Translate

Sabtu, 07 Mei 2011

IBU LILY,ISTRI PERTAMA YANG TERSAKITI


Sudah hampir setahun Zaki tinggal di
tempat kost bu Lily. Bisa tinggal di
tempat kost ini awalnya secara
tidak sengaja ketemu bu Lily di
pasar. Waktu itu bu Lily kecopetan,
trus teriak dan kebetulan Zaki yang
ikut menolong menangkap copet dan
mengembalikan dompet bu Lily. Trus
ngobrol sebentar, kebetulan Zaki lagi
cari tempat kost yang baru dan bu
Lily mengatakan dia punya tempat
kost atau bisa di bilang rumah
bedengan yang dikontrakkan, yah jadi
deh tinggal di kost-an bu Lily.
Bu Lily lumayan baik terhadap Zaki,
kelewat baik malah, karena sampai
saat ini Zaki sudah telat bayar
kontrak rumah 3 bulan, dan bu Lily
masih adem-adem aja. Mungkin
masih teringat pertolongan waktu
itu. Tapi justru Zaki yang gak enak,
tapi mau gimana, lha emang duit lagi
seret. akhirnya Zaki lebih banyak
menghindar untuk ketemu langsung
dengan bu Lily.
Sampai satu hari…… waktu itu masih
sore jam 4. Zaki masih tidur-tiduran
dengan malasnya di kamarnya.
Tempat kost itu berupa kamar
tidur dan kamar mandi di dalam.
Terdengar pintu kamarnya di ketok …
tok..tok..tok.. lalu suara bu Lily yang
manggil, ”Zack…Zaki… ada di dalem gak?”
Sontak Zaki bangun, wah bisa berabe
kalo nanyain duit sewa kamar nie,
pikir Zaki. Dengan cepat meraih
handuk, pura-pura lagi mandi aja ah,
ntar juga bu Lily pergi sendiri.
Setelah masuk kamar mandi kembali
terdengar suara bu Lily,” Zaki lagi
tidur ya..?” dan dari kamar mandi
Zaki menyahut sedikit teriak,” lagi
mandi bu….”
Sesaat tidak ada sahutan, tapi
kemudian suara bu Lily jadi dekat,”ya
udah mandi aja dulu Zack, ibu tunggu
di sini ya …” eh ternyata masuk ke
kamar, Zaki tadi gak mengunci pintu.
“ busyet dah, terpaksa bener-bener
harus mandi nie, ”pikir Zaki.
Sekitar lima belas menit Zaki di
kamar mandi, sengaja mandinya agak
dilamain dengan maksud siapa tau bu
Lily bosan trus gak jadi nunggu. Tapi
rasanya percuma lama-lama toh bu
Lily sepertinya masih menunggu.
Akhirnya keluar juga Zaki dari kamar
mandi, dengan hanya handuk yang
melilit di pinggang, tidak pakai celana
dalem lagi, maklum tadi gak sempet
ambil karena terburu-buru.
Bu Lily tersenyum manis melihat
Zaki yang salah tingkah, ”lama juga
kamu mandi ya Zack…” bu Lily
membuka pembicaraan. “pasti bersih
banget mandinya ya…” gurau bu Lily
sambil sejenak melirik dada bidang
Zaki. “ah ibu bisa aja… biasa aja kok
bu.., oia ada apa ya bu..?” jawab Zaki
sekenanya saja sambil mengambil
duduk di pinggiran tempat tidur. Bu
Lily mendekat dan duduk di samping
Zaki, “Cuma mau ngingetin aja, uang
sewa kamarmu dah telat 3 bulan lho…
trus mau ngobrol-ngobrol aja sama
kamu, kan dah lama gak ngobrol,
kamu sie pergi mlulu …”ucap bu Lily.
Zaki jadi kikuk,”wahduh… kalo uang
sewanya ntar aku bayar cicil boleh
gak bu? Soalnya lagi seret nie …” jawab
Zaki dengan sedikit memohon.
Bu Lily terlihat sedikit
berpikir …”mmmm… boleh deh, tapi jangan
lama-lama ya… emang uangmu di pakai
untuk apa sie?” terlihat bu Lily
sedikit menyelidik. “hmmm… pasti buat
cewe mu ya…”dia terlihat kurang
senang.
“ah nggak juga kok bu….. saya emang
lagi ada keperluan,” jawab Zaki hati-
hati melihat raut wajah bu Lily yang
kurang senang.
“huh…laki-laki sama aja, kalo lagi ada
maunya, apa aja pasti di kasih pada
perempuan yang lagi di dekatinya,
hhhh … sama aja dengan suamiku….”keluh
bu Lily dengan nada kesal.
Waduh nampaknya bu Lily lagi
marahan nie sama suaminya, jangan-
jangan amarahnya ditumpahkan pula
sama Zaki. Dengan cepat Zaki
menjawab, ”tapi saya janji kok bu,
akan saya lunasi kok…”
“hhhhh….”bu Lily menghela nafas,”udahlah
Zack, gak apa-apa kok, gak di bayar
juga kalo buat kamu ga masalah … ibu
Cuma lagi kesel aja sama suamiku,
dia cuma perhatiannya sama Marni
terus … aku seperti gak dianggap lagi,
mentang-mentang Marni jauh lebih
muda ya. ”
sedikit penjelasan bahwa bu Lily ini
istri pertama dari pak Kardi,
sedangkan istri keduanya bu Marni.
Dan sekarang sepertinya pak Kardi
lebih sering tinggal di rumahnya yang
satu lagi bersama bu Marni dan bu
Lily tampaknya udah mulai kesepian
nie
“wah kalo masalah keluarga sie aku
kurang paham bu …. “jawab Zaki kikuk
“gak apa-apa Zack, ibu hanya mau
curhat aja sama kamu … boleh kan
Zack?” suara bu Lily sendu. Agak
lama terdiam, terdengar tarikan
nafas bu Lily terasa berat, dan
sedikit sesunggukan, waduh lama-
lama bisa nangis nie, gawat dong
pikir Zaki.
“udah bu jangan terlalu dipikirkan,
nanti juga pak Kardi kembali lagi kok,
kan ibu juga gak kalah cantiknya
sama bu Marni, ”Zaki bermaksud
menghibur.
“ah kamu Zack… emang ibu masih
cantik menurutmu?” bu Lily menatap
sendu ke arah Zaki, terlihat dua
butir air mata mengalir di pipinya.
Uhh …. ingin rasanya Zaki menghapus
air mata itu, pak Kardi emang
keterlaluan masa wanita cantik nan
elok seperti ini dianggurin sie, coba
Zaki bisa berbuat sesuatu … busyet…
Zaki memaki dalam hati… “kenapa otak
gwa jadi kotor gini.”
Dengan sedikit gugup Zaki
menjawab, ”mmm…eee…iya kok bu, ibu
masih cantik, kalo masih gadis
mungkin aku yang duluan tergoda.”
Uupsss …. Maksud hati ingin
menghibur, tapi kenapa kata-kata
yang menggoda yang keluar dari
mulut … gerutu Zaki dalam hati. Zaki
jadi panik, jangan-jangan bu Lily
marah dengan ucapan Zaki. Tapi
ternyata Zaki salah, karena bu Lily
tersenyum, manis sekali dengan
deretan gigi yang putih dan rapi, ”ih
Zaki bisa aja menghibur…. Iya juga sie,
kalo masih gadis bisa aja tergoda,
pantes aja suamiku gak ngelirik aku
lagi, bis nya dah tua sie …” rona wajah
bu Lily berubah sedih lagi,”kalo
menurutmu Zack, apa ibu emang gak
menarik lagi …?” sambil berdiri dan
memperhatikan tubuhnya kemudian
menatap Zaki minta penilaian. Terang
aja Zaki makin kikuk, ”wah aku mau
ngomong apa ya bu…? Takutnya nanti
di bilang lancang lho… tapi kalo mau
jujur…. Ibu cantik banget, seperti
masih 30an deh.”
Bu Lily tampaknya senang dengan
pujian itu, ”hmmm.. kamu ada-ada aja
saja… ibu udah 43 lho.. emang Zaki liat
dari mananya bisa bilang begitu?”
Zaki jadi cengar cengir,” ….itu penilaian
laki-laki lho bu, saya malu bilangin
nya. ”
Bu Lily kembali duduk mendekat,
sekarang malah sangat dekat hampir
merapat ke Zaki sambil berkata, ” ah..
gak perlu malu…. Bilang aja…”
Nafas Zaki terasa sesak, badan nya
terasa panas dingin menghadapi
tatapan bu Lily, matanya indah
dengan bulu mata yang lentik,
sesaat kemudian Zaki mengalihkan
pandangan ke arah tubuh bu Lily
mencari alasan penilaian tadi, uups
baru deh Zaki memperhatikan bahwa
bu Lily memakai baju terusan
seperti daster tapi dengan lengan
yang berupa tali dan diikat simpul di
bahunya. Hmmm .. kulit itu mulus
kuning langsat dengan tali baju dan
tali bra yang saling bertumpuk di
bahu, pandangan Zaki beralih ke
bagian depan uupss … terlihat belahan
dada yang hmmm… sepertinya buah
dada itu lumayan besar. Sentuhan
lembut tangan bu Lily di paha Zaki
yang masih dibungkus handuk cepat
menyadarkan Zaki. Dengan penuh
selidik bu Lily bertanya, ”lho… kok jadi
bengong sie..? apa dong alasannya
tadi bilang ibu masih 30an …”
Zaki sedikit tergagap karena merasa
ketahuan terlalu lama memandangi
tubuh bu Lily, ”mmm… eeemm.. ibu
benar-benar masih cantik, kulitnya
masih kencang … masih sangat
menggoda…”
Tidak ada jawaban dari mulut bu
Lily, hanya pandangan mata yang kini
saling beradu, saling tatap untuk
beberapa saat … dan seperti ada
magnet yang kuat, wajah bu Lily
makin mendekat, dengan bibir yang
semakin merekah. Zaki pun seakan
terbawa suasana, dan tanpa
komando lagi, Zaki menyambut bibir
merah bu Lily, desahan nafas mulai
terasa berat hhhh…hhhh…ciuman terus
bertambah dahsyat, bu Lily
menjulurkan lidahnya masuk
menerobos ke mulut Zaki, dan
dibalas dengan lilitan lidah Zaki
sehingga lidah tersebut berpilin-pilin
dan kemudian deru nafas semakin
berat terasa.
Dengan naluri yang alami, tangan Zaki
merambat naik ke bahu bu Lily,
dengan sekali tarik, terlepas tali
pengikat baju di bahu tersebut dan
dengan lembut Zaki meraba bahu bu
Lily sampai ke lehernya …. Kemudian
turun ke arah dada, dengan remasan
lembut Zaki meremas payudara yang
masih terbungkus bra itu. “hhhhh…hhhh”
nafas bu Lily mulai terasa
menggebu, nampaknya gairah
birahinya mulai memuncak. Jemari
lentik bu Lily tak ketinggalan meraba
dan mengelus lembut dada Zaki …
melingkari pinggang Zaki, mencari
lipatan handuk, hendak membukanya…
Uupps…. Zaki tersentak dan sadar….,”ups
…hhh… maaf bu… maaf bu… saya terbawa
suasana….” Zaki tertunduk tak berani
menatap bu Lily sambil merapikan
kembali handuknya, baru kemudian
dengan sedikit takut melihat ke
arah bu Lily.
Terlihat bu Lily pun agak tersentak,
tapi tidak berusaha merapikan
pakaiannya, sehingga tubuh bagian
atas yang hanya tertutup bra itu
dibiarkan terbuka. Pemandangan yang
menakjubkan. “napa Zack… kita sudah
memulainya… dan kamu sudah
membangkitkan kembali gairah ibu
yang lama terpendam … kamu harus
menyelesaikannya Zack…” tatapan bu
Lily terlihat semakin sendu…
“mmm… ibu gak marah..? gimana nanti
kalo ada yang lihat bu… bisa gawat
dong… pak Kardi juga bisa marah
besar bu…” jawab Zaki.
Tanpa menjawab bu Lily bangkit
berdiri, namun karena tidak
merapikan pakaiannya, otomatis baju
terusan yang dipakai jadi melorot
jatuh ke lantai. Zaki terpana melihat
tubuh indah itu, sedikit berlemak di
perut dan bokongnya namun itu
malah menambah seksi lekuk tubuh
bu Lily. Kemudian dengan tenang bu
Lily melangkah ke arah pintu kamar
dan menguncinya. Saat berjalan
membelakangi Zaki itu nampak
gerakan bokong bu Lily naik turun,
dan perasaan Zaki semakin tegang
dengan nafsu yang semakin tak
tertahankan, demikian juga saat bu
Lily berbalik dan melangkah kembali
menuju tempat tidur, Zaki tidak
melepaskan sedikit pun gerakan bu
Lily. Sampai bu Lily berdiri dekat di
depan Zaki dan berkata, ”kamarnya
udah di kunci Zack, dan gak ada
yang akan mengganggu ….”
Zaki tidak langsung menjawab,
menghidupkan tape dengan suara
yang agak besar, setidaknya untuk
menyamarkan suara yang ada di
ruangan. Bu Lily kembali duduk di
pinggiran tempat tidur, dan
membuka bra yang digunakannya.
Zaki mendekat dan duduk di samping
bu Lily … hmmm… nampak payudara itu
masih montok dan kenyal, ingin Zaki
langsung melahap dengan mulut dan
menjilatnya.
Bu Lily yang memulai gerakan dengan
melingkarkan lengannya ke leher Zaki,
menarik wajah dan langsung
melumat bibir Zaki dengan nafsu
yang membara. Zaki membalas
dengan tidak kalah sengit, sambil
meladeni serangan bibir dan lidah bu
Lily, tangan Zaki meremas payudara
montok milik bu Lily. Desahan nafas
menderu di seputar ruangan, diselingi
alunan musik menambah gairah.
Setelah beberapa saat, bu Lily
mendorong lembut badan Zaki,
menyudahi pertempuran mulut dan
lidah, dengan nafas yang memburu.
Zaki mendorong lembut tubuh bu
Lily, berbaring terlentang dengan
kaki tetap menjuntai di pinggiran
tempat tidur. Dada yang penuh
dengan gunung kembar itu seakan
menantang dengan puting yang telah
tegang. Tanpa menunggu lagi Zaki
melaksanakan tugasnya menjelajahi
gunung kembar itu mulai dari lembah
antara, melingkari dan menuju
puncak puting. Dengan gemas Zaki
menyedot dan memainkan puting
susu itu sambil tangan meremas
payudara kembarannya ………………… “HHHH….
AHHH….MMMH….”suara bu Lily mulai
kencang terdengar, desahan-desahan
nikmat yang semakin menggairahkan.
Zaki melanjutkan penjelajahan dengan
menyusuri lembah payudara menuju
perut dan sebentar memainkan lidah
pada udel bu Lily yang menggelinjang
kegelian.
Zaki menghentikan penjelajahan lidah,
kemudian dengan cekatan menarik
celana dalam bu Lily, melepaskan dan
membuang ke lantai. Dengan spontan
bu Lily mengangkat kaki ke atas
tempat tidur dan memuka lebar
pahanya, terlihat gundukan vagina
dengan rambut-rambut yang
tertata rapi. Zaki mulai kembali aksi
dengan menjilati menyusuri paha bu
Lily yang halus mulus, terus
mendekat ke selangkangan menemui
bibir vagina yang mulai mengeluarkan
cairan senggama. Tanpa menunggu
lama, Zaki menyapu cairan senggama
itu dengan lidahnya dan meneruskan
penjelajahan lidah sepanjang bibir
vagina bu Lily dan sesekali
menggetarkan lidah pada klitorisnya
yang membuat bu Lily mengerang
kenikmatan, ”AHHHH…. MMMMH… HHH…
Zack….UHH…”desahan birahi yang
memuncak dari bu Lily membuat Zaki
semakin bersemangat dan sesekali
lidah di julurkan mencoba masuk ke
liang senggama yang menanti
pemenuhan itu.
Setelah beberapa menit Zaki
mengeksplorasi liang kewanitaan itu,
nampaknya bu Lily tidak sabar lagi
menuntut pemenuhan hasrat
birahinya, ”Zack…. Ayo sayang… masukkin
Zack… hhhh…mmmmh.” Suara bu Lily
ditingkahi desahan-desahan yang
semakin kencang.
Dengan tenang Zaki menyudahi
penjelajahan lidah dan bersiap
bertempur yang sesungguhnya.
Dengan sekali tarik lepaslah handuk
yang melilit di pinggang dan bebas
mengacung penis dengan bagian
kepala yang merah mengkilap. Bu Lily
semakin membuka lebar pahanya,
besiap menanti pemenuhan terhadap
liang wanitanya. Zaki naik ke tempat
tidur dan langsung mengarahkan
batang penis ke arah vagina bu Lily
yang dengan sigap lansung meraih
dan meremas batang kemaluan Zaki
dan membantu mengarahkannya
tepat ke liang vaginanya.
Dengan sekali dorongan penis Zaki
amblas sampai setengahnya. Zaki
menahan gerakan sebentar
menikmati prosesi masuknya penis
yang disambut desahan bu Lily, ”
AHHH….TERUSKAN ZACK….AHHH.” kemudian
dengan meresapi masuknya penis
sampai sedalam-dalamnya. Setelah
dorongan pertama dan batang zakar
yang masuk seluruhnya barulah Zaki
memompa menaik turunkan pantat
dengan irama beraturan seakan
mengikuti irama musik yang terasa
semakin menggebu dan hot.
Zaki bertumpu pada kedua siku
lengan sedangkan bu Lily
mencengkam punggung Zaki, meresapi
dorongan dan tarikan penis yang
bergerak nikmat di liang
senggamanya. Suara desahan
bercampur aduk dengan alunan musik
dan peluh mulai bercucuran di
sekujur tubuh, ”AH..AH..AH..MMH…MHH…HHHH.”
tak hentinya desahan meluncur dari
bibir Zaki dan bu Lily. Sesaat Zaki
menghentikan gerakan untuk
mencoba mengambil nafas segar, bu
Lily memeluk Zaki dan menggulingkan
badan tanpa melepas penis yang
tetap berada di liang vaginanya.
Dengan posisi di atas dan setengah
berjongkok, bu Lily memompa dan
menaikturunkan pantatnya dengan
badan bertumpu pada lengan.
Sesekali bu Lily memutar pantatnya
dan kemudian memasukkan batang
zakar Zaki lebih dalam. Zaki tak diam
saja, tangan meremas kedua
payudara yang menggantung bebas
dan menarik-narik puting susu bu
Lily. Suasana makin membara dengan
peluh yang bercucuran, sampai saat
bu Lily seperti tak sanggup
melanjutkan pompaan karena birahi
yang hendak mencapai puncak
pemenuhan. Dengan sigap Zaki
membalikkan posisi, bu Lily kembali
berada di bawah, dengan
mempercepat tempo dorongan Zaki
meneruskan pertempuran. “Zack
…AHH..AH..AH..UH…TERUS ZACK…. AHHH…AHH IBU
SAMPAI…ZACK….AHHHHHHHHH… MMMMMHHH.”
Setelah teriakan tertahan bu Lily
mengatup bibirnya menikmati
orgasme yang didapat, tubuhnya
sedikit bergetar. Zaki merasa vagina
yang mengalami orgasme itu
berkedut-kedut seperti menyedot
zakarnya.Zaki menikmatinya dengan
memutar –mutar pantatnya dan
memasukkan lebih dalam lagi batang
zakarnya, dan terasa ada dorongan
kuat menyelimuti batang zakarnya,
semakin besar dan sesaat Zaki
kembali mendorong batangnya dengan
cepat dan saat terakhir menarik
keluar batanga zakarnya dan
melepaskan air maninya di atas
perut bu Lily …. Yang dengan cepat
meraih penis Zaki dan mengocoknya
sampai air mani itu berhenti
muncrat, dengan lembut bu Lily
mengusap penis yang mulai turun
ketegangannya. Zaki membaringkan
tubuhnya disamping bu Lily. Terdiam
untuk beberapa saat.
Bu Lily bangkit duduk meraih kain di
pinggiran tempat tidur dan menyeka
sisa air mani di perutnya. Kemudian
dengan manja membaringkan
tubuhnya diatas Zaki. “makasih ya
sayang… ini rahasia kita berdua… I love
u Zack,” bisik mesra bu Lily di telinga
Zaki.
“mmm…baik bu…”belum sempat Zaki
menyelesaikan ucapannya, jari
telunjuk bu Lily menempel di bibirnya,
“ kalo lagi berdua gini jangan pangil ibu
dong …”ucap bu Lily manja.
“iya sayang….” Balas Zaki, senyum manis
merekah di bibir seksi bu Lily.
Setelah itu dengan cepat Zaki dan
bu Lily merapikan pakaian, dan
sebelum meninggalkan Zaki, bu Lily
berbisik mesra, ”sayang… tar malem
suamiku gak ada di rumah….. aku
tunggu di kamar ya… berapa ronde
pun dilakoni buat Zaki sayang.” Sambil
berpelukan mesra, Zaki menyanggupi
ajakan bu Lily.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan komentar anda di sini,kami akan kunjungi situs anda