Translate

Rabu, 01 Juni 2011

SINETRON BIDADARI XXX bagian 3


Lala pun mulai terangsang kembali.
Kemudian Mama Lala menyuruh Lala tidur terlentang. Lalu
mengambil posisi misionaris untuk
memerawani Lala dengan penis mainannya itu. “Apa yang Mama lakukan ?”, tanya Lala. “Tenang saja sayang, kamu pasti senang.”, jawab Mama Lala sambil menggesek-gesekkan kepala penis
mainan itu ke memek Lala. Lala merasa nikmat saat memeknya
digesek ujung mainan Mamanya.
Apalagi Mamanya mulai melumat
bibirnya lagi sambil tangannya
memilin putingnya yang kini
semakin keras. “Aduuh.. sakiitt Maa. ”, jerit Lala karena Mama mulai berusaha
memasukkan penis itu ke
memeknya. “Cuma sebentar, nanti juga enak lagi.”, jawab Mama sambil memompa penis yang baru masuk
kepalanya saja. Lala mulai merasa enak bercampur
sedikit perih. Sampai.. “AAKKH.. SAKIIT MAA.. ”, jerit Lala ketika Mamanya tiba-tiba menekan
amblas hingga penis itu menjebol
selaput daranya. Mama Lala mendiamkan dulu
gerakannya agar memek Lala
terbiasa dengan penis besar itu. Dia pun mencium lagi bibir anaknya
dan memainkan payudara anaknya
agar Lala teralihkan rasa sakit
akibat jebol keperawanannya.
Ketika Lala sudah agak tenang,
Mama Lala mulai memompa pelan- pelan. “Aakh.. ii.. iiya Ma. Terus Ma. ”, desah Lala ketika dia mulai merasakan
nikmatnya seks walaupun masih
ada sedikit rasa perih. Mama Lala
pun merasa keasyikan tersendiri
ketika dia berperan sebagai laki-laki
dengan penis mainannya itu. “Uukkhh.. enak Ma. Terusin Ma. Lala sayang Mama. ”, desis Lala. Lala memang merasakan
kenikmatan yang belum pernah dia
rasakan sebelumnya, bahkan
melebihi permainannya dengan
Bombom. Mama Lala semakin
bersemangat mendengar desahan Lala dan diapun makin
mempercepat pompaannya di
memek anaknya. “He..he.. kamu suka khan dientot sama kontol Mama ini ?”, kata Mama. “Iiya Ma. Lala suka. ”, jawab Lala. “Suka ngapain? Ayo bilang. Kamu suka dientot sama kontol Mama ini.
Ayo. ”, perintah Mama Lala. “Aakkh.. Lala suka.. aakh Lala suka dientot sama kontol Mama yang
gede.”, jawab Lala yang mulai terhanyut dalam permainan
Mamanya. Mama Lala senang mendengar Lala
ngomong jorok begitu, dan dia pun
makin gencar melakukan
tusukannya sambil diselingi
goyangan agar Lala bertambah
nikmat. “Uukkh.. terus Ma. Enaakk.. aakkhh. ”, desah Lala sambil menggoyang pinggulnya
mengikuti irama pompaan
Mamanya. “Kamu memang lonte kecil. Lonte yang suka dientot sama kontol
besar.”, kata Mama Lala yang semakin terangsang dengan
ngomong yang jorok-jorok. “Iya, Ma. Lala ini lonte yang senang dientot. aakkhh Entot terus Ma. ”, jawab Lala meniru kata-kata
Mamanya yang jorok. Mama Lala senang mendengar
desahan dan ucapan jorok Lala. Dia
menikmati melihat wajah Lala yang
terangsang. Gadis cantik yang baru tumbuh dewasa itu terengah-engah
keenakan. Kadang dia menggigit
bibirnya menahan nikmat.
Ekspresinya yang sedang
terangsang membuat Lala semakin
kelihatan cantik. “Ma, Lala.. aakh.. Lala mau..”, desis Lala. Melihat anaknya akan orgasme,
Mama Lala mengangkat pantat Lala
dan memompa Lala semakin cepat. “Aakkhh.. Lala nyampe, Ma. ”, erang Lala saat mencapai orgasmenya
yang kedua. Lala menjepitkan kakinya ketat ke
pinggul Mamanya. Tangannya
menarik dan memilin putingnya
sendiri. Matanya terlihat putihnya
saja dan bibir bawahnya digigit
sendiri menahan sensasi orgasme yang dia rasakan. Mama Lala akan
membiarkan Lala istirahat sebentar
ketika.. “Ma, Bombom boleh ikutan nggak?”, tanya suara dari arah pintu kamar. Mama Lala kaget. Saat dia menoleh
ke arah pintu, dia melihat anaknya
si Bombom sudah telanjang bulat
sambil memegangi burungnya yang
sudah berdiri. Tetapi Mama Lala malah tersenyum
dan berkata, “Boleh, sayang. Ayo kesini”. Bombom kegirangan, dan segera
naik ke ranjang. Dia berdiri di atas
lututnya dan mengangkangi tubuh
Lala. Bombom lalu menyuruh Lala
mengkaraoke burungnya. Lala
menurut walaupun sudah lemas. “Aakh enak La. Helen aja kalah pinter kalo urusan kayak begini. ”, kata Bombom. Sementara itu, Mama Lala sedang
membersihkan memek Lala dengan
kain lap. Terlihat ada noda merah di
cairan Lala, tanda kalo dia sudah
tidak perawan lagi. Kemudian dia
menjilati memek Lala untuk membangkitkan birahi anak tirinya lagi. “Ma, minggir dulu, Ma. Bombom pengen ngentot nih.”, pinta Bombom dengan nafsu. “Tunggu, sayang. Kamu tiduran saja di situ. Mama mau ambil sesuatu.”, perintah Mama. Bombom menurut, dia tiduran
setengah bersandar pada kepala
ranjang dengan diganjal bantal pada
punggungnya. Mama Lala pergi ke
kotak di meja, melepas penis
mainan dan mengambil bungkusan kecil. Setelah Mamanya mendekat,
Bombom baru tahu kalo yang
diambil Mamanya adalah kondom.
Lalu Mama memasang kondom itu
pada burung Bombom. “Ayo, Lala. Naik ke atas Bombom. ”, perintah Mama. “Tapi Lala masih capek, Ma.”, jawab Lala lemah. “Jangan membantah. Bombom sudah pengen ngentot kamu. Sini
Mama bantu.”, jawab Mama sambil membantu Lala. Mama membimbing Lala duduk
diatas Bombom dengan memeknya
tepat di atas burung Bombom.
Mama menuntun penis Bombom
memasuki memek Lala yang walau
sudah tak perawan tapi masih rapat. “Aakkhh.. memek kamu enak banget, La. Burungku kayak
dijepit.”, desah Bombom. Bombom senang posisi ini karena
dia bisa melihat wajah Lala yang
cantik dan tangannya pun bisa
mengerjai puting Lala. Sementara
itu, Mama Lala yang memeluk Lala
dari belakang membantu Lala memompa penis Bombom sambil
menciumi leher Lala dari belakang. Pelan-pelan, birahi Lala naik lagi
karena kocokan penis Bombom di
memeknya, putingnya yang dipilin
Bombom dengan gemas, juga
ciuman Mama di lehernya. Lala
mulai mendesah pelan mengiringi desahan Bombom yang keenakan. Setelah Lala mulai pulih, Mama
meninggalkan kedua anaknya yang
asyik ngentot. Mama mengambil
penis mainan dari dalam kotak dan
memakainya. Tetapi yang ini lebih
kecil dari yang tadi, kira-kira besarnya sama dengan burung
Bombom. Mama kembali lagi ke
ranjang sambil membawa botol
kecil dari plastik. Kemudian Mama
menyeret tubuh Bombom agak ke
bawah hingga Bombom tidur terlentang. Lalu Mama mendorong
tubuh Lala ke depan hingga Lala
telungkup merapat dengan
Bombom, dan memek Lala masih
mencengkeram burung Bombom.
Bombom menyambut Lala dengan melumat bibir Lala. Kemudian Mama
menjilati anus Lala dan menusukkan lidahnya ke lubang
anus itu. “Uukh.. geli, Ma. Enak. ”, desah Lala. Mama tersenyum, dia mau mencoba
ide yang muncul saat Bombom
minta bergabung tadi. Mama
mengambil botol kecil tadi, lalu
menyemprotkan isinya ke lubang
anus Lala. Kemudian diratakan dengan jarinya yang berusaha
membuka sedikit anus Lala hingga
cairan itu bisa masuk ke dalam liang
belakang Lala. “Apa itu Ma? Rasanya dingin. ”, tanya Lala. “Kamu tenang aja. Mama jamin ini lebih enak dari yang tadi. ”, bujuk Mama. Lalu Mama memposisikan penis
mainannya yang sudah dipasang
kondom dan diolesi cairan pelumas
dari botol tadi ke liang anus Lala.
Mama mulai berusaha memasukkan
penis mainannya ke anus Lala. “Aduh Ma. Mama ngapain Ma? Sakit Ma.”, rintih Lala. “Pertamanya aja kok yang agak sakit. Ntar juga enak. ”, bujuk Mama. Mama terus memaksa mainannya
masuk, dan nggak peduli Lala yang
merintih kesakitan. Penis mainan
itu dimasukkan pelan-pelan sampai
masuk semuanya. Lalu Mama
membiarkan dulu sampai Lala agak tenang. Bombom juga membantu
Lala melupakan rasa sakitnya
dengan melumat bibir Lala lagi. Beberapa saat kemudian Mama
mulai memompa penis mainannya
pelan-pelan. Mula-mula Lala merasa
anusnya perih sekali, tubuhnya
terasa penuh dengan dua penis di
kedua lubangnya. Tapi setelah lancar, Lala mulai merasakan sensasi
kenikmatan yang melebihi
persetubuhannya dengan satu
penis. Apalagi Mama mulai
meningkatkan irama kocokannya.
Bombom yang ada dibawah pun merasa nikmat sekali. Memek Lala
terasa lebih rapat dan menggigit
karena penis Mama yang ada di
anus Lala. Walaupun Bombom tidak
bergerak tapi kocokan Mama diatas
membuat pergerakan otot memek Lala seperti memijat-mijat
burungnya. “Aakkhh.. iya, Ma. Sekarang rasanya jadi enak lagi. aakh.. sst..
terus.. entotin yang cepet, Ma. ”, erang Lala yang mulai merasakan
sensasi nikmat threesome. “Uuhf.. memek kamu rasanya tambah sempit. Kamu suka
kontolku, La ?”, rayu Bombom. Bombom mengimbangi gerakan
Lala dan Mamanya dengan
menggoyang pinggulnya memutar. “Kontol kamu enak juga kok Mbom. aakh..eehhmm..”, Lala mendesis keenakan. Ibu dan anak-anaknya itu terus
memacu birahi mereka. Tubuh
mereka sudah mengeluarkan peluh. “Hei Lonte, kamu suka dientot dua kontol begini? Ayo, jawab. ”, Mama mulai ngomong jorok lagi sambi
mempercepat kocokannya. Rambut
Lala yang panjang dijadikan
pegangan untuk lebih cepat
mengocok. “Suka, Ma. Lala paling suka ngentot. aakkhh entot Lala terus Ma. Tiap
hari.”, sahut Lala. Lala merasa memek dan anusnya
penuh. Gerakan dua penis di memek
dan anusnya memberikan sensasi
yang luar biasa. Putingnya yang
menempel di dada Bombom,
tergesek-gesek dan membuat putingnya makin mengeras karena
nikmat. Tiba-tiba Lala merasa
seperti gunung mau meletus.
Kenikmatan-kenikmatan yang dia
terima membuat kelenjar didalam
tubuhnya mengumpul dan mau muntah keluar melalui memeknya.
Kenikmatan ini lebih dari orgasme
sebelumnya. “Aakhh.. sstt.. aakkhh.. Lala mau nyampe. ”, erang Lala. Lala pun menggapai orgasmenya
yang ketiga dan keempat sekaligus.
Lala baru merasakan indahnya
multi orgasme. Mama melepaskan
penis mainannya dari anus Lala.
Bombom yang belum keluar segera membalik tubuh Lala dan bersiap-
siap menggenjot Lala lagi. “Berhenti dulu, mBom. Lala capek bener nih.”, pinta Lala memelas. “Sini. Pake memek Mama aja, mbom.”, sahut Mama yang sudah melepas peralatannya. Mama mengambil posisi
menungging di atas tubuh Lala.
Bombom pun langsung mengocok
memek Mamanya dari belakang
dengan cepat. Lala pun tidak
ketinggalan mengajak Mama berciuman sambil tangannya
meremas-remas dada Mamanya. “Uuhhff.. Bagus, anak-anak. Kalian pintar sekali. ”, desah Mama keenakan. Bombom terus mengocok memek
Mamanya yang masih terasa
menggigit walau sudah punya
anak. Apalagi goyangan Mamanya,
top. Tak lama, Bombom mulai
merasa kalo mau keluar. “Ma.. Bombom mau keluar, Ma.” “Tunggu Mama. Mama juga mau nyampe. aakkh.. ”, erang Mama. Kemudian Ibu dan anak itu
orgasme bersamaan. Setelah itu
mereka bertiga istirahat dan
tertidur di ranjang bersama-sama.
Sejak saat itu, mereka sering
bermain seks bila Papa tidak ada dirumah. Kadang berdua, kadang
bertiga. Lala juga senang sekali
karena sikap Mama terhadapnya
berubah menjadi baik, tidak lagi
seperti dulu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan komentar anda di sini,kami akan kunjungi situs anda