Translate

Sabtu, 17 Maret 2012

KAU NIKMATI ISTRIKU, KU NIKMATI ISTRIMU


Pada suatu sore yang cerah, hari Sabtu malam
Minggu, kami sedang asik bercengkerama
dengan isteriku yang cantik dan 2 anak2ku yang
mungil2 Tiba2 terdengar HP ku berdering lalu
kuangkat, ternyata dari sahabatku Rob yang
telah berpisah sekian lama sejak kami lulus dari
perguruan tinggi karena dia kembali ke kota
kelahirannya di kota M pulau S untuk
meneruskan usaha ayahnya yang cukup besar di
kotanya.
Inti pembicaraan adalah seputar curhatnya dia
selama berumah tangga bersama isterinya Mer.
Sahabatku itu ingin sekali bertemu denganku
untuk lebih dapat mencurahkan seluruh
uneg2nya namun ia berpesan agar isteriku
nggak perlu tahu dulu.
Karena belum bisa bertemu muka diantara kami
maka ia memutuskan untuk mengirim rekaman
suara yang berisi keluhan dan curhatnya
kepadaku, katanya kalo melalui surat atau e-
mail kurang berbobot karena tidak ada tekanan
suaranya.
Kiriman rekaman itu telah aku terima.
Kemudian aku berpesan kepada staff ku agar
jangan ada yang ganggu aku.
Kuputar rekaman itu :
“Mungkin ceriteraku ini agak panjang
mudah2an kamu tidak bosan mendengarnya.
Begini lo Hen, kamu kan tahu aku memang
bukan tipe laki2 yang bersih tapi toh aku
bercita-cita untuk memiliki pendamping setia
yang baik luar dalam.”
“Aku sepanjang hari bekerja keras untuk
menghidupi keluargaku ternyata telah gagal,
memang itu salahku juga, aku telah salah
memilih isteri. Kamu tahu kan siapa Mer?”
(“Ya aku tahu Rob, kan aku hadir pada acara
pernikahanmu. Isterimu cantik sekali kok.”
jawabku.dalam hati)
“ Aku mengenal dia di Klab Malam kurang lebih
2 bulan dan selalu dia yang menemaniku,
Kemudian pada suatu saat ketika aku dalam
keadaan setengah mabuk, dialah yang
membawaku pulang ke rumah, dia yang
melucuti seluruh pakaianku kemudian
menyelimutiku dan aku biarkan saja. Dia juga
membuka seluruh pakaiannya di ruang lain dan
masuk kamar dengan hanya dibalut sepotong
handuk dan aku tetap diam saja, lalu dia
menyelinap ke selimut disebelahku dan tidur
membelakangiku. Aku terdiam beberapa lama,
memandanginya yang sedang tidur. Lekuk
tubuhnya dibalik selimut kelihatan sangat
sempurna, nafasnya naik turun teratur tidak
menimbulkan suara, bau badannya sangat
harum.
Ketika selimut tersingkap,karena dia ganti
posisi menelentang, alangkah indahnya apa
yang terlihat didepan mataku, Wajahnya cantik
meski tanpa make up, alis matanya lentik alami,
rambutnya agak ikal sebahu, lehernya jenjang,
dagunya itu lo kata orang bagai lebah
bergantung. Lalu kutelusuri dengan mataku
kearah bawah. ada 2 gunung bulat tersembunyi
sedikit dibawah selimut. Dada atasnya putih
bersih.
Aku jadi penasaran, lo kok pusing kepalaku
akibat mabuk tadi mendadak sembuh dan
terasa segar badanku. Dengan hasrat yang
mulai menggebu kudekati dia pelan2 dan
mulailah sifat nakalku bangkit, lalu pelan2
kutarik selimut kebawah sedikit-sedikit. Maka
menyembullah dua bukit indah itu secara nyata
didepan mataku, putiknya bundar kecil merah
kecoklat-coklatan dibalut kulit putih bersih. Loo
apa ini yang mengeras dibagian bawahku, tentu
saja ya barang kesayanganku yang mulai
meronta., hei Hen denger nggak ceriteraku ?”
(Aku terkejut “Eh..iya..ya.. sorry Rob, aku
ngelamun dikit, jadi ingat isteriku di rumah”
jawabku dalam hati sambil malu2 sendirian,
diam2 aku ikut hanyut luga lo pembaca, kalo
anda gimana ??)
“ Kuteruskan ya Hen, karena disuguhi
pemandangan indah ini aku jadi lupa diri, lalu
aku mulai mengelus-elus bukit2 indah itu
pelan2, eee.. ternyata dia mengeluh halus dalam
tidurnya, lalu agak kuperkeras sedikit dia malah
mengerang-erang kecil tapi matanya masih
merem. Aku sudah tak kuat lagi lalu bangkit
dan mulai menjilat-jilat putingnya yang terlihat
mulai mengeras dan kulanjutkan dengan
usapan2 halus, lho kok dia malah keenakan
sambil mendesis-desis kaya ular kobra. Nah
pada saat kuhisap keras sebelah putiknya dan
yang sebelah lagi kuremas-remas barulah dia
terbangun dan terkaget-kaget “Mas… apa2an
ini ?” katanya
“Oh…oh… sori Mer, aku gak tahan liat bodimu
yang kelewat seksi” jawabku dan aku lalu
mengehentikan aksiku.
Lalu kami terdiam beberapa saat. “Mer. kamu
nggak marah kan?”
“ Emm… cuma kaget aja”
“Ooh kirain marah.”
“Nggak lah”
“Lalu… “
“Lalu apa ?”
“Maksudnya …ngapain kita?”
“Ya..tidur lagi lah Mas.”
“Aku nggak bisa tidur kok Mer.”
“Mm…aku juga iya sih”
“Trus..”
“Terserah Mas aja..”
Wah nggak tunggu aba2 lain lagi maka
kubuang selimut yang masih menutupi kami
sehingga terlihat semua apa yang kulihat. Lekuk
perutnya dan pinggangnya yang begitu bagus
dan serasi, dibagian bawah diantara pangkal
pahanya terlihat bulu2 halus yang tersusun rapi
membentuk formasi segitiga kerumunan semut
hitam,
Lalu kurengkuh dia kepelukanku dan kulumat
habis bibirnya yang ranum nan harum itu sambil
tanganku mengelana kesana kemari, kegunung
dan ke lembah yang ternyata sudah basah
mengeluarkan mata air nikmat. Kusatukan
badanku dengan badannya dan iapun
menyambut dengan hangatnya melingkarkan
kedua tangannya ke pinggangku dan kedua
kakinya ke pinggulku.
Keringat mengalir deras meski ruangan ber AC,
tak kami ingat bahwa kami mengeluarkan
erangan2 saking nikmat yang tiada taranya.
Badannya habis kuciumi dan kujilati terutama
bagian leher dan dadanya, rasa nikmat
mengalahkan rasa asin keringat kami berdua.
Lalu bibirku mulai meluncur terus kebawah
melewati perut dan akhirnya menuju lembah itu
lalu lidahku bermain diantara dua bibir vertikal
yang merona merah nan basah dan tak lupa
ujung clitnya yang menonjol kugigit halus
membuat Mer mengelinjang-gelinjang sambil
melenguh.
Lidahku mulai meluncur kedalam vaginanya dan
meskipun ada rasa2 asin disana tapi berbau
harum merangsang malah membikin aku
semakin terangsang lalu kusedot cairan asin itu
dan kutelan bulat2,waktu itu kok nggak
kepikiran rasa jijik atau geli.
ya…..hahahahaha…(Rob tertawa terbahak-
bahak), kalo kamu gimana Hen ?
(lo kok dia nanya, Lalu kujawab dalam
hati :”Sama aja Rob, malah cairan smek isteriku
lebih harum dan manis lo” tapi curang, dia
nggak mendengar ungkapanku).
Tentu saja sedotan ini membuat Mer meronta-
ronta dan merintih-rintih kenikmatan
Setelah puas lalu posisi diubah menjadi 69,
woow dia mengisap penisku kuat sekali
padahal barangku itu juga sudah mengeluarkan
cairan jimak, Aku berteriak “Auw..”
“Kenapa Mas ?”
“Sedotanmu itu lo, apa gak jijik ada cairannya?”
“Nggak sama sekali Mas, Rasanya asin2 enak”
jawab Mer.
“Terusin Mer”
“Ya Mas ..auff…aufff., udah ah Mas aku dah gak
tahan lagi..”
“Ya…ya…kita tukar posisi, kamu di bawah
ya” (istilah kita mah MOT gituh)
Sorry Hen, aku ceritera sunguhan yang terjadi lo,
kan kamu juga terbiasa dengan yang seperti ini
(iya memang, tapi aku lagi ada di kantor nih
Rob, celanaku jadi basah deh)
Mer sudah siap dengan mengangkangkan
pangkal pahanya lebar2 sehingga semua terlihat
jelas dan diantara iringan semut hitam tadi
pelan2 kumasukkan penisku ke rongga nikmat
tersebut dan blesss…, terasa hangat basah dan
sedikit panas lubang vaginanya dan sudah
dipenuhi oleh cairan sehingga pada saat aku
goyangkan maka terdengar bunyi decak2 merdu
dari vaginanya. Justru bunyi2an itu menambah
aku terangsang sehingga semakin gencar
genjotanku dan semakin kencang bunyi
kecipak2 itu. sebetulnya aku sudah mulai
mendekati klimaks namun Mer masih belum ada
tanda2 ke arah itu jadi sedapat mungkin masih
aku pertahankan supaya aku tidak
mendahuluinya.
Posisi ganti lagi, sekarang aku dibawah (istilah
kita : WOT), Mer kelihatannya lebih semangat
karena ia yang memegang kendali nafsunya,
sangat cepat ia goyang kiri-kanan dan turun
naik sambil tak henti2nya kami mengeluarkan
teriakan2 nikmat. Dia kelihatan sangat bernafsu
dilihat dari cara dia mencium bibirku
sedemikian ganas sampai2 aku sulit bernafas
dan kadang2 kesakitan. Lidahnya tak henti2nya
berputar disetiap sudut rongga mulutku bahkan
sampai mendekati rongga kerongkongan.
mungkin kalau lidahnya cukup panjang masih
bisa dia menjangkau paru2ku, sorry aku
bergurau Hen. Sudah tak terhitung dia berapa
banyak menelan air liurku, demikian pula aku.
Akhirnya kami berdiam sejenak dengan posisi
Mer masih diatas perutku, lalu ambil nafas dulu.
Kemudian tiba2 dia bangkit meninggalkan aku,
loo.. ternyata dia pergi ke kamar mandi untuk
membuang hajat kecilnya.
Aku mengejarnya ke kamar mandi dan lagi2
terlihat pemandangan yang sangat bagus,
Ternyata Mer yang lagi pis pun cukup membuat
aku terangsang ya. Tak usia-siakan kesempatan
ini untuk mengacak vaginanya sambil
berjongkok selagi masih mengeluarkan air
seni,terasa hangat “ Mas apa-apaan sih, kotor
dong ah”. “ Mer, apa saja yang ada pada dirimu
selalu bersih dan tak ada yang tak merangsang
aku.” Lalu kuteruskan pergumulan ini di kamar
mandi dengan posisi berdiri sambil bermandikan
air shower yang hangat. Sungguh nikmat sekali,
lo Hen.
(Iya kamu yang menikmati, aku yang bingung
sendirian di kantor, semua pergawai sudah
pada pulang)
Kami kembali ke tempat tidur “Ok Mer kita
ganti posisi ya, kamu nungging dong”
Mer menurut kemudian menunggingkan dirinya
membelakangiku. Ya ampuun, itu pinggul, suatu
bentuk gumpalan daging yang sangat indah,
bulat dan kencang ditengahnya terdapat lubang
anus yang cukup bersih dan rapet, sepertinya
Mer bukanlah tipe wanita yang suka anal sex
kali ya.
Lalu dalam posisi doggy tersebut kubuka
vaginanya lebar2 dan pelan2 kumasukkan
batang penisku kedalamnya dan meluncur
dengan mulusnya karena sudah dipenuhi oleh
pelumas alami dari tubuhnya. Kutarik dan
kuhunjamkan pelan-pelan semakin keras dan
seiring dengan irama ayunanku maka semakin
tinggi jeritan dan erangan Mer.sampai
memenuhi ruangan kamarku
Oh ya lupa kukatakan Hen, kami cuma berdua
saja di rumah karena Papi dan Mami serta
adik2 plus pembantu semuanya lagi ke kota P,
jadi apapun yang terjadi nggak ada orang yang
tahu.sehingga kami leluasa mau jerit2 sekalipun
gak ada yang perhatikan.
Rupanya Mer paling nggak bisa tahan lama
untuk posisi seperti ini lalu ia mulai
menggoyang-goyangkan pinggulnya sedemikian
rupa dan menggoyang-goyangkan kepalanya
sampai rambut ikalnya terurai keatas dan
kebawah, lalu ia menjerit dengan
kerasnya ;”Maaaas…aku keluar. ahhhhhh…”
Secara spontan kucabut penisku maka dari
dalam vaginanya menyembur cairan yang agak
kental2 berbusa dan lumayan banyak lo, yang
jelas itu bukan cairan dari aku. Terus terang
Hen, baru kali itu aku berhubungan dengan
cewek yang orgasmenya bisa mengeluarkan
cairan yang nyembur2
(itu namanya squirting Rob. hmm… kamu nggak
tau ya Rob, isteriku juga seperti itu cuma nggak
terlalu banyak sampai nyemprot2 begitu)
Cewe2 yang lain yang pernah kugauli gak
sampai seperti itu, bahkan ada yang vaginanya
kering sehingga penisku susah masuknya
Skor saat itu 1 : 0 untuk kemenangan aku. Lalu
kubiarkan Mer beristirahat sebentar, lalu
kulanjutkan lagi untuk mengakhiri
kenikmatanku. Lalu kumulai lagi dengan posisi
dia dibawah dengan genjotan2 halus sampai
vaginanya kembali basah kuyup sampai meleleh
ke atas seperai disertai decakan2 dan jeritan2
Mer.
Posisi dirubaah lagi, Aku dalam posisi duduk
dan Mer membelakangiku menduduki aku
seperti doggy dalam keadaan duduk, maka Mer
lah yang mengambil posisi aktif naik turun dan
aku yang memegang kedua bokongnya. Asik
juga posisi begini dan kali ini aku yang kalah
karena keenakan maka tak tahan lagi aku peluk
erat2 pinggangnya sambil menyemprotkan
cairan nikmat dari tubuhku dan spermaku
tumpah di dalam vagina Mer dan Merpun
menjerit keras. Aku merasa ada kontra
semprotan didalam vaginanya, ternyata Mer
juga orgasme lagi, kami nikmati betul2 untuk
permainan ronde kedua ini dengan orgasme
secara bersamaan dan aku biarkan dia
mendudukiku sampai pada kondisi relaksasi.
Mer bangun dari posisi duduknya dan .. srrtt…
ada cairan keluar dari vagina Mer membasahi
penisku dan membasahi seperai, Malam itu
benar2 sangat menyenangkan bagi kami berdua
kemudian tanpa ingat harus ke kamar mandi
maka kami tertidur dalam posisi telanjang bulat
sampai pagi.
Nah, ini keteledoranku yang pertama Hen, pada
saat mulai permainan sampai selesai dan
menjelang pagi, aku sama sekali menjadi lupa
tentang statusnya Mer, maksudku lupa untuk
memastikan apakah dia itu masih perawan atau
tidak karena dimulai dari kondisi mabuk.
sampai menikmati segala sesuatunya ya sudah
lewat dan kelihatannya lancar2 aja tuh dalam
arti kok gak ada jeritan kesakitan atau lebih2
pake ada darah segala.
Mungkin itu juga merupakan peringatan Tuhan
kali ya Hen, aku sendiri suka jajan kok ingin
sesuatu yang bersih dan suci. Atau pada saat
itu aku berfikir mungkin karena Mer sudah
terlalu dewasa sehingga tidak ada lagi proses
seperti itu.
Karena aku terlanjur suka sama dia maka
kuputuskan untuk memperisteri dia sampai
mempunyai satu momongan si mungil.
(sementara kumatikan rekaman suaranya
karena hari menjelang magrib, lalu kuputuskan
untu diteruskan mendengar suara Rob keesokan
harinya)
***
Kulanjutkan lagi mendengar rekaman suara
Rob :
“Isteriku hobbynya fitness mangkanya badannya
sangat bagus, atletis dan terpelihara. Aku
menyetujui saja kebiasaannya itu untuk
memberikan dia kegiatan supaya nggak
kesepian. toh semua itu sangat menguntungkan
dirinya dan aku.
Biasanya dia berlatih di fitness center terkenal di
kotaku, tetapi setelah menikah ia minta
dibuatkan ruang khusus di rumah. Aku setuju
saja maka kubuatkan ruang fitness di lantai
atas disebelah ruang kerjaku di rumah. Semua
perlengkapan yang diperlukan sudah
disediakan, kebetulan kami mempunyai rekanan
pemasok alat2 fitness tersebut dengan harga
dibawah harga pasar.
Ruangan di lantai 2 memang sengaja kubuat
untuk beberapa keperluan pribadi termasuk
keperluan yang sangat pribadi, sehingga
pembantu rumahku pun tidak diperbolehkan
sembarang masuk ke ruangan2 tersebut.
Aku mengijinkan Mer untuk mengajak
teman2nya berlatih disini, untuk itu Mer telah
mengontrak seorang pelatih fitness laki2 yang
katanya bekas pelatihnya dulu semasa masih
gadis dan orang itu telah aku kenal namu akt
belum tahu namanya. Ya aku sih seneng2 aja
banyak cewe2 dan ibu2 muda yang berlatih,
sekalian buat aku cuci mataku yang penuh
keranjang ini.
Oh ya Hen, ruang fitness dengan ruang kerjaku
dibatasi oleh selembar kaca cermin tembus
(kaca riben), sehingga bagi yang lagi fitness
hanya bisa melihat dirinya di cermin tersebut
sedangkan aku bisa menonton kegiatan tersebut
dibalik kaca tersebut tanpa diketahui oleh
mereka, isteriku sendiri nggak tahu karena kaca
di rangan kerjaku ditutup oleh sebuah lukisan
pemandangan yang cukup lebar yang dapat
digeser dengan mudahnya karena ada reelnya
dan ruang kerjaku selalu kukunci. Jadi setiap
hari Sabtu dan Minggu sambil aku selesaikan
tugasku juga sambil menikmati pemandangan
langka. Kamu juga Hen sewaktu-waktu kalo
kesini bisa aku ajak kerja lembur di ruang ini
hahahaha….
(huuh ketawa lagi kamu Rob, bikin ngiler aku
aja)
Hal ini sudah berjalan cukup lama, aku semakin
sibuk dengan pekerjaanku dan apalagi aku
sering keluar kota, Mer juga sibuk dengan
fitnessnya sehingga setiap aku pulang ke rumah
sudah dalam keadaan lelah bahkan kadang2
sampai tertidur di sofa. Anehnya isteriku tidak
pernah mengeluh, padahal yang aku tahu dia
termasuk cewe yang maniak sex. Aku katakan
demikian karena setiap kami berhubungan
badan pasti dia bisa orgasme sampai 5 kali
atau lebih, tergantung dari kekuatanku untuk
bertahan dan memang dia tipe yang sensitif
artinya mudah terangsang dan mudah pula
mencapai orgasme, tapi mudah terangsang
lagi…lagi…dan lagi.
Pada suatu hari aku berangakat ke kota J untuk
beberapa hari dan kebetulan aku berangkat hari
Jum’at sore. Setelah tiba di kota J aku baru
ingat bahwa ada satu dokumen penting yang
tertinggal di rumah. Aku putuskan untuk
kembali ke rumah besok pagi saja.
Esoknya aku pesan tiket pulang ke kota M
ternyata kebagian yang siang karena saat itu
week end. Sampai di rumah sudah menjelang
sore. Di rumah kok kelihatan sangat sepi, ya
pasti karena teman2 isteriku pasti sudah pada
pulang. Anakku juga gak kedengaran suaranya,
aku baru ingat biasanya kalo sore begini
anakku selalu diasuh di taman umum di dekat
rumah.
Aku lalu naik ke atas menuju ruang kerjaku dan
aku cari dokumen itu, tapi tiba2 terdengar
suara2 yang tak asing lagi aku dengar setiap
aku becinta dengan Mer, ternyata itu suara Mer.
Aku berfikir mungkin Mer sedang melakukan
masturbasi untuk memuaskah hasrat sexnya
yang tinggi dan menghilangkan rasa rindunya
padaku dan itu biasa ia lakukan
sepengetahuanku, hal itu aku tidak keberatan
karena aku sendiri yang membelikan alat sexnya
itu. Tetapi kok ada suara lain selain suara
isteriku, aku aku geser lukisan besar pelan2.
Ternyata….apa yang terlihat olehku sungguh
diluar dugaan, Isteriku sedang asik menikmati
pijatan2 mesra oleh pelatihnya dengan kondisi
pakaian sudah tidak karuan. Pakaian senam
isteriku sudah melorot kebawah sehingga tubuh
isteriku yang indah itu terlihat jelas, sedangkan
sang pelatih celana senamnya pun sudah
melorot sampai ke lutut tetapi celana dalamnya
masih di tempatnya, rupanya mereka sudah
lama melakukan permainan itu.
Maka mengalirlah darah panas di tubuhku
sampai ke ujung rambutku, tapi aku masih
bertahan dan sambil berfikir kok sampai terjadi
demikian, apakah ada yang salah pada diriku.
Atau mungkin aku kurang memuaskannya
sehingga ia berbuat demikian apalagi memang
kondisinya sexnya yang luar biasa. Aku gak jadi
bertindak, dan kuteruskan menonton adegan
selanjutnya.
Rupanya isteriku sudah tidak sabar lagi lalu ia
meminta si pelatih untuk berbuat lebih jauh.
Sang pelatihpun dengan terampil memainkan
perannya. Pelan2 dia pelorotkan celana
dalamnya maka keluarlah penisnya yang begitu
besar, Yah Hen, penisnya ternyata lebih besar
dari punyaku. Pelan2 pula dia masukkan
kedalam vagina isteriku yang dalam posisi
doggy kesenangan Mer dan tangan Mer
berpegangan pada alat fitness lalu digenjot
makin lama makin cepat lalu Mer berteriak
seperti biasa dan kemudian terduduk lemas
akhirnya terbaring. Sang pelatih dengan
sigapnya mengambil anduk kecil kemudian
mengelap cairan yang ada pada vagina isteriku
dan pada seputar penisnya, setelah itu dia ikut
berbaring disisi Mer,memeluk dan menciumi Mer
isteriku.
Aku kok ya ikut hanyut, bukannya marah malah
ikut menikmatinya. Dan akhirnya aku tersadar
bahwa aku ini sebenarnya statusnya masih di
luar kota. Aku ingin marah tapi aku tidak
sanggup karena aku sangat menyayangi Mer.
Segera kusimpan dokumen yang kutemukan
kemudian aku bergegas keluar drai ruang
kerjaku pelan2 lalu tancap gas menuju bandara
untuk pergi ke kota J kembali. Entah apa yang
terjadi selanjutnya di ruang fitness itu hanya
mereka saja yang tahu.
Malamnya aku terduduk melamun di lobby
hotel, untuk menghilangkan rasa kesalku aku
menuju Pub Disko atau tempat apa namanya
disitu karena terus terang aku tak pernah
ketempat itu selain Klab Malam, yang jelas ada
suara musik keras, penerangan remang2 dan
banyak muda-mudi yang berjoget ria. Aku
masuk lalu duduk sambil memesan minuman
ringan di bar.
Tiba2 ada cewe cantik mungil duduk di
sebelahku mengangguk sambil tersenyum manis
kepadaku. Kubalas senyumannya. Lalu mulailah
aku saling berkenalan, ternyata dia namanya
Mona dan katanya juga dia berasal dari kota M.
Pakaiannya sungguh seksi, gaun hitam tipis
dengan model tanktop menunjukkan belahan
dada yang menonjol, roknya agak mini dengan
ujung rumbai2 yang runcing ujungnya, jenis
gaun itu apa sih namanya ya.
Dari obrolan berlanjut ke dancing, jingkrak2,
berpelukan dan sering tak sengaja pipinya
beradu dengan hidungku, amboii harumnya
cewe ini. Pada saat dia menari berputar maka
berkembanglah gaunnya sehingga terlihat jelas
betis dan pahanya yang putih mulus. Aku
menjadi terpesona dengan cewe mungil yang
satu ini dan semakin larut maka semakin hot
kami dibuatnya.
Akhirnya karena kelelahan kamipun keluar
meninggalkan keramaian itu dan berjalan
bergandengan menuju kamar masing2 eh bukan
lo. Kamarku di lantai 5 sedangkan kamarnya di
lantai 7, tapi lift berhenti persis di lantai 7 dan
kami langsung menuju kamar…Mona.
Coba Hen kamu bisa tebak apa yang terjadi
selanjutnya.
(Laaah paling2 kamu kerjain tuh cewe seperti
binimu sendiri, dasar buaya)
Yah begitulah. Begitu dia mengunci pintu
kamar, aku sergap dia dari belakang dan
kukecup kuduk dan lehernya yang harum
kemudian kubalik badannya dan aku lumat
bibirnya habis2an, badannya agak berjinjit
karena tubuh mungilnya itu, dan anehnya setiap
saat ku tatap wajah Mona yang ada dalam
bayanganku kok ya wajah Mer terus.
Lalu kurebahkan dia ke ranjang kutindih dia
dan kugumuli berguling-guling sampai terjatuh
ke lantai Acara dilanjutkan di lantai. Roknya
tersibak penuh dan segera aku dapat melihat
paha mulusnya serta celana dalamnya yang juga
berwarna hitam model g-string yang tentu saja
tidak dapat menutupi semua organ vital yang
ada di dalamnya. Dari sela2 CDnya itu
menyembul bulu2 hitam yang lebat.
Aku sudah tak tahan lagi lalu aku renggut CD
hitamnya itu woow, ternyata bulu2 halusnya itu
sedemikian tebalnya sehingga aku tidak bisa
melihat apa yang ada dibalik rambut2 halus ikal
tersebut, jauh lebih tebal dibandingkan bulu
vaginanya Mer. Tidak cukup itu lalu aku tarik
tali tanktopnya kebawah sebatas pinggang
sehingga dua bukit kecil mungil keluar dari
sarangnya. Buah dadanya sangat mungil namun
seksi, sepertinya jarang dijamah orang ya.
Putiknya masih dominan warna pink. Jangan2
dia masih ABG nih. Heen… jangan ngiri ya…
hahahaha…
.
(ya…ya…. makan aja tuh ABG mu… kataku
dalam hati)
Begitu aku remas payudaranya ya persis
segenggaman tanganku ini, waaah dapat
pengalaman baru nih, biasanya cewe2 ku rata2
dadanya besar.
Aku gigit putiknya, kurang puas maka
kumasukkan seluruh payudaranya kemulutku
dan kukunyah-kunyah sepuasnya sampai ada
bekas gigitan merah. Ya tentu saja Mona sangat
menikmatinya dengan erangan2 halus, tidak
berteriak seperti Mer.
Aku sudah tidak menyadari bahwa pakaianku
sudah lepas semua, namun pakaiannya masih
melekat meskipun sudah tidak karuan. Sengaja
yang satu ini tidak kubiarkan dia telanjang
bulat2 ,karena aku sudah tidak sabar lagi maka
langsung kumasukkan saja penisku kedalam
vaginanya yang sudah basah. Aku terus
bertempur sampai puncaknya ternyata dia
sudah mengerang duluan
“Maaas….aduuhhh…. ahhhhh”
“Kenapa Mon ?”
“Aku sudaaahhhh….., puasss”
Permainan berhenti sampai disitu karena Mona
keburu ke kamar mandi, mancuci vaginanya dan
kembali berpakaian.
“Udah dulu ya Mas, nanti dilanjut lagi, aku cape
dan ngantuk.”
Karena dia tidak mau lagi kuajak bermesraan,
maka akupun berpakaian dan kemudian
berpamitan kembali ke kamarku.
Hampir sepanjang hari setelah aku selesai
bekerja, Mona pasti sudah menunggu di lobby
hotel, kemudian dilanjutkan makan malam.
Nggak perlu ke Pub lagi karena kamar 5 dan
kamar 7 siap menanti.
Mona tipe cewe yang kebutuhan sexnya normal,
sehingga setiap kami berhubungan sex hanya
cukup sekali, dia tidak mau mengulangi lagi
dengan alasan capek. Sehingga akulah yang
pandai2 mengatur posisi bermain sex setiap
malamnya supaya tidak bosan
Untuk body Mona memang masih kalah
dibanding dengan Mer, keseksian Mer memang
tiada duanya lo Hen.
(percaya Rob, dapetnya aja dari tempat hiburan
pasti lebih dong).
Namun ada keistimewaan tersendiri dari tubuh
Mona, kalo perawakannya ya mirip2 Yuni Shara
deh namun Mona lebih mancung, bibirnya yang
merah dan mungil tak henti2nya menebar
senyum, padahal dia dalam kedaan biasa tidak
dibuat-buat. Keistimewaan dari diri Mona yaitu
pada vaginanya yang selain mungil juga
tertutup bulu lebat. Aku cukup sulit untuk
menjilati bibir vaginanya karena sibuk
menyibakkan hutan lebat yang menghalanginya.
Dan tidak seperti Mer, Mona apabila orgasme
tidak begitu banyak mengeluarkan cairan, dan
cairan vaginanya bercampur dengan spermaku.
Oh ya Hen, dalam setiap bersenggama aku gak
pernah pake kondom lo. Aku percaya saja
terhadap mereka pasti masih bersih tuh.
(belum aja lo kena batunya, kalo udah kepatil
lele baru nyaho lo Rob)
Pada hari terakhir aku di kota J ternyata Mona
juga kepengen ke kota M, katanya ada teman
lamanya yang tinggal disana. Ya sudah menjadi
tanggungjawabku untuk membelikan tiket
pesawat buat dia.
Hari Sabtu pagi kami sudah bersiap berangkat
kembali ke kota M. Tiba di kota M aku
bermaksud mengantar dulu Mona ke rumahnya
tapi katanya ingin berkenalan dulu dengan
isteriku. Aku setuju, asal jangan ceritera
tentang hal kita di kota J.
Sampai di rumahku suasana juga tetap sepi,
tidak ada suara apa2. Wah jangan2… ah aku
buang jauh2 pikiran jelek itu. Aku masuk ke
rumah yang tidak terkunci dan tidak ada
siapa2, seluruh kamar kosong gak ada
orangnya, ke dapur juga gak ada si bibi. Wah …
kosong nih
Karena suasana rumah yang lengang itu
hasratku sama Mona kok tiba2 bangkit lagi,
lalu dengan berbagai alasan aku ajak Mona
naik ke atas ke ruang kerjaku. Mona akhirnya
mau.
Kubuka kamar kerjaku pelan2. Sampai di dalam
lalu kurengkuh Mona dan kukecup bibirnya
habis2an. Mona juga membalasnya dengan
hangat. Tapi tiba2 kok ada suara yang itu2 lagi
di ruang sebelah. Aku jadi penasaran kugeser
lukisan besarku… ternyata ada yang lebih hot
lagi, kali ini di ruang fitness itu Mer dalam
posisi diatas dan si Pelatih dibawah, keduanya
tanpa busana sepotongpun dan asik bergoyang
berirama mengikuti irama musik fitness.. Mona
terkesima, aku juga gak sadar kalo ada Mona
disini. Mau kututup lagi lukisan itu sudah
terlambat. Mona sudah melihatnya dengan
jelas, dan tiba2 Mona berteriak : “Bang Bobby
kan itu… iya itu Bang Bobby..”
“SSt..jangan keras2, siapa bang Bobby ?”
“I…i..itu kan suamiku Mas, yang justru mau
kudatangi, dia kan pelatih fitness ya?”
“Iya “ kataku
“Yaah bang, jauh2 aku datang mau ketemu kok
jadinya begini…itu yang wanita siapa Mas
Rob?”
“I…Itu…isteriku Mon”
“Loo…jadi kita ini berhubungan saling silang
dengan pasangan kita masing2 toh ?” kataku
dan Mona bersamaan.
Rupanya si Bobby itu suaminya Mona yang
terpisah jauh karena ikatan kontrak kerja
masing2. Mona baru diterima kerja sebagai
sekretaris di sebuah perusahaan di kota J
sedangkan Bobby bekerja untuk Fitness Club di
kota M.
Yah apa mau dikata Hen, aku dan Mona lalu
menemui mereka yang lagi asyik ma’syuk, dan
tak kalah terkejutnya mereka dan tadinya
mereka berusaha akan lari, tapi aku cegah. lalu
mereka segera berpakain kembali disaksikan
kami berdua
‘Loh mas Rob udah pulang, itu siapa ya.” kata
Mer sambil menunjuk Mona
“Loh, Mona…..ngapain kamu kemari, kok tahu
aku ada disini.” sapa Bobby
“Bang Bobby juga ngapain ada di rumah ini?.”
jawab Mona
Setelah aku ceriterakan peristiwanya semua
menjadi jelas bahwa secara tak sadar kita telah
berganti pasangan main sex. Apakah ini yang
disebut Swinger tak sengaja, Swinger diam2
atau Silent swinger, tak tahulah aku. Yang jelas
aku bukan anggota Swinger Club loh.
Justru aku jadi bingung Hen, kayaknya isteriku
sangat menikmati hubungan sexnya dengan
Bobby karena hubungan ini telah lama
dilakukan jauh sebelum Mer mengenal aku,
sebaliknya juga aku sangat menikmati
hubungan sex ku dengan Mona meskipun beru
kenal, kalau aku ceraikan Mer aku masih
sangat sayang padanya terutama karena ada si
mungil, dan Mona dan Bobbypun saling
mencinta sehingga tentunya tak mungkin
mereka bisa bercerai begitu saja.
Lalu menurut pendapatmu gimana Hen, apa aku
ceraikan saja Mer kemudian kunikahi Mona
yang belum tentu Bobby melepasnya, atau
hubungan ini diakhiri saja artinya kita kembali
ke pasangan masing2, atau kami tetap seperti
ini adanya, artinya kalo aku butuh Mona aku
pinjam dia dan kalo Bobby butuh Mer silahkan
bawa (memangnya sepeda pancal apa, kok
maen pinjam & main bawa aja) atau kami
barengan melakukannya (iya pake ritual hom
pim pah dulu ya).
Atau…atau bagaimana ya Hen. Aku bingung
nih…
Ssst…pret... rekaman selesai, mode off.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan komentar anda di sini,kami akan kunjungi situs anda