Translate

Selasa, 03 Mei 2011

AKU DAN TANTE TANTE KESEPIAN


namaku
Rio. Aku sudah lama menikmati
cerita-cerita di situs ini. Sebenarnya
sudah lama juga aku mau share
pengalamanku di sini. Tapi karena sibuk di kantor, jadi baru sempat
ngetik belakangan ini. Sampai saat ini aku masih bekerja di
salah satu perusahaan IT di Jakarta.
Aku juga punya minat yang cukup
tinggi dalam urusan seks.
Pengalaman seks aku yang pertama
kualami dengan salah satu teman chat-ku. Sejak saat itu, aku mulai
ketagihan. Biasanya aku berhubungan seks
dengan wanita-wanita yang
kurang lebih sebaya denganku. Kali
ini aku akan cerita pengalaman seks
pertamaku dengan wanita yang
beda umurnya cukup jauh denganku. Awalnya dari chatting. Suatu kali
entah kenapa aku bosan dengan
nick yang biasa aku pakai. Aku pun
mencoba sebuah nick menarik
perhatian. Nick yang menyiratkan
fisik tubuhku, tapi tidak vulgar. Dari sekian banyak nick yang query
aku, aku tertarik pada sebuah nick
yang cukup menggoda. Jnd_37_Jkt.
Aku pikir pemilik nick ini pasti
seorang janda berumur 37 tahun
yang tinggal di Jakarta. Aku membalas querynya. ‘hi juga, asl pls..’ balasku. ‘kan di nick udah ’ ‘oh iya, tapi Jnd apa tuh ?’ tanyaku pura-pura bego.
‘Jendral ha3x. gak ding, janda kok ’ aku tersenyum melihat kelakarnya.
‘oo.. ic’ jawabku. ‘asl u dong’ tanya nick itu. ‘aku lebih muda gpp nih?’ aku bertanya balik.
‘gpp, justru yg muda lebih asik: )’ aku tertawa dalam hati.
‘ok, 24 m jkt ’ jawabku. ‘hihihi.. 24 sih lagi seger2nya tuh ‘ hmm.. mulai menggoda nih. Kami pun terlibat obrolan yang
mengasyikkan. Sekitar setengah
jam aku chat dengannya hingga
akhirnya kami bertukar nomer
telepon. Aku baru saja tiba di rumah ketika
tiba-tiba ponselku berbunyi. Hmm..
nomer siapa ini. Aku langsung
mengangkat.
“Halo..” sapaku. “Rio ya? Udah pulang ?” tanya suara di ujung sana yang ternyata suara
seorang wanita.
“Iya, siapa ya ?” tanyaku penasaran. “Hai..” wanita itu menyebut nick yang kugunakan tadi siang.
“Tante Rissa ya ?” aku mencoba menebak. Terdengar tawa di ujung sana.
Betul, Tante Rissa yang tadi siang
menggunakan nick Jnd_37_Jkt.
Kami pun langsung menyambung
obrolan tadi siang. Dari obrolan
kami yang akrab aku tahu bahwa Tante Rissa sebetulnya masih
menikah. Suaminya seorang
pengusaha di bidang makanan
ringan yang cukup sukses.
Sementara Tante Rissa sendiri aktif
sebagai salah seorang manager di salah satu bank asing di Jakarta.
Dan seperti cerita-cerita kehidupan
kota metropolitan pada umumnya,
Tante Rissa jarang sekali bisa
merasakan kehangatan suaminya
karena kesibukan keduanya yang bertolak belakang. Akibatnya
wanita itu sering melepas kesepian
dengan gigolo-gigolo simpanannya. Malam itu kami saling bertukar
cerita, dan ujung-ujungnya kami
pun janjian ketemu. Tante Rissa
mengajakku ketemu di Blok M
Plaza. Semula aku menolak karena
di Blok M cukup ramai, apalagi hari Sabtu. Tapi Tante Rissa beralasan
bahwa di situ tempat yang paling
aman karena kerabat-kerabatnya
jarang sekali ke daerah tersebut.
Akhirnya aku ok saja. Kami pun
janjian bertemu Sabtu depan. Hampir setengah jam aku
menunggu di Pizza Hut sambil
mataku mencari-cari wanita
berkulit putih dan berambut coklat
sepunggung dengan tinggi sekitar
170 cm dan berat 58 kg yang mengenakan kemeja putih tanpa
lengan dan celana jeans ketat
sebetis. Spaghettiku sudah tinggal
separuhnya dan mulai dingin. Aku
baru saja akan menyuapnya lagi
ketika tiba-tiba salah seorang pelayan Pizza Hut menghampiriku
dan memberikan secarik kertas. Dia
menggeleng ketika aku tanya dari
siapa kertas tersebut. Penuh
penasaran aku membukanya. ‘CARI SIAPHAA..? I ’M BEHIND YOU MY BOY ’ aku terkejut dan langsung menoleh ke belakangku. Kira-kira 2
meja di belakangku, aku melihat
satu meja yang ditempati 2 orang
wanita. Salah satu dari wanita itu
melambai ke arahku sambil
tersenyum. Aku memperhatikannya dengan cermat.
Wanita itu persis sekali dengan ciri
yang disebutkan Tante Rissa saat di
telepon beberapa hari lalu. Itu pasti
dia!! Tapi yang satu lagi siapa ya?
Tanpa pikir panjang aku menghampiri meja tersebut, dan
wanita yang melambaikan tangan
padaku langsung berdiri
menyambutku. “Halo sayang.. ” sambut wanita yang ternyata memang Tante Rissa
itu seraya mencium kedua pipiku.
Aku membalasnya dengan mesra.
“Tante iseng banget sih.. udah nunggu dari tadi juga, untung
nggak pulang.” aku pura-pura merajuk. Tante Rissa tersenyum
sambil mengacak-acak rambutku.
“Eeh.. nggak takut rugi kalo pulang nih? Ada yang mau kenalan sama
kamu tuh.. ” cetusnya sambil melirik ke wanita yang ada di sebelahnya.
Kami pun berkenalan. Tante Emma,
wanita yang dimaksud ternyata
adalah tetangga Tante Rissa. Dari
obrolan kami, aku tahu kalau
mereka bernasib sama dalam urusan rumah tangga, dan
seringkali hunting bareng mencari
gigolo-gigolo yang siap memuaskan
nafsu mereka.
“Gila, Tante pikir nick kamu itu cuma boongan doang..” cetus Tante Rissa sedikit kagum pada tubuhku.
Sebetulnya tubuhku tidak atletis
seperti tubuh-tubuh idaman
wanita. Mungkin dengan tinggi
badanku yang 182 cm dan berat
sekitar 78 kg aku jadi terlihat tinggi besar.
“Iya nih Yo, gara-gara cerita kamu waktu di telepon, Emma jadi
kepengen ketemu juga sama
kamu.” kata Tante Rissa. Aku mengernyitkan kening.
“Cerita? Wah, Tante pake cerita- cerita segala sih sama Tante Emma.
Kan jadi.. ” “Siapa yang cerita, lha wong kamu sendiri yang cerita sama
kita..hihihi. ” aku semakin tidak mengerti dan menatap Tante Rissa
penuh tanya. Wanita itu
tersenyum.
“Gini lho sayang, waktu kamu telepon kemaren itu Emma juga ada
di rumah Tante, jadi kita berdua
asyik deh denger cerita kamu yang
hot itu hahaha..” aku langsung mencubit pinggang Tante Rissa
gemas. Ternyata sejak awal mereka sudah
berniat ngerjain aku. Akhirnya
kami bertiga langsung cabut ke
rumah Tante Rissa yang sedang
sepi. Sampai di rumah Tante Rissa
kami bertiga langsung menuju ke kamar tidur. Aku baru saja ingin
menghempaskan tubuhku di
ranjang ketika Tante Emma
memeluk tubuhku dari belakang
dan menciumi leherku. “Enak aja kamu dateng-dateng mau istirahat.. pemanasan dulu ah
hihihi..” celetuk Tante Emma. Dari belakang tubuhku, jemari lentik
wanita itu masuk dari sisi kiri-
kananku dan langsung melepas
kancing kemejaku satu demi satu.
Sementara Tante Rissa dari depan
merangkul leherku dan mengecup bibirku.
“Mmhh.. ayo Yo, kita pengen coba permainan kamu.. hhmmhh..” Tante Rissa melumat bibirku dengan bibir
tipisnya yang tersapu lipstik warne
merah muda. Ahh.. lembut sekali
bibirnya. Aku mencoba
mengimbanginya, lidahku
menjelajahi mulut Tante Rissa. Sementara Tante Emma baru saja
berhasil melepaskan kemeja yang
membalut tubuhku. Tante Rissa
langsung menghentikan ciumannya
dan lidahnya mulai menjelajah
leher, dada dan perutku. Di belakang Tante Emma memandikan
punggungku dengan lidah dan air
liurnya. Gairahku mulai naik. Tante
Rissa semakin turun ke bawah dan
bibirnya sampai ke batas celanaku.
Dengan cekatan jemarinya yang lentik mencopot kancing celana
jeansku dan melorotkannya ke
bawah. Kemudian dengan liar
lidahnya membasahi celana dalam
yang membungkus batang penisku. Aku tidak menyadari sejak kapan
Tante Emma melepas kaus
ketatnya, tiba-tiba saja aku
merasakan ada dua gumpalan
lembut yang hangat menempel di
punggungku. Aku menoleh ke belakang dan mendapati Tante
Emma sedang menggesek-
gesekkan payudaranya yang bulat
dan montok di punggungku. Kedua
bibir sexynya yang berlapis lipstik
merah bata terbuka seakang mengundang bibirku untuk
melumatnya. “Mmhh.. ssllpp.. mm..” tanpa pikir panjang aku langsung melumat
bibir sexy itu. Kedua tangan Tante
Emma yang lembut menjelajahi
dadaku yang telah basah oleh air
liur Tante Rissa.
Di bawah sana Tante Rissa telah berhasil melucuti celana dalamku,
hingga batang penisku yang
berukuran biasa saja itu terlihat
jelas menantang. Tante Rissa
menggenggam batangnya dengan
tangan kirinya, sementara kepala penisku diusap-usap dengan jemari
tangan kanannya yang lembut
sambil sesekali dijilati. Ssshh..
nikmat sekali. Tante Emma mengajakku berbaring
di ranjang agar kami bisa leluasa
bercumbu. Aku dan Tante Emma
pun berbaring di ranjang dengan
setengah kakiku masih menjulur ke
lantai. Sambil berciuman, kedua tanganku aktif meremas-remas
payudara Tante Emma yang
montok. Tante Emma memelukku
erat-erat. Bibir kami tak henti-
hentinya saling melumat.
Tante Rissa semakin asyik dengan batang penisku yang mulai
mengeras. Dijelajahinya setiap centi
penisku dengan lidah dan bibirnya.
Ughh.. sampai akhirnya penisku
amblas di mulutnya yang hangat
dan basah. Kepala Tante Rissa naik- turun seiring kenikmatan yang
diberikannya lewat mulut.
Sementara kedua tangannya
menjelajahi pinggangku. Bosan dengan bibir Tante Emma,
lidahku mulai menjalar ke leher dan
telinga. Aku mengulum telinga
wanita itu yang putih bersih. Tante
Emma sampai meremas rambutku
karena keasyikkan. Aku terus menjelajahi tubuhnya dengan
lidahku, sampai akhirnya aku mulai
melumat kedua payudara dan
putingnya. “Ssshh..oohh..Rioo..teruss Yoo.. ” tubuh Tante Emma mulai
menggelinjang menahan
kenikmatan yang kuberikan. Aku
tidak peduli. Lidahku semakin liar
menjilati dan mengulum puting
susunya yang runcing. Kadang aku menggigitnya dengan gemas. Tante
Emma memeluk kepalaku rapat ke
payudaranya. Huuff.. hampir sesak
nafas aku dibuatnya.
Tanpa aku sadari, Tante Rissa sudah
melucuti pakaiannya sendiri hingga telanjang bulat. Wanita itu kelihatan gemas sekali
dengan penisku. Padahal ukurannya
biasa saja. Dibanding gigolo-gigolo
simpanannya pasti penisku tidak
ada apa-apanya. Tapi Tante Rissa
bernafsu sekali menjilat, mengulum dan mengisap penisku. Hingga
akhirnya wanita itu mulai tidak
tahan dan tiba-tiba sudah berdiri
mengangkangi tubuhku. Tante
Rissa berdiri dengan lututnya dan
mulai merendahkan badannya. Sebelah tangannya menggenggam
batang penisku yang memang
sudah keras dan basah oleh air
liurnya. Tante Emma yang
mengetahui hal itu langsung
mengambil alih, tangannya menggenggam batang penisku
yang semula digenggam Tante
Rissa. Sementara kini kedua tangan
Tante Rissa yang lembut bertopang
di atas dadaku. Perlahan-lahan tubuh Tante Rissa
semakin turun, dan aku mulai
merasakan bibir kemaluannya
menyentuh ujung penisku. Hhh..
kepala penisku mulai masuk
sebagian ke dalam vagina Tante Rissa yang sedikit basah, dan..
bleess!! Amblas sudah penisku di
dalam liang kenikmatan itu. Tubuh
Tante Rissa naik-turun seiring
kenikmatan yang kami nikmati
bersama. Sementara Tante Emma langsung
menyodorkan selangkangannya di
wajahku. Lidahku langsung sigap
melumat klitoris Tante Emma yang
mulai basah. Posisi Tante Emma
berhadapan dengan Tante Rissa, sehingga mereka berdua
menindihku sambil berciuman. Aku
tak bisa melihat karena wajahku
tertutup kemaluan Tante Emma,
tapi dari suara mereka aku tahu
betul bahwa mereka tengah berciuman dengan penuh gairah. Tak lama kemudian aku mulai
merasa dinding vagina Tante Rissa
mulai berdenyut-denyut. Tubuh
wanita itu mulai menggelinjang tak
karuan menahan rasa nikmat. Tante
Emma kini tidak mencumbu bibir Tante Rissa lagi, tapi menunduk ke
arah penisku dan vagina Tante Rissa
yang sedang asyik menyatu. Tante
Emma menjilati kemaluan kami
bergantian. Akkhh.. semakin
nikmat saja rasanya. “Ssshh.. Riioo.. aahh..” Tante Rissa mencapai klimaksnya. Penisku
banjir oleh lendir kenikmatan yang
mengalir dari dalam vaginanya.
Ayunan tubuhnya semakin pelan.
Kemudian wanita itu mencabut
penisku dari vaginanya dan memberi tempat untukku dan
Tante Emma melanjutkan
permainan. Tante Emma rupanya
menginginkan posisi lain. Wanita itu
mengambil posisi nungging di atas
ranjang. Dengan gairah yang masih
penuh, aku menghampiri liang
kemaluan yang menantang itu. Perlahan aku arahkan penisku yang
semakin keras ke dalam vagina
Tante Emma. Sllpp.. bbleess.. Vagina
Tante Emma yang basah betul-betul
menelan penisku. Pantatku maju-
mundur memberikan kenikmatan untuk Tante Emma. Sementara
kedua tanganku asyik meremas
kedua payudaranya yang bulat dan
montok itu. “Aakhh.. Yoo.. sshh.. sshh.. oohh.. ” Tante Emma merintih menahan rasa
nikmat yang kuberikan. Hmm..
liang kemaluan Tante Emma betul-
betul mencengkeram penisku.
Nikmat sekali rasanya. Tadinya
kupikir ibu-ibu seperti mereka liang vaginanya sudah lebar, tapi Tante
Emma dan Tante Rissa kok masih
sempit ya. Tubuh Tante Emma mulai
menggeliat-geliat. Wanita itu
menjatuhkan tubuhnya hingga
kami berdua melakukannya
dengan posisi menyamping.
Kemudian tubuh kami berguling hingga tubuh Tante Emma kini
berada di atas tubuhku. Kemudian
wanita itu bangkit tanpa melepas
vaginanya dari penisku. Lantas
Tante Emma berputar, aahh..aku
merasa penisku dipelintir di dalam vagina Tante Emma, nikmat sekali.
Akhirnya aku ‘terjebak’ dengan posisi woman on top. Tante Emma
tidak menaik-turunkan tubuhnya
tapi memutar pinggulnya. Uugghh..
gila, enak sekali. Aku sampai
mengejang menahan rasa nikmat. Tubuhku pun ikut bangkit untuk
memeluk tubuh montok Tante
Emma. Bibirku melumat kedua
puting payudaranya untuk
menambah birahinya.
“Sshh.. Riioo.. aakkhh.. ” Tante Emma mengerang menahan
nikmatnya. Tante Emma
mendorong tubuhku hingga
terebah, dan wanita itu kembali
memutar tubuhnya membelakangi
aku. Kemudian Tante Emma itu kembali merundukkan tubuhnya
tanpa melepas penisku dari dalam
vaginanya. Otomatis tubuhku mesti
bangkit lagi, dan kami kembali
dalam posisi doggie style. Ugghh..
pantatku kembali mengayunkan rasa nikmat di vagina Tante Emma. Tiba-tiba dari arah belakang aku
merasakan sesosok tubuh yang
mulus merapati punggungku.
Akkhh.. Tante Rissa yang sudah
kembali bergairah memelukku dari
belakang. Hhhgghh.. birahiku semakin naik ke ubun-ubun.
Tubuhku menggelinjang di pelukan
Tante Rissa. Tanpa sadar ayunan
pantatku semakin cepat. Aku
merasa tubuh Tante Emma juga
bergoyang menahan rasa nikmat. “Sshh.. aahh.. Riioo.. bentar lagi nih..” Tante Emma mendesah. Aku berusaha bertahan untuk
menunjukkan keperkasaanku. Tapi
gangguan Tante Rissa yang
menjilati telinga dan tengkukku
membuatku tak kuasa menahan
birahi. “Aaahh.. Yoo.. ” Tante Emma mencapai klimaks. Aku mencoba
bertahan, namun rembesan lendir
dari dalam vagina Tante Emma
yang membasahi penisku membuat
tubuhku tak kuasa menahan
nikmat. Crroott.. ccrrott.. croot.. ccroott.. ccrroott.. sekitar lima kali
penisku menyemburkan sperma
kuat-kuat ke dalam vagina Tante
Emma. Kedua tanganku meremas
pinggang Tante Emma. Sementara
dari belakang Tante Rissa mendekap tubuhku erat-erat. Itu untuk pertama kalinya aku
berbagi kenikmatan birahi dengan
wanita yang jauh lebih tua dariku.
Hari itu kami bersenang-senang dua
kali lagi. Sorenya aku terpaksa
harus meninggalkan rumah Tante Rissa, karena anaknya sudah
pulang. Tapi Tante Emma
mengajakku untuk bermalam di
rumahnya. Dan malam itu aku dan
Tante Emma bersenang-senang
sampai pagi. Ternyata Tante Emma memiliki banyak sekali sex toy di
rumahnya. Aku betul-betul enjoy
malam itu karena Tante Emma
memperkenalkanku dengan
banyak variasi permainan seks. Sejak saat itu aku sering melayani
nafsu birahi mereka mereka.
Kadang berdua, kadang bertiga.
Namun sepeser pun aku menolak
dibayar, karena aku melakukannya
atas dasar suka dan fun saja. Dari Tante Rissa aku mendapat beberapa
kenalan wanita teman-teman
kantornya yang juga kesepian, dan
kadang aku juga diminta melayani
nafsu mereka. Kalau dari Tante
Emma, aku dikenalkan pada adik iparnya yang baru berumur 32
tahun, namanya Leni. Tante Leni belum menikah dan
masih virgin. Namun wanita ini
cukup nakal dalam urusan seks.
Lucunya aku sering diminta Tante
Leni untuk memuaskan hasratnya
tapi hanya sebatas petting dan oral seks. Ternyata Tante Leni punya
gank dari teman-teman kerjanya
yang sama-sama masih perawan,
tapi punya minat yang tinggi dalam
urusan seks. Kadang aku diajak
berpesta dengan mereka, tapi hanya sebatas petting dan oral.
Lucu juga, tapi kadang bete. Habis
kadang kalau birahiku sudah ke
ubun-ubun aku sudah nggak tahan
lagi. Kalau sudah begitu, selesai
berpesta dengan mereka aku suka menghubungi Tante Emma untuk
melanjutkan kenikmatanku yang
tertahan.

3 komentar:

  1. KEnaLin gw dong m mereka gw Olahraga wan and masih muda ...
    KENALIN gw m mereka ya biar mereka merasakan Penis gw yg panjang and big
    kenalin ya ...

    BalasHapus
  2. Kenalin gw sm mereka ya ...
    w Olahragawan ... w puny brg panjang n biG ...
    biar mereka merasakan ....
    KenaLin ya ....

    BalasHapus
  3. kenalin mereka m gw ya ...
    w punya barang panjang and BIG ...
    biar tante Leni and Emma measakan ..
    KenaLin ya ...

    BalasHapus

Tinggalkan komentar anda di sini,kami akan kunjungi situs anda