menciumku, membelai rambutku dan
paling suka membelai dadaku. Aku
merasakan maninya yang bercampur
dengan cairan meqiku mengalir
keluar. Setelah cukup mengobrol dan
saling membelai, pelan-pelan batang
yang telah menghantarkan aku ke
awang awang itu dicabut sambil dia
menciumku lembut sekali. Benar
benar aku terbuai dengan
perlakuannya. Dia kemudian memutar
lagu classic sehingga tertidurlah aku
dalam pelukannya, merasa nyaman
dan benar- benar aku terpuaskan
dan merasakan apa yang selama ini
hanya kubayangkan saja. Menjelang
siang, aku bangun masih dalam
pelukannya. Katanya aku tidur
nyenyak sekali, sambil membelai
rambutku.
Kurang lebih setengah jam kami
berbaring berdampingan. Ia lalu
mengajakku mandi. Dibimbingnya aku
ke kamar mandi, saat berjalan
rasanya masih ada yang mengganjal
meqiku dan ternyata masih ada
mani yang mengalir di pahaku,
mungkin saking banyaknya dia
memuncratkan maninya di dalam
meqiku. Dalam bathtub yang berisi
air hangat, aku duduk di atas
pahanya. Dia mengusap-usap
menyabuni punggungku, dan akupun
menyabuni punggungnya. Dia
memelukku sangat erat hingga
dadanya menekan dadaku. Sesekali
aku menggeliatkan badanku sehingga
pentilku bergesekan dengan dadanya
yang berbulu dan dipenuhi busa
sabun. Pentilku semakin mengeras.
Pangkal pahaku yang terendam air
hangat tersenggol2 batangnya. Hal
itu menyebabkan napsuku mulai
berkobar kembali. Aku di tariknya
sehingga menempel lebih erat ke
tubuhnya. Dia menyabuni punggungku.
Sambil mengusap-usapkan busa
sabun, tangannya terus menyusur
hingga tenggelam ke dalam air. Dia
mengusap-usap pantatku dan
diremasnya. batangnya pun mulai
tegang ketika menyentuh meqiku.
Terasa bibir luar meqiku bergesekan
dengan batangnya. Dengan usapan
lembut, tapak tangannya terus
menyusuri pantatku. Dia mengusap
beberapa kali hingga ujung jarinya
menyentuh lipatan daging antara
lubang pantat dan meqiku. “Bapak
nakal!” desahku sambil menggeliat
mengangkat pinggulku. Walau
tengkukku basah, aku merasa bulu
roma di tengkukku meremang
akibat nikmat dan geli yang
mengalir dari meqiku.
Aku menggeliatkan pinggulku. Ia
mengecup leherku berulang kali
sambil menyentuh bagian bawah
bibir meqiku. Tak lama kemudian,
tangannya semakin jauh menyusur
hingga akhirnya kurasakan lipatan
bibir luar meqiku diusap-usap. Dia
berulang kali mengecup leherku.
Sesekali lidahnya menjilat, sesekali
menggigit dengan gemas. “Aarrgghh..
Sstt.. Sstt..” rintihku berulang kali.
Lalu aku bangkit dari pangkuannya.
Aku tak ingin nyampe hanya karena
jari yang terasa kesat di meqiku.
Tapi ketika berdiri, kedua lututku
terasa goyah. Dengan cepat dia pun
bangkit berdiri dan segera
membalikkan tubuhku. Dia tak ingin
aku terjatuh. Dia menyangga
punggungku dengan dadanya. Lalu
diusapkannya kembali cairan sabun
ke perutku. Dia menggerakkan
tangannya keatas, meremas dengan
lembut kedua dadaku dan pentil ku
dijepit2 dengan jempol dan
telunjuknya.
Pentil kiri dan kanan diremas
bersamaan. Lalu dia mengusap
semakin ke atas dan berhenti di
leherku. “Pak, lama amat
menyabuninya” rintihku sambil
menggeliatkan pinggulku. Aku
merasakan batangnya semakin
keras dan besar. Hal itu dapat
kurasakan karena batangnya makin
dalam terselip dipantatku. Tangan
kiriku segera meluncur ke bawah,
lalu meremas bijinya dengan gemas.
Dia menggerakkan telapak kanannya
ke arah pangkal pahaku. Sesaat dia
mengusap usap bulu lebatku, lalu
mengusap meqiku berulang kali. Jari
tengahnya terselip di antara kedua
bibir luar meqiku. Dia mengusap
berulang kali. klitku pun menjadi
sasaran usapannya. “Aarrgghh..!”
rintihku ketika merasakan
batangnya makin kuat menekan
pantatku. Aku merasa lendir
membanjiri meqiku. Aku jongkok
agar meqiku terendam ke dalam air.
Kubersihkan celah diantara bibir
meqiku dengan mengusapkan 2
jariku. Ketika menengadah kulihat
batangnya telah berada persis
didepanku. batangnya telah tegang
berat. “Pak, kuat banget sih bapak,
baru aja muncrat di meqi Sintia
sekarang sudah tegang lagi ”, kataku
sambil meremas batangnya, lalu
kuarahkan ke mulutku. Kukecup
ujung kepala batangnya. Tubuhnya
bergetar menahan nikmat ketika
aku menjilati kepala batangnya, hal
ini belum pernah kulakukan terhadap
suamiku. Dia meraih bahuku karena
tak sanggup lagi menahan napsunya.
Setelah berdiri, kaki kiriku diangkat
dan letakkan di pinggir bath tub.
Aku dibuatnya menungging sambil
memegang dinding di depanku dan
dia menyelipkan kepala batangnya ke
celah di antara bibir meqiku. “Argh,
aarrgghh..,!” rintihku. Dia menarik
batangnya perlahan-lahan, kemudian
mendorongnya kembali perlahan-
lahan pula. Bibir luar meqiku ikut
terdorong bersama batangnya.
Perlahan-lahan menarik kembali
batangnya sambil berkata “Enak
yang?” “”Enaak banget pak”, jawabku!”
Dia menenjotkan batangnya dengan
cepat sambil meremas bongkah
pantat ku dan tangan satunya
meremas dadaku. “Aarrgghh..!”
rintihku ketika kurasakan batangnya
kembali menghunjam meqiku. Aku
terpaksa berjinjit karena batang itu
terasa seolah membelah meqiku
karena besarnya. Terasa meqiku
sesek kemasukan batang besar dan
panjang itu. Kedua tangannya dengan
erat mememegang pinggulku dan dia
memainkan batangnya keluar masuk
dengan cepat dan keras. Terdengar
‘ cepak-cepak’ setiap kali pangkal
pahanya berbenturan dengan
pantatku. “Aarrgghh.., aarrgghh..!Pak..,
Sintia nyampe..!” Aku lemas ketika
nyampe lagi untuk kesekian
kalinya.Rupanya dia juga tidak dapat
menahan maninya lebih lama lagi.
“ Aarrgghh.., Yang”, kata nya sambil
menghunjamkan batangnya sedalam-
dalamnya. “Pak.., sstt, sstt..” kataku
karena berulangkali ketika merasa
tembakan maninya dimeqiku.
“ Aarrgghh.., Yang, enaknya!” bisiknya
ditelingaku. “Pak.., sstt.., sstt..!
Nikmat sekali ya dienjot Bapak”,
jawabku karena nikmatnya nyampe.
Dia masih mencengkeram pantatku
sementara batangnya masih nancep
dimeqiku. Beberapa saat kami diam
di tempat dengan batangnya yang
masih menancap di meqiku.
Kemudian Dia membimbingku ke
shower, menyalakan air hangat dan
kami berpelukan mesra dibawah
kucuran air hangat. Akhirnya terasa
juga perut lapar yang sudah minta
diisi. Setelah selesai dia keluar
duluan, sedang aku masih menikmati
shower. Selesai dengan rambut yang
masih basah dan masih bertelanjang
bulat, aku keluar dari kamar mandi.
Ternyata Dia sudah menyiapkan
makan siang berupa sandwich dan
kentang goreng yang dibelinya tadi
pagi lengkap dengan soft drink
dingin di meja dekat sofa. Aku
dipersilakan minum dan makan
sambil mengobrol, makan siang dan
diiringi lagu lembut. Setelah aku
makan, dia lalu memintaku duduk di
pangkuannya. Aku menurut saja.
Terasa kecil sekali tubuhku. Sambil
mengobrol, aku dimanja dengan
belaiannya. Akhirnya setelah selesai
makan, diraihnya daguku, dan
diciumnya bibirku dengan hangatnya,
aku mengimbangi ciumannya. Dan
selanjutnya kurasakan tangannya
mulai meremas-remas lembut
dadaku, kemudian tangannya
menelusuri antara dada dan pahaku.
Nikmat sekali rasanya, tapi aku
sadar bahwa sesuatu yang aku
duduki terasa mulai agak mengeras.
Ohh, langsung aku bangkit. Aku
bersimpuh di depannya dan ternyata
batangnya sudah mulai tegang,
walau masih belum begitu mengeras.
Kepala batangnya sudah mulai
sedikit mencuat keluar dari
kulupnya lalu ku raih, ku belai dan
kulupnya kututupkan lagi. Aku suka
melihatnya dan sebelum penuh
tegangnya langsung aku kulum
batangnya. Aku memainkan kulup
batang yang tebal dengan lidahku.
Kutarik kulup ke ujung, membuat
kepala batangnya tertutup kulupnya
dan segera kukulum, kumainkan
kulupnya dengan lidahku dan
kuselipkan lidahku ke dalam kulupnya
sambil lidahku berputar masuk di
antara kulup dan kepala batangnya.
Enak rasanya. Tapi hanya bisa
sesaat, sebab dengan cepatnya
batangnya makin membengkak dan
dia mulai menggeliat dan berdesis
menahan kenikmatan permainan
lidahku dan membuat mulutku
semakin penuh. “Pak hebat ya sudah
tegang lagi, kita lanjut yuk pak”,
kataku yang juga sudah terangsang.
Rupanya dia makin tak tahan
menerima rangsangan lidahku. Maka
aku ditarik dan diajak ke tempat
tidur. Dia menghidupkan lampu sorot
di atas tempat tidur. Sebenarnya
aku agak malu, tapi sudahlah, paling
dia juga ingin melihat dengan jelas
meqiku. Dan ternyata benar, kakiku
ditahannya sambil tersenyum,
diteruskan dengan membuka kakiku
dan dia langsung menelungkup di
antara pahaku. “Aku suka melihat
meqi kamu yang” ujarnya sambil
membelai bulu buluku yang lebat.
“ Mengapa?” “Sebab bulumu lebat dan
cewek yang bulunya lebat napsunya
besar, kalau dienjot jadi binal
seperti kamu, juga tebal bibirnya ”.
Aku merasakan dia terus membelai
buluku dan bibir meqiku. Kadang-
kadang dicubit pelan, ditarik-tarik
seperti mainan. Aku suka meqiku
dimainkan berlama-lama, aku
terkadang melirik apa yang
dilakukannya. Seterusnya dengan dua
jarinya membuka bibir meqiku, aku
makin terangsang dan aku
merasakan makin banyak keluar
cairan dari meqiku. Dia terus
memainkan meqiku seolah tak puas-
puas memperhatikan meqiku, kadang
kadang disentuh sedikit klit-ku,
membuat aku penasaran. Tak sadar
pinggulku mulai menggeliat, menahan
rasa penasaran.
Maka saat aku mengangkat
pinggulku, langsung disambut dengan
bibirnya. Terasa dia menghisap
lubang meqiku yang sudah penuh
cairan. Lidahnya ikut menari kesana
kemari menjelajah seluruh lekuk
meqiku, dan saat dihisapnya klit-ku
dengan ujung lidahnya, cepat sekali
menggelitik ujung klit-ku, benar
benar aku tersentak. Terkejut
kenikmatan, membuat aku tak
sadar berteriak.. “Aauuhh!!”. Benar
benar hebat dia merangsangku, dan
aku sudah tak tahan lagi. “Ayo dong
pak, Sintia pingin dienjot lagi” ujarku
sambil menarik bantal. Dia langsung
menempatkan tubuhnya makin ke
atas dan mengarahkan batang
gedenya ke arah meqiku. Aku masih
sempat melirik saat dia memegang
batangnya untuk diarahkan dan
diselipkan di antara bibir meqiku.
Kembali aku berdebar karena
berharap. Dan saat kepala
batangnya telah menyentuh di
antara bibir meqiku, aku menahan
nafas untuk menikmatinya. Dan
dilepasnya dari pegangan saat
kepala batangnya mulai menyelinap
di antara bibir meqiku dan
menyelusup lubang meqiku hingga
aku berdebar nikmat. Pelan-pelan
ditekannya dan dia mulai mencium
bibirku lembut. Kali ini aku lebih
dapat menikmatinya. Makin ke
dalam.. Oh, nikmat sekali.
Kurapatkan pahaku supaya
batangnya tidak terlalu masuk ke
dalam. Dia langsung menjepit kedua
pahaku hingga terasa sekali
batangnya menekan dinding meqiku.
batangnya semakin masuk. Belum
semuanya masuk, Dia menarik
kembali seolah akan dicabut hingga
tak sadar pinggulku naik
mencegahnya agar tidak lepas.
Beberapa kali dilakukannya sampai
akhirnya aku penasaran dan
berteriak-teriak sendiri. Setelah dia
puas menggodaku, tiba tiba dengan
hentakan agak keras, dipercepat
gerakan memainnya hingga aku
kewalahan. Dan dengan hentakan
keras serta digoyang goyangkan,
tangan satunya meremas dadaku,
bibirnya dahsyat menciumi leherku.
Akhirnya aku mengelepar-gelepar.
Dan sampailah aku kepuncak. Tak
tahan aku berteriak, terus Dia
menyerangku dengan dahsyatnya,
rasanya tak habis-habisnya aku
melewati puncak kenikmatan. Lama
sekali. Tak kuat aku meneruskannya.
Aku memohon, tak kuat menerima
rangsangan lagi, benar benar
terkuras tenagaku dengan orgasme
berkepanjangan. Akhirnya dia pelan-
pelan mengakhiri serangan
dahsyatnya. Aku terkulai lemas
sekali, keringatku bercucuran.
Hampir pingsan aku menerima
kenikmatan yang berkepanjangan.
Benar-benar aku tidak menyesal
main dengan dia, dia memang benar-
benar hebat dan mahir dalam main,
dia dapat mengolah tubuhku menuju
kenikmatan yang tiada tara, atau
memang aku yang kurang
pengalaman dalam main di tempat
tidur, sebab memang suamiku belum
pernah memberikan kenikmatan
seperti sekarang ini. Lamunanku
lepas saat pahanya mulai kembali
menjepit kedua pahaku dan
dirapatkan, tubuhnya menindihku
serta leherku kembali dicumbu.
Kupeluk tubuhnya yang besar dan
tangannya kembali meremas dadaku.
Pelan-pelan mulai dienjotkan
batangnya. Kali ini aku ingin lebih
menikmati seluruh rangsangan yang
terjadi di seluruh bagian tubuhku.
Tangannya terus menelusuri
permukaan tubuhku. Dadanya yang
berbulu merangsang dadaku setiap
kali bergeseran mengenai pentilku.
Dan batangnya dipompakan dengan
sepenuh perasaan, lembut sekali,
bibirnya menjelajah leher dan
bibirku. Ohh, luar biasa. Lama
kelamaan tubuhku yang semula
lemas, mulai terbakar lagi. Aku
berusaha menggeliat, tapi tubuhku
dipeluk cukup kuat, hanya tanganku
yang mulai menggapai apa saja yang
kudapat. Dia makin meningkatkan
cumbuannya dan memompakan
batangnya makin cepat.
Gesekan di dinding meqiku makin
terasa. Dan kenikmatan makin
memuncak. Maka kali ini leherku
digigitnya agak kuat dan dimasukkan
seluruh batang batangnya serta
digoyang-goyang untuk meningkatkan
rangsangan di klit-ku. Maka jebol
lah bendungan, aku mencapai puncak
kembali. Kali ini terasa lain, tidak
liar seperti tadi. Puncak kenikmatan
ini terasa nyaman dan romantis
sekali, tapi tiba tiba dia dengan
cepat memain lagi. Kembali aku
berteriak sekuatku menikmati
ledakan orgasme yang lebih kuat,
aku meronta sekenaku. Gila, batinku,
dia benar-benar membuat aku
kewalahan. Kugigit pundaknya saat
aku dihujani dengan kenikmatan yang
bertingkat-tingkat. Sesaat dia
menurunkan gerakannya, tapi saat
itu dibaliknya tubuhku hingga aku di
atas tubuhnya. Aku terkulai di atas
tubuhnya. Dengan sisa tenagaku aku
keluarkan batangnya dari meqiku.
Dan kuraih batang batangnya. Tanpa
pikir panjang, batang yang masih
berlumuran cairan meqiku sendiri
kukulum dan kukocok. Dan pinggulku
diraihnya hingga akhirnya aku
telungkup di atasnya lagi dengan
posisi terbalik. Kembali meqiku yang
berlumuran cairan jadi mainannya,
aku makin bersemangat mengulum
dan menghisap sebagian batangnya.
Dipeluknya pinggulku hingga sekali
lagi aku orgasme. Dihisapnya klit-ku
sambil ujung lidahnya menari cepat
sekali. Tubuhku mengejang dan
kujepit kepalanya dengan kedua
pahaku dan kurapatkan pinggulku
agar bibir meqiku merapat ke
bibirnya. Ingin aku berteriak tapi
tak bisa karena mulutku penuh, dan
tanpa sadar aku menggigit agak
kuat batangnya dan kucengkeram
kuat dengan tanganku saat aku
masih menikmati orgasme. “Yang, aku
mau muncrat yang, di dalam
meqimu ya ”, katanya sambil
menelentangkan aku. “Ya,pak”,
jawabku.
Dia menaiki aku dan dengan satu
hentakan keras, batangnya yang
besar sudah kembali menyesaki
meqiku. Dia langsung memain
batangnya keluar masuk dengan
cepat dan keras. Dalam beberapa
enjotan saja tubuhnyapun
mengejang. Pantat kuhentakkan ke
atas dengan kuat sehingga
batangnya nancap semuanya ke
dalam meqiku dan akhirnya crot ..
crot ..crot, maninya muncrat dalam
beberapa kali semburan kuat.
Herannya, muncratnya yang ketiga
masih saja maninya keluar banyak,
memang luar biasa stamina Bapak.
Dia menelungkup diatasku sambil
memelukku erat2. “Yang, nikmat
sekali main sama kamu, meqi kamu
kuat sekali cengkeramannya ke
batangku ”, bisiknya di telingaku. “Ya
pak, Sintia juga nikmat sekali, tentu
saja cengkeraman meqi Sintia
terasa kuat karena batang bapak
kan gede banget. Rasanya sesek deh
meqi Sintia kalau bapak neken
batangnya masuk semua. Kalau ada
kesempatan, Sintia dienjot lagi ya
pak ”, jawabku. “Ya sayang”, lalu bibirku
diciumnya dengan mesra. Itulah
pengalaman pertamaku dienjot
Bapak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan komentar anda di sini,kami akan kunjungi situs anda