Translate

Kamis, 14 Juli 2011

SELINGKUH DENGAN ISTRI TEMANKU


Cerita ku kali ini
sedikit berbeda dengan cerita
pertamaku yang menceritakan ku
ML dengan
teman isteriku, ceritaku yang
kedua ini isinya menceritakan pengalaman
ku melakukan hubungan sex
dengan isteri teman ku yang
bernama Yeni.
Yeni orangnya cantik, kulitnya
putih bersih dan mulus, dan yang paling
aku suka dari Yeni yakni buah
dadanya, pinggul dan pantatnya
yang
bahenol . Yeni umur nya -/+ sekitar
25 tahun, dia meikah dengan temanku Perli sudah 5 tahun, dan
mereka baru punya seorang putra
yang
kini baru berumur 3 tahun. Sekedar info buat para pembaca,
aku bukanlah tipe pria peselingkuh
yang doyan menggangu isteri
orang. Yang pasti apa yang terjadi
dalam
cerita ku ini adalah diluar rencanaku. Ceritanya begini……….. Yang ku ingat waktu itu adalah
malam lebaran kedua, tepatnya hari
raya
idul fitri tahun 2009. Dan pada
lebaran waktu itu aku ditinggal
sendiri oleh isteriku yang pergi berlebaran dikampung org tuanya
selama seminggu. Nah, tepat pada
jam 19.00Wib malam lebaran kedua
aku
keluar dari rumahku menggunakan
sepeda motor ku untuk jalan-jalan demi
menghilangkan kejenuhanku.
Bagaimana tidak, sudahlah isteri
pulang
kampung, Ena pula kudengar pergi
lagi di Padang. Singkat ceritanya, malam itu secara
kebetulan aku di undang oleh
seorang teman ku yang bernama
Perli kerumahnya dalam rangka
silaturrahmi di hari lebaran.
Bagitu sampai di rumah Perli kuparkirkan sepeda motorku, aku
pun
mengetuk pintu rumah Perli.
Setelah beberapa kali ku ketok
pintu,
akhirnya pintupun terbuka. “Eh abang.., masuk bang” ternyata
yang membukakan pintu Yeni
isterinya
Perli. Aku sempat terdiam beberapa
saat ketika melihat penampilan
Yeni yang seksi dengan celana yg sangat
pendek berbahan katun lembut
serta
mengenakan T-Shirt putih tipis
hingga terlihat samara Bra dari balik
bajunya verwarna hitam. Secara tak sadar aku melongo sambil
menelan
ludah mengaggumi tubuh Yeni.
“Lah… koq malah bengong
diluar….masuk bang” ujar Yeni
memecahkan lamunanku yang kagum padanya.
“Eh…i.i..iya Yen” ujar ku
tergagapmelihatnamun langsung
masuk “Perli
ada Yen?” tanyaku pada isteri
temanku. “Bang Perli keluar sebentar
pergi rokok, paling bentar lagi juga
pulang dia bang… udah bang masuk
aja dulu” ujar Yeni mempersilahkan
ku masuk. “Ya deh Yen” Ujarku
langsung masuk kerumahnya. Karena waktu itu lebaran, begitu
masuk aku langsung menyodorkan
tanganku ke Yeni “Maaf Lahir
Bathin Ya Yen…..” ujarku sembari
menjabat
tangan Yeni. “Sama-sama ya bang” ujar Yeni
menjawabku.
“Silahkan duduk bang” ujar Yeni
mempersilahkan ku duduk di kursi
ruang
tamunya sambil dia membukakan kue-kue lebaran yang ada di meja
tamunya.
“Udah Yen, jangan repot-repot,
abang tak lama koq” ujarku lagi.
“Nggak koq bang… sebentar aku
ambilkan minum ya bang” ujar Yeni berlalu meninggalkan ku
kebelakang. Tiba-tiba aku terpaku,
Yah! Saat
yeni berbalik badan meninggalkan
ku, tanpa sengaja mataku tertuju
melihat pahanya yang putih mulus karena hanya mengenakan celana
pendek, dan kemontokan pantat
Yeni yang geyal geyol saat dia
melangkah. aku dengan jelas dapat
melihat kemulusan betis Yeni yang
putih dan sintal itu. Tanpa kusadari kontolku tiba-tiba bangun.
“Sialan!!” ujarku menggerutu
sendiri setelah menyadari kontol ku
menegang.
“Hey genk” tiba-tiba ada suara
mengejutkan ku yang ternyata dia Perli
suami nya Yeni.
“Sory.. aku tadi keluar nyari
rokok” Perli memberi penjelasan
kepadaku.
“Ooh… Maaf lahir bathin ya Li” ku sodorkan tanganku untuk
menjabat tangan Perli.
“Sama-sama ya brother” balas Perli
menjawab salam ku.
Belum lama kami ngobrol, tiba-tiba
Yeni isteri Perli keluar dengan ditangannya membawa baki yang
diatasnya minuman yang akan
disuguhkan
padaku.
“Di minum ya bang” ujar Yeni
sambil menyuguhkan minuman untuk ku di
meja tamu. Lagi-lagi darah ku
berdesir saat melihat belahan
payudara
Yeni yang putih terlihat olehku saat
dia jongkok menyuguhkan air di depanku.
“Sungguh indah belahan dada itu,
Putih dan padat terlihat dari balik
baju kaos Yeni.
“Ingin rasanya aku mengulum nya
dengan mulutku, sungguh menggirukan
sekali buah dada Yani” ucapku
dalam hati sambil sempat beberapa
saat
aku termenung.
“Hei…. Hei…. Airnya diminum…, koq malah melongo” ujar Perli
memecahkan lamunan fantasiku
yang tergiur dengan keindahan
buah dada
isterinya.
“i..iya… ini aku minum” ujar ku terperanjta sambil langsung
tanganku
langsung menerkam gelas minuman
hingga air dalam gelas itu sedikit
jadi tertumpah akibat
kecerobohanku. “Mikirin isterimu ya” Ujar Perli
kembali mengajak ku bercanda
memecahkan kekakuan ku.
‘i..iya Perli, maklum orang belum
pernah di tinggalkan isteri,
makanya jadi linglung” jawabku pada Perli,
seakan-akan membenarkan
tebakan nya
tentang lamunanku meski padahal
yang sebenarnya aku negelamun
akibat terpesona dengan keindahan
sesuatu yang ada di balik tubuh
isterinya.
“Klu memang isterimu lagi g ada
dirumah, mending kamu malam ini
dirumahku aja” Perli menawarkan ku.
“Maksudmu aku tidur disini Perli?”
tanyaku keheranan.
“Bukan… maksudku kamu disini aja
temani aku, pokonya kamu g akan
menyesal deh…” ujar Perli lagi padaku.
“Maksud nya apa ya… apa dia mau
nyuruh aku tidur dengan isterinya
yah?” pikirku dalam hati.
“Udah, sekarang kita kedalam aja”
ujar Perli sambil menarik tanganku. Karena penasaran, sedikitpun aku
tak menolak saat Perli mengajakku
kedalam, yang pasti di benakku
saat itu penuh dengan seribu
pertanyaan.
Saat kami tiba disalah satu kamar yang ada di didalam ruangan
tengah
rumahnya, Perli dengan posisi masih
mengggandeng tangan ku tiba-tiba
mengarahkan kami masuk
kekamar tersebut. “Mau ngapa kita dikamar ini Perli”
Tanyaku sembari perasaanku
semakin
bingung dengan apa sebenarnya
yang dimaukan Perli.
“ini!” Perli tba-tiba langsung memberi ku sebuah pil bulat
berwarna pink.
“Obat apa ini Perli” tanyaku
penasaran.
“Udah.. telan aja, kita kan udah
lama tidak Happy bersama” ujar Perli
lagi padaku.
“Oooh” aku tau, apa yang ada di
tangan ku adalah pil setan.
Yah! “ini extasi alias inek’ tuturku
dalam hati. Sambil ku berpikir-pikir dalam hati,
ku lihat tiba-tiba Yeni dengan
penampilan nya masih seperti tadi,
masuk kekamar menghampiri Perli
yang kulihat mulai sibuk hendak
menyetel musik. “Aman bang… anak kita udah tidur
dikamar sebelah” ujar Yeni
memberi
tau Perli suaminya.
Sambil melirik kearahku kulihat
Yeni dan Perli sama-sama sedang menegak sesuatu kemulutnya dan
kemudian disusul dengan minum
air.
Rupanya mereka berdua menelan
extasi itu. “Aduh gimana ini ya, aku
kan udah lama tidak makan pil setan
ini” tuturku dalam hati sambil
masih
memegang-megang setengah pil
yang masih ada di tanganku.
Ada rasa takut yang bercampur dengan rasa ragu-ragu dihati ku
saat
itu, ketika aku disuruh menelan
extasi itu. Malkumlah… bukan nya
munapik, meski dulu pernah namun
aku sdh lama tidak memakai pil setan
itu, mgkn sudah tiga tahun aku tak
pernah lagi menelan pil setan
tersebut.
“Udah bang…. Ditelan aja,
pokoknya mlm ini kita Happy” ujar Yeni yang
tiba-tiba berdiri disamping ku.
Sesaat aku kembali melihat
keseksian
tubuh Yeni yang putih yang begitu
menggiurkan sekali. Sementara kulihat Perli masih asyik menyetel-
nyetel musik house.
“ini bang airnya, Ayo ditelan bang…
apa mau aku suapkan?” Ujar Yeni
nakal merayuku agar aku segera
menelan eksatasi itu. “iya… ini abang telan” jawabku
sambil meraih air minum yang ada
di tangan Yeni.
“Nah… gitu dong” ujar Yeni seperti
kesenangan melihatku menelan
ekstasi itu. Usai memberiku minum, kulihat
Yeni melangkah mendekati
suaminya seraya
membisikan sesuatu kepada
suaminya.
“Oke Brother… malam ini kita Happy” ujar Perli sambil
mengacungkan
jempol kepadaku.
Usai membalas Acungan Jempol
Perli, kudengar suara dentuman bas
musik House pun mulai menggema
terdengar diteliga ku.
Hampir pada waktu yang
bersamaan tiba-tiba saja lampu
kamar yang
tadinya terang benerang kini telah berubah jadi remang-remang
menyinari kamar yang sudah
dipasang peredam oleh Perli, sekuat
apapun
musik dibunyikan suaranya tak
akan sampai keluar. Ditambah lagi suhu
ruangan yang dingin oleh AC (Air
Conditioner/ pendingin ruangan ½
PK)
membuat suasana ruangan kamar
itu seperti ruangan VIP ditempat- tempat
karaoke saja.
Semakin lama musik yang berbunyi
terdengar semakin keras saja.
Sementara aku masih saja melongo
duduk di salah satu kursi, kulihat di tengah-tengah ruangan Perli dan
Yeni sudah asyik bergoyang
mengikuti
alunan-alunan musik house yang
semakin bredentum-dentum
suaranya. Hampir 5 menit setelah ku telan
extasi tadi, kini aku mulai
merasakan
reaksi nya. Sulit untuk ku katakan
bagaimana rasanya setelah obat itu
bereaksi, yang pasti aku mulai merasa horny dan tanpa kusadari
aku pun
akhirnya ikut bergoyang bersama
Perli dan Yeni. Semakin lama kami bertiga
akhirnya bergoyang dan terus
menari terbuai
oleh mabuk nya Extasi. Didalam
keremangan cahaya kamar malam
itu, secara tak sengaja aku juga
disuguhi tontonan asyik. Mungkin
karena
sudah terlalu horny oleh pengaruh
Extasi, dikeremangan kamar itu
kulihat tubuh Yeni meliuk-liuk Erotic seperti sedang merangsang
bergoyang mengikuti irama musik.
Sesekali juga kadang kulihat Yeni
mengangkat baju T-shirt nya sambil
tangannya kanannya seperti
sedang meremas buah dadanya dibalik baju
kaos yang kenakannya, tangan
kirinya
jg terlihat menepel di perutnya
masuk kedalam celana pendeknya
seakan-akan sedang memain- mainkan vaginanya sendiri,
ditambah lagi
terkadang sikap Perli yang sambil
goyang juga sambil memeluk dan
meraba perut Yeni dari belakang.
Seperti tak menghiraukan kebaradaan
ku, tak lama setelah itu kulihat Yeni
dan Perli saling berpagutan
bibir. Sambil meremas-remasi
pantat isterinya, Perli terus
melumat bibir Yeni dengan buasnya.
“Ookh…” sialan gerutuku dalam
hati, sungguh aku jadi terangsang
dan
aku jadi bernafsu melihat aksi
mereka. Gara-gara melihat aksi mereka,
horny ON ku jadi semakin naik.
Kupejamkan mataku, lalu geleng-
gelengkan kepalaku kiri dan kanan,
pelan hingga gelengan kepalaku
semakin kencang, dan tubuhku juga
bergoyang mengikuti alunan music
house yang temponya semakin
cepat.
Tiba-tiba “Goyang bang…” Aku
kaget sekali mendengar suara itu. Bedesir
darah ku saat ku tau siapa yang ada
diibelakang ku! Yah….seseorang
dibelakangku!! Saat kubuka
mataku dan menoleh kebelakang,
kulihat Yeni di belakangku, dengan kedua
tangan nya memegang
pinggangku. Sambil
tertawa dan berteriak-teriak. ku
genggam kedua tangannya yang
berpegangan di pinggulku, ku ikuti rentak goyangan Yeni. Perli juga
melakukan hal yang sama. Dia
beradal di belakang Yeni sambil
terus
begoyang kedua tangannya juga
menempel di pinggang Yeni. Kini kami
bertiga seperti sedang main
barongsai saja. Aku didepan, Yeni
menepel
di belakangku, dan Perli dibelakang
isterinya. Cukup lama kami bergoyang dengan gaya seperti itu.
Oleh karena birahi ku yang sdh
terangsang oleh tontonan tadi,
ditambah lagi pengaruh horny
Extasi
yang bawaannya membangkitkan nafsu sex, aku pun jadi sengaja
mencari-cari kesempatan untuk
dapat menyentuh Yeni Dalam posisi
sepeti
itu, Setiap kali Yeni terdorong oleh
Perli, secara otomatis tubuh Yeni langsung nempel di belakangku.
Saat itu kurasakan bagian dadanya
yang
kenyal itu nempel di punggungku,
dan saaat itu juga dengan pura-pura
tak sengaja tanganku kuarahkan kebelakang hingga menyentuh
bagian
selakangan nya. Karena Yeni
menggunakan celana pendek
berbahan katun,
saat tanganku menyentuh selakangannya aku dapat
merasakan kelembutan
belahan vaginanya. Aku sangat
menikmati gesekan itu
“Oooohkkhhhhh….sungguh hal itu
semakin membakar nafsu ku” Setelah hampir 3 jam kami
berjojing ria, akhirnya reaksi obat
yang
memabukan kami pun ngedrop.
Karena tubuhku berkeringat
akupun kemudian kekamar mandi untuk mencuci
muka ku agar terasa segar. Saat
keluar
dari kamar mandi, ku lihat Yeni
berdiri didepan ku sambil wajahnya
kulihat tersenyum menyodorkan handuk kepadaku. Ku tatap wajah
Yeni
yang seski akibat pipinya yang
memerah dan rambutnya yang
basah kuyup
oleh keringat karena tak henti- henti berjoget tadi, tanpa banyak
bicara aku pun menerima handuk
dari Yeni dengan perasaaan nafsu
ku
yang tertahan. Begitu Yeni masuk kekamar mandi,
akupun meninggalkan nya
melangkah
untuk kembali kekamar. Didalam
kamar aku tak menemukan Perli.
“Kemana ya dia?” tanyaku dalam hati.
“Perli…. Per….. Perli…..!!” aku
memanggil-manggil mencarinya
Perli.
Karena tidak ada jawaban juga aku
pun memlih untuk duduk saja dikamar
tadi sambil kembali menikmati
alunan musik house dengan
volumenya yang
samara-samar saja (Volume kecil) .
Meski sudah tidak sekuat tadi, pengaruh extasi kurasakan
ditubuhku masih terasa. Sambil
bergoyang
pelan, dalam samara-samar musik
house itu, sesekali ku coba
memejamkan mataku.
“Oh…aku terbawa dalam hayalan,
Fantasiku saat itu semakin memacu
nafsu berahiku.. Okhhh., aku saat
itu sempat berhalusinasi, aku
melihat Yeni sedang menghisap kontolku! Oookkkhhhh… ngilu
sekali
rasanya kepala kontolku saat itu.
kudengar suara, “Yah…itu suara
Yeni,
jelas sekali memanggil” tiba-tiba fantasi ku buyar, satelah aku
merasa
seperti ada yang mencolek-colek
tanganku. Saat ku buka mataku,
aku
menadapati ternyata Yeni ada di depanku. Sempat aku mencubit
tanganku
untuk memastikan bahwa aku
tidak sedang berhayal.
“Kenapa Bang…, koq bengnong
gitu” ujar Yeni menyapa sembari meyakinkan
ku bahwa dia benar-benar nyata
ada di hadapan ku.
“Eng…. Ah, Nggak Yen.., Perli
mana?” jawabku dan kembali
menanyakan suaminya. “Biasa bang., dia emang begitu.
Kalau udah ngedrop lagi begini
bawaannya selalu pengen berjudi”
jawab Yeni lagi padaku.
Mendengar penuturan Yeni,
nafsuku pun menjadi-jadi, dan pikiran kotor
ku pun membuat otakku berpikir
mencari-cari kesempatan agar bisa
menyetubuhi tubuh Yeni.
Sambil kami terus bergoyang
perlahan mengiringi samarnya suara musik
house, aku kembali coba bertanya
pada Yeni.
“Ooh… kapan bisanya Perli pulang
nya Yen?” tanyaku lagi
“Paling cepat juga ntar malam baru dia pulang bang, emang kenapa
bang?” Yeni kembali bertanya
padaku.
“Nggak Yen… emang sekarang
udah jam berapa Yen, nggak papa
ya abang disini?” kembali kutanya Yeni
untuk memastikan apakah aku
memang akan
punya kesempatan
menyetubuhinya, Maklum..
disamping pengaruh extasi yang kurasakan bawaaan nya
membuat nafsu jadi bergejolak,
ditambah
akibat tontonan erotis tadi aku
menjadi sangat terobsesi sekali
untuk bisa ML dengan nya.
“Nggak papa Bang… sekarang baru
pukul 04.00 Wib pagi, Lanjut aja
goyangnya, Toh tadi bang Perli juga
suruh aku temani abang” Ujar Yeni
memberi ku harapan. “Y E S!! “ tuturku dalalm hati
kegirangan.
“Kalau pulang juga abang kan g ada
teman nya dirumah… klu disinikan
Yeni bisa nemenin abang..” ujar nya
menggodaku. “Makudnya nemani apa Yen?” ku
Tanya Yeni krn penasaran apa mksd
dari
perkataan nya.
“Ya nemenin abang goyang lah
bang… masa’ iya nemenin abang gituan…”
ujarnya semakin membuat darah
ku berdesir.. Mendengar Ucapan Yeni, aku
menjadi semakin bernafsu saja,
otak ku pun
akhirnya berputar untuk mencari
akal gimana caranya dapat
menyetubuhi Yeni.
“Kini hanya tinggal aku dan Yeni
dalam ruangan ini” turur ku lagi
dalam hati.
Tanpa kata-kata hampir selama lima
menit kami terdiam dan terus saja bergoyang mengikuti irama-irama
musik house yang sayup terdengar
ditengah cahaya yang menerangi
ruangan kamar itu. Sesekali kulirik
wajah Yeni yang semakin seksi
dengan rambutnya yang basah kuyup oleh
keringat, dan suhu kamar pun saat
itu kurasakan semakin dingin oleh
pendingin AC yang semakin
menjadikan suasana saat itu
romantis sekali. Gugup sekali rasanya dalam hatiku
saat itu, namun karena perasaan
nafsuku yang semakin bergejolak
terhadap Yeni akhirnya tumbuh
juga
keberanian ku. Saat itu aku melihat mata Yeni
kulihat ia terpejam sambil terus
bergoyang…
Tak ingin membuang waktu dan
kesempatan, aksi ku pun kumulai.
Pertama kuraih tangan Yeni…. Dingin sekali tangan nya saat aku
genggam
lalu kuremas tangan nya, Yeni tidak
protes, malah tangannya sekarang
kurasakan lembut mengusap-usap
permukaan tanganku. Aku pun tak mau
kalah dengan mengelus-elus
lengannya, kemudian rambutnya
yang hitam
dan panjang terasa tangan dan
rambutnya basah oleh keringat. Yeni
tampak menikmati elusanku,
terbukti dia langsung baringkan
wajahnya
manja ke bahuku, meskipun telah
basah oleh keringat, namun aroma sampo
masih tercium dirambutnya yang
terurai dibahuku. Kesempatan itu
tidak
kusia-siakan, langsung kupeluk
tubuh hangatnya dan kucium dikepalanya
sambil tanganku terus membelai
rambutnya. Tiba-tiba kurasakan
kontolku
berdenyut-denyut tegang dan
semakin membesar hingga terlihat sekali
memenuhi celana jeans yang ku
pakai. Hampir satu menit kurasakan
kelembutan tangan Yeni. Masih
dengan posisi tangan kami saling
berpegangan, ku lihat mata Yeni saat itu masih terpejam sambil terus
saja tubuhnya bergoyang seakan
menungguku untuk memberikan
rangsangan
kepadanya. nafsu birahiku pun jadi
semakin tinggi, darahku rasanya mengalir cepat keseluruh tubuhku,
seiring dengan degup jantungku
yang
makin cepat.
“Sungguh aku terpesona sekali saat
menatap cahaya yang menyinari bagian bibir Yeni yang basah
merekah, yang semakin menaikan
libido
kelelakian ku saja.
Perlahan tapi pasti ku tarik tangan
Yeni, hingga semakin dekat dan akhirnya tubuh kami pun
menempel saling berhadapan.
Semakin tak
menentu saja rasanya perasaanku
saat itu. Kurasaka didadaku
menempel dua daging kenyal yang semakin
membakar naluri kelelakian ku.
Kutatap
wajah Yeni yang cantik itu dari
kedekatan yang hanya berjarak
10CM, sesaat ku rasakan dengusan napas
Yeni, tercium aroma pasta gigi
harum
sekali….
Dag.. dig.. dug.. derr! Wow..
Perasaanku saat itu benar-benar berkecamuk
Hingga akhirnya tanpa sadar,
spontan saja aku membisikan
sesuatu ditelinga Yeni
“Yen… Abang terangsang sekali
sama kamu” Seiring usai bisikan ku di telingaya,
kulihat mata Yeni terbuka lalu
kembali berkedip perlahan sambil
tersenyum seakan memberi isyarat
bahwa dia tidak keberatan
mendengar ucapanku. “Hmm.. “ sungguh saat itu aku tak
bisa berkata-kata lagi…
Yang ku tau saat itu Yeni semakin
kupeluk erat.
kontolku pun semakin keras saja,
tepat menempel di bagian selakangan Yeni
Dalam beberapa menit kami hanyut
dalam suasana yang romantis itu.
ku iringi goyangan-goyangan Yeni
yang terus mengiringi alunan musik
hingga kami terlihat seperti orang yang sedang berdansa saja.
Setiap kali bergoyang aku
merasakan kontolku yang
menggesek mengenai
bagian vaginanya. Yah..!! Gesekan
itu nikmat sekali kurasakan. Dan aku yakin Yeni pun pasti
merasakan gundukan kontolku
yang
menggesek-gesek tepat di bagian
selakangannya itu.
“Mmm….“ Kudengar desahan keluar dari bibir Yeni dengan mata yang
terpejam..
Melihat reaksi Yeni yang sama
sekali tidak memperlihatkan
bahwa dia
menolak, tanpa membuang waktu lagi kudekatkan bibirku pada
bibirnya.
Dengan perlahan kurasakan bibir
Yeni hangat membara. Kujilat
bibirnya
dengan mesra. Tanpa ada kata-kata kamipun berpagut bibir,
kumasukkan
lidahku saat bibir Yeni terbuka,
kulumat bibirnya dengan penuh
nafsu.
Yeni pun dengan buas melumat bibirku juga.
“Yes” girangku dalam hati.
Rupanya dia pun sudah terbakar
oleh nafsu, hanya dia tak ingin
memulai
sebelum aku yang memulainya. Buktinya ciuman kami semakin
panas membara, dan lidah kami
saling
melilit seperti ular.
“Okhh..” Yah…! Kini tangan nya
yang dingin mulai berani, aku merasakan
tangan Yeni sudah berada dibalik
celana jeans ku sedang meremas
kontolku dengan lembutnya.
Sambil bibir kami terus berpautan
akupun seperti tak mau kalah, kedua
tanganku kumasukan kedalam
bajunya, namun sebelum kuserang
kedua buah
dadanya aku harus membuka bra
nya dulu. Hanya dalam waktu singkat aku
akhirnya berhasil membuka
pengait bra dari belakang
punggungnya.
Saat cumbuan kami semakin panas
bergelora, tiba-tiba yeni melepaskan
ciuman kami.
“Sebentar ya bang” ujarnya
langsung keluar dari kamar.
Namun hanya dalam beberapa detik
saja kulihat Yeni kembali masuk lagi.
“Aku lupa mengunci pintu depan
bang” ujar Yeni tiba-tiba bersuara
sambil kulihat dia juga menutup
pintu kamar yang kami gunakan. Layaknya sepasang suami isteri,
saat itu tidak ada lagi perasaan malu
ataupun sungkan yang timbul di
benak kami berdua.
Usai menutup pintu kamar, Yenipun
langsung memeluk dan mengulum bibirku.
Sambil berciuman, tanganku pun
bergerilya meraba bagian
punggung tubuh
Yeni yang menggiurkan.
Perlahan baju T-shirt Yeni kubuka, dan kemudian branya juga kulepas.
meski dalam keremangan cahaya,
keindahan tubuh Yeni yang putih
mulus
masih dapat kulihat dengan jelas.
Sungguh aku terpesona melihat tubuhnya yang putih serta kedua
gunung kembar Yeni yang montok
itu.
untuk pertama kalinya tak ku
sangka aku akan menikmati
kesintalan tubuh Yeni.
Kutatapi seluruh bagian tubuh Yeni
yang memang betul-betul
sempurna.
Biasanya aku hanya dapat
melihatnya dari kejauhan, itu pun dengan
terhalang pakaian. Berbeda kini
bukan hanya melihat, tapi dapat
menikmati. Sungguh, ini suatu yang
tidak pernah terduga olehku.
Seperti ingin melahapnya saja. Sungguh tolol dan bodohnya Perli,
masa’ isteri secantik Yeni
disia-siakan, kalau aku jadi Perli
sudah tentu si Yeni akan ku entot
terus. Aku berpikir dalam hati. Masih dalam posis berdiri kusandar
kan tubuh Yeni hingga menempel
kedinding.
Dengan kedua tangan ku kuraih
tangan Yeni dan kusatukan kedua
telapak tangan kami hingga jari kami saling
berpaut.. Perlahan ku angkat kedua
tangan nya hingga menempel di
dinding kamar.
Wow…!! Sesaat aku kembali
terdiam menyaksikan keindahan tubuh Yeni
yang putih besih itu. Tepat didepan
wajahku tampak ketiak Yeni putih
mulus tanpa ada bulu sedikitpun.
Meski berkeringat tercium aroma
yang enak dari ketiak Yeni, dan bau itu
semakin membakar nafsu birahi ku
saja.
Tanpa banyak pikir lidahku pun
langsung beraksi menjilati ketiak
Yeni. Meski agak asin tapi aku suka.
“Bang….. Oookhhh…” Parau
terdengar rintihan nya.
Seperti orang yang kelaparan saja,
seacara bergantian dengan lahap
aku melahap menjilati kedua ketiak
Yeni bergantian dari kiri ke kanan
hingga aroma ketiaknya berubah
oleh bau liurku yang membasahi
ketiaknya.
Dari ketiak jilatanku kemudian turun kebawah mencari sasaran
lain.
Dengan penuh lembutnya kini aku
mulai menjilati kedua gunung
kembar
milik Yeni. Sungguh kenyal payudara yeni,
meski sudah punya anak namun
puting susu
Yeni kecil sekali, seperti susu anak
ABG saja.
Perlahan tapi pasti, saat ku kulum dan mulai kuhisap pentil susunya,
tba-tiba tubuh Yeni menggelinjang
dan tangan nya juga menekan
kepalaku membuat wajahku kuat
menepel didadanya, sehingga aku
sempat kesulitan bernapas.
“Baang… Enak… isap terus bang…”
ujar Yeni lirih merangsang.
Melihat reaksi Yeni yang semakin
tak terkendali itu, tanganku pun
semakin lincah bergerilya masuk kedalam celana pendeknya,
ternyata dia
tidak pakai CD.
Perlahan kini jilatan ku kini
bergeser agak kebawah. Layaknya
kucing yang sedang memandikan
anaknya, tak sedikitpun bagian
tubuh Yeni yang
terlewat oleh jilatanku.
Tubuh Yeni terus saja
menggelinjang sambil mulutnya terus mengeluarkan
kata-kata, akupun kini asyik
menjilati lubang pusar di perutnya.
Seakan ingin ku makan apa yang
ada didalam lubang pusar itu,
lidahku terus masuk menusuk dan menjilat
lubang pusarnya.
Sambil terus menjilati bagian
perutnya, perlahan lidahku mulai
bergeser kebawah menjilati bagian
bawah pusarnya. Kini kedua tanganku
mulai menurunkan celana pendek
Yeni namun hanya sebatas lutunya
saja.
“Sebentar ya Yang” ujarku pada
Yeni. Karena penasaran ingin melihat
keindahan tubuh dan memek milik
yeni
yang tidak ada bulu sedikit pun.
Aku pun berdiri untuk mencari
saklar lampu.
“Klik” bunyi saklar lampu saat ku
tekan, bohlam neon 40 Watt pun
hidup. Dan seketika itu juga
ruangan pun menjadi terang
benderang. Mungkin karena silau kulihat mata
Yeni langsung sipit.
“Wooww…” Sungguh indah tubuh
Yeni. Kulitnya putih sekali… licin…
sungguh sempurna tubuhnya. Jelas
sekali terlihat oleh mataku. Buah dadanya putih dengan putingnya
yang mungil berwarna kemerahan.
“Ih abang…. kenapa diterangkan,
aku jadi malu nih” ujar Yeni
menggodaku.
Tak ingin menyia-nyiakan keindahan tubuh Yeni, akupun
segera
menghampiri dan langsung
memeluk tubuhnya.
“Tubuh mu sempurna Yen, kenapa
harus malu” ujar ku merayunya dan
langsung kembali mengulum bibir
seksinya.
Dalam posisi yang masih berdiri
menyandar didinding, sambil
berciuman kuturunkan celana pendek Yeni
yang tadi masih nyangkut di kedua
lutunya dengan kaki kiriku.
Mudah saja, hanya dengan sekali ku
injakkan kaki kiriku, aku berhasil
melepaskan celananya dan Yeni pun bugil, tanpa sehelai benang pun kini
menutupi bagian tubuhnya. Belum
sempat aku melanjutkan aksi ku
tiba-tiba Yeni melepaskan ciuman
dan langsung tangannya manarik
dan membuka baju kaos T-shirt yang
kupakai.
Setelah berhasil menanggalkan
bajuku, Yeni langsung
melemparkan bajuku
dan langsung dia menjilati pentil susuku.
“Yen…. Teruskan sayang…..” ujark
ku terangsang oleh gelitikan lidah
Yeni yang memain-mainkan puting
susuku sambil sesekali dia
menggigitnya. Tak perduli oleh tubuhku yang
basah oleh keringat, dengan
rakusnya
Yeni terus menjilati dadaku dan
sesekali diulanginya gigitan lembut
di puting susuku. Kurasakan
jilatannya semakin liar dan semakin
kebawah
hingga bagian perutku, sehingga
membuat posisi tubuhnya jadi
menungging. “Eghh, Yen….” aku terangsang
sekali dengan jilatan-jilatannya.
Melihat posisi Yeni yang
menungging sambil menjilati bagian
perutku,
tanganku pun ku langusng meremas2 pantatnya yang montok
putih serta
mulus itu.
Dalam terangnya sinaran lampu
neon 40Watt tidak sedikitpun
kutemukan bekas luka atau cacat di kulitnya.
Putih…. Mulus…. Ditambah lagi
bodynya yang montok sintal,
sungguh Yeni adalah merupakan
wanita yang
sangat sempurna. Enak bercampur geli kursakan saat
lidah Yeni menusuk bermain di
lubang
pusarku, lidahnya seperti ular saja,
lincah menjilati bagian perut dan
pusarku. Puas menjilati seluruh tubuhku Yeni menghentikan nya,
kini
tangan Yeni mulai beraksi
membuka ikat pinggangku lalu
membuka pengait
celana jeansku. “Sreeet…” resleting celanaku
terbuka, dan dengan sedikit agak
memaksa,
Yeni berhasil menurunkan celana
jeans panjangku yang memang
agak sempit itu.
Setelah melempar celanaku, seperti
tak sabar Yeni langsung membuka
CD
ku hingga kini akupun bugil.
“Hei… koq bengkok gini bang…!!” teriak Yeni setelah melihat kontol
ku
yang bengkok tegang mengacung.
“Hmmm…. Tapi kamu suka kan
Yen?” ujarku sambil tersenyum
padanya. Tanpa menjawab pertanyaanku,
Yeni langsung saja menggenggam
Penisku
lalu didekatkannya ke mulutnya.
“Cuuh..croot..” tiba-tiba saja Yeni
meludahi penisku, dari mulai kepala hingga seluruh batangnya,
penisku diluluri Yeni dengan air
ludahnya dan kemudian tangan
kanannya mulai maju mundur
mengocok-ngocok penisku,
sementara tangan kirinya sibuk meremas-remas
kantong buah jakarku. Sesekali
kepala penisku diemutnya, sambil
terus
mengocok penisku sesekali lidah
Yeni juga menjilati bagian kantong buah jakar ku. “Yen… kamu
hebat…” seluruh tubuhku terasa
kejang
mengerang merasakan nikmatnya
dikocok dan di Oral oleh Yeni, dan
hanya kata itu yang bisa terucap dari
mulutku, sungguh aku seakan
melayang
dibuat Yeni.
Seperti tak memperdulikan
ucapanku, Yeni malah jadi semakin liar,
dengan bernafsunya mengoral
penisku dengan mulutnya. Dengan
penuh
semangat dia terus mengulum
kontolku. “Yen, nikmat banget emutanmu”,
erangku.
“Aaahhhhh… oooohhh…” desahku
tidak menentu..
Tak tahan menahan geli saat dia
menjilati lubang penisku, pantatku pun
tertarik sedikit kebelakang, hingga
peniskupun spontan keluar dari
mulutnya.
“Plok!” kemaluaku berdiri tegak
langsung menyentak keluar dari mulut Yeni. Suasana yang romantis itu seketika
saja buyar ketika tiba-tiba ada
bunyi yang setelah kucermati
ternyata bunyi itu adalah bunyi
pangilan
masuk dari telpon genggam ku yang ada dari balik saku celana
panjangku.
“Sebentar ya Yen itu bunyi HP
abang” dengan rasa penasaran aku
langsung menghampiri celanaku
lalu cepat2 kuambil HPku. Saat kulihat
di layar nya tertulis (Perli incoming
call)
“Dari Perli Yen…” ujarku
menjelaskan kepada Yeni sambil
tanganku menekan tombol YES utk
menyambut call tersebut.
“Sory Brade… aku tadi buru-buru
harus keluar, karena ada urusan
penting” (Suara Perli di HP ku)
ujarnya beralasan. “Ya udah, Is OK sih, cuma kamu
kapan pulangnya” Ujarku ingin tau
kapan
Perli pulang. Yang pasti saat itu aku
sangat berharap Perli tidak
akan pulang cepat, karena aku masih belum puas menikmati
keindahan
tubuh isterinya.
“Udah… kamu rilex aja dirumahku,
mgkn paling cepat malam baru aku
bisa pulang, dan kalau usrusan nya blm
selesai, bisa jadi lusa aku baru
bisa plg” Ujar Perli meyakinkan ku.
“YES” berarti aku akan punya
banyak waktu utk bercinta dengan
istri mu, ujarku dalam hati sambil
mataku melirik menatap Yeni yang
dalam
keadaan bugil duduk dilantai diatas
karpet lembut warna krim, sedang
sibuk memilih-milih CD lalu megutak-atik tombol sound sytem
yang ada,
lalu terdengarlah alunan musik
bernuansa slow.
Mengirukan sekali tubuh Yeni, putih
dan mulus sekali tubuhnya. Kontolku yang tadi sempat down
lemas, jadi tegang kembali.
“Oklh brade… udah dulu ya” ujar
Perli mengakhiri pembicaraan kami
di
HP, lalu akupun memasukan kembali HP kedalam saku celanaku. Dengan perasaan nafsu yang amat
bergejolak, saat kuhampiri Yeni,
aku
langsung meraih dan menarik
tangannya. Seakan mengerti apa
yang ku inginkan, Yeni langsung bangun dan
berdiri hingga posisi kami pun jadi
saling berhadapan. “Begitulah dia bang…. Kadang bisa
satu minggu tuh baru dia pulang”
ujar Yeni seakan memberitahuku
ulah suaminya.
“Jangan khawatir… kpn pun, abang
siap koq menemani Yeni” ujarku langsung memeluk tubuhnya lalu
ku cubit batang hidungnya mesra
sambil
ku melirik melihat jam yang ada
didinding tepat diatas kepala Yeni,
dan saat itu jam menunjukan pukul 04.15 Wib.
“Yeee…. Mau nya….!” Ujarnya penuh
manja.
“Kau sungguh sempurna Yen…” ujar
ku memberi sanjungan seraya
membisikan ditelinganya. “Geli….hikhik…” Ujarnya riang
sambil cekikikan menahan geli saat
bibirku nempel ditelinganya.
Layaknya sepasang suami isteri,
saat itu tak ada lagi rasa canggung
diantara kami berdua. Dalam posisi yang masih saling
berpelukan, entah kenapa tiba-tiba
mata
kami terpaut saling berpandangan,
dan seketika suasana pun saat itu
jadi hening. Hanya suara musik saja terdengar
sayup perlahan kulihat kelopak
mata
Yeni menutup seakan memberi
tanda bahwa dia sudah siap utuk
bercinta dengan ku.
Perlahan… kuawali mengecup
dagunya dengan penuh
kelembutan, lalu naik
kebibirnya. ku kecup lalu ku emut
dengan perlahan bibirnya yang atas dan yang bawah secara bergantian.
“Eeeggghhh…” Terdengar suara Yeni
lirih merangsang
“Srooup…..” tiba-tiba Yeni dengan
ganasnya mengulum bibir ku.
Dengan bernafsunya kamipun asyik berkuluman dan berpaut bibir satu
sama lain. Kulumat mesra lalu
kujulurkan lidahku. Mulutnya
terbuka
perlahan menerima lidahku. Lama
aku mempermainkan lidahku di dalam
mulutnya. Lidahnya begitu agresif
menanggapi permainan lidahku,
sampai-sampai nafas kami berdua
menjadi tidak beraturan. Puas melumat bibir Yeni yang
merah merakah, perlahan kini aku
mulai
meciumi daerah belakang telinga
nya. Kertika tercium aroma
rambutnya yang wangi aku jadi semakin
terangsang dibuatnya. Pelan tapi
pasti
lehernya yang putih jenjang pun
tak luput dari jilatanku, sambil
tanganku juga terus bergerilya meraba-raba bagian perut dan
gunung
kembarnya. Sejenak kuhentikan ciumanku,
dengan kedua tanganku ku
peganga bahu
Yeni lalu ku putar tubuhnya hingga
membelakangiku, kini tubuh
bagian depannya menempel kedinding.
Sejenak ku kembali terpana melihat
keindahan tubuh Yeni, dari
belakang dia sangat terlihat seksi
dan menggiurkan sekali. Terus
terang saja, jika di bandingkan isteriku, Yeni jauh lebih cantik.
Tubuh Yeni montok dan tinggi,
sementara isteriku bertubuh kecil
namun
imut-imut. Dibandingkan isteriku
emang kulit Yeni sedikit lebih putih dari isteriku.
Sungguh baru kali ini rasanya aku
melihat wanita sesempurna dia.
Sudahlah cantik, kullitnya putih
mulus, pantatnya montok dan
padat pula, lekukan pantatnya sungguh
sempurna sekali.. Pahanya sangat
mulus
dan padat, betisnya putih bersih,
namun tidak terlampau besar dan
pergelangan kakinya pun pas ukurannya. Pokoknya dia wanita
paling
sempurna yang pernah kulihat dan
yang ku nikmati.
Saat kurapatkan tubuhku hingga
menempel di belakang tubuhnya, Terasa
hangatnya hawa yang keluar dari
tubuh kami. kurasakan kontolku
tepat
berada lembut menempel di
pantatnya. Inci demi inci mulai kuciumi
bagian belakang lehernya. Sambil
kedua tanganku menerobos dari
balik
ketiaknya brgerilya sebelah tangan
ku memain-mainkan payudaranya, sebelahnya lagi tangan ku meraba-
raba daerah perutnya yang datar
lalu
perlahan turun mengitari lembah di
bawah perutnya hingga daerah
selakangannya. “Est .. Ah ..uh ouw .. “ Yeni
mendesah merangsang sambil
tangannya
juga tak mau diam terus
mengocok-ngocok kontolku.
Saat tangan ku berada di belahan Vagina nya yg lembut tanpa bulu
sedkitpun itu, terasa dibelahan itu
sudah mulai basah, Aku terus
mempermainkan jari tengahku
untuk menggelitik bagian yang
paling pribadinya. Perlahan kutarik
kembali jariku yang basah itu terus
kuacungkan dekat hidungku,
terciumlah bau aroma khas yang
enak, dan
bau itu semakin membuatku bernafsu saja, lalu kumasukan jari
telunjukku yang basah itu
kemulutku, kujilati lalu kutelan
cairan
itu. Meski sedikikt anyir, namun
aku suka rasanya, Enak dan gurih sekali. “Aku capek berdiri terus bang…
kita pindah kesitu yuk” ujarYeni
sambil
tangannya menunjuk kasur yang
ada diruangan itu dan kemudian dia
membimbing menarik tanganku. kuiringi Yeni dari belakang
mengahampiri
kasur yang ukurannya hanya
cukup untuk satu orang itu.
Kasian Yeni, pasti dia sangat
keletihan akibat lama berdiri tadi, dan
dia langsung merebahkan diri diatas
kasur itu. Karena ukuran kasurnya
sangat kecil, Dan karena sempitnya
kasur itu, aku terpaksa mengambil
posisi duduk tengah kedua kakinya tepat dibawah selakangannya.
Perlahan pertama ku dengan tangan
kananku ku angkat betis kanan
Yeni
lalu ku letakkan di bahuku.
Indahnya betis putih Yeni yang mulus,
kulitnya halus dan licin sekali.
Perlahan kuturunkan kaki indah
Yeni
dari bahuku, dengan kedua
tanganku kakinya sedikit ku tekuk. Mulai
dari ujung jari kakinya, perlahan ku
kukecup satu persatu semua jari
kakinya kemudian kulahap ke
dalam mulutku.
“Bang… Geli…Eghhh…” Yenipun mulai terangsang lagi
Puas melahap jari-jari kakinya, aku
lanjutkan kecupan dan jilatanku ke
pergelangan kakinya, pelan-pelan
naik ke betis dan lututnya. sampai
ke pertengahan pahanya yang mulus.
Aku nikmati betul setiap inci kulit
paha mulus dan halusnya dgn
sapuan bibir dan lidahku. Akhirnya
mulutku
mulai mendekati pangkal pahanya. sementara tangan kiriku pun tak
tinggal diam mengelus-elus bagian
pahanya yang mulus itu.
“hikhik….. Geli bang… please aku
tak tahan nih….. udah ah….” ujarnya
kegelian. Saat ku hentikan jilatanku, Aku
memperhatikan bibir vaginanya
yang
mekar bagaikan bunga.seakan
berharap agar aku segera
menikmati vaginanya, kulihat Yeni membuka
kedua kakinya hingga
mengangkang, dan
sungguh menggodaku, vaginnya
mungil sekali… putih dan tidak ada
bulunya sama sekali. Di bagian belahannya yang berwarna merah
muda
terlihat ada cairan yang membasahi
di belahan itu Kini kemaluan Yeni terlihat semakin
terbuka lebar. Rasanya aku sudah
tak sabar lagi, ingin mulutku segera
mendarat di bagian daging montok
nan putih mulus yang tidak
ditumbuhi bulu selembar pun itu, dan
tentunya lidahku juga tak sabar
ingin menerobos liangnya.
Kutempelkan hidungku dan kihirup
aroma vagina Yeni dalam-dalam,
tercium aromanya yang khas, sungguh segar dan memabukkan
ku. Setelah
beberapa kali kuhirup dan
kunikmati aromanya, kujulurkan
lidahku
hingga menyentuh bibir vaginanya. Lembut, basah dan menakjubkan.
Kujilat vaginanya pelan-pelan
seperti kucing menjilati anaknya.
Lalu
kusedot dan Kutelan semua cairan
yang membanjiri liang vaginanya itu,
rasanya enak, meski agak asin-asin
dan sedikit anyir tapi aku suka.
Semakin lama lidahku bermain-
main, liang vaginanya pun makin
basah saja, seperti baru ketemu makanan
lezat saja, aku pun semakin
bernafsu
melahap dan menyedot madu yang
mengalir dengan deras yang
membasahi vaginanya. Tak dapat dihindari,
suara sedotan pun terdengar
nyaring.
Saking asyiknya mengemut vagina
Yeni, akupun tidak melihat lagi
bagaimana ekspresi atau keadaan Yeni, yang kurasakan saat itu
beberapa
kali tubuh Yenny bergetar dan
berkali-kali pantat Yeni terangkat
dan
kembali terhempas dikasur. Sehingga saat dia mengangkat
pantatnya
wajahku pun amblas menempel di
bagian vaginanya, hingga seluruh
wajahku jadi basah oleh cairan
hasratnya. Lenguhan panjang setengah
menjerit terdengar dari mulutnya
ketika ku
gigit Klitoris vaginanya.
“Oowwwhhhh…… Enakkkk
baaaaannnng…Eeggghhhhhh” ujar Yeni tiba-tiba
menjerit memecahkan kesunyian
saat kusapu lubang anusnya dengan
lidahku.
“Sssttt… ntar anak kamu bangun”
ujarku menenangkan Yeni. “I i.. iya bang… maaf, habisnya
enak sih…” katanya seperi merasa
bersalah.
Tanpa mempedulikan jawaban
Yeni, dengan lahap kembali kujilati
vaginanya. Kini jilatanku semakin liar, masuk menusuk-nusuk liang
vagina Yeni.
“Akhh, banng.. aku mauu.. akhh..”
tiba-tiba tangan Yeni menjambak
rambutku lalu menekan wajahku
kuat ke bagian selakagannya, sambil
menggelinjang dia mengangkat
pantatnya.
Aku hampir tak bisa bernapas
dibuatnya.
“hikhik…. Udah bang please….. Geliiiii….” Tiba-tiba tangannya
menjauhkan wajahku dari
selakakngannya.
“Hmmm…Ternyata dia sudah
mencapai orgasme” ujarku dalam
hati sambil melihat Yeni yang lemas terkapar
karena telah mencapai orgasme.
Belum habis aku mengerutu dalam
hati, tiba-tiba Yeni bangun dari
kasur
lalu duduk tepat di depanku. kemudian dia berjingkit dengan
kedua
lututnya, dan kedua tangannya
dirangkulkannya di leherku.
“Muuaachhhh….” Yeni mengecup
bibirku. Sayu matanya memandangku, lalu
akupun membalas mengecup
lembut dikeningnya.
Tak sadar bibir kami akhirnya
bertemu, dan dengan mesranya
kamipun berciuman saling melumat bibir, dan
ketika kurasakan Tangan Yeni yang
lembut membelai-belai penisku,
Woow.. burungkupun kembali
mengeras.
“Bisakah kapan-kapan kita ulangi ini lagi bang…” Ujar Yeni
membisikan
ditelingaku lalu kemudian dia
menatapku seakan memohon
padaku agar aku
bisa sesering mungkin berbagi kenimatan dengannya.
“Kapanpun kau mau aku akan siap
untuk kembali berbagi dengan mu”
kataku kepadanya, sambil kembali
ku mengecup keningnya.
“Bang…aku sayang kamu…” wajahnya lalu disandarkannya
didadaku, dan
kamipun saling berpelukan.
Sama seperti yang telah Yeni
ungkapkan, saat itu aku juga
merasakan hal yang sama terhadapnya.
“Apa mungkin kami berdua jatuh
cinta….??” Ujarku bertanya dalam
hati,
sambil tanganku terus membelai-
belai rambutnya, tangan Yeni pun asyik
membelai dan mengocok penisku
dengan perlahan. “Bang aku udah pengen kali
ngerasain sibengkok menerobos
memek ku”
Ujar Yeni menyebut kontol ku
dengan panggilan sibengkok,
sambil kedua tangannya mendorong tubuhku
perlahan, agar aku berbaring di
kasur yang
tadi direbahinya.
“Iya sayang,sibengkok juga udah
kebelet tuh…” ujar ku menjawab seraya
merebahkan diriku dikasur.Dan
tanpa basa-basi Yeni langsung
mengangkangi ku yang sudah
rebahan di kasur, dengan sedikit
agak menungging Yeni meraih dan
menggenggam kemaluanku dengan
tangan
kanannya.Perlahan pantatnya
turun, sejajar kearah kemaluanku
yang sudah mengacung ditangannya.
“sungguh indah tubuh wanita ini”
Sekali lagi aku terkesima melihat
keindahan tubuh Yeni yang sedang
berdiri mengangkangi ku. Vaginnya
yang mungil dan gundul tanpa bulu itu sangat indah kulihat dari bawah.
Saat kemaluan kami menempel,
Yeni langsung menggoyangkan
sebelah
tangannya yang menggenggam
kontolku, tepat dibibir vaginanya. Dengan posisi setengah jongkok,
Yeni menggesek-gesekan kepala
kontolku
di belahan vaginanya, Rasa geli
menggelitik kepala kon tolku.
Namun hanya beberpa detik saja Yeni menghentikan gerakan
tangannya,
dan dengan perlahan dia
menurunkan pantatnya tepat
diatas kontolku.
““Sssh… sssh… zzz…ah… ah… hhh…” Yeni mulai mendesah ketika kepala
kontolku mulai menyeruak
menusuk lobang kemaluananya.
Meski sudah pernah melahirkan
seoarang anak, Ternyata tidak sulit
juga menembus liang surga milik Yeni.
Ujung kulit penisku tertahan,
padahal
Yeni kan sudah bukan perawan
lagi. namun memek Yeni kayak
masih perawan aja, sempit banget. Kasian
Yeni. Kulihat pantatnya sampai
bergetar ketika dia memaksakan
menduduki kontolku agar masuk
keliang
vaginanya. Sementara kulit batang kontolku terasa bagai diplirid oleh
bibir memeknya yang sudah basah
dengan kuatnya sampai
menimbulkan
bunyi: srrrt!
“Auuooooohhhhhhhhh…..” Tiba- tiba Yeni tepekik panjang, dan
kedua
tangannya erat sekali
mencengkram bagian pahaku,
sepertinya dia
kesakitan. Kini sekujur batang kontolku sudah
terbenam dijepit oleh vagina Yeni.
Dia diam sesaat, membiarkan
kontolku tertanam seluruhnya di
dalam
memeknya tanpa bergerak sedikit pun.
Dengan posisi jongkok diatas
pahaku otot vaginanya tersasa
kuat sekali
mencengkram batang kontolku,
dgn kedua tangannya yg bertumpu diatas
dada ku Yeni mulai menggerakkan
pinggulnya turun naik dan juga
dengan
gerakan memutar. terus menaik
turunkan menghentakkan agak keras
pantatnya menekan lalu mengocok
kontolku hingga ambles di lubang
memeknya, rasanya mentok di
mulut rahimnya.
“Auhh.. Aakkhh.. Iihh.. Uhh.. Oohh.. Sstt…. Plak..plek…plekk” Suara
hentakan pantat dan erangan Yeni
semakin kuat.
Takut kalau-kalau suara Yeni bakal
terdengar oleh anaknya yang masih
tidur dikamar sebelah, cepat-cepat aku bangkit. Dengan posisi duduk
kurangkul kepala Yeni dan
langsung kulumat bibirnya.
“Enghhhh…..Hehhmmmmm…
Baaaaaa….nnnngg…” erangan suara
Yeni tertahan didalam mulutku yang mengulum
mulutnya.
Sudah 10 menit kami mengejar
kenikmatan dengan posisi ini, Yeni
terus
menggenjot pantatnya kayak kesetanan, agar dia tak bersuara ku
tarik
lidahnya dengan mulutku, lalu ku
emut lidahnya terus, sesekali air
liurnya juga kutelan.
“Plaaak… Plekkkkk…..plaakkkkkk…” suara
hentakan keras pantat Yeni yang
mengenai bawah perutku terus
berbunyi.
Pendingin ruangan kamar itu pun
sudah tak terasa lagi, dari rambut hingga sekujur tubuh kami berdua
pun sudah basah oleh karena mandi
keringat.
““Bang, gantian donkk … capek
nih…” ujar Yeni menghentikan
genjotannya. Diangkatnya pantatnya. “Plok” Kontolku pun
keluar dari
liang vagina Yeni. Bagian batang
Kontolku becek oleh cairan vagina
Yeni yang telah berubah jadi seperti
busa sabun, akibat gesekan konotolku yang terus keluar
masuk mengocok liang vaginanya
makanya
cairan nya jadi seperti itu.
Dengan Rambutnya yang basah
kuyup dan tubuhnya yang mengkilat oleh
keringat,Yeni tampak seksi sekali,
dia beridiri dihadapanku, dan
wajahku dekat sekali dengan
vaginanya.
“Kamu capek ya sayang….” Ujarku menggodanya.
“Yeee….. sudah jelas capek masih
pake nanya…. Trus skrg gimana
nih…”
Yeni bersikap manja seraya
meminta aku untuk mengubah gaya permainan
kami.
“Ya udah…. Sekarang kamu
tengkurap di kasur… trus tindih
perutmu
kebantal ini” ujarku meminta Yeni tengkurap. Dengan posisi bantal
yang
mengganjal di bagian perutnya,
maka bokong Yeni yang behaenol
pun jadi
agak menungging. Dan dengan posisi itu, dari antara belahan
pantatnya
yang putih mulus, terlihat Vagina
indahnya menantang menantikan
kontolku. Sungguh ini sebuah
pemandangan yang langka bagiku. Tanpa melalui pemanasan lagi,
akupun langsung mengambil posisi
duduk
diatas pantat nya, dengan tangan
kiri, ku tuntun kontolku menuju
belahan vaginanya yang bersembunyi dari belahan
pantatnya itu.
Dengan perlahan begitu kepala
kontolku menempel di belahan
vagina
Yeni, alon-alon kutekan pinggulku maju kedepan hingga kepala
kontolku
sedikit-demi sedikit penisku
tenggelam dalam kehangatan liang
Yeni
yang basah dan nikmat. Ketika hampir seluruh batang penisku
memasuki
vagina, aku mencabutnya kembali.
Kemudian kembali
memasukkannya
perlahan.di antara belahan itu. ”Ohhh …. ahhhh ….. hhhhh … shhhh
….Bannnng….” wajah Yeni
menoleh kebelakang menatap ku
sambil mendesah, kulihat matanya
sayu
merangsang, saat seluruh batang kontolku tertanam seluruhnya
kedalam
liang senggamanya. Lalu aku
tengkurap diatas tubuhnya. Dengan
kedua
kakiku, kurapatkan posisi kakiYeni yang tadi agak terbuka hingga
merapat. Dengan posisi seperti ini
Dinding vagina Yeni seakan
semakin
kuat memijit batang penisku dan
lebih terasa kesat. “Bannnnng….. ooooohhhhhh….
kalau begini aa….kuu.. tak kuaaatt”,
jerit
Yeni keenakan.
“Tak apa sayang…. silahkan
orgasme, kan nanti masih bisa kita ulang”
tantangku. Kini kutambah
rangsangan dengan menjilati bagian
kupingnya.
Tidak berapa lama kemudian dia
menjerit…. “.auuuuuuuuwwww aku keluar
Baaang oooooooooooohhhhhhh
hhenak sekali…..” Yeni
menggelinjang
seperti buaya, dia sdh mau
mencapai orgasme. Akupun sudah merasakan
spermaku sudah akan tumpah, aku
pacu sekencang mungkin, pantat
Yeni
yang kenyal bergoyang seirama
dengan hentakanku, “Tuunnnngguuuuu……..abannng……….juugaaaaaa…
hampiiiirr … Ooookkkkkhhhhh”
”Keluarkan didalam ajaaa
baaaaannng…” ujar Yenipun serak
akibat nafsunya.
Dan tak lama, selang beberapa detik setelah Yeni meminta aku
menyemprotkan cairan pejuhku
didalam vaginanya, seluruh
tubuhku
meregang kaku, aliran kenikmatan
menuju peniskupun akhirnya memuntahkan laharnya kedalam
vagina Yeni.
“Croooot…crooott…….crooot”
Ada sekitar sepuluh kedutan
nikmat yang aku tumpahkan
kedalam vaginanya, sementara Yeni ku lihat
mulutnya menggigit sprey
dihadapannya. Setelah kami sama-sama mencapai
puncak, puas dan menikmati
persetubuhan yang sesungguhnya,
kami lalu berdua tergeletak. Aku
trebaring diatas karpet sementara
Yeni masih dengan posisi tengkurap tidak bertenaga di atas kasur. Aku
lihat jam dinding menunjukkan
pukul
7.00 pagi. tanpa terasa kami
bermain kurang lebih 3 jam. Sudah
jadi kebiasaan nya setiap pagii yang
harus mengantarkan anaknya
kesekolah
disalah satu PAUD, pagi itu Yeni
langsung mandi lalu pergi
mengantarkan anaknya kesekolah. Karena kupiir aku lagi ditinggal
isteriku, maka setelah mencuci
tubuhku aku memilih tidak pulang
dan
akan istirahat di kamar tadi saja,
toh, Perli juga udah memberi ku izin. Hanya dengan mengenakan
celana panjang, tanpa pakai baju,
aku
kemudian langsung baring diatas
kasur tampat aku ML ama Yeni
tadi.Hingga akupun tertidur lelap. Ketika waktu sudah masuk
magribh tau-tau aku dibangunkan
tidurku di usik.
“Bang…bang… udah magribh nih…
ayo bangun…” Saat ku buka mata
ternyata Yeni sang bidadari ku yang
membangunkan tidurku. Akupun
langsung pamit
pulang dan kambali lagi setelah
mandi dan mengganti pakaianku.
Karena Perli memberitahu ku katanya akan
pulang tiga hari lagi, maka
kesempatan itu tak kami sia-siakan.
Berkali-kali kami terus melakukan
yang gituan sebelum kepulangan
suaminya. Siang, malam, ketika mandi,
Bahkan kalau pas lagi horney
ketika isteriku udah pulng dan
suaminya
jg sdh dirumah, kami juga
melakukannya di hotel. Dan sejak saat itu,
aku terpaksa harus bisa membagi
waktu yang seadil-adilnya utntuk
memenuhi hasrat bercinta tiga
orang wanita. Yakni : 1.
Isteriku_______2. si Ena (Teman Isteriku)______3. si Yeni (Isteri
Temanku)

4 komentar:

Tinggalkan komentar anda di sini,kami akan kunjungi situs anda