Translate

Selasa, 03 Mei 2011

SENSASI MANDI KUCING BERSAMA TANTE


Nama saya jhony atau biasa
dipanggil jon tinggi badan 180 cm
usiaku saat itu 18 thn dengan kulit
putih bersih, maklum saya
keturunan cina. Latar belakang keluarga saya adalah dari keluarga
menengah, dimana saya sebagai
anak bungsu dan saya mempunyai
seorang tante yaitu istri dari paman
saya nama tante rina atau biasa
saya panggil dengan tante mey (mey in fang) umurnya sekitar 37
tahun tetapi memiliki body yang
sangat bagus sintal padat berisi
putih mulus dengan bibir yang sexy
yang paling aku suka pantatnya
yang bulat dan padat dengan payudara 36a yang meski agak
turun dikit tetapi bodynya masih
aduhai maklum dia aktif di sebuah
sanggar aerobic sebagai instruktur
pada saat suatu siang kebetulan
rumah sedang kosong karena ortu saya memilki usaha di sebuah
tempat perniagaan di kota
Surabaya tante mey sering sekali
maen kerumah saya karena
kebetulan rumahnya sebelah dari
rumah saya biasa dia minta bumbu masak atau hanya sekedar
ngobrol2 dengan mama dan pada
saat itu dia datang kerumah dengan
memakai t-shir u can see dan celana
pendek motif kembang2 yang
kebetulan lagi kosong karena kita tidak memiliki pembantu saat
itu.tante mey datang dengan
membawa sebuah dvd yang
ternyata itu adalah sebuah dvd
game milik anaknya yang masih
berusia 9 thn dan mungkin karena permainannya terlalau sulit dan
menggunakan bahasa jepang maka
dia berniat untuk bertanya kepada
saya bagaimana memainkan game
tsb dan saya mulai memasukkan
dvd tsb kedalam ps saya dan yang terpampang hanyalah tulisan2
jepang yang tidak saya mengerti
lalu saya usut-punya usut ternyata
dia beli dari tc sebuah tempat grosir
dvd game illegal di sby(sejak uu ttg
HAKI semua pedangan jualan secara illegal) dan sesaat aku hanya
mencoba2 dengan memencet
tombol2 yang ada di stick dan
mengacak menu2 yang ada dan
akhirnya muncul sebuah permainan
seperti suit batu,kertas,gunting dan aku coba2 dan selanjutnya yang
membuat terkejut kita berdua
muncullah sesosok wanita jepang
yang sedang bugil sambil bermain
dengan payudaranya dan sekitar 2
mnt dan saya lanjutkan dengan menu2 berikutnya.
Dan tante mey mulai
memperhatikan celana saya yang
menonjol lalu dia bertanya kamu
konak ya???
Ahh ngakk kok biasa ajaâ €¦. Lalu secara reflek tante mey
menyentuh nya lhooâ €¦..iya gini kok
Lalu saya mencoba untuk menipis
tangannya tetapi malah
menekannya mungkin karena
gugup
Lalu untuk menutupi rasa malu saya balik bertanya tante juga
kan???
Dia menjawab kalau aku bukan
karena clips tadi tapi karena sentuh
****** kamu
Lho emangnya tante ngak pernah dapet dari om t
Udah lama ngak karena tante selalu
tidur jadi satu ama anak2
Trus waktu itu tv saya matikan lalu
kita ngobrol2 disofa ruang tamu
Entah dari mana akhirnya sampai aku Tanya â €œtante mey kalau cewek terangsang itu tandanya
giman??(sebenarnya aku udah
mengetahuinya)sambil memegang
payudaranya yang sintal itu dia
menjawab⠀ disini lo†sambil agak diangkat sedikit
Secara reflek aku langsung
memegang dan meremas
payudaranya dan dia kaget dan
marah bercampur malu segera aku
melepas tanganku “maaf deh tante “ “ohh ngak apa-apa kok namanya juga laki-laki normal
emang kamu belum pernah gituan
ama cewek?
‘belum tante paling-paling cium pipi aja karena mantan aku semua alim-2â€TM ‘sambil berdiri dia bertanya â €˜kamu mau jonâ € Aku tidak bisa menjawab dan
langsung tangan tante mengandeng
aku untuk menuju kamr aku
sendiri†kunci semua pintu dulu ya†Lalu aku bergegas mengunci semua
pintu dan mulailah adegan yang tak
terpikirkan olehku terjadi tante
mey Sambil terus tertawa kecil
tanteku ikut naik ke ranjangku dan
memelukku dari belakang dan menciumku sambil berbisik,
“Nggak apa apa jon. ”. Jantungku deg-deg, apalagi ketika dengan
lembut tanteku membelai
rambutku terus tubuhku sambil
berbisi, “Ehh, jangan malu, kamu senang ya sini tante ajariin kamu
untuk jadi dewasa ”. Mulanya aku ragu, takut kalau tanteku hanya
memancing reaksiku saja, tetapi
ketika rabaannya turun ke arah
selangkanganku aku jadi berubah
senang. Kuberanikan diri untuk
menolehnya dan kudapati wajah tanteku yang tersenyum manis
sekali dan matanya yang agak sayu
membuat hatiku berbunga bunga.
Kontolku yang tadinya sudah
mengecil itu mendadak meregang
lagi dan mendesak celanaku. Tanteku kemudian menciumi
wajahku dengan kasih sayang,
tangannya mulai meraba lagi bagian
sensitifku dari bagian luar celanaku,
aku yakin tanteku bisa merasakan
penisku yang meregang dan keras itu, elusan tanteku terasa kurang
nikmat, aku berpikir seandainya
tanteku memegang langsung
burungku, tentu lebih nikmat.
Belum habis aku berpikir, tiba-tiba
saja Tante mey memelorotkan celana pendekku sampai terlepas,
sehingga burungku yang sudah
tegang itu bebas mengacung
diudara terbuka. Dengan kelima
jarinya tanteku menggenggam
burungku dan meremasnya pelan. Aku merasa gatal dan geli serta
nikmat yang tak kumengerti tapi
membuat aku merasa seperti
melayang dan menggeliat serta
merintih pelan. Dengan memandang tajam mataku,
remasan jari lentik Tante Murni di
burungku menjadi semakin cepat
bahkan juga dikocoknya naik
turun kadang-kadang juga
dielusnya buah pelirku. Aku semakin meringis merasakan
kenikmatan ini, secara naluriah aku
berusaha merangkul tanteku agar
rasa geli itu makin terasa nikmat.
Aku juga berusaha menempelkan
wajahku ke wajah Tante mey yang kulihat juga merah padam dan
bibirnya gemetar, nafas Tante mey
semakin memburu dan dia makin
merapatkan tubuhnya ke tubuh
kekarku, tanganku diraihnya lalu
dituntun ke dadanya yang montok dan kenyal itu. Tanganku terasa menempel di
puting susu Tante Murni yang terasa
keras seperti kelereng itu, aku
meremasnya dengan agak sulit,
karena telapak tanganku yang kecil
itu tak bisa meremas keseluruhan permukaan dada Tante padat besar
dan keras itu Kuperhatikan tanteku
saat itu mengenakan t-shit ucan see
yang tipis tanpa mengenakan apa
apa lagi dibaliknya. Merasa kurang
puas hanya meremas dari luar, akupun menyelusupkan tanganku
ke lubang tangan t-shirt Tante mey
sehingga tanganku secara langsung
bersentuhan dengan dada yang
telah lama aku kangeni itu, hangat
dan licin sekali. Kalau tadinya tanteku yang asyik meremas-
remas kontolku, sekarang justru
aku yang beringas meremas-remas
payudara tanteku bahkan
tanganku yang lain juga ikut
ikutan meremas payudara Tante Murni yang satunya. Tante mey
hanya memejamkan matanya rapat
rapat sambil menggigit bibirnya.
ingin memanfaatkan seluruh
tubuhku untuk menikmati
kekenyalan dada Tante mey ini. Dikocoknya pelan-pelan tapi pasti
sampai-sampai aku melayang
karena baru pertama kali
merasakan yang seperti ini. “Achh.. cchh..” aku hanya mendesah pelan dan tanpa kusadari
tanganku memegang vagina Tante
mey yang masih di balut dengan
celana pendek dan CD tapi Tante
mey hanya diam saja sambil
tertawa kecil terus masih melakukan kocokannya. Sekitar 10
menit kemudian Aku tak
mempedulikan apapun sikap Tante
Murni, bagiku kesempatan emas ini
harus benar-benar dinikmati dan
peduli dengan tanteku. Tanganku bukan hanya meremas, tetapi juga
memelintir puting susu tanteku
yang putih dan keras itu, lucu sekali
melihat kedua tanganku menelinap
dan bergerak-gerak di dalam t-shirt
ucan see tanteku. Kurasakan tangan tanteku sudah tak mengocok
kontolku, tetapi hanya kadang
kadang saja dia meremasnya
dengan keras membuat aku
kesakitan. Dari luar dadanya yang
bert-shirt mulutku ikut ikutan menciumi dada tanteku itu, rasanya
bila memungkinkan aku ingin
memanfaatkan seluruh tubuhku
untuk menikmati kekenyalan dada
Tante mey ini. Tak kusadari nafas
tanteku makin lama makin memburu, rupanya dia juga sangat
menikmati kekasaran tanganku ini.
Tiba-tiba saja Tante mey
mengangkat tshirtdan bh krem
bereda sehingga dadanya tersibak,
baru saat itu aku bisa melihat kemontokan payudara tanteku ini,
tanganku hanya dapat menutupi
sebagian ujung atas payudaranya,
sedangkan bagian yang lain masih
belum tersentuh oleh remasanku.
Dada yang montok itu dipenuhi oleh barut-barut merah bekas
remasanku. Setelah dadanya
terbuka dengan gemetar Tante mey
berbisik, ” jon, isep pentilnya pelan- pelan ya ”. Tak perlu diperintah dua kali, aku segera melumat puting
susu tanteku dan mengenyotnya
sekuatku, Tante Mey mendesis desis
dan menekan kepalaku kuat kuat
kedadanya, aku memeluk
pinggangnya dan kutindih badan Tante mey dengan tubuhku yang
telanjang bawah itu. Terasa
kontolku yang kaku itu
menghunjam di tubuh putih mulus
ala amoy tanteku yang hanya
dilapisi celana dalam itu. Tanteku makin kencang memeluk tubuhku,
bahkan ia menyuruh aku untuk
menjilati juga putingnya.
Kulakukan semua itu dengan penuh
semangat, entah apa pengaruh
kepatuhanku ini pada Tante Mey, yang jelas aku sangat
menikmatinya, kontolku yang
menggeser-geser diperut Tante
Murni terasa sangat mengasikkan.
Mungkin karena sudah tak tahan
dengan semua itu, tiba-tiba saja Tante mey i juga melepaskan celana
dalamnya. Selama ini aku hanya
bernafsu pada buah dadanya saja,
aku tak pernah berpikiran lebih dari
itu. Ketika dengan berbisik ia
menyuruhku memindahkan ciumanku, aku agak bingung juga. ” Mas, ayo sekarang ciumi
selangkangan tante ya, nanti punya
kamu juga tante ciumi ”. Aku menghentikan kesibukanku di dada
Tante Murni dan memandang ke
selangkangannya. Aku takjub
sekali melihat selangkangan Tante
meyi itu karena ada rambut
keriting yang tumbuh di ujung selangkangannya yang cembung
itu, ini adalah pemandangan yang
sama sekali baru bagiku, selama ini
aku hanya pernah melihat
selangkangan dalam film bf Namun
selangkangan wanita secara nyata yang berbulu, ya baru kepunyaan
Tante Mey ini!perlahan kedekati dan
mulai membelah bibir memeknya
dan bulu2 yang agak lebat dan
mulai lidahku menari-nari disana
dalam posisi 69 tiba-tiba aku merasakan sesuatu “Tante sudah dulu yah aku mau keluar nih” kataku. “Sudah, keluarnya di mulut Tante saja yah enggak apa-apa kok ” kata Tante mey Aku bingung campur heran melihat
penisku dikulum dalam mulut Tante
mey karena Tante mey tahu aku
sudah mau keluar dan aku hanya
bisa diam karena merasakan
enaknya. “Hhgg..achh.. Tante aku mau keluar nih bener ” kataku sambil melumat vagina Tante mey
yang kurasakan berdenyut-denyut.
Tante meyypun langsung
menghisap dengan agresifnya dan
badanku pun mengejang keras.
“Croott.. ser.. err.. srett.. ” muncratlah air maniku dalam mulut
Tante mey, Tante meypun langsung
menyedot dengan keras sambil
menelan maniku namun karena
saking gelinya aku tak tahan lagi
secara paksa aku tarik kontolku ternyata udah bersih dan mengkilat
dan sehabis minum dan mengambil
tisu tante mey menghampiri aku
yang masih lemas jon pegang nih
enggak apa-apa kok sudah Tante
lap” katanya. Akupun mulai memegang vagina Tante mey
dengan tangan yang agak gemetar,
Tante mey hanya ketawa kecil.
“jon, kenapa? Biasa saja donk kok gemetar kaya gitu sih ” kata Tante mey.
Dia mulai memegang penisku lagi,
“jon Tante mau itu nih”. “Mau apa Tante?” “Itu tuh”, aku bingung atas permintaan Tante mey.
“Hmm itu tuh, punya kamu di masukin ke dalam itunya Tante
kamu mau kan ?” “Tapi jhony enggak bisa Tante caranya ” “Sudah, kamu diam saja biar Tante yang ajarin kamu yah ” kata Tante mey padaku. Tante mey pun masih asyik
mengulum penisku yang masih
layu kemudian Tante Erni
menghentikannya dan berbalik
menghadapku langsung mencium
bibirku dengan nafas yang penuh nafsu dan menderu. “Kamu tahu enggak mandi kucing jon” kata Tante mey. Aku hanya menggelengkan kepala
dan Tante mey pun langsung
menjilati leherku menciuminya
sampai-sampai aku menggelinjang
hebat, ciumannya berlanjut sampai
ke putingku, dikulumnya di jilatnya, lalu ke perutku, terus
turun ke selangkanganku dan
penisku pun mulai bereaksi
mengeras. Dijilatinya paha sebelah
dalamku dan aku hanya
menggelinjang hebat karena di bagian ini aku tak kuasa menahan
rasa geli campur kenikmatan yang
begitu dahsyat. Tante Erni pun
langsung menjilati penisku tanpa
mengulumnya seperti tadi dia
menghisap-hisap bijiku Kulihat payudara Tante mey mengeras,
Tante mey menjilati sampai ke
betisku dan kembali ke bibirku
dikulumnya sambil tangannya
mengocok penisku, tanganku pun
meremas payudara Tante mey Entah mengapa aku jadi ingin
menjilati vagina Tante mey ,
langsung Tante mey kubaringkan
dan aku bangun, langsung kujilati
vagina Tante mey seperti menjilati
es krim. “Achh.. uhh.. hhghh.. acch jon enak banget terus jon, yang itu isep
jilatin jon” kata Tante mey sambil menunjuk sesuatu yang menonjol
di atas bibir vaginanya. Aku langsung menjilatinya dan
menghisapnya, banyak sekali lendir
yang keluar dari vagina Tante mey
tanpa sengaja tertelan olehku. “jon masukin donk Tante enggak tahan nih” “Tante gimana caranya ?” Tante mey pun menyuruhku tidur
dan dia jongkok di atas penisku dan
langsung menancapkannya ke
dalam vaginanya. Tante mey naik
turun seperti orang naik kuda
kadang melakukan gerakan maju mundur dan sempat beberapa kali
ujung penisku menyentuh dinding
rahim tante mey Setengah jam
kami bergumul dan Tante mey pun
mengejang hebat. “jon Tante mau keluar nih eghh.. huhh achh” erang Tante mey Akupun di suruhnya untuk menaik
turunkan pantatku dan tak lama
kurasakan ada sesuatu yang hangat
mengalir dari dalam vagina Tante
meyi. Hmm sungguh pengalaman
pertamaku dan juga kurasakan vagina Tante mey mungurut-urut
penisku dan juga menyedotnya.
Kurasakan Tante mey sudah
orgasme dan permainan kami
terhenti sejenak. Tante mey tidak
mencabut penisku dan membiarkanya di dalam vaginanya. “jon nanti kalau mau keluar kaya tadi langsung aja keluariin dalem
tadikan dimulut udah tante udah
steril kok(kb permanent dengan
menutup rahim) ya ” pinta Tante mey padaku. Akupun langsung mengiyakan
tanpa mengetahui maksudnya dan
Tante mey langsung mengocok
penisku dengan vaginanya dengan
posisi yang seperti tadi. “Achh .. Tante enak banget achh.., gfggfgfg.. ” kataku dan tak lama aku pun merasakan hal yang
seperti tadi lagi.
“Tante johny kayanya mau keluar niih” dan akhirnya muncratlah pejuhku di liang kewanitaan tante
meyinsesaat setelah kicabut
penisku meleleh sisa pejuhku dari
vagina tante mey dan dengan
bergegas dia masuk toilet
membasuh memeknya dan memakai baju sambil menciumku
dan pulang dan dvd tsb udah aku
buang karena takut ketahuan ortu
aku sampai saat ini hub kami masih
berlanjut dan makin hot
demikianlah cerita nyata yang telah saya alami

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan komentar anda di sini,kami akan kunjungi situs anda