Translate

Selasa, 07 Juni 2011

JANDA MONTOK REKAN KERJA ISTRIKU


Siang itu pertemuanku dengan client
makan waktu lebih cepat dari
perkiraan. Jam masih menunjukkan
jam 11.00, paling sampai kantor pas
jam istirahat dan pasti sdh sepi, pada
makan siang diluar kantor … mmm… kubelokkan mobilku, dan kutuju
satu arah pasti… kantor Tari istriku … Istriku seorang wiraswasta,
berkantor di daerah Tomang. “Eee… mas Tommy, tumben muncul siang-siang begini…?”Dina sekretaris Tari menyambutku … “Sepi amat..? udah pada istirahat..?”sahutku sambil melangkah masuk kantor yang
tampak sepi. “Mmm… Tari ke customer sama pak Darmo, Liliek dan Tarjo nganterin
barang dan katanya Tari sekalian
meeting dengan customer… sukri lagi Dina suruh beli makan siang,
tunggu aja mas diruangan
Tari..”celoteh Dina yang berjalan di depanku memperlihatkan pantatnya
yang montok bergoyang seirama
dengan langkah kakinya … Aku masuk ke ruangan Tari, kujatuhkan
pantatku ke kursi direktur yang
empuk… Dalam hati aku mengutuk habis-
habisan, atas kesialanku hari ini … malah sampe disini, ketemu ama
Dina… oh ya Dina sebenarnya adalah sahabat Tari waktu kuliah, janda
beranak 2 ini diajak kerja istriku
setelah setahun menjanda … orangnya cantik, ramah … cuma sebagai lelaki aku kurang menyukai
karakternya … terutama dandanannya yang selalu tampak
menor, dengan tubuhnya yang
montok… tetenya gede sebanding dengan pantatnya yg juga gede,
pokoknya bukan type wanita yg
kusukai dan menurutku kulitnya
terlalu putih… jadi tampak kaya orang sakit-sakitan … walaupun kata Tari, Dina orangnya sangat cekatan
dan sangat doyan kerja alias rajin … Kubuka laptopku dan kunyalakan … kucari-cari file yang kira-kira bisa
menemaniku disini… daripada aku hrs ngobrol sama Dina, yang
menurutku bukan temen ngobrol
yang asyik … wow … di kantong tas laptopku terselip sebuah CD … wiih DVD bokep punya Rudy ketinggalan
disini… lumayan juga buat ngabisin waktuku nungguin Tari …. Mmmm Asia Carera… lumayan bikin ngaceng juga setelah kira-kira setengah jam
melihat aksi seks Asia Carera
melawan aksi kasar Rocco Sifredi … “Ooo.. ooo.. mas Tommy nonton apa tuuuh… sorry mas Tommy mau minum apa..? panas, dingin… hi..hi.. pasti sekarang lagi panas dingin
kan..?”suara Dina bagaikan suara petir disiang bolong… dengan nada menggodaku… “Ah kamu bikin kaget aja … ngg… dingin boleh deh… mm ga ngrepotin neeh..?”sahutku sambil memperbaiki posisiku yang ternyata dari arah
pintu, layar laptopku keliatan
banget… sial lagiiii…. aahh masa bodo laahh… toh Dina bukan anak kecil.. Dina masuk ruangan lagi sambil
membawa 2 gelas es jeruk.. “Mas Tommy boleh dong Dina ikutan nonton… mumpung lagi istirahat… kayanya tadi ada Rocco sifredi
yak.. ?”kata Dina sambil cengar cengir bandel.. “ha… kamu tau Rocco Sifredi juga..?”tanyaku spontan … agak kaget juga, ternyata wanita yang
tiba-tiba kini jadi tampak
menggairahkan sekali di mataku,
tau nama bintang film top bokep
Rocco Sifredi… “Woo bintang kesayangan Dina tuuuh..”sahut Dina yang berdiri di belakang kursiku … “Kamu sering nonton bokep..?”tanyaku agak heran sebab Dina setelah menjanda tinggal dg
orang tuanya dan rumahnya
setahuku ditinggali banyak orang … “Iya … tapi dulu… waktu masih sama “begajul”itu..”sahut Dina enteng dan membuatku ketawa geli mendengar
Dina menyebut mantan suaminya
yang kabur sama wanita lain … Suasana hening… tapi tak dapat dielakkan dan disembunyikan nafas
kami berdua sdh tak beraturan,
bahkan beberapa kali kudengar Dina
menghela nafas panjang… ciri khas wanita yang hendak mengendorkan
syaraf birahinya yang kelewat
tegang… dan beberapa kali kudengar desisan lembut, seperti luapan
ekspresi… yang kuartikan Dina sudah larut dalam aksi para bintang
bokep di layar monitor … Sementara keadaanku tak jauh beda.. celanaku
terasa menyempit … desakan batang kemaluanku di selangkangan yang
mengeras sejak setengah jam yang
lalu, mulai menyiksaku … dalam kondisi seperti ini biasanya, aku
melakukan onani di tempat.. Tapi
kali ini masak onani di depan Dina..?
ampuuuunn siaal lagiii..! “Din.. kamu suka Rocco Sifredi..? memang suka apanya.. ?”tanyaku memulai komunikasi dengan Dina
yang desah napasnya makin
memburu tak beraturan dan sesekali
kudengar remasan tangannya seolah
gemas pada busa sandaran kursi
yang kududuki … “Mmm… hhh.. apanya yak..? iih … mas Tommy nanyanya … sok ga tau..”sahut Dina sambil mencubit pundakku … entah siapa yang menuntun tanganku untuk
menangkap tangan Dina yang
sedang mencubit… mmm… Dina membiarkan tanganku menangkap
tangannya … “Kamu ga cape, berdiri terus … duduk sini deh..?”kataku sambil tetap menggenggam tangan Dina, kugeser
pantatku memberi tempat
untuknya, tapi ternyata kursi itu
terlalu kecil untuk duduk berdua,
apalagi untuk ukuran pantat Dina
yang memang gede… “Pantat Dina kegedean sih mas…”kata Dina sambil matanya melempar kerling aneh, yang
membuat darahku berdesir hebat,
akhirnya Dina menjatuhkan
pantatnya di sandaran tangan..
oooww … aku dihadapkan pada paha mulus yang bertumpangan
muncul dari belahan samping rok
mininya dan entah sejak kapan kulit
putih ini menjadi begitu
menggairahkan dimataku..? Kembali
perhatian kami tercurah pada aksi seks dilayar laptop … sesekali remasan gemas tangan lembutnya
pada telapak tanganku terasa
hangat… dimana tangan kami masih saling menggenggam… dan menumpang diatas paha mulus
Dina… “Iiih Gila… Dina sudah lama enggak nonton yang begini.. ”kata Dina mendesah pelan seolah bicara
sendiri.. menggambarkan
kegelisahan dan kegalauan
jiwanya … “kalo ngerasain..?”tanyaku menyahut desahannya tadi … “Apalagi…”jawabnya pendek serta lirih sambil matanya menatapku
dengan tatapan jalang … yang bisa kuartikan sebagai tantangan,
undangan atau sebuah kepasrahan,
kutarik lembut tangannya dan
diikuti tubuh montoknya … kini pantat montok Dina mendarat
empuk di pangkuanku sedangkan
tanganku melingkar di pinggangnya
yang ternyata cukup ramping tak
berlemak… Iblis dan setan neraka bersorak sorai mengiringi
pertemuan bibir kami yang
kemudian saling mengulum dan tak
lama lidah kami saling belit di rongga
mulut… mmm… tangan Dina melingkar erat di leherku dengan
gemetaran… kulayani serangan panas janda cantik berumur 32 tahun
ini… seolah ingin memuaskan dahaga dan rindu dendamnya lewat aksi
ciuman panasnya … Tanganku memang dari dulu trampil
memainkan peran jika dihadapkan
dengan tubuh wanita … menelusup ke balik blazer hitam yang
dikenakan Dina dan terus menelusup
sampai menyentuh kulit tubuhnya … sentuhan pertamaku pada kulit
tubuhnya membuat Dina menggeliat
resah dan menggerang gemas… rangkulan tangannya semakin erat
di leherku sementara ciuman
bibirnya juga semakin menggila
mengecupi dan mengulumi bibirku… tanganku mulai merambah bukit
dadanya yang memang luar biasa
montok, yang jelas diatas cup B … sebab buah dada Tari istriku yang
ber bra 36B jauh tak semontok buah
dada Dina… Tiba-tiba Dina meronta keras, saat tanganku meremas
lembut buah dadanya yang
mengeras akibat terangsang birahi
tinggi…. “Ooohh… mas Tommy suudaah mas… hhh.. hhh… jangan mas, Dina ga mau menyakiti Tari …hh… ooohh..”kalimat diantara desah nafas birahi ini tak kuhiraukan dan
rontaan kerasnya tak berarti
banyak buatku … tanganku yang melingkar di pinggangnya tak
mudah utk dilepaskannya … “Ada apa dengan Tari..? ga akan ada yang merasa disakiti atau menyakiti
selama ini jadi rahasia… ayo sayang waktu kita tak banyak … nikmatilah apa yang kamu ingin
nikmati …”bisikku lembut di sela-sela aksi bibir dan lidahku di leher
jenjang berkulit bersih milik janda
cantik bertubuh montok ini … “Ampuuun mas, oooww … Dina ga tahaaan… hh..hh… ssshhh…”rengek Dina memelas yang tak mampu
membendung gelegak birahi yang
mendobrak hebat pertahanannya … Blazer hitam yang dikenakan Dina
sudah teronggok dibawah kursi
putar yang kami gunakan sebagai
ajang pergulatan… dibalik blazer hitam, tubuh montok berkulit putih
mulus itu hanya mengenakan
penutup model kemben berbahan
kaos, sehingga dari dada bagian atas
sampai leher terbuka nyata … bergetar syahwatku menyaksikan
pemandangan ini… buah dadanya yang montok dengan kulit putih
bersih, mulus sekali sehingga urat-
urat halus berwarna kebiruan
tampak dipermukaan.. buah dada
montok yang sedang meregang
nafsu birahi itu tampak mengeras, memperlihatkan lembah yang dalam
di tengahnya … tampak bergerak turun naik seirama dengan nafas
birahinya yang mendengus-dengus
tak beraturan … iihh menggemaskan sekali.. woow.. bukan main..! begitu
tabir berbahan kaos warna orange
itu kupelorotkan ke bawah..
muncullah keindahan yang
menakjubkan dari sepasang bukit
payudara yang asli montok dan sangat mengkal, hanya tertutup bra
mini tanpa tali, sewarna dengan
kulit mulusnya … “Oooohh.. maaasss..?”desahnya lirih ketika tabir terakhir penutup
payudaranya meninggalkan
tempatnya dan secara refleks Dina
menyilangkan kedua tangannya di
depan dadanya, tapi dimataku,
adegan itu sangat sensual.. apalagi dengan ekspresi wajahnya yang
cantik sebagian tertutup rambutnya
yang agak acak-acakan … matanya yang bereye shadow gelap
menatapku dengan makna yang
sulit ditebak… “Mas.. janggaaan teruskan … Dina takuut Tari datang …hhh… hhh… “bisiknya dengan suara tanpa ekspresi… tapi aku sdh tak mampu mempertimbangkan segala resiko
yg kemungkinan muncul … lembah payudara Dina yang dalam itulah
yang kini menggodaku … maka kubenamkan wajahku ke
dalamnya … lidahku terjulur melecuti permukaan kulit halus beraroma
parfum mahal… kontan tubuh bahenol di pangkuanku itu
menggelepar liar, spt ikan
kehilangan air, ditambah amukan
janggut dan kumisku yang sdh 2
hari tak tersentuh pisau cukur … “Ampuuuunnn maaass…. iiiihhh… gellliii aaahh… mmm…ssssshhh.. ooohh…”rengek dan rintihannya mengiringi geliat tubuh indah itu … wooow jemari lentiknya mulai
mencari-cari…. dan menemukannya di selangkanganku … bonggolan besar yang menggembungkan
celanaku diremas-remas dengan
gemas… sementara aku sedang mengulum dan memainkan lidahku
di puting susunya yang sudah
menonjol keras berwarna coklat
hangus… tanganku menggerayang masuk kedalam rok mininya yg
semakin terangkat naik kudapatkan
selangkangan yang tertutup celana
dalam putih dan kurasakan pada
bagian tertentu sudah basah kuyub,
Dina tak menolak ketika celana dalam itu kulolosi dan kulempar
entah jatuh dimana … Dina mengerang keras dengan mata
membelalak, manakala jariku
membelah bibir vaginanya yang
sudah sangat basah sampai ke
rambut kemaluannya yang rimbun … bibir cantik yang sudah kehilangan
warna lipsticknya itu gemetaran
layaknya orang kedinginan … terdengar derit retsluiting.. ternyata
jemari lentik Dina membuka
celanaku dan menelusup masuk
kedalam celana kerjaku … kulihat matanya berbinar dan mulutnya
mendesis seolah gemas, ketika
tangannya berhasil menggenggam
batang kemaluanku … sesaat kemudian batang kemaluanku
sudah mengacung-acung galak di
sela bukaan retsluiting celanaku
dalam genggaman tangan berjari
lentik milik Dina … makin lebar saja mata Dina yang menatap jalang ke
batang kemaluanku yang sedang
dikocok-kocoknya lembut … “Aaaah… mass Tommyy … mana mungkin Dina sanggup menolak
yang seperti ini … hhhh…. ssss….sssshhh… lakukan mas.. oohhh… toloong bikin Dina lupa segalanya mas … Dina ga tahhaan…”kalimatnya mendesis bernada penuh kepasrahan, namun
matanya menatapku penuh
tantangan dan ajakan … Kurebahkan tubuh montok Dina di meja kerja
Tari yang lebar setelah kusisihkan
beberapa kertas file dan gelas
minum yang tadi ditaruh Dina diatas
meja itu…. sementara laptopku masih terbuka dan adegan seks
dilayar monitornya, sementara jari
tengahku tak berhenti keluar masuk
di liang sanggama Dina yang sangat
becek… mungkin benar kata orang, cewek yang berkulit putih
cenderung lebih basah liang
sanggamanya … seperti halnya Dina, cairan liang sanggamanya yang licin
kurasakan sangatlah banyak sampai
ada tetesan yang jatuh di atas
meja….Dina sudah mengangkangkan kakinya lebar-lebar menyambut
tubuhku yang masuk diantara
kangkangan pahanya, aku berdiri
menghadap pinggiran meja, dimana
selangkangan Dina tergelar … tubuh Dina kembali menggeliat erotis
disertai erangan seraknya ketika
palkonku mengoles-oles belahan
vaginanya, sesekali kugesek-
gesekan ke clitorisnya yang
membengkak keras sebesar kacang tanah yang kecil.. bukit vaginanya
yang diselimuti rimbunnya rambut
kemaluan yang tercukur rapi … “Ayoooo maasss … lakukan sekaraaang… Dina ga tahaaann… hh..hhh… “rengek Dina memelas. Bibir cantik itu menganga tak
bersuara, mata bereye shadow gelap
itu membelalak lebar dengan alis
berkerinyit gelisah, ketika palkonku
membelah bibir vaginanya dan
merentang mulut liang sanggamanya … kurasakan palkonku kesulitan menembus mulut liang
sanggama Dina yang sudah berlendir
licin… Tubuh Dina meregang hebat diiringi erangan keras, manakala
palkonku memaksa otot liang
sanggama Dina merentang lebih
lebar… kedua tangannya mencengkeram keras lenganku … sewaktu pelan-pelan tapi pasti
batang kemaluanku menggelosor
memasuki liang sanggama yang
terasa menggigit erat benda asing
yang memasukinya … baru tiga perempat masuk batang
kemaluanku, palkonnya sudah
menabrak mentok dasar liang
sanggama sempit itu, kembali tubuh
montok Dina menggeliat merasakan
sodokan mantap pada ujung leher rahimnya …. Sepasang kaki Dina membelit erat pinggangku sehingga
menahan gerakku … bibir cantik yang gemetaran itu tampak
tersenyum dengan mata berbinar
aneh… “Mas Tommy… tau kenapa Dina suka Rocco Sifredi..?”bisik Dina dengan tatapan mata mesra … kujawab dengan gelengan kepalaku … “Perih-perih nikmat… kaya sekarang ini… Dina pingin disetubuhi Rocco Sifredi… ayoo mas.. beri Dina kenikmatan yang indah …”bisik Dina sambil mengerling penuh arti, belitan
kaki di pinggangku dilonggarkan,
pertanda aku boleh mulai mengayun
batang kemaluanku memompa liang
sanggamanya …. Kembali suara erangan dan rintihan Dina mengalun
sensual mengiringi ayunan batang
kemaluanku yang pelan dan kalem
keluar masuk liang sanggama yang
kurasakan sangat menggigit saking
sempitnya, walaupun produksi lendir pelicin vagina wanita
bertubuh montok ini luar biasa
banyaknya, sampai berlelehan ke
meja kerja yang jadi alas tubuhnya.. “Punya kamu sempit banget Din … aku seperti menyetubuhi
perawan …”Bisikan mesraku tampak membuat janda beranak dua itu
berbunga hatinya.. wajahnya
tampak berseri bangga …. “Punya mas Tommy aja yang kegedean… kaya punya Rocco Sifredi… Dina suka sama yang begini… gemesssiiin… hhh… hhhoohhh… mmmaasss…”belum selesai kalimat Dina, kupercepat
ayunan pinggulku.. membuat mata
Dina kembali membelalak, bibirnya
meringis memperlihatkan gigi indah
yang beradu, mengeluarkan desis
panjang…. “Teeruuuss maaasss… ammppuunn… nikkmaaat bukan main.. oooohhh … aaaaaahhh… eeeenngghh..”ceracaunya dengan suara setengah berbisik… sesaat kemudian aku merasakan serangan
balasan Dina… Dengan gemulai janda cantik ini memutar pinggulnya,
pinggangnya yang ramping
bergerak menjadi engsel … Luar biasa nikmat yang kurasakan di siang
tengah hari bolong itu… Suara berdecakan yang semakin keras di
selangkangan kami menandakan
semakin banjirnya lendir
persetubuhan dari liang sanggama
Dina… Wajah cantik Dina semakin gelisah… mulutnya komat-kamit seolah ingin mengatakan sesuatu
tapi tak ada suara yang keluar,
hanya desah dan erangannya yang
keluar… alisnya yang runcing semakin berkerut … apalagi matanya yang kadang membelalak lebar
kadang menatapku dengan sorot
mata gemas… “Oooooouuuuwww..!! mmmaaaaassssss…. Diii..naa ga tahaann…. mmmmmhhh…!!”Kegelisahan dan keresahannya berujung pada
rengekan panjang seperti orang
menangis dibarengi dengan pinggul
yang diangkat didesakan ke arahku
bergerak-gerak liar … Aku tanggap dengan situasi wanita yang dihajar
nikmatnya orgasme … segera kuayun batang kemaluanku
menembus liang sanggama Dina
sedalam-dalamnya dengan
kecepatan dan tenaga yang
kutambah … akibatnya tubuh Dina semakin liar menggelepar di atas
meja kerja Tari … kepalanya digeleng-gelengkan dengan keras ke
kanan dan ke kiri sehingga
rambutnya semakin riap-riapan di
wajahny “Ammmpppuuunnn…. oooohhh… nnnggghhh…. niikmmmaattnya …. hhoooo….”suara Dina seperti menangis pilu… Ya ammmpppuunn…. kurasakan nikmat bukan main.. dinding liang
sanggama wanita yang tengah
diamuk badai orgasme itu seakan
mengkerut lembut menjepit erat
batang kemaluanku, kemudian
mengembang lagi… enam atau tujuh kali berulang… membuatku sejenak menghentikan ayunan kontolku,
pada posisi di kedalaman yg paling
dalam pada liang sanggama Dina… Tubuh Dina tergolek lunglai … nafasnya tersengal-sengal, tampak
dari gerakan dada montoknya yang
naik turun tak beraturan … wajahnya yang miring ke samping
kanan tampak kulitnya berkilat
basah oleh keringat birahinya,
sementara mata ber eyeshadow
tebal itu tampak terpejam spt orang
tidur… rambut panjang yang dicat blondie tampak kusut, awut-
awutan menutupi sebagian wajah
cantiknya …. Kira-kira setelah dua menit batang kemaluanku
mengeram tak bergerak di liang
sanggama yang semakin becek … dengan gerakan lembut kembali
kugerakkan pinggulku
mengantarkan sodokan keliang
sanggama Dina… Tubuh montok itu kembali menggeliat lemah sambil
mulutnya mendesis panjang … Dina membuka matanya yang kini
tampak sayu … “Ssssshh… mmm… luar biasa….”desah Dina sambil tersenyum manis. Kedua
tangannya meraih leherku dan
menarik ke arah tubuhnya. Tubuhku
kini menelungkupi tubuh montok
Dina, Dina memeluk tubuhku erat
sekali sehingga bukit payudaranya tergencet erat oleh dada bidangku
seolah balon gas mau meletus, tak
hanya itu sepasang pahanya
dilingkarkan di pinggangku dan
saling dikaitkan di belakang
tubuhku … Woooww … leherku disosotnya dengan laparnya … jilatan dan kecupan nakal bertubi-tubi
menghajar leher dan daun
telingaku … terdengar dengus nafasnya sangat merangsangku … aku dibuat mengerang oleh
aksinya … “Ayo sayang, tuntaskan hasratmu… Dina boleh lagi enggak?”bisiknya manja sambil bibirnya mengulum nakal daun
telingaku. Kurasakan pantat
montok Dina bergerak gemulai,
membesut hebat batang
kemaluanku yang terjepit di liang
sanggamanya, sejenak kunikmati besutan dan pelintiran nikmat itu
tanpa balasan.. karena kuhentikan
ayunan kontolku … “Kamu ingin berapa kali.. ?”sahutku berbisik tapi sambil mengayunkan
batang kemaluanku dalam sekali..
“Eeeeehhhhh…hhh…! sampe pingsan Dina juga mauuuuuhh… hhhh…!”jawabnya sambil terhentak- hentak akibat rojokanku yang kuat
dan cepat…Aku mengakui kelihaian janda 2 anak ini dalam berolah
sanggama, kelihaiannya memainkan
kontraksi otot-otot perutnya yang
menimbulkan kenikmatan luar biasa
pada batang kemaluan yang
terjebak di liang sanggamanya yang becek… tehnik-tehnik bercintanya memang benar-benar canggih… Tari istriku wajib berguru pada Dina,
pikirku …Tapi rupanya Dina tak mampu berbuat banyak
menghadapi permainanku yang
galak dan liar… Setelah pencapaian orgasmenya yang ke tiga … Wajah Dina semakin pucat, walaupun
semangat tempurnya msh besar … “Ooooww … my God … ayo sayaaang … Dina masih kuat…”desisnya berulang-ulang … sambil sesekali pantatnya menggeol
liar, mencoba memberikan counter
attack… Aku tak ingin memperpanjang waktu, walau
sebenarnya masih blm ingin
mengakhiri, tapi waktu yang
berbicara… hampir 2 jam aku dan Dina berrpacu birahi diatas meja
kerja Tari. Aku mulai berkonsentrasi
untuk pencapaian akhirku … aku tak peduli erangan dan rintihan Dina
yang memilukan akibat rojokanku
yang menghebat “Ooohkk.. hhookkhh.. ooww.. sayaaang … keluarkan.. di … di.. mulutkuuu
yakkkhh..hhkk.. ”Sebagai wanita yg berpengalaman Dina tahu gelagat
ini… diapun mempergencar counter attacknya dengan goyang dan
geolnya yang gemulai … kuku jarinya yang panjang menggelitiki
dada bidangku… dan… aku mengeram panjang sebelum
mencabut batang kemaluanku dari
liang becek di tengah selangkangan
Dina… dan dengan lincah Dina mengatur posisinya sehingga
kepalanya menggantung terbalik
keluar dari meja, tepat didepan
palkonku yang sedang
mengembang siap menyemburkan
cairan kental sewarna susu … Dina mengangakan mulutnya lebar-lebar
dan lidahnya terjulur menggapai
ujung palkonku … Hwwwoooohhh …!!!!! ledakan pertama mengantarkan
semburatnya spermaku menyembur
lidah dan rongga mulutnya … aku sendiri tidak menyangka kalo
sebegitu banyak spermaku yang
tumpah…. bahkan sebelum semburan berakhir dengan tidak
sabar batang kemaluanku disambar
dan dikoloh dan disedot habis-
habisan…. Dina duduk diatas meja sambil
merapikan rambut blondienya yang
kusut, sementara aku ngejoprak di
kursi putar ….. “Wajah kamu alim ternyata mengerikan kalo sedang ML
mas…?”celetuk Dina sambil menatapku dengan pandangan
gemas dengan senyum-senyum
jalang. “Siang ini aku ketemu singa betina kelaparan…”sahutku letoy. “Salah mas, yang bener kehausan … peju mas Tommy bikin badanku
terasa segar…ha.. ha..ha..”sambut Dina sambil ketawa ngakak “Waaakks … mati aku … mas, Tari dateng tuuuhh…!”Tiba-tiba Dina loncat turun dari meja dengan wajah
pucat, buru-buru merapikan pakaian
sekenanya dan langsung cabut
keluar ruangan… akupun segera melakukan tindakan yg sama … waaah di atas sepatuku ada
onggokan kain putih ternyata celana
dalam… pasti milik Dina, segera kusambar masuk ke tas laptop … dan aku segera masuk ke kamar mandi
yg ada di ruang kerja Tari …. “Yaaang… chayaaang …. bukain doong…”suara Tari sambil mengetok pintu kamar mandi … “Hei.. bentar sayang … dari mana aja..?”sahutku setengah gugup dari dalam kamar mandi. Ketika pintu
kubuka Tari langsung menerobos
masuk… busyeet … Tari menubrukku dan aku dipepetin ke wastafel … aku makin gugup… “Sssshhhh… untung kamu dateng say… ga tau mendadak aja, tadi dijalan Tari horny berat …”tanpa basa basi lagi celanaku dibongkarnya dan
setelah batang kemaluanku yang
masih loyo itu di dapatnya, segera
istriku ini berlutut dan melakukan
oral sex…. meski agak lama, tapi berhasil juga kecanggihan oral sex
Tari istriku membangunkan
kejantananku yang baru mo
istirahat… tanpa membuka pakaiannya Tari langsung
membelakangiku sambil
menyingkap rok kerjanya sampai
ke pinggang, pantat Tari kalah
montok dibanding Dina, namun
bentuknya yang bulat, mengkal sangat seksi di mataku … sesaat kemudian CD G-String dan stocking
Tari sdh lolos dari tempatnya … “C’ mon darling…. hajar liang cinta Tari dari belakang…”dengan suara dengus nafas penuh birahi Tari
mengangkangkan kakinya sambil
menunggingkan pantatnya … Memang istriku akhir-akhir ini
sangat menyukai gaya doggie
style …”lebih menyengat ”katanya … sesaat kemudian kembali batang
kemaluanku beraksi di liang
sanggama wanita yang berbeda … Dalam posisi doggie style, Tari
memang lihay memainkan goyang
pantatnya yang bulat secara
variatif … dan apalagi aku sangat suka melihat goyangan pantat seksi
Tari, membuat aku semakin
semangat menghajar liang sanggama
Tari yang tak sebecek Dina … Untungnya Tari adalah type wanita
yang cepat dan mudah mencapai
puncak orgasme.. nggak sampai 10
menit kemudian Tari mulai
mengeluarkan erangan-erangan
panjang… aku hafal itu tanda-tanda bahwa istriku menjelang di puncak
orgasme, maka segera kurengkuh
pinggangnya dan kupercepat
rojokan batang kemaluanku
menghajar liang sanggama Tari
tanpa ampun… “Tommm… Tommmy… gilaaa… aaahkk… niiikkmaaatt bangeeett…!!!”jeritan kecil Tari itu dibarengi dengan tubuh sintal Tari
yang gemetaran hebat …pantat seksinya menggeol-geol liar
menimbulkan rasa nikmat luar biasa
pada batang kemaluanku yang
terjepit di liang sanggamanya … aku tak menahan lagi semburatnya
spermaku yang kedua utk hari ini … “Ma kasih Tommy chayaang …”kata Tari sesaat kemudian sambil
mendaratkan kecupan mesra
dibibirku.. Setelah membersihkan
sisa-sisa persetubuhan, aku pamit
untuk kembali ke kantor, sementara
Tari masih berendam di bath up…. Dina sudah duduk rapi di mejanya
ketika aku keluar dari ruangan Tari,
kudekati dia … “Ssshh… nggak takut masuk angin, bawahnya ga ditutup.. ?”bisikku sambil kuselipkan celana dalam putih
Dina kelaci mejanya … mata Dina melotot dengan mimik lucu … “Ronde kedua niih yee.. ?”celetuknya nakal setelah tahu Tari tak ikut
keluar dari ruangan…. Aku melenggang memasuki
mobilku, sambil memikirkan follow
up ke Dina….. yang ternyata sangat menggairahkan…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan komentar anda di sini,kami akan kunjungi situs anda