Translate

Rabu, 01 Juni 2011

MISTERI PENJAGA MALAM PEMUAS KENIKMATAN


Uring-uringan istriku semakin
memuncak karena aku tak dapat
menjemput istriku mengajar, karena
jadual perkuliahan istriku mengajar
mundur sehingga istriku pulang
sekitar pukul setengah sepuluh malam bahkan sampai pukul sepuluh
dimana perumahan yang kutempati
sudah sangat sepi. Ketika hati kedua aku akan
menjemput, aku lewat pintu dapur
di samping rumah yang cukup
rimbun. Baru pintu kubuka sedikit,
kulihat istriku yang mengenakan
blouse merah dan rok klok hitam turun dari boncengan sepeda
penjaga malam yang kukenal
bernama Pak Deran , lelaki tua
berumur 65 tahunan, tapi masih
tegap itu. “Terima kasih, Pak Deran….!!! ” kata istriku pelan “Aah, nggak papa, saya senang, kok
tolongin, ibu….!!!!! ,” kata Pak Deran sambil cengar cengir dan tak
kunyana tangan kiri Pak Deran
memegang tangan istriku dan
mengarahkan ke selangkangan nya
yang menyembul, sedang tangan
kanan Pak Deran langsung meremas remas payudara kanan istriku. Akupun teringat omongan Pak
Deran saat awal-awal aku
berkenalan. dimana Pak Deran
pernah bercerita sering wanita yang
sudah bersuami di desanya
dibuatnya kelenger oleh batang kemaluan, dan nama Deran adalah
nama olok-oloknya kepanjangan
dari Gedi sak Jaran, sebesar punya
kuda, dan Pak Deran tak punya
tempat tinggal tetap sehingga
tidurnya berpindah-pindah di rumah teman-teman se desa nya yang ada
di kotaku dan ia juga pernah
bercerita padaku, istri temannya
sering dia setubuhi saat suaminya
tidur pulas. Esok malamnya aku bersembunyi
beberapa meter sebelum jalan
masuk perumahanku dan beberapa
saat kemudian dari kejauhan kulihat
Pak Deran tengah membonceng
istriku dengan sepeda bututnya dan aku mengambil posisi yang
terlindung tapi dapat melihat dari
dekat. Hatikupun berdegup kencang
saat kulihat istriku bergayut
menempelkan payudara kanannya
ke pinggang Pak Deran dan kakiku hampir tak dapat berdiri saat kulihat
kedua tangan istriku sedang
mengocok dan mengelus-elus batang
kemaluan Pak Deran yang sebesar
batang kemaluan kuda itu sehingga
aku sempat melihat jari-jari tangan istriku tak dapat menggenggam
batang kemaluan Pak Deran. Beberapa saat Pak Deran dan istriku
berlalu, aku sedikit berlari agar aku
sampai di rumah sebelum istriku dan
Pak Deran sampai dengan mengambil
jalan pintas, tetapi karena kurang
hati-hati aku terperosok dan kurasakan kakiku terkilir, sehingga
aku tak dapat berjalan cepat.
Akupun berusaha berjalan dengan
menyeret kakiku, dan akhirnya
dengan susah payah aku sampai di
rumah. Aku lewat pintu dapur dan kulihat sepeda Pak Deran ada di balik
rerimbunan pintu samping. Dengan perlahan aku masuk dan
menuju ruang tamu dengan hati-hati
dan kudengar suara “croop croop” dari ruang tamu, akupun membuka
sedikit selambu yang menutup
ruang tamu dan ruang tengah,
matakupun seakan terlepas dari
tempatnya saat kulihat istriku
sedang berjongkok di depan Pak Deran dan tengah mengulum batang
kemaluan Pak Deran yang besar
panjang dan berurat-urat sebesar
cacing tanah sehingga mulut istriku
kesulitan mengukum batang
kemaluannya yang amat besar itu, sedangkan tangan kanan Pak Deran
menyusup di blouse kuning istriku
sedang meremas-remas payudara
kiri istriku dan tangan kanan Pak
Deran membelaibelai rambut pendek
istriku. Punggung kaki kanan Pak Deran
tengah menggosok-ngosok
selangkangan istriku yang duduk
jongkok terkangkang dan di atas
meja tamu kulihat BH tipis cream
dan celana dalam merah istriku tergeletak di dekat tas kerja istriku. “Oooooohhhhh. …eeuuunaak Bu Yatii ?!!!!!” kudengar Pak Deran mendesis, akupun benar-benar tak
kuat menopang tubuhku dengan
satu kaki melihat istriku tengah
“membayar ” kebaikan Pak Deran untuk menjemputnya dari jalan
raya, sehingga akupun jatuh
tersungkur dan membuat istriku
dan Pak Deran kaget. “Bu Yati, mungkin suami ibu .. ????” kudengar bisikan Pak Deran.
Merekapun berlari mendapatiku
tersungkur. “Kenapa, mas? tanya istriku. Aku tak menjawab dan
merekapun tahu kakiku terkilir
karena celanaku berlepotan tanah. Akhirnya akupun dipijat oleh Pak
Deran dan memang agak berkurang
sakitnya. Akupun disuruh Pak Deran
beristirahat dan Pak Deran akan
kembali esok pagi. Pak Deran pun
berpamitan dan Kudengar istriku mendesis pelan sebelum pintu depan
ditutup. Setelah pak Deran pergi, istriku
menanyakanku darimana dan
kujawab aku akan menjemput nya
tadi, tapi ditengah jalan terjatuh. Keesokkan paginya Pak Deran
datang dan memijitku lagi dan
terakhir aku tak mengerti kenapa
Pak Deran menusuk-nusuk batang
kemaluanku dengan sarung
kerisnya dan Pak Deran memberiku ramuan untuk diminumkan
kepadaku oleh istriku. Pagi itu istriku memakai daster dari
kaos yang agak ketat, daster ini
kesukaanku karena mempunyai
resleting di depan sampai ke perut
dan aku tahu pagi itu istriku tak
mengenakan BH karena kedua puting susu istriku yang besar
menonjol dari daster kaos ketatnya
dan istriku merias diri seperti akan
berangkat kerja. Istriku dan Pak Deran keluar dari
kamar, sambil menarik pintu kamar,
akan tetapi tidak tertutup rapat dan
masih sedikit terbuka, setelah aku
berpura-pura tidur sehingga aku
masih dapat mendengar pembicaraan mereka. “Sudah, Jeng Yati…..!!! ” terdengar kata Pak Deran menyebut istriku “Jeng”. “Aku masih takut, Pak ……!!!!” bisik istriku “Ayo dicoba saja, Jeng Yati …..!!! ,” bisik lagi Pak Deran. Kemudian Istriku masuk kamar
kembali dan aku sedikit kaget saat
istriku mengelus elus batang
kemaluanku dan aku pura-pura
terbangun, sementara batang
kemaluanku langsung bangun, kemudian istriku melepas celana
dalam nya. “Eeeeehhh… Diikkk, apa… Pak Deran sudah pulang….? tanyaku “Sudah…!!! ” istriku menjawab singkat dan kini
mengocok batang kemaluan ku,
sambil naik keatas tempat tidur dan
mengkangkangkan kedua kaki di
atas tubuhku, sementara
selangkangannya mendekati batang kemaluanku dan ….. “Crot crot crot” tak tahan aku, air maniku lansung
keluar saat menempel bulu-bulu
kemaluan istriku. “Aaaaahhhhhh. ….maaasssss. …..!!!! !,” bisik istriku yang terus mengocok batang
kemaluan ku dan tak lama
kemudian bisa berdiri lagi dan untuk
kedua kalinya airmaniku tersenbur
kembali saat masih menempel di
bulu-bulu kemaluan istriku . “Mas kok, begini terus. Sudah berapa
bulan, mas. Aku sudah pingin sekali,
mas. Aku pingin penyaluran.. !!” kata istriku sambil melap air maniku
di bulu-bulu kemaluan nya.
Kemudian Istriku keluar kamar dan
kudengar bisikan Pak Deran “nanti malam…,yaaa. . , Jeng Yati …!!!” Siangnya aku menahan sakit di
batang kemaluan dan utamanya di
lubang kencingku sebelum istriku
berangkat mengajar, aku tak
mengatakan pada istriku dan
akupun terkulai dan tertidur hingga kudengar pintu depan terbuka saat
istriku pulang. “Pak Deran saya masih takut, aahhhh …..! !” terdengar bisikan istriku “Ayo, cepat, Jeng Yati,….” suara mendesak Pak Deran berbisik. Aku menutup wajahku berpura
pura tidur saat istriku masuk kamar
dan kulihat istriku merias diri dan
melepas semua yang menempel
tubuh sintal istriku tak terkecuali
celana dalam dan BHnya pun tak lagi di tempatnya dan mengambil kaim
panjang dan melilitkan ketubuh
sintalnya sehingga lekuk tubuh
istriku dimana kedua payudara dan
kedua puting nya menonjol di
bagian dada dan pantat bahenol nya. “Mas mas ..!!!” istriku membangunkanku. “Eeeh ? ada apa, dik….?” tanyaku “Eee ? aku eeee ?. Pak Deran mau mijit aku mas ?!!!” kata istriku terbata-bata. “Lho, kamu sakit atau terjatuh …. ?? tanyaku. “Eehh enggak mas, ee katanya dia bisa mengurangi
nafsuku .. !!!!” kata istriku mengagetkanku. Tapi lidahku kelu,
tak dapat berbicara. “Maass kan tak bisa memuaskanku, sedangkan aku
pingin sekali, Pak Deran bisa
mengurangi nafsuku, mas,
bolehkan…. ????” aku hanya diam dan diam, istriku pun
menganggapku setuju. “Paaakk…Pak Deran, ayoo …masuk siniii…, pak..!!!” istriku memanggil Pak Deran. Pak Deran yang
mengenakan sarung membawa tas
plastik itupun masuk kamarku.
Kemudian istriku tidur tengkurap
diatas tempat tidur disampingku
dengan posisinya berlawanan denganku sehingga kaki istriku di
dekat kepalaku dan Pak Deran
duduk dipinggir ranjang, serta mulai
memijat betis istriku, telapak kaki
dan kemudian kedua tangan istriku.
Kelihatan pijatan Pak Deran wajar- wajar saja, sampai akhirnya Pak
Deran memijat tengkuk istriku dan
kulihat mulutnya komat kamit
seperti membaca sesuatu, kemudian
Pak Deran meniup tengkuk istriku
dan…..terdengar istriku mendesis “Eccch ?eeeeccchhhhh. …!!” 2 kali dan ke 3 kalinya istriku semakin
mendesis. “Dibalik badannya, Jeng….!!!! !!” perintah Pak Deran pada istriku dan Pak Deran memijat kedua
tangan istriku dan kemudian kaki
istriku. Pak Deran akhirnya memijit
punggung dan telapak kaki istriku
dan istriku semakin mendesis-desis
dan tubuhnya mulai meregang. “Ini mulai, Jeng Yati, …!!!” kata Pak Deran semakin intensif memijit telapak
kaki istriku dan istriku makin lama
makin meregangkan kedua kakinya
dan kedua lututnya semakin
tertekuk. Begitu Pak Deran memijat
kedua pergelangan kaki istriku, istriku langsung mengkangkangkan
kedua kakinya sehingga terlihat
olehku selangkangan istriku yang
ditumbuhi bulu-bulu lebat…. “Wuuh Jeng Yati sangat tinggi ini.. !!!” kata Pak Deran dan tangan kanannya
meraih tas plastiknya dan kuingat
Mbah Muklis, dan Pak Deran
membuka bungkusan yang berisi
sarung keris sebesar batang
kemaluan orang dewasa tapi tanpa keris dan diletakkan diantara kedua
kaki istriku yang terkangkang
tanpa sepengetahuan istriku. Pak Deran berdiri dan mendudukkan
istriku dan Pak Deran kemudian
duduk bersila di belakang istriku,
Pak Deran memijat tengku istriku
kembali dan meniup niup tengkuk
istriku dan kulihat kedua tangan istriku lunglai dan istriku mendesis
desis sedangkan sarung keris itu
merayap mendekato selangkangan
istriku dimana istriku semakin
mengkangkangkan kedua kakinya.
Istriku semakin lunglai dan tubuh istriku rebah ke dada Pak Deran
yang sudah mengkangkangkan
kedua kaki di samping tubuh istriku
“Paak apa ituuuu …paaakkkk? !!!!” istriku mendesis saat sarung keris
sebesar batang kemaluan dewasa
menempel di selangkangannya dan
pantat bahenolnya pun bergetar.
“Paaak apaaa oooooooccccchhhhh ….paaakkkk ?!!!!!!!” istriku merintih panjang. “Biar nafsumu keluar, Jeng…..!!! !” kata Pak Deran dan kulihat sarung keris sebesar batang
kemaluan dewasa bergetar dan
kudengar bunyi “kecepak di selangkangan istriku, sambil pantat
bahenol bergetar. Aku hanya bisa melotot melihat
sarung keris sebesar batang
kemaluan dewasa mulai menguak
bibir vagina istriku dan membuat
istriku mengkangkangkan kedua
kaki nya lebih lebar-lebar lagi. “Paaaaak Deraaan ooooohhhhh.. ..kookkkk
masuuuk?..paaakkkk. …!!!!!” istriku merintih dan kulihat sarung keris
sebesar batang kemaluan dewasa itu
mulai menembus masuk liang vagina
istriku. “Apanya yang masuk, Jeng …..???? tanya Pak Deran berpura pura. “Nggak tahu paaak..iiiii. ..oooooggggghhhh
hhh…… paaakkkk. ….!!!!” istriku mendesis “Lho, masuk kemana …..? ” tanya lagi Pak Deran
“EEEcccgggghhhhh. .. ke…keeee.. . amuuukuuuu?paaaakkkk ?!!!!” istriku merintih dan mulai
menceracau menandakan nafsu nya
sudah mulai naik. “Anu, apa Jeng Yati….? “OOcch anuu….kuuu. … paaaak,….! !!!” istriku merintih-rintih dan kedua tangan Pak Deran mulai
turun ke kedua lengan istriku dan ….. “Paaaak….jaaaa. … jaaangaannnn. ..paaaakkkkk. … aaaa.. ..aaaaaddaaa. .. ….ssuuuu.. suu….. uuuamikuuuu. .paaaakkkkkkk.
….!!!!! ” istriku mendesis panjang terputus-putus saat kedua tangan
keriput Pak Deran mulai meremas-
remas kedua payudaranya, “Anu apa, Jeng Yati …..? bisik Pak Deran di telinga kanan istriku dimana
kepalanya terkulai dibahu kiri Pak
Deran. Sementara itu, ujung tumpul
sarung keris sebesar batang
kemaluan dewasa itu berputar
menggetarkan pantat bahenol istriku dan “Toroookkuuuuuu paaaaak adaa yang ….maaaaa. .. maaaasuuk toroookkuuuu? !!” istriku meracau dan
“Hhhhuuuuuaaaaggggg hhhhhh… .aaaaaaaddduuuuu uhhhhh… …beee.. beeesaaa arrrrr…… aaaammmmmaaaatttttt
….paaaakkkkkk ?.. !!!!” rintih istriku dan sarung keris sebesar batang
kemaluan dewasa menembus makin
dalam liang vagina nya.
“Ayo ….jeeengg. sambil… dilihat.. ..!!!!,” kata Pak Deran enteng sambil menyungkapkan kain
panjang istriku hingga selangkangan
istriku terlihat dan Pak Deran
menundukkan kepala istriku yang
lunglai ke selangkangan nya, yang
mulai dijejali sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa itu.
“Iiiiihhhhhhh. …aaaaappaaa iiiiniii…. paaaaaakkkkkk ?!!!!!” rintih istriku, kemudian… “Beeeuuuuzzzaaarrrr ..aaaaammaaaaatt tt….paaaakkkkk? .ooooo hhhh … paaakkkk. …!!!!!” istriku merintih saat dia melihat sarung keris sebesar
batang kemaluan dewasa itu
menembus masuk ke liang
vaginanya dan kulihat bibir vagina
istriku menggelembung seolah-olah
ditiup, karena desakan sarung keris besar itu di dalam liang vagina nya
sehingga dia semakin
mengkangkangkan kedua kaki nya
lebar-lebar. Istriku mengerang-erang keras
seirama dengan meluncur keluar
masuknya sarung keris tersebut
menembus liang vaginanya … “Nngngngaaaaaaaccch hhh ?? beeezzaaaaaarrr
hghghghghghhh ??!!!!!” sambil kepala nya lunglai bersandar di bahu
kiri Pak Deran dan kedua tangan
keriput Pak Deran menyusup ke
kain panjang bagian atas istriku dan
dengan gemasnya Pak Deran
meremas-remas payudara istriku yang menggelinjang- gelinjang,
sementara mulut istriku merintih-
rintih, mengerang dan menggeram,
dan bahkan badannya kemudian
mengejan-ngejan dengan keras
karena sarung keris besar tersebut mulai menghujam makin dalam
keluar masuk di liang vagina nya. Sementara itu, Pak Deran berhasil
melepas ikatan kain panjang istriku
dan terkuaklah kedua payudara
montok istriku, lalu kedua tangan
keriput Pak Deran mulai meremas
remas lagi dengan ganas kedua payudara istriku dan jari-jari tangan
Pak Deran memelintir sambil
menarik-narik kedua puting susu
istriku secara bergantian seolah Pak
Deran sedang merempon sapi betina
yang sudah waktunya mengeluarkan air susunya.
“Paaaaaak ??oooooooohhhhh. …..paaaakkkk. .. !!!” rintih istriku saat mulut Pak Deran mencaplok
payudara kanannya dan tak lama
setelah itu bunyi “sreep sreep” terdengar menandakan air susu
istriku telah keluar akibat jilatan
lidah Pak Deran di puting susu kanan
istriku. Pak Deran membentangkan
tangan kanan istriku yang lunglai
agar Pak Deran mudah mengempot payudara istriku dan kulihat istriku
benar- benar menikmati perlakuan
Pak Deran, penjaga malam itu,
sementara pantat bahenolnya
bergoyang, berputar maju mundur
akibat sarung keris yang keluar masuk di liang vagina nya dan
tubuhnya terus bergetar hebat,
nafas istriku mendengus-dengus
oleh perbuatan Pak Deran di
payudara nya dan sarung keris
sebesar batang kemaluan dewasa yang menghujam keluar masuk
semakin cepat di liang vagina istriku
membuat ia mandi keringat dan ….. “Paaaak…paaaaakkk k Deraaaaaan.. .aaaaa… .aaaaaakuuu. …..oooccccchhh hh…paaaaaak ….aaa aa….aaaakuuu nggaaaaaak taahaaaan ? aaaa… aaakuuuu. ..keee … .keeeluaaaar ? paaaaakkkkk. …..!!!! ” istriku mengerang keras dan pantat
bahenol istriku tersentak sentak
dengan kuat ketika dia mengalami
orgasme yang dasyaattt malam itu. Rupanya sarung keris sebesar
batang kemaluan dewasa di liang
vagina nya tak berhenti juga keluar
masuk di liang vagina nya dan
bahkan semakin cepat membuat
nafas istriku semakin mendengus- dengus seperti kuda betina yang
digenjot tuannya untuk berlari
kencang, dimana pantat bahenol nya
tersentak-sentak dan terangkat
angkat tak karuan dan Pak Deran
yang sudah menghabiskan air susu payudara kanan istriku, langsung
mencaplok dan mengempot dan
menyedot nyedot payudara kiri
istriku sementara jari-jari tangan
kanan Pak Deran tak henti-hentinya
mremelintir sambil menarik-narik puting susu kanan istriku dan
istrikupun mengangkat pinggulnya
ke atas dannnn “Paaaaak…ooohhhhh ……… .aaaa…aaakuuuu u keluar lagiiiiiiiiii ??.paaakkkkk.. .. !!!!!” istriku mengerang mencapai
orgasme keduanya. Pak Deran
rupanya sudah tak sabar lagi dan dia
menidurkan istriku yang sudah
mengkangkangkan kedua kaki dan
mulutnya komat kamit. Selanjutnya, sarung keris sebesar
batang kemaluan dewasa itu pun
muncul dan keluar dari liang vagina
istriku dan seolah mengerti perintah,
sarung keris itu masuk ke
tempatnya semula dan Pak Deran menutupkan sarungnya di kedua
kaki istriku yang sudah kegatalan
ingin disetubuhi Pak Deran, penjaga
malam perumahanku dan
“Hgggggggggghhhhhh ??..aaaaaaagggghhhhhh hh……! !!!!!” kudengar suara istriku menggeram saat kulihat pantat Pak
Deran mulai turun naik diantara
kedua kaki istriku yang
terkangkang lebar seolah punggung
istriku digebuk keras.
“ppppfffaaaak ?. amppffuuuuunnnn ?.beeezzzzzaaaaaarrr
seeekaliiiiiii kontooolmuuu
paaaaak ? hhhgggggggggghhhhhh
h ?..rooobeeeeek naaatniiii
liaaaangkuuuu paaaaaak
hhhgggggggggghhhhhh ?.!!!!!” Kulihat kedua jari-jari tangan istriku
yang lunglai itu mencengkeram
lengan Pak Deran yang menopang
tubuhnya saat menggenjot batang
kemaluan nya ke liang vagina
istriku dan entah karena kebesaran kedua kaki istriku terkangkang
lebar, sehingga sarung Pak Deran pun
tersingkap dan betapa kagetnya aku
saat kulihat batang kemaluan Pak
Deran sebesar kuda itu sudah
separuh menjejali liang vagina istriku, dimana bibir vagina istriku
seolah-olah ditiup menggelembung
besar karena desakan batang
kemaluan sebesar kuda Pak Deran
itu. Pak Deran berhenti menghujamkan
batang kemaluan sebesar kuda nya
saat istriku melenguh keras dan
pingsan. Aku mengira Pak Deran
akan melepas batang kemaluannya
yang sebesar kuda dari liang vagina istriku yang pingsan, tapi mulut Pak
Deran komat kamit dan begitu
wajah istriku ditiup oleh Pak Deran,
istriku pun tersadar kembali dan Pak
Deran menjejalkan kembali batang
kemaluan sebesar kuda nya ke liang vagina istriku sehingga kudengar
gemeletuk gigi istriku merasakan
liang vagina seolah robek. Pak Deran
kini mempermainkan kelentit
istriku dan istriku mulai mengerang
kembali mendapatkan kenikmatan hasrat seksualnya, sehingga bunyi
“cek cek” lendir vagina istriku terdengar kembali menandakan
nafsu istriku mulai naik dan suara
lendir vagina istriku semakin keras
dan seperti tak percaya kulihat
batang kemaluan sebesar kuda Pak
Deran mulai masuk ke dalam liang vagina istriku perlahan namun pasti.
“kontolmu besaaar ? kontolmu besaaar paaak eeeccch aku nggak
pernaaaah merasakan uuummpppfff
paaaakk akuuuu oooocccch
paaaaaaakk
engngngngngngngng ??.”istriku mengejan keras saat mencapai
orgasme ketiganya malam itu dan
hal itu memudahkan batang
kemaluan sebesar kuda Pak Deran
semakin masuk ke liang vagina
istriku yang berlendir karena orgasmenya sehingga tak kusangka
batang kemaluan sebesar kuda Pak
Deran amblas keseluruhan ke liang
vagina istriku dan Pak Deran
menindih tubuh istriku Kulihat kedua tangan Pak Deran
meremas remas kedua payudara
istriku kembali, mulutnya
mengulum bibir merah istriku dan
istriku meladeni kuluman Pak Deran
dan kulihat lidah Pak Deran menyusup ke rongga mulut istriku
dan menjilati dalam rongga istriku
yang kian terangsang kembali
dimana jari-jari tangan istriku
meremas remas punggung Pak Deran
dan Pak Deran mulai menggoyangkan pantatnya dan
istriku mencengkeram punggung
Pak Deran disertai nafas istriku
mendengus- dengus dan tak lama
kemudian pantat bahenol tersentak
sentak mencapai orgasmenya ke empat. Malam itu, Pak Deran
menyetubuhi istriku tanpa henti dan
aku hanya dapat menghitung pantat
bahenol istriku tersentak sentak
lebih dari enam kali dan akhirnya
Pak Deran menggenjot pantatnya naik turun semakin lama semakin
cepat dan menghujam kan batang
kemaluan sebesar kuda diserati
erangan panjang dan bunyi “preet preeet”berulang ulang dari liang vagina istriku saat Pak Deran
menumpahkan airmaninya di rahim
istriku. Keesokkan paginya Pak Deran baru
pulang meninggalkan istriku yang
hampir pingsan dan seharian istriku
tak dapat turun dari tempat tidur
karena liang vagina dan bibir vagina
istriku membengkak. Hari-hari berikutnya, istriku
menolak dengan halus saat Pak
Deran mengajak istriku bersetubuh
dan sebagai gantinya sering kulihat
istriku mengulum batang kemaluan
sebesar kuda Pak Deran dan istriku selalu berusaha menelan air mani Pak
Deran saat Pak Deran ejakulasi di
mulut istriku . Rupanya istriku hampir tiap hari
mengulum batang kemaluan sebesar
kuda Pak Deran dan bahkan sering
kulihat dua kali sehari dan hal ini
merontokkan kesehatan Pak Deran
yang akhirnya jatuh sakit dan pulang ke desanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan komentar anda di sini,kami akan kunjungi situs anda