Translate

Rabu, 31 Oktober 2012

BIRAHI MEMBARA THERESIA WIDYA

05:00 WIB....Bip..bip..bip..bip Terdengar suara mirip alarm berbunyi berulang-ulang saat aku masih meringkuk di balik selimut hangat dan nyaman yang menemani tidurku sepenjang malam. ... Bip.. bip.. bip.. bip.... Menyebalkan sekali bunyi itu. Kuletakan kedua tanganku di kepala dan mulai memijit-mijit halus kepalaku agar rasa pening ini segera berlalu dan aku dapat meneruskan percumbuanku d:engan ranjang ini. ...Bip..bip..bip..bip..Ah! sebegini parahkah hangover yang aku alami?

Aku memang semalam minum agak banyak dalam pesta ulang tahun rekan kantorku Diana yg diadakan di News Cafe Kemang. Aku ngerasa betul2 'having a good time' sampai lepas kontrol menghabiskan 2 gelas contreau' ditambah segelas 'Long Island. Aku memang bukan tipe wanita peminum (Thank God!), namun dalam saat-saat tertentu aku bisa minum diluar kemampuanku apalagi ketika aku sedang benar-benar in the good mood.

...Bip..bip..bip..Bunyi itu rasanya familiar buat pendengaranku. Sepertinya bunyi yang rutin kudengar tiap hari. Mana mungkin pikirku... Aku khan nggak tiap hari minum sampai 'hangover begini. Tunggu sebentar..wait a second...aku mengumpulkan kesadaranku yang masih melayang kira-kira setengah meter diatas tubuhku.
"Ya ampun suara itu..!" Tersentak aku sambil bangun dari ranjangku setengah melompat. Itu bunyi alarm jam-ku!.'Oh Widya kenapa jadi begini!' Kukenali suara itu... itu suara si peri baik yg biasanya berbisik di telinga kananku. 'Jangan sampai telat lho' katanya lagi menasihatiku. Aku menjawab nasehatnya dengan segera masuk ke shower dengan langkah yg masih setengah diseret. 'Ah Widya..udahlah ngapain
susah-susah..khan lamu bisa telpon kantor trus bilang nggak enak badan' Nah yang ini pasti suara si peri nakal yang selalu berbisik di kuping kiriku. 'Just one phone call aja dan kamu bisa kembali merasakan kenyamanan ranjangmu' ucapannya kian menggoda. Nggak mungkin lah kataku dalam hati. Soalnya hari ini aku harus ketemu supplier-ku dan nggak mungkin di cancel begitu aja.

Segera aku membuka kran shower dan si peri pun lenyap tersapu air deras yang menerpa kulitku. Sejenak aku melirik ke kanan dan kulihat si peri baik tersenyum kepadaku. Seperti biasa aku tidak pernah memakai water heater/pemanas untuk mandi pagi karena aku lebih suka membiarkan dinginnya air shower ini memberikan 'shock terapi buat mengusir rasa malas dan kantuk-ku.

Betapa segarnya merasakan siraman shower di atas kepalaku bagaikan rintik hujan yg terus-menerus menerpa membuatku sejenak memejamkan mataku dan membiarkan air dari shower itu terus turun menjelajahi lekuk-lekuk tubuhku. Kurasakan sejuknya air membelai tubuhku dari atas sampai ke bawah menggelitik tubuhku dengan rasa dinginnya.

Rasa dinginnya menimbulkan rasa merinding terutama di wilayah dadaku.Terasa payudaraku agak mengeras dan kedua puting susu-ku yang berwarna merah muda agak kecoklatan menjadi lancip meregang suatu sensasi yg sulit diungkapkan.

Kuteruskan mandi pagiku dengan bersenandung dan kadang menyanyikan potongan bait lagu Mariah Carey kesukaanku....and the hero comes along..with the strength to carry on...........20 menit kemudian aku sudah berada di meja makan , menghabiskan sarapan pagiku sambil terburu-buru. Oh ya aku sangat mengutamakan
sarapan karena aku tipe pekerja yang aktif bahkan cenderung workaholic. Berbeda dengan teman-teman wanitaku yg lain , aku tidak terikat untuk melakukan diet. Pertama adalah karena aku tipe sibuk dan
banyak kegiatan sehingga selalu butuh tambahan energi, kedua adalah karena aku tipe cewek yang susah gemuk. Bukan karena cacingan tapi karena kegiatanku yg padat membuat bentuk tubuhku senantiasa terjaga.
Pukul delapan tepat saat aku melirik jam tanganku ketika memasuki pintu kantor Segaris senyuman ramah dari Nina resepsionis kantor menyambutku hangat. Ucapan selamat pagi kuterima dari Bramanto , satpam kantor yang bertubuh tinggi besar namun memiliki suara seperti tikus kejepit. Kontras sama bodinya. Aku balas menyapanya sambil berlalu menuju ruangan kerjaku. Perusahan tempat aku bekerja ini adalah perusahaan percetakan dan penerbitan terbesar di indonesia dan aku adalah salah satu manager disitu. Usiaku 28 tahun dan ini adalah tahun keempat aku bekerja disini. Gelar S1 UI dan S2 di sebuah perguruan tinggi di Australia sepertinya sangat menolongku mencapai posisi ini dalam waktu relatif cepat. Cukup cepat sehingga menimbulkan kecemburuan diantara rekan2 senior disini. Well , bagiku itu problem mereka yang penting aku tidak menginjak kepala mereka untuk menduduki jabatan ini.

Ruang kerjaku terletak di lantai 4 di gedung milik perusahaanku. Gedung yang cukup besar karena sekaligus menjadi satu dengan tempat percetakan dan penerbitan. Ruang kerjaku tidak terlalu besar tapi juga
tidak kecil. Cukuplah bagiku untuk bisa melakukan senam2 kecil di siang hari. Oh iya itu merupakan salah satu kebiasaanku untuk menghilangkan penat dan merenggangkan otot. Kebiasaan itu terbukti cukup sukses mengurangi stress dalam bekerja.

"Tok..tok..tok" Terdengar ketukan dan sesaat kemudian seraut wajah  muncul dari balik daun pintu itu. "Hai..good morning wid" ucapan itu muncul dari wajah ganteng milik Hendra asistenku. " Eh..pagi Hen "
jawabku. "Wah gimana Wid..masih hangover?" Hendra bertanya sambil melangkah duduk di depan mejaku. "Thank God nggak tuh..tadi waktu bangun tidur sih sempet agak pusing tapi sekarang udah gak lagi tuh".
Hendra semalam yang terpaksa mengantarku pulang karena aku sudah terlalu 'hi' buat mengemudi. " Sungguh ..aku baru kali itu liat kamu mabuk Wid" Ujarnya sambil sebuah map berisi berisi beberapa berkas
yang harus kuperiksa.

"Oh ya..aku juga gak tau tuh bisa kebablasan minum gitu" aku menjawab dengan enteng sambil membaca berkas -berkas yg disodorkannya.

Hubunganku dengan Hendra memang lebih mirip hubungan antar teman biasa. Aku sendiri yang meminta dia agar bersikap informal dalam hubungan kita. Dia baru mulai bersikap formal dengan memanggilku 'bu' apabila dalam situasi-situasi tertentu saperti dlm rapat atau didepan atasanku. Umur kita berdua hampir sama. Aku cuma lebih tua setahun darinya. Hendra sudah berkeluarga dengan satu orang putra balita. Kami biasa bercerita apa saja mulai dari masalah keluarganya atau kantor bahkan sampai masalah sex kami bicarakan dengan gamblang. Tidak jarang kita suka bertukar joke-joke ringan mengenai sex. Hendra memang ganteng tapi cara bicara dia yang halus bahkan cenderung kemayu makin membuatku tidak risih dengannya. Kalau bisa dibandingkan , gaya bicara dan tindak tanduknya mirip Syahrul Gunawan bintang sinetron yg kemayu itu.

Malahan dalam urusan gosip dia menjadi trend setter di kantorku. Apabila terlihat kerumunan ibu2 saat jam makan siang dan suasananya riuh , dapat dipastikan kalau Hendra berada ditengah-tengahnya sedang memeberikan laporan up to date-nya tentang gossip hari itu.

"Hen , bagaimana tentang nanti siang?..jam berapa pak Faisal datang?"tanyaku. Pak Faisal itu adalah suplier yang akan kutemui siang ini. " oh iya..dia datang setelah jam makan siang"

"Tadi sekretarisnya sudah confirm kesini" ujarnya lagi menambahkan.

"Eh tau nggak Wid tentang desas-desus mbak Diana dengan si Nina resepsionis itu?" Kata Hendra mulai dengan nada 'rumpi-nya'. Memang akhir-akhir ini di kalangan keryawan disini tersebar isu yang mengatakan kalau Diana teman kantorku dari bagian finance yang semalam berulang tahun itu seorang 'lines' (lesbian) dan memiliki 'affair' dengan Nina resepsionis baru kantorku.

"Ah masa sih..Diana khan udah punya suami" aku menimpali sambil membereskan beberapa pekerjaaanku. Sebetulnya aku nggak suka ngomongin sesama teman. Apalagi gosipnya termasuk dalam kategori 'berat' seperti itu.

"Tapi kayaknya benar tuh..akhir-akhir ini mereka suka keluar makan siang berdua dan selalu nggak mau gabung kalau diajak makan bareng sama yg lain". Hendra makin seru dengan gosipnya. Kemudian dengan menurunkan nada suaranya ia berkata " Ada lagi yang lebih parah Wid". Melihat ekspresi Hendra yang serius aku jadi mulai penasaran akan ceritanya.

"Parah gimana?" tanyaku sambil ikut2an merendahkan nada suaraku.

"Si tikus kejepit Bramanto..pernah liat mereka berdua kiss-kissan sambil pegang2an di toilet".
Wah seruku dalam hati. Gosip sih gosip , tapi kalau ternyata memang betul ?.

"Pervert banget dong..si bramanto ngomong bener tuh?" kini aku benar- benar tertarik. Tak dapat terbayangkan olehku kalau di kantor ini telah terjadi hal2 yang betul2 'kinky' itu.

"Aku sih percaya omongan dia..lagipula kamu nggak tau yah kalo semalam mbak Diana tuh pulangnya bareng Nina. Lagian baru kali ini khan anak resepsionis yang masih baru udah diundang acara2 luaran kiat" katanya lagi.

Wah aku tidak sanggup meneruskan bayanganku tentang hubungan mereka itu. "Ah thats enough hen..aku sih mending diam ajalah ..kecuali benar2 ngeliat di depan mata kepala sendiri" Kataku, ingin segera menyudahi pembicaraan ini karena aku merasa bersalah sudah membayangkan Diana melakukan perbuatan itu.

"Ok ok terserah kamu deh Wid , moga-moga juga gosip itu nggak bener semua..aku cerita ke kamu aja sih soalnya khan kamu termasuk dekat sama mbak Diana " Kalimat Hendra seakan mencari pembenaran bagi ke'ember'annya itu.

"Knock it off..will u,.." kataku sambil bercanda dan mengibaskan tanganku seakan aku tidak begitu tertarik dengan gosip itu. " I think we better back to work..ndra tolong kamu siapkan berkas penawaran dari suplier sebelumnya and i want it on my desk before lunch time " Sudah cukup 'chit-chat-nya' dan aku kembali ke gaya kantoran lagi.
"Ok deh mam'..eh kamu mau lunch bareng gak nanti?". Hendra bertanya sambil melangkah menuju pintu.

"mmm..aku mau makan siang di sini aja..thx buat ajakannya" jawabku.Snip! Hendra membalas dengan menjentikan jarinya lalu jari telunjuknya mengarah padaku lalu dengan gaya kartun-nya yg agak ngeselin dia mengedipkan matanya sambil berucap " see u then ". Grown up man! itu yang terucap dalam hatiku melihat tingkah Hendra yg kadang masih kekanakan. Anyway kalo nggak ada dia aku kesepian juga sih soalnya dia orangnya easy going dan asyik aja (kecuali kalo kita lagi serius kerja ). Geli juga sih ngebayangin gimana kelakuan dia di rumah. Khan dia udah berkeluarga . Gimana cara istrinya menghadapi sifat 'rumpi' dan childish suaminya itu?. 'Widya..go back to work!' Ah si peri manis kembali berbisik di telinga kananku mengingatkanku agar kembali ke pekerjaanku. Belum sejam aku tenggelam dlm kesibukanku aku mendadak dikejutkan dengan suara berisik dari jendelaku.

Begitu aku palingkan wajahku ke arah jendela tampak sesosok tubuh pria berdiri diluar. Oh rupanya itu maintenance kantor yang sedang membersihkan jendela dengan menggunakan lift khusus utk membersihkan jendela gedung2 tinggi. Kulihat petugas pembersih itu mengenakan safety helm dan kemeja seragam maintenance kantorku. Dipinggangnya dia memakai ikat pinggang pengaman dan berbagai alat pembersih tergantung di pinggangnya. Terlihat wajahnya yg keras dan kulitnya terbakar ditimpa matahari. Gerakan tangannya yg berotot itu terlihat luwes menggerakan pembersih kacanya sementara tangan yang satu lagi sesekali menyemprotkan cairan pembersih. mataku tertuju pada bagian celananya yang terlihat menyembul tanpa kusadari aku menelan ludah menatap daerah kejantanan pria itu yang terlihat seperti polisi tidur menggunduk di daerah retseling celananya. 'Mmmm pasti kokoh dan besar'ups o'o itu pasti suara peri nakal di telinga kiriku! Segera aku meninggalkan pandanganku dari petugas pembersih itu. Ada perasaan malu timbul dalam hatiku. Perasaan gengsi karena petugas maintenance itu telah 'membius' pandanganku. Untung jendela kantorku terbuat dari kaca gelap yang memantulkan cahaya dari luar.

Pasti orang itu tidak tau kalau aku tadi memandangnya seakan ingin 'menelan' (atau lebih tepat mungkin mengulum) bagian 'itu'. Aku kembali ke pekerjaanku sambil sesekali menengok ke jendela. Aku merasa seperti rugi melewatkan 'pertunjukan' yang jarang2 ini (jendela kantorku dibersihkan 2 minggu sekali itu pun belum tentu dengan orang yang sama).

Limebelas menit kemudian dia menghilang dari jendelaku pindah ke tingkat lain. Saat itu Hendra kembali datang dan menyerahkan berkas yang aku minta padanya. Hendra masih sempat mengajaku lunch bersamanya di luar tapi kutolak karena aku memang sedang tidak ingin keluar kantor. Mungkin karena tadi pagi sarapanku cukup banyak sehingga aku memutuskan hanya menyantap apel yang kubawa dari rumah. Biasanya segera setelah memasuki jam istirahat kantor aku melakukan senam-senam ringan di ruanganku. Hal itu kulakukan rutin hingga menjadi semacam ritual harian bagiku. Lebih baik aku makan siang dengan porsi kecil plus sanam ringan daripada aku pergi makan hingga kenyang tapi mengakibatkan rasa kantuk dan penat sepanjang sisa waktu kerja. Kunyalakan stereo set di ruanganku dgn remote kemudian aku melepas sepatu dan duduk agak selonjoran dengan santai di kursi. Kuangkat kedua tungkai kakiku dan kuletakan diatas meja dengan posisi kaki saling menyilang. Kuhabiskan apel yg kubawa dari rumah lalu kemudian meminum sebotol air mineral. 'How refreshing! aku tetap duduk santai sambil menggerakan ujung2 jari kakiku unutuk meregangkan otot. Suasana kantor yg begitu tenang karena para karyawan sedang istirahat makan siang membuatku merasakan suasana privacy yang tentram.

Bayangan petugas pembersih jendela itu kembali memenuhi fantasi-ku. Sebenarnya aku adalah tipe wanita yang sangat pemilih dalam menentukan pria yang akan kujadikan pertner dalam masalah sex. Biasanya aku memiliki standar yang tinggi akan hal itu. salah satu yang penting adalah pria itu haruslah memiliki tingkat intelektual minimal sama denganku. aku suka tipe pria yang tenang , dewasa dan gentle. Seorang pria yang mempu memberikan kepuasan psikologis daripada sekedar kenikmatan fisik yg hambar. Selama ini rekan2 kencanku adalah pria berlatar belakang pendidikan tinggi dan mampu melakukan 'clever conversation'. Akan tetapi entah mengapa dalam berfantasi aku lebih suka membayangkan pria2 kasar dengan fisik yang kekar dan kuat. tipe-tipe pekerja2 low class yang mengandalkan otot daripada otak. Lebih nikmat rasanya membayangkan mereka merengkuh tubuhku dengan kasar dan meniduriku dengan senggama yang liar.

Bayangan pria pembersih jendela tadi diam-diam membangkitkan libidoku. Terasa jelas tubuhku mulai dialiri gairah hangat yang berwujud suatu perasaan sensasi seperti aliran listrik halus mengggelitik naik mulai dari ujung kaki lalu perlahan lahan naik ke atas menjalari segenap bagian tubuhku. Tanganku secara otomatis bereaksi dengan mulai menyentuh dan mengusap-usap kedua pahaku yang di balut stocking yang halus.

Tangan kiriku mulai meremas payudaraku dan tangan kanan membelai paha bagian dalam hingga menyentuh tepat diantara kedua kakiku. Tanpa sadar aku merentangkan kedua kakiku selebar mungkin diatas meja hingga rok kerjaku kusut terangkat hingga pinggang. Kubayangkan tangan2 kasar pria itu meremas dan mempermainkan buah dadaku. Kubayangkan tangannya menyusup ke balik baju dan bh-ku dan mulai mempermainkan puting susuku. Gerakan jari2nya begitu kasar hingga mulai memelintir dan 'menjewer' kedua puting-ku. Terasa bagian tengah celana dalamku yg masih terlapis pantyhose mulai basah.

Kuteruskan gerakan tanganku denen menekan kuat daerah klitoris dan melakukan gerakan 'tekan dan putar' mirip gerakan mengulek. Ahhh..nafasku mulai berat memburu. Kuatur dengan menarik nafas panjang. Lalu kubayangkan pria tadi melepaskan celana kerjanya.. kubayangkan kejantanannya yang besar dan kokoh itu berdiri bebas tanpa ditutupi celananya. Lalu perlahan diletakan di bibir kewanitaanku.

Kini kedua belah tanganku membelai daerah pangkal paha sambil kubayangakan kenikmatan yang diberikan olehnya apabila 'kejantanannya' itu menusuk menghujam kewanitaanku. 'ssssshh...aku mendesis dengan penuh perasaan merinding yang nikmat mambayangkan hal itu. Terlebih lagi nikmatnya gerakan kasar pria itu apabila 'memompa' kewanitaannku dalam senggama yang liar dan kasar. Kian keras aku menekan areal klitoris-ku , makin cepat seiring kenikmatan dan cairan kemaluanku yang mengalir keluar seiring kedutan-kedutan di dalam liang kenikmatanku. Makin kuat...makin kuat hingga kesadaranku menjadi gelap diselubungi kabut kenikmatan yang mamabukan. Mulutku beberapa kali terbuka lebar megap-megap menahan nafas yang memburu serta berusaha mencegah suara rintihan itu keluar dari mulutku. Akhirnya saat kubayangkan pria itu menusuk berulang dan makin keras , maka terlepaslah samuanya...ibarat listrik mengaliri seluruh persendianku , aku tenggelam dan tersapu gelombang orgasme yang hebat! kedua kakiku mengejang diatas meja sampai pantatku agak terangkat hingga posisi duduk-ku makin melorot!...hmmmmmmmmmmmmmmmmm!" tak dapat kulihat apa2 lagi selain ribuan kunang-kunang menari manyilaukan mataku!. Ahhhhhhhhhhhhhh! kulepaskan nafasku yang berisi gelombang kenikmatan terakhir lalu aku kembali lunglai diatas kursi.

Terdengar suara tawa si peri nakal cekikikan di telinga kiriku. Begitu mulai kesadaranku kembali aku dapati kalau posisi duduku melorot hingga punggungku tinggal bersandar di dudukan kursi dan bagian pinggang sampai pahaku menggantung diantara kursi dan meja. Tinggal sebatas lutut hingga ujung kakiku saja yg masih berada diatas meja mencegahku jatuh ke lantai. Ingin kutetap dalam posisi itu hingga desah nafasku kembali
normal tapi bunyi telpon membuatku segera bangkit untuk menjawabnya.

"Halo.." Desah nafasku masih setengah memburu. " Halo..mbak ini aku"
Terdengar suara dari ujung sana. Suara itu sangat kukenal karena itu
suara adiku Sonny (Sonny Amulet).
"Lho mbak kenapa koq nafasnya gitu abis senam apa abis lari?" ujarnya
yang cukup membuat wajahku merah padam.
"Eh aku abis senam..ada apa?" aku balik bertanya sambil mengalihkan
perhatiannya dari deru nafasku.
"Lho besok jadi nggak ke nyari PC-nya ke ITC?" jawabnya
Oh iya aku hampir lupa kalau besok aku janji mau menemaninya mengganti
komputer. " Iya..iya gimana dong bukannya kamu kerja sama kuliah?" .
"Besok aku kuliah pagi sampe siang...soal kerja sih besok nggak ke
kantor lagian Erika keluar kota" jawabnya.
"Oke deh kalo begitu...mbak jemput kamu jam 11 di kampus yah..tapi
kalo bisa sebelum jam tiga udah kelar soalnya mbak harus ketempat
suplier jam tiga".
"Ok deh bisa ..sebentar koq paling 2 jam-an" katanya memastikan.

"Ok deh ..ampe besok mbak daaaah" tanpa menanti jawabanku dia menutup telponnya. Dasar tuh anak kalo ada maunya bisa aja. Aku segera merapikan bajuku mengenakan sepatu lalu ke toilet untuk segera membersihkan bagian kewanitaanku yang 'kegerahan'. Siang itu pertemuan dengan Suplier berjalan dengan baik dan segalanya sesuai dengan rencana.

Sore itu selepas jam kantor aku masih saja berada di ruang kerjaku.Seperti biasa aku memberskan semua sisa pekerjaanku sekaligus semacam evaluasi pribadi akan kinerjaku hari itu. Itu merupakan salah satu kebiasaanku karena aku tidak mau ada sesuatu yang tercecer atau tertinggal hingga membuatku repot di hari berikutnya. Dan seperti biasanya suasana lalulintas di depan kantorku sangat padat ( nggak cuma di depan kantorku sih..di jakarta memang dimana-mana padat kalau jam pulang kantor). Biasanya aku suka mampir di Playan yang kebetulan dekat dengan kantorku dan bersama beberapa rekan kantor 'hangout'di kafe wien sampai keadaan jalan mulai lenggang baru pulang. Tapi saat itu aku malas beranjak keluar kantor dan iseng browsing di internet sambil minum capucino. 20 menit kemudian aku merasa harus segera ke toilet dan seperti biasa aku suka menggunakan toilet yang terletak di bagian direksi. Alasanku adalah karena toilet wanita disana lebih jarang digunakan karena biasa hanya digunakan oleh tamu direksi yang wanita dan para sekretaris direksi saja ( lagipula para direksinya adalah pria semuanya) jadi lebih memenuhi rasa higienis-ku. Aku melintasi ruang kantor utama yang sudah kosong menuju ke bagian selatan lantai 4 ini. Di bagian direksi sebagian besar lampu sudah dipadamkan sehingga hanya lampu2 pada koridor saja yang masih tetap menyala. Sebenarnya suasana temaram dan sepi ini agak menyeramkan tapi karena sudah empat tahun bekerja disini aku sudah familiar dengan suasana gedung ini. Lagipula di lantai satu dan dua di bagian produksi kegiatan tetap berlangsung dan masih ramai dengan pekerja. Aku memasuki toilet wanita yg terletak di tempat paling ujung bagian direksi. Lampunya masih menyala dan tanpa ragu aku melangkah masuk kedalamnya. Begitu memasuki toilet aku langsung melewati jajaran wastafel di kedua sisi dengan cermin sepanjang dinding kedua sisinya.

Ada empat bilik toilet di dalamnya. Di pintu masuk dua bilik pertama tergantung sign "RUSAK/DALAM PERBAIKAN" sehingga aku memasuki pintu ketiga. Ketika aku sedang duduk di toilet itu ada perasaan aneh yang muncul. Perasaan yang mengatakan kalau aku tidak sendiri di ruangan ini. Insting-ku seperti merasakan kehadiran orang lain di ruangan ini . Aku segera mengusir perasaan itu jauh-jauh dan segera setelah selesai buang air kecil aku segera membersihkan diri (tentunya flushing the toilet juga) lalu ingin segera meninggalkan ruangan yang mulai 'spooky' itu. Belum sempat aku keluar tiba2 pintu masuk toilet terbuka dan terdengar langkah2 kaki yang tergesa-gesa. Ada sedikit suara bisik-bisik singkat yg membuatku mengenali suara itu. Itu suara Diana! rasa ingin tahuku keluar hingga aku perlahan membuka pintu bilik-ku mengintip. Rupanya mereka berada di sisi yang sama dengan jajaran bilik toilet sehingga aku tidak dapat melihat langsung ke arah mereka. Akan tetapi cermin besar sepanjang sisi seberangnya membuatku bisa melihat mereka melalui cermin itu. Dan apa yang kulihat benar- benar membuat kedua lututku gemetar. Diana dan Nina si resepsionis sedang bergelut penuh nafsu birahi! kulihat bibir keduanya saling menempel erat dan desah nafas mereka berdua terdengar keras memenuhi ruangan itu. Perasaan antara jijik dan shock aku rasakan menyaksikan dua orang wanita yang kukenal melakukan hubungan sejenis di depan mataku. Ingin aku memalingkan muka karena muak melihat perbuatan mereka namun rasa ingin tahu-ku terlalu kuat hingga aku menyaksikan 'permainan' mereka dari balik pintu toilet ini.Diana terlihat lebih mendominasi 'pergumulan' itu sedangkan Nina lebih tampak sebagai objek pemuas. Tangan Diana tampak begitu rakus dan liar menjelajahi setiap lekuk tubuh Nina. Dua pasang tangan yang halus dan lentik terlihat tergesa-gesa saling mencopot pakaian bagian atas pasangan masing-masing. Sepasang bibir yang sama-sama mengenakan lipstik tampak sangat tidak wajar saling menempel lekat seperti itu.

Bahkan bayanganku tentang hubungan lesbian selama ini tidak se'seram' kenyataan yang terlihat gamblang di depan mataku. Aku menarik nafas panjang dan sejenak berusaha menerima fakta didepanku bahwa gosip si
Hendra benar dan cerita Bramanto si satpam juga benar adanya. Tapi mengapa harus Diana? mengapa harus teman yang telah kukenal sejak pertama kali aku kerja disini dan mulai cukup dekat dua tahun terakhir
ini. Aku tidak menyebut akrab karena hubunganku dengannya memang hanya sebatas hubungan kantor dan di acara-acara luar kantor yang melibatkan orang2 dari kantor ( such as ultah-nya semalam). Tapi kuakui selama
dua tahun terakhir ini kita berdua cukup intens dalam berhubungan.

Diana cukup sering menelpon dan bercerita banyak hal denganku. Memang belum sampai dlm taraf curhat sih soalnya kami berdua seperti-nya tipe wanita yang lebih suka menyimpan hal-hal pribadi dan hanya menikmati percakapan yg bersifat umum dan populer saja. Oh iya Diana adalah wanita yg telah berumah tangga , usianya 30 tahun wajahnya menarik dan memiliki pesona kematangan seorang wanita yang pastinya sangat sexy khususnya di mata pria2 berpendidikan yang suka dengan wanita yg memiliki intelektualitas dan mandiri. Nina sendiri masih terlihat sangat muda , mungkin sekitar 22-23 tahun umurnya. kulitnya kuning langsat dan wajahnya khas mojang Priangan dengan kecantikan yang lumayan. Kulitnya tampak kencang dengan payudara dan bagian pantat yang cukup montok. Tubuhnya lumayan jangkung dan jujur saja membuatku iri ( padahal tinggi badanku yang 162cm ini menurut teman2 sudah cukup tinggi). Tapi tetap saja aku iri dengan tinggi badannya titik. Saling bergantian kedua wanita itu melepaskan nafsu mereka meremas , dan kemudian menghisap , menjilat (etc..etc segala jenisnya) payudara pasangannya. Kemudian tubuh Nina yang langsing itu tampak beranjak duduk diatas wastafel. Diana dengan sigap menarik celana dalam pasangannya sampai lepas hingga tersangkut di sebelah kakinya lalu melakukan oral. YUKS!!! agak mual aku membayangkan bila aku yang harus melakukan itu. Adakah kenikmatan yang didapatkan dengan mencumbui kemaluan dari sesama wanita??. Setidaknya itu yang ada di pikiranku pada awalnya. Tubuh Diana dalam posisi berlutut. Kepalanya tepat berada diantara paha milik Nina yang kadang2 menutup mengejang menahan geli. Kuperhatikan wajah Nina yang sangat 'ekspresif' menterjemahkan tiap kenikmatan yang dirasakannya. Matanya yang sayu terbius kenikmatan kadang agak mendelik dan kadang terpejam dalam waktu lama seiring galombang kenikmatan yang datang menerpanya bagaikan ombak memecah pantai silih berganti. Kedua telapak tangannya yang halus itupun seperti mengikuti irama yang sama dengan ekspresi wajahnya menjelajahi tiap bagian dadanya sendiri. Terkadang tangannya membelai, kadang seperti menggaruk dan memelintir kedua ujung payudaranya sendiri. Dia menikmati itu semua serasa dia hanya sendiri diruangan ini. Kedua pasangan itu tampak seperti menikmati permainan mereka dengan cara sendiri-sendiri. Kurasakan detak jantungku kian berdentang kencang dan nefasku kian berat. Lambat tapi pasti fantasi memenuhi kepalaku. Aku membayangkan kenikmatan saat aku melakukan masturbasi tadi siang. Posisiku yang sedang mengintip menimbulkan semacam sense of privacy yang membuatku makin tenggelam dalam permainan panas yang disuguhkan dua insan sejenis di depan mataku. Seumur hidupku belum pernah aku melihat langsung wanita yang sedang berhubungan sex (jelas karena selain bukan lesbi aku juga belum pernah melakukan orgy or threesom). Ketika masih kuliah beberapa kali aku pernah berkencan di motel2 kelas 'mahasiswa' yang full cermin sampai ke plafon hingga aku bisa melihat diriku bagai dalam aquarium. Tapi berbeda menyaksikan diriku sendiri bercinta dengan menyaksikan wanita lain yang memiliki tubuh yang lekuknya tidak kukenal. Aku merasakan ada suatu pesona unik dalam tiap geliat tubuhnya itu. Pesona yang kuyakin diliat juga oleh partner2 sex-ku dalam diriku. Setidaknya ini akan menambah percaya diriku apabila ber-intercourse kelak.

'Widya...what are u doing honey!!' suara itu tiba2 membuyarkan konsentrasiku. Si peri baik lagi...Ah selalu tepat disaat-saat tidak dibutuhkan' keluhku dlm hati. 'Kamu harus malu sama diri kamu sendiri' suaranya tajam menusuk persaanku. Betul juga sih..untuk apa aku mengintip seperti ini? aku jadi malu sendiri. "Hah abis harus gimana lagi dong khan kamu terjebak disini' uh itu si peri nakal membela-ku kali ini. Iya betul aku khan nggak sengaja. Lagian khan lebih tidak menyenangkan kalau saat ini aku keluar dan mengganggu 'permainan' mereka. Bukannya aku setuju dengan perbuatan mereka, tapi bagaimana caranya ? Apakah aku harus keluar lalu menyapa 'hai diana, hai Nina' terus berlalu? Jelas nggak mungkin dong !. Sebersit perasaan bersalah muncul dalam hatiku. Kenapa tidak sejak awal aku keluar dari bilik ini saat mereka masuk pertama kali.

Mungkin hal itu akan membatalkan niat mereka. Tapi kembali kupikir bahwa disini atau ditempat lain sama saja. The point is : Diana dan Nina itu betul2 Lesbian! dan mereka pasti akan melakukan perbuatan itu walau tidak disini!. Segera aku mengusir rasa bersalah itu jauh-jauh. Kutinggalkan peri nakal dan peri baik saling bertengkar dan kembali aku memusatkan perhatian kepada sepasang wanita yang sedang mabuk oleh hasrat 'panas' masing-masing. Sekarang Diana sudah duduk di tepi wastafel disamping Nina mereka berciuman sejenak lalu keduanya merogoh tas memsing-masing dan mengeluarkan masing2 mengeluarkan benda panjang dan lonjong yang sudah sangat aku kenal...dildo!

'My God..mereka pasti sudah merencanakan ini' aku terkejut melihat 'peralatan' mereka yang cukup lengkap itu ( jelas menunjukan niat mereka ). Kedua dildo itu berwarna biru muda dan memiliki ukuran panjang sekitar 20 cm ( sepertinya dibeli bersamaan di satu tempat melihat model dan warnanya seragam). Aku cukup akrab dengan 'mainan'itu karena aku memiliki 'koleksi-nya' dirumah. Aku sebut koleksi karena aku sama sekali tidak pernah menggunakannya dan belum terpikir untuk mencobanya karena bagiku fantasy abstrak dan sentuhan alami lebih dapat dinikmati daripada sentuhan stimulasi kasar dari benda2 yang cukup 'imajiner' bentuknya itu.

Aku memiliki dua buah alat stimulasi sejenis. Sebuah Dual-dildo ( dildo yang memiliki dua 'kepala' sehingga bisa digunakan bersamaan dengan arah yang berlawanan) , dan satu vibrator jenis standar yaitu dildo yg mampu bergetar dengan tenaga batere dengan tiga tingkatan kecepatan yang dapat diganti-ganti. Benda-benda 'kinky' itu adalah oleh-oleh dari Caroline -gadis Singapura yang pernah jadi roommate-ku ketika studi pasca serjana di Aussie. Dua tahun lalu dia liburan ke jakarta dan menghadiahi aku 'mainan' itu. Biar aku tetap inget masa gila2an kita berdua di Aussie katanya. Well..i do have a good time waktu itu ( mungkin akan aku ceritakan di kisahku yg lain ). Ups , aku malah ngelantur mikirin yg lain. Ok back to the 'love' scene lagi deh....

Diana dan Nina duduk bersandar pada cermin diatas wastafel. Kini giliran Nina yang gencar mencumbui leher Diana yang tampak mengkilat bersimbah peluh. Keduanya menggenggam dildo masing2 dengan pegangan yang begitu mesra serasa seperti memegang sasuatu yang lain. Sesuatuyang dengan jelas dan eksplisit direpresentasikan oleh bentuk dildo itu. Sekitar 10 menit kemudian ruangan toilet itu di penuhi suara nafas dan lenguh kenikmatan tatkala sepasang wanita cantik itu mulai menggunakan 'mainan' mereka sesuai dengan kegunaannya. Kakiku mulai terasa letih disaat Diana dan Nina mulai melenguh panjang dengan nafas yang menderu saling bersahutan. Makin liar mereka 'memainkan' dildo ditangan mereka yg tersembunyi di didalam rok kerja mereka. Jelas terlihat guratan kenikmatan memenuhi ekspresi Diana. Sedangkan wajah Nina terlihat mulai 'blushing' , merah padam. Sedetik kemudian tubuh mereka berdua mengejang menahan derasnya orgasme yang jelas terlihat menyelimuti getaran tubuh mereka berdua. Mereka bagai hendak menghujamkan dildo itu sampai tertelan semuanya dalam kewanitaan mereka dan tangan mereka yang bebas saling menggenggam erat. Begitu eratnya sehingga baru terlepas perlahan sesaat setelah desahan nafas kenikmatan terakhir mereka berlalu. Aku merasa sudah cukup melihat semuanya.

Lebih dari cukup buatku menyaksikan suatu pemandangan yang membuatku cukup shock sekaligus membawa sensasi kenikmatan dan keindahan tertentu dlm diriku. Yang jelas aku seperti melihat sesuatu yang baru dalam diri kaumku sendiri - Lesbian itu nyata adanya!. Aku terduduk lemas di atas tutup closet. Terasa peluh di bagian leherku mengalir hingga ke dadaku. Aku terus diam sampai mereka berdua meninggalkan ruangan dengan hanya memperdengarkan suara pintu yg ditutup perlahan. Lega rasanya bebas setelah terjebak dalam toilet akibat ulah sepasang wanita yg dimabuk 'cinta'tadi. Bagiku kata mabuk saja lebih cocok dibanding kata cinta. My God ! dalam keadaan mabuk berat sekalipun aku masih cukup waras untuk tidak bercumbu dengan pasangan sejenis. Segera aku keluar dan ketika melewati deretan wastafel aku menyempatkan diri merapikan diri di depan cermin (always) Tentunya aku tidak bercermin di deretan wastafel tempat Diana dan Nina tadi karena ada semacam perasaan 'emoh menyentuh ataupun mendekati bekas tempat mereka 'bermain' tadi. Bahkan aku masih merasakan sisa aura mereka di bagian itu. Aku meraih hp-ku dan segera men-dial no telp Hendra. Tidak sabar aku ingin mendengar komentarnya akan apa yang baru saja aku alami disini. Biasalah dalam keadaan seperti ini aku tidak dapat menahan keinginan-ku untuk segera bergosip (panggilan jiwa!!...nggak salah khan?).

Tiba-tiba aku tersentak dan mem*kik tertahan mendengar bunyi ponsel yang suaranya cukup menyolok pendengaran ( karena suasana sedang hening ) dan berasal dari salah satu bilik toilet yang dipintunya terpampang sign rusak tadi! Suara itu diikuti suara hentakan sepatu dan bunyi benturan di pintu bilik itu. " Siapa disitu! " dengan spontan aku menegur dengan hati ciut. Karena kaget aku segera mematikan ponselku dan menanti jawaban dari balik pintu. Sesaat kemudian pintu itu terbuka dan betapa terkejutnya aku melihat wajah

Hendra asisten-ku muncul dari balik pintu kedua toilet!..Lho...! kata-kata itu hampir bersamaan keluar dari mulut kita berdua dengan penuh rasa terkejut. Wajah Hendra masih tampak dengan ekspresi kaget dan konyol-nya itu ketika pintu bilik pertama terbuka dan Bramantio - si satpam keluar dengan melongo kepadaku tanpa mampu berkata apa-apa!

Antara kaget dan malu aku menghardik mereka berdua bagai seorang kakak yang marah pada adik-adiknya " ngapain kamu berdua disini..di toilet wanita? ". Aku segera sadar kalau mereka rupanya sudah janjian ngintip Diana dan Nina disini. " Lha kamu sendiri ngapain ?" ucap Hendra dengan lugu sekenanya. " Lho ini kan toilet wanita jelas aku ada keperluan masuk ke sini " Kataku dengan nada meninggi. Aku kesal pada mereka berdua karena merasa bahwa mereka telah mengganggu privasi-ku disini. Kesal karena baru sadar kalau dua orang lelaki ini tadi juga telah ada saat aku duduk di closet.

Walaupun aku cuma pipis tapi ada semacam sense of privacy-ku yang dilanggar dengan kehadiran dua pria ini kendatipun aku juga sadar kalau mereka juga pasti tidak menyangka aku akan ke sini. Kulihat Hendra senyum-senyum kecut menatap-ku dengan tatapan tolol-nya sedangkan Bramanto terlihat salah tingkah dan tidak berani memandang wajahku. Tubuhnya yang gempal tampak bergerak-gerak mengikuti nafasnya yang berat agak tersengal-sengal serta sebentuk gundukan panjang mirip polisi tidur tercetak jelas di celana satpam- nya yang ketat. Rupanya si Bramanto ini masih belum bisa menghilangkan sensasi rangsangan akibat 'tontonan' gratis tadi. "sorry Wid...kita nggak tau kalau kamu bakal masuk kesini " ujar Hendra dengan guilty face.

"Eh tapi bener khan cerita-ku...aku sama 'manto memang sengaja mau buktiin gosip itu " ujarnya lagi setengah membela diri tapi dengan ekspresi penuh kemenangan karena berhasil membuktikan omongannya padaku.

"Iya bu..mereka sudah sering begituan disini " ujar Bramanto menimpali.

"Berarti kamu juga sudah sering nyelinap masuk kesini buat ngintip mereka " kataku dengan dengan nada suara agak mengintimidasi satpam itu.

"Eh nggak bu..ini baru yang kedua dan ini juga karena pak Hendra penasaran mau tahu"

"Waktu yang pertama juga aku nggak sengaja pas lagi kontrol aku dengar suara kasak-kusuk..nggak taunya ibu Diana dan mbak Nina itu..." katanya tanpa melanjutkan kalimatnya.

"Sudah yang jelas masalah ini biar aku saja yang ngomong ke Ibu Diana..Pak Hendra dan kamu diam-diam saja" Aku berbicara dengan tegas dan singkat. Yang jelas aku ingin cepat-cepat meninggalkan ruangan toilet wanita ini. Sebenarnya aku masih ingin ngobrol banyak sama

Hendra tapi karena ada Bramanto si satpam aku jelas harus tetap menjaga image-ku sebagai atasan juga image Diana dan Nina di depan satpam itu seburuk apapun keadaan mereka dimata kita sekarang. Kita bertiga segera beranjak keluar dari situ. Aku dan Hendra kemudian terlibat perbincangan ( lebih tepatnya pergunjingan ) seru tentang kejadian yang sama sekali tidak disangka tadi ( bagi Hendra mungkin sudah disangka karena mereka memang niat mau ngintip). Waktu sudah menjelang pukul delapan malam ketika Hendra pamit pulang.

Aku sendiri masih asyik mengutak-atik internet explorer-ku sambil menikmati suasana lengang di kantor. Pikiranku kembali terbayang pada kejadian paling menghebohkan yang kualami hari ini. Aku jadi bertanya dalam hati..apakah aku betul-betul menikmati apa yang kulihat dari adegan-adegan penuh nafsu yang dipertontonkan Diana dan Nina di toilet tadi?. Normalkah aku kalau ada rangsangan yang timbul dalam diriku ketika melihat 'ulah' mereka tadi? Suasana ruangan kantorku yang sudah kosong ini mirip sekali dengan suasana tadi siang pada jam istirahat. Lenggang dan nyaman membuat aku merasa kembali rileks.

Perlahan tapi pasti aku seperti ter-sugesti oleh semua yang kualami hari ini. Mulai dari nikmatnya air dingin dari shower tadi pagi , kemudian orgasme yang penuh sensasi tadi siang , lalu terakhir adalah suguhan nafsu yang penuh keindahan yang diperagakan dengan sempurna oleh Diana dan Nina diatas wastafel itu.... Oh benakku kembali diserbu berbagai fantasy yang cukup membuat peri baik yang senantiasa berbisik di telinga kananku cemberut. Sementara si peri nakal dengan sepasang tanduk kecilnya tampak tersenyum manis sambil menggelitikku dengan trisula godaannya yang makin tidak ter-elakan lagi. Kurasakan kewanitaanku mulai basah dan aku diselimuti oleh aroma sexual yang tinggi.

'Tok..tok..tok suara ketukan halus terdengar dari balik pintu ruanganku. " Bu Widya.." terdengar suara lelaki tapi suara itu bagai terjepit diantara kerongkongannya. Ah itu pasti Bramanto si satpam.

"Iya ..kenapa?..masuk aja" aku mengundangnya masuk. Saat yang bersamaan tanpa diundang semua stimulasi yang kuterima hari ini turut memasuki pikiranku dan menentukan keputusan buatku.

"Kebetulan aku lewat dan melihat ruangan ibu masih terang...ibu masih lama disini?" suaranya datar dan sopan. Aku hendak menjawab tapi dia kembali melanjutkan kalimatnya

"Aku sekalian mau pamit pulang..lagian udah ganti shift..kalo ibu masih lama dan perlu beli makanan atau minuman bisa titip aku biar nanti aku suruh maintenance yang mengantarkan kemari.." Ujarnya.

Bramanto rupanya sudah berganti pakaian. Seragam satpam-nya telah berganti polo shirt dan di tangan kirinya ada tas kecil yang pasti berisi seragam satpamnya. "Oh tidak..terima kasih sebentar lagi aku juga mau pulang" Jawabku dengan ramah. " Manto duduk sini aku mau bicara denganmu " suaraku penuh penekanan dengan nada memerintah. Bramanto tampak agak ragu tapi dia menuruti perintahku dan duduk di kursi di depan mejaku.

"Eh masalah tadii itu bu...bener lho aku sebenarnya nggak berniat..tapi pak Hendra yang.." suaranya terputus putus karena merasa bersalah.

"Aku tidak menyalahkan kamu tapi aku meminta kamu supaya , merahasiakan hal tadi..aku tidak mau mendengar sampai ada orang lain lagi yang tau hal ini " ujarku sambil bangkit dan duduk ditepi meja kerjaku tepat di depannya. Dengan sengaja aku meletakan paha kananku diatas paha kiriku. Gerakan itu sengaja aku lakukan dengan agak demonstratif. Sekarang pasti sebagian besar pahaku yg terbalut stoking nampak jelas dimatanya. Bramanto memperbaiki posisi duduknya. Jakunnya terlihat bergerak menelan ludah. Itu reaksi yang kunantikan!. Sejenak aku memandangi sosok gempal yang nampak rikuh didepanku. Dia kira-kira berusia 25 tahun dan sudah berkeluarga. Tipe pria pekerja yang selalu jadi bahan fantasi-ku! Dia pasti merasa kalau aku memandangnya dengan tatapan yang tidak pantas. Tapi aku telah menentukan pilihanku. Lebih tepatnya adalah hasratku telah menentukan pilihannya bagi keinginan tubuhku.

"mm..maaf bu tapi aku harus segera pulang" rupanya dia sudah merasa gelisah.
"Kamu sudah berkeluarga?" tanyaku lagi tidak mempedulikan perkataannya.
"Iya bu..sudah 4 tahun"
"Istriku sedang hamil" lanjutnya lagi. "hamil tujuh bulan bu" jawabnya lagi tanpa ditanya. Betul2 terlihat gugup sehingga dia menjawab sesuatu yang tidak kutanyakan. Cukup mudah bagiku untuk memanipulasi dan memancing pria sekelasnya. Selama ini aku terbiasa berinteraksi dengan pria2 berpendidikan dan memiliki intelektual yang cukup tinggi sehingga dengan mudahnya aku mendominasi percakapan dengan Bramanto. Status sosial serta posisiku yang jauh lebih tinggi darinya membuat dia sangat menghormatiku hingga dengan mudah terintimidasi olehku.

Dalam posisi 'in charge' seperti ini , rasa percaya diriku makin tinggi hingga aku mulai memperlakukannya sebagai obyek dari hasratku. Segala sesuatunya telah aku pikirkan dengan matang sehingga aku yakin dengan setiap perbuatanku padanya.

"Tadi kamu sepertinya menikmati sekali mengintip ibu Diana dan Nina ditoilet itu" aku berucap dengan penuh provokasi.

"Ehm..ya ngak juga sih...tapi ya.." sesaat dia bingung untuk melanjutkan ucapannya itu.

"Ehm..ibu juga khan ngerti, namanya juga lelaki normal..ya suka juga" Wajahnya tampak memerah berkata begitu tapi aku melihatnya bagai gunung es yang mulai cair. Nada suaranya terdengar mulai rileks dan
lebih enteng. Ada perubahan yang terlihat dari bola matanya yang hanya sekali-sekali berani menatap wajahku. Kulihat mulai ada gairah di matanya. Bagiku itu tandanya Bramanto sudah mulai menduga arah pembicaraanku. Sekarang tinggal menunjukan padanya secara eksplisit.

"Kenapa..apa istri kamu dirumah kurang bisa melayani kamu? " kulepas kedua sepatuku dan membiarkan kedua kakiku tergantung bebas .

"ehm..segenarnya sih nggak juga..tapi ya dia lagi hamil tua..ya jadinya aku sudah lama nggak..." suaranya terhenti ketika kuletakkan kaki kananku diatas pangkuannya. Entah apa yang berada di dalam pikiranku karena saat itu yang tujuanku adalah memuaskan hasrat yang kian menggebu. Kuyakin Bramanto tidak akan sanggup menolak keinginan-ku. Tinggal masalah kendali bagiku karena siapa yang mengendalikan dialah yang mendominasi. Sementara bayangan tubuh Diana dan Nina yang menggeliat saat menahan kenikmatan kembali membayangi fantasi-ku.

Tampak Bramanto terdiam kembali terlihat jakunnya naik turun dan nafasnya menjadi berat pertanda gairahnya memuncak. Kini kedua matanya menatap-ku dengan tatapan yang sama sekali tidak kusukai. Tatapan itu penuh nafsu terpendam dan hasrat ingin menguasai. Terlihat pandangan khas seorang laki-laki yang memandang wanita di depannya ini sebagai objek sex yang siap memenuhi nafsu sesuai seleranya. Itu adalah hal yang paling kubenci dari pria dalam berhubungan sex apalagi kini tatapan itu keluar dari pria yang kuanggap tidak selevel dengan-ku. Apa boleh buat aku yang memancingnya , kini aku yang harus mengantisipasi itu dengan segera memegang kendali 'permainan' ini.

Tangan Bramanto mulai meraba pergelangan kaki kananku yang kutumpangkan diatas pahanya. " Kamu menginginkan aku khan ?" kataku halus namun penuh penekanan.
"Ah ibu Widya...aku nggak enak " ucapnya namun tangannya mulai merayap keatas kebagian paha-ku.
"Tutup mulutmu dan turuti permintaanku " Kataku dengan suara pelan dan halus.

"layani aku " ujarku singkat setengah berbisik. Wajah Bramanto masih terlihat bingung ketika aku memindahkan posisi duduku sehingga sekarang tepat berada diatas meja didepannya. Aku kemudian membuka kedua pahaku dan menginjakkan kakiku di pegangan kursi tempat Bramanto duduk. " tolong lepaskan stokingnya " ujarku memerintahnya. Rupanya suaraku dalam keadaan seperti ini membuat Bramanto seperti terhipnotis sehingga tanpa basa-basi lagi dia menuruti permintaanku. Tangannya menelusup ke balik rok-ku dan menarik pantyhose yang kukenakan. Sempat dia berusaha menarik celana dalamku agar turut terlepas turun namun dengan lembut aku memberi isyarat agar dia tidak melakukan itu.

Matanya tampak setengah melotot dan berulang kali jakunnya naik turun menelan ludah ketika sepasang betis yang indah mulus terekspose didepan matanya. Tanpa di suruh dia langsung mengangkat kaki kiriku dan mulai menciumi betis-ku. Terasa hangat ketika lidahnya menjilati betisku. Kurasakan sesekali dia mengecup betisku dengan nafas menderu hingga menimbulkan rasa geli yang mebuatku merinding. "tolong mulai dari bawah " ujarku sambil meringis menahan geli dan nikmat. aku ingin sekali Bramanto melakukan 'legjob' di kakiku. Kuangkat kaki kananku dan kusodorkan tepat di depan wajahnya.

Kurasakan dengus nafasnya di ujung kakiku. Tampak Bramanto mengamati kakiku dengan penuh minat dan nafsu. Sejenak dia tampak ragu dangan apa yang akan dilakukannya. Kupikir Bramanto adalah tipe pria Indonesia pada umumnya yang biasa melakukan hubungan sex dengan foreplay yang kurang kreatif. hanya berorientasi pada pemuasan diri sendiri tanpa memikirkan bahwa wanita ingin mencapai puncak kepuasan melalui semua tahapan kenikmatannya sendiri. Mungkin Bramanto belum pernah menjilati kaki wanita dalam berhubungan namun kali ini adalah permainanku dan dia harus menuruti keinginanku. Sesaat kemudian dengan perlahan dia mendaratkan bibirnya mengecup punggung kakiku. Aku menarik nafas panjang sambil merasa cairan dalam bibir kewanitaanku kian bertambah. Terasa kini seluruh bagian kakiku dijilatinya dengan penuh nafsu. Rupanya dia baru merasakan nikmatnya mencumbui kaki wanita. Apalagi aku sangat merawat semua bagian tubuhku bahkan sampai ke ujung kaki. Wajar Bramanto berbuat demikian karena mungkin selama ini dia senantiasa berhubungan dengan wanita yg kurang menjaga tubuh sehingga di enggan atau bahkan tidak pernah berpikir melakukan itu.

Kurasakan sensasi yang nikmat mulai menjalari tubuhku ketika Bramanto mulai menjalari kakiku dengan jilatannya yang kini telah mencapai bagian dalam pahaku. Tanganku bergerak meraih payudaraku sendiri dan mulai aku usapkan tepat di bagian putingku yang terasa mengencang dibalik bra. Bramanto masih mencumbui kedua pahaku kepalanya bagaikan terjepit diantara kedua pahaku dan sesaat lagi dia akan segera menyentuh kewanitaanku. Kutdorong kepalanya keluar dari rok-ku lalu kurapatkan kembali kedua belah pahaku. Bramanto menatapku dengan tatapan yang menunjukan ketidak puasannya sepertinya dia protes padaku. Tapi akupun demikian akupun belum mencapai kepuasan yang aku inginkan. Aku memintanya mengeluarkan sapu tangannya lalu kuikatkan di kepalanya menutupi matanya. Lalu kuborgol tangannya dengan borgolnya.

Bramanto protes namun aku jelaskan padanya kalau ini adalah permainanku bukan permainnya. Dia pun menurut dan mengikuti perintahku selanjutnya. Memuaskan dirimu bukan hal yang sulit tapi memuaskan  diriku adalah hal yang sulit pikirku. Kulepaskan celana dalamku lalu berdiri agak membungkuk membelakanginya sambli tanganku bertumpu dimeja kerja di depanku.

Bramanto berlutut di belakang badanku dalam keadaan mata tertutup dan tangan di borgol. Betul2 perfect condition bagiku untuk menuntaskan hasratku hari ini. Kupejamkan mataku agar memudahkanku larut dalam fantasi yang sedang kubangun ini. Sejenak aku memejamkan mataku menunggu sentuhan Bramanto. " uhhhh.." tanpa sadar aku mengerang karena sesuatu yang hangat dan basah sedang menjilati tumit kaki kiri-ku. Halus sekali sentuhan itu..sentuhan yang berasal dari lidah yang serasa menari-nari dipermukaan kulit tumitku lalu perlahan naik ke betis bagian belakang. Suasana saat itu sunyi sekali hingga dapat kudengar deru nafasku silih berganti dengan bunyi nafas berat milik lelaki yang sedang berlutut di belakangku sekarang. Terasa kumis Bramanto yang kasar itu menggelitik di sepanjang kakiku. Kurasakan deru nafasnya mendarat di bagian paha dan membuat aku kembali memejamkan mataku dengan perasaan geli dan kenikmatan yang makin 'menyengat'ku. Kepala Bramanto makin naik sehingga aku harus membuka kedua kakiku hingga posisiku sekarang berdiri agak mengangkang. Pantat-ku aku naikan sedikit agar lebih memudahkan Bramanto 'menggapai' bibir kewanitaanku. Kini wajah Bramanto tepat berada di antara belahan pantatku dan lidahnya terasa mulai menyentuh bibir kewanitaanku. Dengus nafasnya terdengar kian memburu sambil sesekali terdengar dia menarik nafas panjang menghirup aroma kewanitaanku yang tentunya sangat 'keras' tercium dibagian itu.

Terdengar suara agak berdecak ketika Bramanto menghisap bibir luar kewanitaanku yang sudah basah oleh cairan kenikmatan. Kuperbaiki posisi-ku agar Agar Bramanto lebih leluasa mempermainkan lidahnya disitu. Aku sempat menoleh ke arahnya sehingga tampak hidungnya kembang kempis dangan nafas yang memburu. Kumisnya tampak basah oleh cairan yang barasal dari dalam liang kewanitaanku. Bramanto meleletkan lidah ke arah kumisnya menyapu sisa2 cairan kenikmatan yang melekat disitu lalu kembali menghujamkan kepalanya ke bagian kewanitaanku yang basah menanti kenikmatan. Diriku merinding ketika lidahnya menelusup kedalam celah kemaluanku lalu bergerak liar didalamnya. Tanganku agak gemetar merasakan nikmat yang dihasilkannya. Kenikmatan yang menerobos jauh ke dalam liang senggamaku hingga membangkitkan sensasi indah disekujur tubuhku. Tiba2 Bramanto menarik lidahnya dari kemaluanku dan seketika terasa lidah itu menari-nari di kedua bukit pantatku yang padat berisi. "uuh" aku menjerit kaget ketika Bramanto sesekali menggigit gemas pantatku. Aku merasakan wajahku memerah karena gigitan tadi menimbulkan efek unik yang membuat semua bulu romaku merinding.

Sementara itu jemariku makin cepat memainkan kedua puting susuku yang sudah sangat keras merespon tiap stimulasi yang diterimanya. Beberapa kali terasa Bramanto mempermainkan lidahnya di seputar anus-ku Ah dia sepertinya cukup mahir mempergunakan lidahnya. Sesaat kamudian aku merasa seperti ada aliran listrik menjalari setiap jengkal tubuhku ketika Bramanto menempelkan seluruh mulutnya di bibir kewanitaanku dan menyedot klitoris-ku sambil memainkan lidahnya disitu. " Aaaaaaaaaaaah

"aku mulai kehilangan kontrol. Aku mendengar suara rintihan dan lenguhanku tanpa mampu menghentikan kenikmatan yang memaksaku melepaskan gejolak itu. Lidah Bramanto terasa begitu rakus mempermainkan klistoris-ku. Energi tubuhku seakan habis tersedot olehnya dan kenikmatan yang dihasilkannya kian menguras kesadaraanku. Badanku kini rebah diatas meja kerjaku sementara terasa kakiku gemetaran dalam posisi mengangkang menopang tubuhku. "AAHH...uuuu" suara itu keluar dengan berat dari mulutku ketika Bramanto menggigit klitorisku. Gigitan itu lembut tapi menimbulkan sensasi seperti tadi yang membuatku merasa merinding dan membuat tubuhku berkontraksi menahan kenikmatan yang sejalan dengan keinginan fantasi-ku. Semenit kemudian aku sudah menyerahkan diriku secara total kedalam kenikmatan yang berawal dari bagian paling sensitif dari tubuhku. Bramanto makin panas dan bernafsu 'menghukumku' dengan menghisap , menjilat ,menyedot klitoris-ku. Tiba-tiba aku perasaan yang kualami siang tadi terulang kembali...perasaan disaat fantasiku yang paling dalam bersatu dan manjadi nyata secara utuh dan total dengan kenikmatan yang secara nyata membakar tiap bagian tubuhku. Aku hanya bisa memejamkan mataku..sudah tidak dapat kudengar lagi jeritan dan rintihanku. Aku telah tenggelam dalam badai kenikmatan yang datang bergelombang dan akhirnya mencapai puncaknya ketika kesadaranku hilang ditelan ribuan kunang-kunang yang terbang memenuhi ruang kantorku. Aku mengejang ,kewanitaanku terasa berdenyut seperti ingin menyedot sesuatu yang biasa mengisinya disaat-saat seperti ini. Namun stimulasi tanpa penetrasi pada klitorisku cukup membuatku terhempas lunglai diatas meja kerjaku. Sekitar satu menit aku memejamkan mataku membiarkan semuanya berlalu sampai benar-benar hilang seiring kembailnya kesadaranku. Masih terasa hangatnya mulut Bramanto menempel dikewanitaanku ketika aku bangkit kembali. Kasihan juga melihatnya begitu. Pasti dia protes karena kenikmatan 'tanggung' yang dialaminya.Kudorong kepalanya hingga mulut dan lidahnya berpisah dari kemaluanku.Bramanto dengan mata tertutup masih kelihatan menunggu dan berharap aku melanjutkan 'permainanku' ini dengan sesuatu yg diinginkannya seperti penetrasi penis. Akan tetapi akulah yang berkuasa dan mengendalikan permainan ini. Dan bagiku ini telah berakhir aku telah  mendapatkan apa yang kuinginkan.

Kukenakan kembali bagian2 dari busanaku yang berserakan di atas karpet kantorku lalu melepas borgol dan saputangan dari mata Bramanto. Agak keget dia melihatku telah kembali berpakaian lengkap. " terima kasih kamu telah membantu aku malam ini " ucapanku terdengar dingin atau bahkan agak kejam begi dia yang berharap ada bagian untuk dirinya melepaskan semua 'ganjalan' yang masih terlihat nyata tercetak dicelananya. Ada kekecewaan di matanya namun melihat pergantian karakter dalam diriku dia menyadari kalau saat-saat 'bonus' telah berakhir.

Selanjutnya aku dengan sikap dingin memintanya agar merahasiakan kejadian malam ini dengan mengingatkan padanya apabila dia bercerita tentang hal ini pada orang lain maka akan membahayakan buat kelangsungan pekerjaannya di kantor ini. Selain itu juga dengan otomatis akan membahayakan rumah tangganya. Well , terkadang memiliki posisi penting dalam pekerjaan ditambah status yang masih single memberi banyak 'advantage'. Bramanto masih terbengong-bengong menatapku dengan ketika aku meninggalkan ruangan kantorku untuk segera pulang ( menurutku apa yang didapat Bramanto malam ini sebenarnya sudah lebih dari apa yang pantas aku berikan padanya ). Pikiran itu agak mengurangi perasaan bersalahku setidaknya aku tidak mengeksploitasi ketidak- berdayaannya secara gratis..aku membayar dia dengan kenikmatan pula se-minim apapun kenikmatan itu."What a long day pikirku dan sebelum pintu lift tertutup aku sempat berseru pada Bramanto " Tolong matikan komputer-nya ".

Pukul 22:45 di ranjang tidurku.....'Yang kamu lakukan hari ini benar-benar keterlaluan Widya..kamu pasti menyesal sekarang' 'kamu sama saja menjatuhkan derajatmu dengan tindakan liar yang gila-gilaan tadi' 'Tapi kamu khan sudah dewasa..kamu berhak menentukan kapan dan dengan siapa kamu melakukan itu' 'Setidaknya kamu masih melakukannya dengan normal tidak seperti Diana teman kamu itu' Silih berganti peri baik dan peri nakal berbisik padaku. Dan seperti biasa akhirnya aku sendirilah yang menentukanpilihan-ku.

Ini semua bukan mengenai penyesalan...bukan pula mengenai derajat..bukan seberapa gila aku melakukannya... Jelas bukan masalah kedewasaan...kapan atau dengan siapa...bahkan tidak ada hubungannya dengan normal atau abnormal.... Bagiku ini cuma masalah kendali...kepuasan bukan diukur dari lama atau singkatnya senggama..tidak diukur berdasarkan mahir atau kurang mahir... Juga bukan diukur berdasarkan berhasil atau tidaknya mencapai orgasme....tapi masalah kendali...karena sekali memegang kendali.... satisfaction is just a state of mind

Maka Theresia Widya pun tertidur pulas...........................You say..i only hear what i want to....

TAMAT


PIJATAN EROTIS DUKUN CABUL

Saat itu, aku mengantarkan istriku di sebuah seminar dua hari di sebuah hotel berbintang dan aku menginap di suatu penginapan di kota itu, untuk menghemat ongkos kamarnya cukup bagus dan kamar yang tersisa hanya kamar double beds. Istriku ditunjuk sebagai wakil dosen di universitasnya dan rencananya seminar itu akan siadakan dua hari dimana dimuali pukul 8 pagi sampai pukul 2 siang.
IstrIku yang bahenol saat itu mengenakan blaser kuning berleher rendah sehingga kedua payudara montoknya tampak dari balik blaser kuningnya dan tampak remang remang puting susu istriku di balik blasernya karena saat itu istriku yang sudah berumur 40 tahun memakai BH tipis dan pantat bahenolnya begitu menggoda saat berjalan dengan goyangannya karena istriku memakai rok span elastis hitam walaupun perutnya sudah tak kecil lagi dan memakai sepatu bertumit tinggi.
Sering aku berpikiran buruk agar istriku menyeleweng dan aku dapat menemuinya dengan mengintip bagaimana saat istriku “digarap” lelaki tua. Istriku memang pernah cerita kalau salah satu mahasiswanya di kelas yang berada di luar kota pernah “mempermainkan” daerah sensitifnya di selangkangannya, sehingga istriku tak berani berdiri lama-lama di kelas dan duduk di meja pengajar yang ditutup oleh taplak meja saja.
“Mas nanti nggak usah dijemput karena sudah disediakan angkutan oleh panitia. Mas, capai tidur saja, kalau mau pijit saja, biar nanti malam tambah ‘greng’,tapi jangan dipijit cewek lho” kata istriku “Yah, cari tukang pijit kakek kakek, sekalian mijit mijit anumu ?.” kataku berseloroh “Biar, selain memijit juga menyuntik iniku,” kata istriku tertawa sambil menunjuk selangkangannya “Bener ?”kataku “Boleh kan, mas? tanya istriku “Kau memang pingin to, dik?” tanyaku “Ya, aku pingin mas,” kata istriku vulgar menatapku dengan tajam “Boleh, kan?” kata istriku merayu “Kalau kau suka dan senang ?” jawabku
Sesampai di penginapan, aku minta resepsionis untuk mencarikan tukang pijit. Sampai aku makan siang, barulah muncul tukang pijit itu, orangnya tua memakai ikat kepala dan membawa tas kulit kumal, berbaju hitam, dan celana komprang selutut, dia menyuruhku memakai sarung.
“Siapa namanya, pak,” aku bertanya saat tukang pijit mulai memijitku. “Orang memanggil saya, Mbah Pairan, mas,” katanya Menurut ceritanya, dia ahli pijit urat dan bisa membuat lelaki tambah greng dan dia mampu memperbesar kemaluan laki laki dan segudang cerita lainnya, bahkan ada cerita Mbah Pairan yang membuatku bergidik, yaitu kalau dia bisa membangkitkan gairah seorang wanita tanpa menyentuh. Dia bahkan pernah membuat salah satu istri pejabat jauh- jauh datang dan menginap di rumahnya di desa untuk minta dipuaskan.
Mbah Pairan terus memijit dan akhirnya aku disuruh bersandar di tempat tidur dan menyuruh menyingkapkan sarungku dan kurasakan kesakitan pada saat aku dipijit batang kemaluanku dan beberapa saat kemudian kulihat batang kemaluanku membesar dan kudengar pintu dibuka, Mbah Pairan cepat-cepat menutup sarungku, kulihat istriku masuk. “Simpananmu, mas?”tanyanya berbisik saat melihat istriku. “Istri saya, mbah,”kataku “Ah, jangan bohong, perempuan ini bisa “dipakai”,”katanya. Belum sempat aku menjawab “Aku juga bisa membuat mas tak berkutik,”katanya dan aku meringis kesakitan saat kurasakan perut kebawah seperti mengejang dan aku tak dapat bergerak.
“Sudah pijatnya, mas,”kata istriku “Belum, jeng,” Mbah Pairan yang menjawab. “Kenalkan ini istri saya, Mbah Pairan,”kataku. “Bener to, jeng?katanya. “Lho, iya mbah kan hotel ini nggak boleh bawa-bawa, memang apa mbah melihat saya oang yang nggak bener” kata istriku sambil menjulurkan tangan kanannya untuk bersalaman dengan Mbah Pairan. “Saya istrinya,” istriku memperkenalkan diri mendekati Mbah Pairan yang duduk di pinggir ranjangku. “Saya, Mbah Pairan,”katanya dan tangannya bersalaman dengan tangan istriku. “Heeh ?”kudengar istriku mendesis lirih.
“Saya kira jeng wanita simpanan kang mas ini,”kata Mbah Pairan. “Wah, kebetulan saya bawa surat nikah, mbah,”kata istriku mengambil surat nikah dari tasnya dan menyodorkan setengah membungkuk dan kulihat mata Mbah Pairan langsung tertuju di blaser kuning istriku yang berleher rendah dan Mbah Pairan menatap tajam gundukan daging payudara istriku bagian atas.
“Jeng, pijet ya,” kata Mbah Pairan “Saya, nggak biasa dipijat ?.”kata istriku terputus “Nggak Mbah Pairan nggak perlu megang?.”katanya sambil berdiri dan menuju ranjang satunya, aku tak dapat berbuat apa apa saat istriku merebahkan dirinya di kasur empuk itu tanpa melepas sepatu tumit tingginya. Mbah Pairan duduk dipinggir ranjang pantatnya bersebelahan dengan pantat bahenol istriku yang rebahan. Kulihat Mbah Pairan membuka telapak tangannya dan hanya segenggam jaraknya dari tubuh istriku bergerak diatas tangan kanan istriku, tangan kirinya dan kedua betis istriku.
“Gimana jeng, enak”tanya Mbah Pairan “Waah, kok bisa ya nggak nyentuh rasanya seperti dipijit “kata istriku “Enak kan jeng,” Mbah Pairan bertanya lagi “Ya ?”kata istriku “Ya apanya?”tanya Mbah Pairan “Enak rasanya..”kata istriku “Jeng, Siapa namanya?”tanya Mbah Pairan “Yati, mbah?”jawab istriku “Jeng Yati, tadi enak, kan?tanya Mbah Pairan lagi “Iya, mbah enak,” kata istriku “Kalau ini nggak enak Jeng Yati, tapi nikmat..”kata Mbah Pairan
Kulihat Mbah Pairan mengembangkan telapak tangannya diatas kedua payudara istriku dan “Mbaaaah ?”istriku mendesah saat Mbah Pairan menutup telapak tangannya dan membuka lagi seolah Mbah Pairan tengah meremas remas payudara montok istriku. “Mbaaah jangaaan, mbaaah,” istriku mendesis dan kedua tangan istriku menekan dibawah ketiaknya sehingga kedua payudara montoknya semakin menggelembung dari balik blaser nya. “ooh mbbaaaaah Pairanooo ?.”istriku merintih ketika tangan Mbah Pairan semakin cepat membuka menutup meremas dari jauh kedua payudara montok istriku yang masih terbalut blaser kuningnya. “Hhhheeeggghhhhhh ??”istriku mendesah saat salah satu tangan Mbah Pairan seolah memelintir puting susu istriku dan tampak jelas kedua puting susu istriku tersembul dari balik blaser nya. “maaas mbaaaah Pairanoooo tolooong maaass heeqqhhhh ?..”rintih istriku dan tersentak saat tangan Mbah Pairan sepertinya memelintir sambil menarik kedua puting susu istriku.
Mbah Pairan semakin lama semakin menguasai istriku dan rupanya istriku hanya bisa mendesis dan mendesah oleh perlakuan Mbah Pairan. “Ayo buka kancingnya,”perintah Mbah Pairan Istriku yang mengerang “Ngaaaaak mauuuu mbaaaah ?.engaaaaak ??.” istriku seperti ada yang menarik tubuhnya dan terduduk di ranjang walaupun mulutnya menolak tapi kedua tangannya membuka satu kancing blaser kuningnya dan aku tertegun saat istriku melepas kaitan BHnya di belakang dan menarik BHnya sendiri hingga tali talinya terputus. “Ayo mbah haus,” kata Mbah Pairan.
istriku membuka tiga kancing blaser nya dan dengan sendirinya kedua payudara montok istriku dimana kedua puting susunya yang menegang tersembul keluar dari blaser kuningnya.
“Aku haus Jeng Yati, aku dari tadi capek mijit kangmasmu, tapi gak dikasih minum, aku pingin minum,”kata Mbah Pairan sambil seolah mengusap kedua payudara istriku yang langsung mengerang “mbaaah ??.. ngaaaaak mauuuuuuu ?.”, tapi istriku memegang paayudara kanannya bagian bawah dan menyodorkan ke mulut Mbah Pairan dan Mbah Pairan langsung mencaplok payudara kanan istriku yang disodorkan ke mulutnya. “Mbaaaaaah akuuuuu kooook oooohhhh rasanyaaaa air susukuuuu mau keluaaaar ?.mbaaaaah ??.”dan bunyi “srep srep” kudengar mulut Mbah Pairan menyedot nyedot payudara kanan istriku yang mengeluarkan air susu. Mbah Pairan menarik tubuh istriku hingga turun dari ranjang dan istriku kini berdiri menyorongkan badannya di depan Mbah Pairan yang duduk di ranjang karena tangan kiri Mbah Pairan memeluk punggung istriku sedangkan tangan kanan Mbah Pairan meremas remas payudara kiri istriku.
“Maaaas akuuu koook jadiiii beginiiiii??..”desis istriku “oooooh enaaak mbaaaaaah??.”rintih istriku dan kedua tangan istriku memeluk kepala Mbah Pairan yang mengenakan ikat kepala. Rupanya sedotan Mbah Pairan pada payudara kanan istriku begitu kuat dan cepat hingga beberapa menit saja air susu payudara kanan istriku pun habis dan Mbah Pairan langsung melahap payudara kiri istriku dan kembali suara “srep srep” terdengar lagi saat Mbah Pairan dengan ganasnya menyedot air susu payudara kiri istriku yang terus mengerang tak karuan. Begitu ganasnya Mbah Pairan menyedot air susu payudara kiri istriku, istriku pun menekan kepala Mbah Pairan ke dadanya hingga ikat kepala Mbah Pairan terlepas dan kulihat kepala botak berambut jarang itupun tampak, gilanya istriku memeluk kepala Mbah Pairan. Tampak kedua mata istriku terpejam mendapat perlakuan ganas Mbah Pairan pada payudara kiri istriku dan Mbah Pairan menghentikan sedotannya saat air susu istriku habis.
“Nikmat kan Jeng Yati,”tanya Mbah Pairan Istriku hanya diam dan menoleh padaku kemudian mendesis kembali saat telapak tangan kanan Mbah Pairan di depan selangkangan istriku. Ttangan kanan Mbah Pairan seolah menggosok selangkangan istriku sehingga istriku berjinjit karenanya. Rupanya Mbah Pairan mempermainkan istriku dan Mbah Pairan membiarkan istriku terus berjinjit jinjit sementara selangkangan istriku terangkat angkat ke atas sementara tangan kirinya meraih tas kulit kumalnya dan kudengar dari selangkangan istriku berbunyi “cek cek cek” menandakan lendir vagina istriku sudah keluar.
“Mbaaaah sudaaaaah mbaaaaah ampuuuun jangaaan teruuuskannn hghghgh ?.”desis istriku dan tubuh istriku limbung dan Mbah Pairan memeluk istriku dan mendudukan istriku di samping kiri Mbah Pairan. Kini istriku yang sudah lunglai tengah duduk dipeluk tangan kiri Mbah Pairan, kepala istriku bersandar dibahu kiri Mbah Pairan, kedua payudara montoknya keluar dari blaser kuningnya, sementara kedua kakinya yang bersepatu hak tinggi terkangkang lebar, sehingga celana dalam sutera putihnya tampak. Tangan kanan Mbah Pairan meraih bungkusan putih itu dan aku begitu ngeri dan jijik melihat sesuatu entah apa namanya, sesuatu sebesar batang kemaluan orang dewasa seperti ulat hijau mempunyai gurat gurat melingkar seperti sekrup dan mempunyai seperti duri duri di sana sini.
Bungkusan di tangan kanan Mbah Pairan didekatkan pada selangkangan istriku dan pluk benda itu melompat di paha kiri istriku yang langsung menjerit tertahan “Apa mbaaah ?..”erang istriku dan Mbah Pairan menyingkap rok span hitam elastis istriku dan begitu melihat sesuatu yang merambat dipaha kirinya, istriku langsung lunglai dipelukkan Mbah Pairan. “Lihat Jeng Yati,”katanya sambil memaksa istriku melihat benda yang merayap ke selangkangan nya. “Glek” kudengar istriku menelan ludah “Apaa ini yang merayaap mbaaaah jangaaan ?.mbaaaah ? ampuuun ? ” rintih istriku menghiba. Mbah Pairan bukannya mengambil benda itu, tapi malah menundukkan kepala istriku agar bisa melihat sedang apa benda yang semakin mendekati selangkangan istriku dan Mbah Pairan meyingkap celana dalam sutera istriku ke kanan sehingga bulu bulu kemaluan istriku yang lebat terlihat.
Benda itu mendengus dan tampak olehku asap seluar dari liang berbibirnya menyembur bulu bulu kemluan istriku yang langsung memejamkan kedua matanya dan mendesis “Mmmmpppppfffzzzzzz ??.” Tiba ?tiba benda itu mematuk ke bagian atas kemaluan istriku dan “Itiiiilkuuuuuu mbaaaaaah ?..”meluncur kata kata istriku seperti seorang pelacur saat lubang berbibir benda itu melahap kelentit istriku. “Mbaaah ? ooohh ?.. hgggghhhh ?. mmmmmppppffzzzz?,”istriku merintih rintih dan pantat bahenolnya berguncang tangan kirinya meremas sprei dan tangan kanan istriku memeluk pinggang Mbah Pairan kencang. Keringat istriku mengucur deras nafasnya menderu deru menahan nafsu birahinya
Rupanya benda itu semakin ganas mengulum dan menyedot nyedot kelentit istriku sehingga tubuh istriku benar benar bergetar hebat, tangan kiri istriku meremas sprei ranjangnya hingga “mmmmppppffzzzz akuuuuuuu ngaaaaaak tahaaaaaan mbaaaaaah ?. akuuuuuu keluaaaaaar ??..”erang istriku dan pantat bahenol istriku tersentak sentak dan kedua kakinya mengejang lurus terkangkang mencapai orgasme di sore hari itu.
Mbah Pairan membiarkan istriku sampai nafasnya tenang dan kemudian menegakkan tubuh istriku yang lunglai berdiri dan memeluk istriku dari belakang dimana kedua payudara istriku keluar dari blaser kuningnya dan rok spannya tersingkap sampai diperutnya. Mbah Pairan menuntun istriku ke ranjangku. Kulihat benda itu membujur sepanjang bibir vagina istriku dan Mbah Pairan memelorotkan celana dalam sutera istriku sampai di lututnya. Aku hanya dapat menelan ludah saat benda itu mulai bergerak seperti gerakan mengempot bibir vagina istriku yang langsung mendesis desis “hhhheggggghhhhh enaaaaak enaaaaak maaaas akuuu dikempoooot ?.ennnaaaaak hhhhhghghghghg ?.”Pantat bahenol istriku bergoyang ke kiri kenan dan ke atas merasakan kenikmatan empotan benda itu pada bibir vaginanya. Tak lama kemudian desis istriku semakin keras dan “itiiiilkuuuuuuu ?.eehehghghghgghhh eeeempiiiiikuuuu ?. maaaas akuuuu keluaaaar ??”kembali untuk kedua kalinya pantat bahenol istriku tersentak sentak begitu kerasnya saat orgasme keduanya berlangsung.
Mbah Pairan tetap memegang tubuh istriku yang lemas dengan tangan kirinya di perut istriku, sementara tangan kanannya menarik paha kanan istriku hingga berdiri terkangkang. Kulihat benda ulat itu tetap mengulum kelentit istriku dan tiba tiba ekor ulat itu mengacung ke atas dan tangan kanan Mbah Pairan langsung membuka lebar bibir vagina istriku yang basah dan ulat itupun melingkarkan bagian ekornya saat Mbah Pairan membuka lebar-lebar Akupun merinding aaat ekar ulat itu menempel di bibir vagina istriku yang terbuka itu dan “Eeeeegggghhhhhh ?. `istriku mendesah saat ujung ekor ulat itu merambat menembus liang vagina istriku. “Mbaaaaah jangaaaaaan eeehhhgggggghhhhh ?..”istriku mendesah keras saat ekor ulat itu semakin dalam menusuk liang vagina istriku.
Secara refleks istriku membuka kedua kakinya dan tubuhya menyorongkan tubuhnya ke depan sehingga kedua payudara montok istriku yang menggantung segera ditangkap oleh tangan kanan Mbah Pairan dan meremas remas payudara istriku, sedangkan tangan kirinya yang menopang tubuh istriku ikut ikutan meremas remas payudara istriku. Tubuh istriku mengelinjang tak karuan menerima tiga sengatan birahi sekaligus, dimana kedua payudaranya secara bergantian di remas remas tangan mbah Pairan, sedangkan kelentitnya dikulum dan disedot sedot mulut ulat itu dan liang vagina istriku dijejali tubuh ulat yang berbulu seperti duri dan bergurat di tubuh ulat itu. Pantat istriku menungging nungging dan kedua tangan istriku ke belakang memegang kencang pinggul Mbah Pairan yang menggesek gesekkan selangkangannya ke pantat istriku. “Ngngnghhhhhh ?.. mbaaaaahhh ?..zzzzzzzz eeeeeccchhhhhhh ? enaaaaaaaak ?.. xxzzzz ? heeeh ? mmmmmpppffzzzzz ?..” istriku mendesis desis tak karuan, sekali kali gerakan pinggulnya maju mundur dengan cepatnya.
“Akuuuuuuu nggaaaak heh heh keluuuaaaaaaaaaaaaar ?? ngngngngngng ?..”istriku mengerang saat orgasme ketiganya dan tubuh istriku terhuyung ke depan dan tersungkur di lantai, sedangkan kedua kakinya menekuk kedua lututnya menopang tubuhnya yang bersimba peluh di lantai, sehingga posisi istriku menungging. Istriku benar-benar tak kuasa karena baru kali ini istriku orgasme lebih dari dua kali dan kulihat Mbah Pairan yang menopang tubuh istriku mengikuti arah tubuh istriku tersungkur di belakang tubuh istriku dan melihat istriku menungging, Mbah Pairan langsung membuka kedua bulatan pantat bahenol istriku sehingga anus istriku terlihat. Mbah Pairan semakin membuka pantat istriku dan anus istriku pun terbuka dan tanpa jijik Mbah Pairan menjilati anus istriku yang membuat tubuh istriku berkelejot dan tersentak, “Mbaaaah jangaaaaaan anuuuusskuuuuu ?..heeeeghghgh ?..oooh .. oooh ? enaaaaak ?..zzzzzzccccchh ??.” istriku mengerang erang tak karuan tubuhnya seolah menggigil dan pantat istriku seolah disengat oleh listrik ribuan volt goyangannya menggetarkan pantat bahenolnya. “Uuuuuummmpppppffffzzzz ??”istriku melenguh saat Mbah Pairan menjulurkan lidahnya menembus masuk lubang anus istriku dan kepala Mbah Pairan maju mundur mengeluar masukkan lidahnya yang panjang ke dalam anus istriku.
Erangan istriku semakin kencang dan tubuh nya bergetar hebat menerima rangsangan di lubang anusnya, kelentit dan liang vaginanya bersamaan, sehingga desisan istriku seolah seperti orang yang menangis tersedu sedu merasakan nikmatnya rangsangan Mbah Pairan dan ulat yang menyumpal liang vaginanya.. “Ngngngngccchhhhhhhheeehhhhhhhhh ???”istriku mengigit bibirnya matanya terpejam dan kedua tangannya tergenggam erat dan “Wwwwwuuuuooooooooogggghhhhhh ??..’istriku mengerang dan pantat bahenolnya tersentak sentak saat mencapai orgasmenya yang ke empat dan tubuh istriku tengkurap dan tersungkur di lantai. Hanya pantat bahenol istriku yang sekali kali bergetar hebat dan tubunya tak kuasa bergerak dan nafas istriku masih memburu, kedua matanya tertutup, mulutnya masih mendesis desis lemah menikmati kenikmatan baru dimana ketiga serangan birahi di daerah paling sensitif istriku di serang dengan gencarnya.
Tiba tiba Mbah Pairan memelorotkan celana pendek komprang hitamnya dan tersembullah batang kemaluannya yang sudah menegang kaku sebesar lampu TL 40 watt dan mempunyai ujung seperti jamur besar itupun di pegang oleh tangan kanannya dan menarik kedua pangkal paha depan istriku sehingga istriku menungging kembali dan kedua tangannya kembali membuka kedua bulatan pantat bahenol istriku sehingga lubang anus istriku menganga kembali dan Mbah Pairan meludahi lubang anus istriku dan lidahnya menjulur lagi menerobos masuk ke lubang anus istriku dan Mbah Pairan terus meludahi dan mengeluar masukkan lidahnya hingga benar-benar penuh ludah Mbah Pairan.
Mbah Pairan memegang batang kemaluannya kembali dan “Zzzzzzaaaaangaaaaaaan mbbbaaaaahhh aaammmpppfffuuunn heeeeegghhhhhh ?”desis istriku lemah saat Mbah Pairan dengan tenaganya yang masih greng itu menekan kepala jamur penisnya ke lubang anus istriku. istriku mengerang dan mengernyitkan dahinya dan “Mmmmmpppfpff ??.” pantat istriku bergetar lagi saat ulat itu mulai merangsang kelentit dan liang vagina istriku dan “Heeeeeeccccccgggghhhh ??”istriku melenguh saat kepala jamur batang kemaluan Mbah Pairan perlahan tapi pasti melesak ke lubang anus istriku. “Amppuuuuuucccccchhhhhh ?.ampuuuuuun mbaaaaaah saaaakkkiiiii eeeeeeeh ?.. “pantat istriku bergetar lagi, rupanya setiap Mbah Pairan menekan penisnya ke lubang anus istriku, ulat yang menyumpal di liang vagina istriku bergetar dan mulut ulat itu menyedot kelentit istriku bersaamaan sehingga batang kemaluan Mbah Pairan semakin lama semakin dalam di lubang anus istriku. Begitu batang kemaluan Mbah Pairan masuk seluruhnya di lubang anus istriku, Mbah Pairan pun mulai menarik kembali dan memasukkan kembali batang kemaluannya di dalam lubang anus istriku dan suara “slep slep slep” semakin lama semakin cepat terdengar dan tubuh istriku kedepan ke belakang mengikuti genjotan pantat Mbah Pairan mengeluar masukkan batang kemaluannya di lubang dubur istriku.
“Mbbbbbaaaaah akuuuuuu ??.” rintih istriku “Akuuuu jugaaaa jeng Yatiiiiii ??.” erang Mbah Pairan semakin cepat menggenjot batang kemaluannya di lubang vagina istriku dan “Mbaaaaaah Pairanoooooooooo ??.”istriku mengerang lirih dan Mbah Pairan menghujam batang kemaluannya dalam dalam ke lubang anus istriku yang mengalami orgasme ke lima dan tangan Mbah Pairan menarik pangkal paha istriku hingga pantat Mbah Pairan menyodok nyodok pantat bahenol istriku karena air manimya muncrat di dalam anus istriku dan bunyi “preeeet preeeet” seperti orang buang angin terdengar dari lubang anus istriku dan rupanya air mani Mbah Pairan keluar dari tekanan lubang anus istriku yang tersumpal oleh batang kemaluan Mbah Pairan yang cukup besar itu. Mereka kemudian menggelepar dan tersungkur bersamaan tubuh tua renta itu menindih tubuh sintal istriku yang benar benar lunglai melayani lelaki tua itu.
Keduanya pun tertidur karena kelelahan.
Sekitar pukul tujuh malam, istriku terbangun dan langsung mandi keramas. Istriku mengenakan stelan blaser dan rok span coklat muda malam itu dan kulihat istriku tanpa mengenakan BH dan celana dalamnya berhias diantara dua ranjang berdiri di depan cermin. Mbah Pairan tak lama kemudian bangun dan mandi. Begitu istriku selesai berhias, Mbah Pairan pun selesai mandinya tanpa menggunakan apapun sehingga batang kemaluannya yang sebesar lampu TL 40 watt dan ujungnya yang seperti jamur besar itu sudah menegang kaku. Mbah Pairan mendekati istriku dari belakang dan memeluk tubuh istriku, tangan kirinya langsung meremas payudara kiri istriku, sedang tangan kanan Mbah Pairan langsung menelusuri perut istriku dan kemudian menyingkap rok span istriku bagian depan dan menyusupkan tangan kanannya menggerayangi selangkangan istriku. Tak lama kemudian bunyi kecepak “cek cek cek” di selangkangan istriku pun terdengar dan istriku mulai mendesis desis “Heeeeh heeeh heeeeh mbaaaaah ???” Pantat bahenol istriku pun mulai menungging nungging dan tangan kiri Mbah Pairan membuka resleting rok span istriku dan menariknya ke atas, kedua kaki istriku semakin terkangkang karena tangan kanan Mbah Pairan semakin gencar mengocok dan mengelus bibir vagina istriku yang semakin basah yang menimbulkan suara kecepak yang semakin keras di selangkangan nya. Tangan kiri Mbah Pairan mendorong tubuh istriku ke depan sehingga tubuhnya bertumpu di meja rias dan punggung istriku sejajar dengan kepalanya yang mendekati cermin meja rias.
Mbah Pairan kemudian memegang pangkal batang kemaluannya yang menegang kaku dan dari belakang mengarahkan ujung batang kemaluannya yang seperti jamur ke liang vagina istriku dan rintihan istriku pun terdengar: “Mbaaaaah jaaaanggggggg ?. uuuppppppffff besaaaar mbaaaaah oooooh maaas ?. akuuu disetubuhi mbaaah Pairanooo ?.ooooh maaass mekaaaar membesaaaaar hheghghghgh sesaaak liang kuuuu maaaaas ??.ooooh menjuluuuuur ke dalam liaaangkuuu eeeeh eh eh eh akuuu ngaaaak kuaaaat maaaas akuuu keluaaaaaarrr ??..ngngngngngngngng ?..”istriku mengerang dengan hebatnya,pantat bahenolnya tersentak sentak sehingga batang kemaluan Mbah Pairan secara otomatis amblas seluruhnya ke dalam liang vagina istriku. “Mmmmmppppfffffff kok membesssaaaaar ?.. oooooh ?.. semakiiin dalaaaaam maaaas ?..maaaas hheeeeghhh ?. mekaaaaaar ?.. ffffff ?. akuuuu mmmmmmngngngngngngngng ??.”istriku kembali mencapai orgasmenya ke dua malam itu atau ke tujuh sejak siang tadi disetubuhi Mbah Pairan. Tubuh istriku limbung dan Mbah Pairan memeluk istriku yang sempoyongan karena lutut istriku tak kuat menahan berat tubuhnya sendiri karena tenaga istriku terkuras melayani nafsu syahwat lelaki tua itu yang terus mengenjot menyetubuhi istriku tanpa ampun.
Tubuh istriku pun terjatuh di ranjangku dan posisi kakinya di kepalaku sehingga terlihat jelas batang kemaluan Mbah Pairan tengah menyumpal liang vagina istriku yang tertelungkup. “Mbaaaaah aku diboooooooor ???” rintih istriku dan kulihat Mbah Pairan tanpa mengenjot pantatnya, batang kemaluannya terlihat dengan jelas membesar mengecil dan rupanya memanjang memendek seperti mata bor melubangi kayu. “Mbaaaaaah akuuuuu keluaaaaar lagiiiiiiii ??”rintih istriku mencapai orgasme yang ketiga malam itu dan batang kemaluan Mbah Pairan terus mengebor liang vagina istriku, dan istriku merintih berkali kali. Selanjutnya istriku terus menerus mengerang dan orgasme ke 4 kalinya, Mbah Pairan menyetubuhi istriku sampai pagi dan entah berapa kali istriku mengalami orgasme, sehingga keesokkan paginya istriku sulit berjalan, kata istriku bibir vaginanya membengkak, hingga dengan terpaksa istriku tak memakai celana dalamnya pada hari ke dua seminar itu.


Minggu, 28 Oktober 2012

DESAHAN EROTIS LULA KAMAL

Mengenal Lula Kamal aku sudah lama, aku mengenalnya justru dari ketika dirinya masih eksis dalam dunia artis, namun semenjak berumah tangga artis ini justru semakin meredup karirnya dan menjadi ibu rumah tangga, namun kadang eksis sesekali tampil dalam dunia artis sebagai seorang presenter di tv, itu pun sudah tampak berbeda karena kini kelihatan makin cantik setelah punya anak. Entah mimpi apa ketika aku sedang suntuk karena habis capek bekerja dan pulang malam mobilku bocor tepat di depan rumah Lula Kamal yang berada di pinggiran Jakarta itu. Wanita ini mempunyai susu besar dan bongkahan pantatnya sangat merangsang, apalagi kini bagian rambutnya makin panjang menambah indahnya, belum bongkahan di dada itu membusung menantangku, sehingga membuat aku penasaran ingin mengetes seberapa nafsu birahinya. Aku sendiri tepat berhenti di depan rumah Lula Kamal juga tidak disengaja yang membawaku akhirnya menyerempet bahaya bercinta dengan Lula Kamal di rumahnya itu, bahkan suaminya juga berada di rumahnya momong anaknya ketika aku digenjot Lula Kamal di kursi kamar belakang dekat dapur.
Dengan gontai dan kesal aku terpaksa mengganti ban mobilku sendirian, bunyi kerontakan alat alat perkakas di bagasiku justru membuat Lula Kamal keluar rumah, karena selain mengganti ban mobil aku juga berisik tanda kesal karena aku terlambat pulang ke villa. Ketika Lula Kamal keluar dengan anggunnya dan mengamati dari dekat sampai menjadi terkejut.
“Oh .. Burhaaan .. surprise nih .. kenapa dengan mobilmu “ teriak Lula Kamal dengan ceria dengan senyumnya yang kuamati memang cenderung nakal, nakal kutepis anggapan itu karena aku jarang bertemu dengan artis ini.
“Entah nih .. ada bengkel yang sengaja nyebar paku biar tambalan bannya laku “ kataku dengan mengelap peluh. Tak lama kemudian suaminya keluar dari rumah dan ikut nimbrung, ketika hendak membuka baut ban mendadak hujan langsung mengguyur.
“Sial daaaaaaaaaaaah .. huuuuuuuuh “ makiku dengan memberesi peralatanku
“Sudah masuk sajaaa . tinggal saja mobilmu .. dikunci “ sahut Lula Kamal mengajakku masuk, aku pun tidak menolak, aku pun akhirnya hanya bisa menunggu hujan reda, tapi kurasakan hujan tidak akan reda dalam waktu singkat karena mendung di atas sangat tebal sekali.
“Sudahlah Haan .. istirahat saja .. sejak dulu kamu suka memaksakan diri bekerja .. kasihan fisikmu ..” sahut suami Lula Kamal dengan tersenyum.
“Menginap sini saja .. besok pagi kamu beresi .. “ sambung suami Lula Kamal dengan memerintahkan Lula Kamal menyiapkan kamar, secara pribadi aku tidak mengenal suaminya, tapi kalo merunut dari kolegaku, suami Lula Kamal mengenal teman temanku, seperti Frans, keponakan Emma Waroka dan lain lain. Aku tidak bisa menolak karena hujan justru malah mengguyur semakin deras, sehingga aku terpaksa masuk ke dalam rumah, kubawa tasku dan ikut masuk hingga ke dapur.
Entah kenapa tiba tiba suami Lula Kamal ngantuk sekali dan matanya sangat berat, ternyata sebelumnya memang kena pusing sehingga menelan obat. Tinggalah kini aku bersama Lula Kamal berdua sedang anak juga sudah terlelap tidur di ranjangnya.
“Haaan .. mau benahi komputerku ndak .. sekalian ajarin dong soal blogging “ ajak Lula Kamal dengan semangat dan tersenyum, entahlah apakah ini merupakan undangan atau memang murni belajar komputer, aku akan melancarkan serangan gerilya membangkit gairah seksualnya yang pernah meletup ketika masih eksis dalam dunia artis.
Kami berdua akhirnya menuju ke ruang tengah, malah terkesan bukan ruang tengah, karena ruang khusus komputer. Kuhidupkan komputer dan ternyata banyak virusnya, akupun mencoba membasmi virus itu dengan manual, huehehehehe .. jadi pakar komputer enak juga, ada virus bisa make manual, nggak usah pusing pusing membuang waktu untuk mengerjai Lula Kamal agar mau bercinta denganku, padahal aku semakin bernafsu, Lula Kamal pakaian longgar, soal dalemannya memakai bra dan cd itu urusan belakangan.
“Sudah bisa Haaan .. hebat deh kamu “ puji Lula Kamal dengan menepuk pundakku.
Mulailah kami saling bertukar pikiran, kami duduk bersebelahan, Lula Kamal tidak merasa risih berada di dekatku, bau harum wangi tubuhnya terasa menyengat hidungku, wajahnya yang cantik sering membuatku terlena, terkadang aku memandangnya lekat membuat Lula Kamal sampai mencubitku.
“Kamu mau ngajari aku blogging aku ngamati aku sih ? “ tanya Lula Kamal dengan manja.
“Mana aku bisa konsen ada artis secantik ini di sampingku “ celetukku dengan menggeser tanganku agar bisa lebih dengan pantatnya, apalagi kursi yang diduduki tidak ada celahnya karena berbentuk kursi plastik,bergesernya tanganku tidak disadari oleh Lula Kamal. Entah kenapa tiba tiba pintu ruang komputer itu pelan pelan menutup sendiri, tersedot angin karena hujan dengan angin berhembus kencang, kuperhatikan, handle pintu itu hanya bisa di buka dari dalam, jika dari luar harus menggunakan kunci, sedang kuncinya nemplok di lubang kunci, siapa bisa mengintip kami sedang mengadu birahi, ya kalo bisa menaklukan wanita
“Naaaaah .. kalo widget itu namanya apa sih Han ?” tanya Lula Kamal dengan memandangku, aku pun menerangkan dengan tangan kiriku sedang tangan kananku mencari posisi yang paling pas bagaimana bisa menyentuh pinggangnya, kuturunkan tanganku pelan pelan dan menyentuh ke pinggangnya. Lula Kamal langsung bereaksi dengan memandangku. Bahkan malah memberi peluang dengan memiring tubuhnya ke depan sehingga aku leluasa bermain di pinggangnya.
“Dingin ya Han “ goda Lula Kamal yang ternyata seperti mengundangku untuk lebih jauh.
“Andai ada yang menghangatkan .. hhhhhmmm .. tampaknya kopiku sudah menghangatkan “ kataku ngasal namun justru Lula Kamal malah menggigit bibirnya sendiri, kutangkap maksud dari gigitan bibir itu, aaaaaaah .. ternyata suka petualangan cinta juga Lula Kamal ini.
“Tapi tampaknya tidak bertahan lama jika hanya kopi .. “ sambungku yang disambut dengan senyum Lula Kamal, akupun menaikan pegangan di pinggang Lula Kamal itu, namun Lula Kamal langsung menggeliat ingin menolak pegangan tanganku naik dari pinggang ke atas sedikit.
“Pleasee .. aku sudah bersuami Haaaan .. jangan nakal deeeh “ tolak Lula Kamal dengan nafas memburu, hembusan nafasnya sampai menerpa ke hidungku, kami kembali terlihat pembicaraan tentang wordpress itu. Aku kembali melancarkan gerilnya lagi, kali ini kakiku yang bergerak dengan pelan pelan menimpa kaki Lula Kamal itu, Lula Kamal sampai terkejut ketika kakiku menyentuh kakinya. Namun Lula Kamal membiarkan saja, kuelus elus kakinya dengan jari jari kakiku. Lula Kamal menikmati elusan jari jari kakiku dengan memejamkan matanya, kulihat bagian dadanya membusung dengan cepat pertanda birahinya bangkit yang tidak tersalurkan selama ini. Aku semakin nakal, pegangan tangan kananku naik dan hampir menyentuh ke buah dadanya, kudekatkan bibirku mendekat ke bibir Lula Kamal yang kini matanya terpejam merasakan elusan jari jari kakiku yang naik menaikan rok panjangnya, belum lagi aku meremas pelan bagian bawah buah dada sebelah kanan itu, hmmm .. sungguh kenyal buah dadanya itu.
“Ssssssssssshhhh .. ssssssssssssssssshhhh “ Lula Kamal mulai mendesis ketika tanganku sudah berpindah ke buah dadanya dan meremas pelan pelan, sangat kenyal dan berisi, masih menggunakan bra, Lula Kamal masih memejamkan matanya, namun kemudian membuka bibirnya namun matanya masih memejam kuremas dengan lembut memberikan rangsangan, tangan kiriku kini kugunakan untuk menarik roknya dan tersingkap, luar biasa mulusnya. Ketika tanganku meraba Lula Kamal langsung membuka matanya
“Jangan Haaaaaaan .. jangan “ tolak Lula Kamal dengan ketakutan, namun aku langsung menyumpal bibirnya dengan bibirku dan memagutnya, Lula Kamal tidak menanggapi, hanya pasif saja menanggapi pagutan itu, namun tanganku semakin aktif meremas buah dadanya, tangan kiriku masuk lebih dalam sampai mengelus elus pahanya sampai bagian dekat selakangannya, kuhentikan kakiku yang bergerilya. Entah kenapa tiba tiba Lula Kamal menanggapi pagutanku dan kami berpagut dengan lembut, kukontrol pagutan itu agar lebih lama, kuremas buah dadanya dengan lembut dan pelan pelan, deru nafas birahi Lula Kamal semakin bergulir dengan cepat, namun tiba tiba ketika aku hendak merangkul dengan tangan kiriku, Lula Kamal langsung mendorong dadaku
“Ya Tuhaaan .. apa yang kita lakukan Han ? dosa aaaaaah aku nggak mau, aku bukan Lula yang dulu, aku bukan wanita murahan“ tolak Lula Kamal dengan berdiri lalu merapikan pakaiannya, lalu hendak pergi, namun sebelum Lula Kamal keluar dari ruang komputer itu aku bertanya.
“Mbak .. bolehkan aku meminta sesuatu yang ada pada diri Mbak Lula, aku pengin menikmati kesintalan tubuh Mbak Lula “ pintaku dengan memandangnya lekat. Lula Kamal tidak menjawab pertanyaanku kemudian keluar dari ruang komputer itu. Setelah keluar dari ruang komputer itu, Lula Kamal menutup wajahnya, namun ketika hendak membuka ke ruang tengah, berhenti dan melamun, antara nafsu dan iman bertempur, antara hati dan pikiran berkecamuk, apalagi ketika masih aktif Lula Kamal pernah memergoki diriku sedang berganti baju dan mengamati lekat pada selakanganku dimana penisku yang besar itu tercetak jelas di celanaku. Entahlah .. pikirannya menjadi kacau, masuk ke dalam ruang tengah kemudian lenyap dari pintu itu, aku tak mengejarnya.
Kubereskan komputer dan kumatikan, aku kemudian beranjak menuju ke dapur, alangkah terkejutnya ketika kulihat Lula Kamal sedang terpekur dengan tangan di kepala dan siku tangannya menyangganya.
Aku kemudian duduk di sampingnya hanya beda sisi meja dengan menggeser kursi dan Lula Kamal meletakkan tangannya di meja, kuremas tangannya, awalnya Lula Kamal menghindar namun aku lebih cepat meremas tangannya itu, Lula Kamal tidak menolak namun juga tidak bereaksi, nafasnya kini semakin memburu, kepalanya menunduk seolah ragu dan bimbang, apalagi suaminya ada di kamar sedang mengorok dengan pulasnya. Aku semakin berani, kuelus elus lengannya, kugeser lengan baju yang panjang itu.
“Haaan .. jangan aaaaah .. nggak patut “ tolak Lula Kamal lagi, namun aku sudah kepalang basah, akan kunikmati wanita itu, kuangkat tangan Lula Kamal itu, Lula Kamal tidak menolak, namun Lula Kamal merasa kaget ketika tangannya tidak menyadari sudah menemplok di selakanganku, dimana penisku sedang ngaceng ngacengnya.
“Haaaaaaaaaaah ! Haaaaaaaaaan .. jangan .. jangaaan aaaaaaah “ tolak Lula Kamal hendak menarik tanganku, aku pun sudah diburu nafsu buta, kutarik kepalanya dan kuhujani dengan lumatan, kali ini Lula Kamal justru malah meladeni lumatanku, kami berdua terlibat pertarungan bibir dengan saling menyedot, sedang tangan Lula Kamal semakin meremas remas batangku dengan sedikit agresif. Kami berpelukan di kursi dapur itu, kuberikan permainan lidah itu.
Kami semakin terbuai nafsu, kuremas remas buah dadanya untuk merangsang, kini birahinya semakin naik dan ketika kami saling bertatapan, Lula Kamal terlihat bak singa betina yang haus akan kepuasan birahi. Kupegang kepalanya dan kemudian kupagut lagi.
“Jangan di sini Haaan . bahayaaa .. kapan kapan saja Haaaaaan “ kata Lula Kamal yang seolah olah masih takut berselingkuh di rumahnya, mendadak ada pintu berderit di buka, kontan kami kaget setengah mati, Lula Kamal langsung kabur ke kamar di belakang dapur itu dan sembunyi sedang aku hanya mengelap mukaku yang penuh dengan air liur, aku mencoba diam dengan memejamkan mata bak orang sedang semadi, kutangkupkan kedua tanganku seolah olah seorang pertapa yang sedang berkonsentrasi.
“Ada apa Mas ?” tanyaku tanpa membuka mataku
“Oooh .. sedang apa kau Han ?” tanya suami Lula Kamal itu.
“Aku sedang olah badan Mas .. aneh .. hujan deras begini badanku malah kepanasan “ kataku masih tanpa membuka mataku.
“Bagaimana kau tahu kalo aku masuk ke sini ? matamu juga tertutup “
“Hmmm .. itulah gunanya indera keenam .. melihat tidak harus memakai mata, mendengar tidak harus memakai telinga dan berbicara tidak harus pakai mulut “ kataku bijak yang sebenarnya isinya cuma kemolekan artis artis yang pernah kuajak bercinta dan berselingkuh. Isi otakku kalo tidak diisi rumus pemrograman ya isinya cuma buah dada, lekuk lekuk tubuh wanita, alat kelamin dan birahi yang bercampur aduk, anehnya ketika larut dalam pemrograman assembly kemolekan artis artis yang sering telanjang bersamaku lenyap tanpa bekas, rumus rumus bersliweran dalam otakku.
“Kau lihat istriku ? kemana dia “
“Jangkauan indera ke enamku tidak jauh Mas .. masih dalam tahap belajar .. hanya beberapa meter saja aku bisa merasakan kehadiran seseorang .. “ kataku membuat suami Lula Kamal agar tidak curiga.
“Memang aneh tuh istriku .. kadang kalo malam suka lenyap tanpa tahu kemana, terlalu luas rumah ini, teriak saja kadang nggak kedengaran .. pagi pagi sudah ada di sampingku, oke deh .. aku mau lihat ke ruang komputer .. siapa tahu sedang di sana .. kalo nggak ya sudah tidur saja .. ngantuk banget .. teruskan semedimu .. semoga mendapatkan ilmu tenaga dalam “ kata suami Lula Kamal dengan meninggalkan aku kemudian lenyap dan menutup pintu dapur, aku langsung membuka mataku dan berdiri langsung mengunci pintu dapur itu, aku kemudian mencari Lula Kamal yang sedang duduk di kursi dengan mengangkang namun masih menggunakan pakaian lengkap, kali ini kemulusan pahanya dipamerkan padaku, ketika aku berada di sampingnya Lula Kamal langsung berdiri lalu memeluku dan menghujani lumatan demi lumatan yang rakus, kami berdua kembali larut dalam birahi, kuremas pantatnya dengan menarik roknya dan kuremas dengan pelan pelan.
“Oh Haaaaaaaaan ..pleaaseee .. aaakuuu aaaaah .. puaasiii aaaakuuuu Haaaaaaaan “ rengek Lula Kamal yang kini semakin agresif menyerangku. Kami saling bermain bibir cukup lama, nafas kami saling memburu.
“Han .. nggak usah telanjang yaaaa .. kita bisa kepergok .. kamu duduk saja yaaa “ tarik Lula Kamal dan mendudukan aku di kursi, aku kemudian duduk, dengan gemas Lula Kamal langsung menduduki selakanganku, lalu merangkul pundakku, langsung menyerbu bibirku dengan rakus, kami terlibat dalam pagutan demi pagutan sampai kami berhenti dengan melirih kecil, dengan malu malu Lula Kamal melorot ke lantai lalu membuka resluting celanaku bahkan dengan tergesa gesa, ketika penisku keluar dari celana dalamku Lula Kamal langsung melotot.
“Besar banget penismu Haaaaaaaaaan .. aku sudah merasakan dulu ketika aku memergoki dirimu ganti baju .. ck ck ck ck ck .. aku kulum ya Han “ kata Lula Kamal dengan bernafsu, kini semakin nakal, semakin terlihat nafsu seksnya.
“Sebut dengan kontol, sayaaaaaaaaaang “ pintaku dengan merapikan rambut Lula Kamal yang mulai acak acakan itu.
“Hmmm .. kau jorok banget .. tetapi aku suka lelaki jorok, suamiku malah melarang aku bicara jorok .. hhhmmm .. besar sekali kontolmu Haaaan “ ujar Lula Kamal dengan berbinar
“Panggil dengan kata sayang, Mbak Lula “ ajakku
“Oke deeh .. aku mainin kontolmu ya sayang “ timpal Lula Kamal dengan tersenyum, senyum nakalnya, senyum mesumnya, senyum binalnya kini diperlihatkan tanpa malu malu. Bahkan semakin agresif meremas remas batangku dengan gemas, sebentar lagi aku kumasukan penisku ke dalam vaginanya, akan kusemburkan air maniku dalam dalam di vaginanya yang kini terlihat membasah, Lula Kamal jongkok dengan menarik roknya, sehingga celana dalam warna biru muda itu terlihat membasah, birahinya kini mencari pelampiasan, entah sudah berapa lama tidak disentuh birahinya oleh suami, . Kutatap matanya, kemudian kutatap dadanya, tanganku bergerak cepat membuka bagian depan bajunya itu dan tanganku masuk ke dalam belahan dadanya, kemudian tanganku ke belakang dadanya mencari kaitan bra, lalu kulepaskan
“tiiiiiiik “ terdengar suara kecil terlepas kaitan bra, tanganku kemudian mundur dan meremas buah dadanya yang hangat itu. Lula Kamal melenguh kecil dan nafasnya memburu hendak menjilati dan mengulum batangku itu.Dipelorotkan celanaku sampai ke dengkulku.
“Oooooh .. luar biasa indahnya buah dadamu, sayaaaaaaaaaaang “ pujiku
“Nikmati saja, sayaaaaaaaaaaaaang “ sahut Lula Kamal dengan tersenyum lalu langsung menjilati batangku dengan rakus.

########
Aku merasa terkesan dengan bentuk tubuh Lula Kamal yang proposional dengan buah dadanya yang besar, empuk kenyal dan hangat itu, punting susunya lumayan besar, kemulusan kulitnya ketika kuraba bongkahan kenyal itu pelan pelan terasa sekali dalam telapak tanganku yang membasah akibat keringat Lula Kamal yang mulai membasahi pakaian longgar itu, dengusan nafasnya terasa menerpa ke batangku yang sudah mengacung sangat ereksinya, disibakan rambut Lula Kamal yang memanjang itu, sejenak memandang ke batangku kemudian matanya melirik ke atas di mana aku sedang bernafsu memandang ke buah dadanya yang kuremas remas dengan lembut, sesekali menggeleng geleng entah apa artinya, yang kutangkap mungkin semacam kekaguman pada batangku yang besar itu.
“Tak kusangka Han .. kamu kurang ajar sekali .. mampir ke sini justru malah menikmati tubuh istri Mas Andi ini” goda Lula Kamal dengan nada kearah keinginan untuk menjalin affair denganku. Bahkan selesai mengatakan itu Lula Kamal mengedipkan matanya ketika aku mengangguk dengan tersenyum senang.
“Kenapa kamu mau ?” tanyaku kemudian sambil meremas buah dadanya dengan lembut sambil menekan ke punting buah dadanya itu, ketika kuremas buah dadanya itu Lula Kamal sampai memejamkan matanya dan menghela nafas.
“Tauk aaaaaaah “ balas Lula Kamal dengan menggoda lagi kemudian meremas batangku yang belum dijilati itu, Lula Kamal masih menahan diri tidak buru buru menjilati batangku namun cendrung menggodaku, padahal aku sendiri juga semakin tegang karena kudengar seseorang memangil manggil dengan kata “sayan” dari seberang dapur, Lula Kamal seakan akan membuatku penasaran untuk lebih dalam, agar aku bisa mengeksploitasi seksualitas, aku merasakan wanita ini lebih mementingkan perimbangan antara kualitas dan kuantitas seks. Aku merasa sangat kaget
“Lula,sayaaaaaaaaaaang .. di mana kamu “ teriak Andi dari ruang tengah membuat Lula Kamal sampai memandangku dengan tersenyum
“Biarkan ajaa .. ntar bosen sendiri .. “ bekap Lula Kamal dengan melepaskan penisku kemudian menutup ke bibirku agar tidak melenguh. Ketika aku sudah diam, Lula Kamal langsung berdiri, ,melepas rok terusan itu dengan cepat cepat dan terlihat kemulusan kulitnya yang kukagumi selama ini, ketika rok itu lepas dari atas kepala, kulihat buah dadanya sudah memberojol keluar dari cup bhnya, mataku hampir copot melihat kebesaran buah dadanya itu, luar biasa indahnya, Lula Kamal hanya tersenyum nakal kepadaku, kemudian mengunci kamar itu dan menyampirkan rok terusan itu ke ganggang kunci.
“Kenapa mau lepas baju, katanya nggak mau “ kata pelan membuat Lula Kamal malah memamerkan bongkahan buah dadanya dengan diremas keduanya ke arah depan sehingga kemontokan susunya membuatku sampai melotot. Kami saling memandang penuh nafsu, dan aku sampai melotot mataku melihat rok terusan itu bergerak menggoyang rok milik Lula Kamal yang disampirkan
“Kok dikunci .. uuuh .. kosong .. bego akuuu .. pembantu ke rumah saudara kemaren nich “ timpal Andi dari balik pintu. Lula Kamal sampai terkaget namun tidak bersuara, rupanya wanita ini pandai berakting dalam posisi tegang sekalipun, Lula Kamal sampai mengeleng geleng sambil mengibaskan kedua tangannya seolah mengusir sang suami agar tidak menganggu kami yang sedang dimabuk asmara. Tak lama kemudian terdengar suara tanda capek
“Sudah aaaah .. capek nyari istri yang suka petak umpet … “ ujar Andi dengan menyerah
pintu dapur di tutup lagi dengan keras, kemudian tak ada suara sama sekali.
“Saatnya, sayaang .. yuuk .. kita habiskan malam ini bersama .. aku sudah tidak sabaran lagi menikmati kontolmu yang besar itu .. “ ajak Lula Kamal dengan maju dan meremas kembali batangku, aku masih diam saja memandang kesintalan tubuh Lula Kamal itu.
“Mbak Lula seksi sekali .. buah dadamu montok .. aku suka, sayaaaaaang “ balasku yang disambut cekalan tangan Lula Kamal agar aku kembali meremas buah dadanya dengan membungkuk itu.
“Remeees sajalah .. “ kata Lula Kamal dengan tersenyum nakal.
“Mbak .. bukakin aja tuh celana Mbak Luna .. aku pengin lihat tempek Mbak Lula “ sahutku tanpa persetujuan Lula Kamal langsung memelorotkan celana dalamnya, membuat Lula Kamal menjadi terkejut
“Eiitt .. nakal yaaa “ goda Lula Kamal dengan nakal
“Aku nggak tahan Mbak .. pengin lihat jembutmu itu .. hhhmmmm .. lubang tempek Mbak Lula sempit nich .. walau udah keluar anak dua .. “ kataku sambil mengelus vaginanya membuat Lula Kamal menangkangkan kakinya lebar lebar.
“Sebut aja vagina aja aah .. sound better “ timpal Lula Kamal kurang setuju aku terlalu vulgar.
“Kurang seru aaah .. aku pengin Mbak Lula yang nakal sekali .. berani bicara jorok dan kotor, aku juga nggak tahan pengin ngontolin Mbak Lulaaa .. “ ucapku yang disambut tawa nakal Lula Kamal itu.
“Aku tak biasa bicara kotor, sayaaang “ ujar Lula Kamal dengan jongkok kembali.
“Sebut saja memek, kontol .. aku suka “ sahutku yang disambut tawa Lula Kamal.
“Memek sama kontol .. iiih .. jorok yaaa .. apalagi aku mau dikontolin .. uuuh .. rasanya makin senang aku bicara jorok yaaa .. oke deeh .. aku juga nggak sabar dikontolin .. tapi aku nanti genjotin kamu dulu ya Haaan .. aku pengin dudukin kontolmu ini yang gedhe .. “ ujar Lula Kamal tak sabaran dengan mengocok penisku itu dengan pelan pelan membuatku sampai menghela nafas panjang dan mulai mendesis.
“Ssssshhh …ssssssssssshhhh ..hhhhh hhhh “ desisku merasakan kocokan tangan Lula Kamal di batangku itu.
“Kamu suka aku mengocok kontolmu ? “ tanya Lula Kamal menunggu jawabku
“Nggak cuma itu .. aku juga pengin menggejot Mbak Lula .. gantel aku pengin merasakan memekmu Mbak “ sahutku yang disambut dengan cepat Lula Kamal menjilati batangku dengan rakus, kali ini Lula Kamal sangat rakus sekali menjilati batangku, keliaran seksnya mulai kelihatan, batangku tanpa ampun dijilat dengan kuat dan rakus, berkali kali tangannya tak berhenti mengocok batangku berulang
“Oooh Mbaaaak .. kamuuu nakaaaaal aaaaaaah .. Mbak Lulaaaa aaaaaaaah nakaaaal “ erangku merasakan kocokan dan jilatan sangat rakus Lula Kamal itu, cara mengocoknya juga tidak naik turun, kadang dibengkokan ke kanan kiri, aku juga tak menyadari ketika penisku dilepas dari tahan dan tidak dijilat, tiba tiba tangannya menampar batangku
“Plooooooooooooooooooook “
Aku menjerit merasakan tamparan lumayan keras dari tangan Lula Kamal di batangku
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuuuuuuh “ erangku sambil mencengkeram buah dada Lula Kamal yang montok itu sampai Lula Kamal senang bukan kepalang.
“Itu aturannya, sayaaaaaaang .. sebelum kontolmu masuk ke memekku kudu ditampar .. kontol ini sebenarnya tidak berhak masuk ke memekku .. aku ini istri orang .. enak aja kontolmu masuk istri Mas Andi ini .. tapii .. “ kata Lula Kamal menggodaku dengan semakin membuatku penasaran
“Tapi kenapa ?” tanyaku
“Karena sudah ditampar begini .. kontolmu sudah bebas masuk ke dalam memekku .. “ ungkap Lula Kamal semakin jorok dan kelihatan nakalnya.
“Keluarin di mana nanti spermaku Mbak ?” tanyaku dengan perasaan tak karuan
“Di luar yaaaaaaa “ sahut Lula Kamal
“Nggak mau “ bantahku dengan seakan akan kubuat kecewa berat.
“Oke deeh .. nggak apa apa deeh .. spermain aku yaaaak .. tapi spermamu kudu menyemprot dengan keras “ ujar Lula Kamal sambil kembali langsung menelan batangku bulat bulat dan dikenyot dalam mulutnya.
“Mmmmmmmmhhh ..mmmmmffff … sreeeeeeeeeeeeeeeeeeep “ Lula Kamal mengeluarkan batangku dari kuluman itu, dengan raku sekali Lula Kamal melakukan blowjob ke batangku. Aku sampai mengangkat kakiku kemudian menopang ke pundak Lula Kamal, sehingga Lula Kamal maju sedikit kepalanya dan kembali menelan batangku dengan rakus, batangku disepong berulang ulang
“Mbaaaaaak aaaaaaaaaaah ..aaaaaaaaaaaaauuuuh pleeeeeaseee aaaaaaaah “ erangku merasakan sedotan demi sedotan dari mulut Lula Kamal itu. Kakinya disingkirkan kemudian Lula Kamal menarik celanaku, sehingga aku mengangkat pantatku, batangku sampai sesak di mulut Lula Kamal. Celanaku sampai melorot ke mata kakiku, Lula Kamal menghentikan kuluman itu dan kemudian membuang celanaku, kemudian Lula Kamal membuka pakaianku yang tersisa.
“Nggak adil kalo aku telanjang kamu nggaaak “ sahut Lula Kamal semakin panas saja birahinya yang meletup letup itu. Selepas pakaianku dibuang Lula Kamal kembali mempermainkan batangku, kali ini dikocok dengan sangat cepat dan keras.
“Mbaaaaaaaaak oooooooooooh enaaaaaaaaaaaaak “erangku dengan mendongak sambil meremasi kepala Lula Kamal yang berambut panjang dicat pirang itu. Sudah lebih lima menit Lula Kamal mengocok dan mengulum serta menjilati batangku berulang
“Kontolmu .. mantap Haaan .. punya Mas Andi kurang dari lima menit sudah muncraaaaat “ ujar Lula Kamal dengan semakin nakal pengin mencapai puncak birahi.
“Sudaah Mbaak .. sudaah .. gantian aku pengin merasakan memekmu “ kataku dengan menahan kepalanya agar berhenti menjilati buah zakarku itu.
“Oke deeeh … “ ujar Lula Kamal sambil berdiri di depanku kemudian mengangkat kakinya ke ranjang dekat kursi di mana aku duduk sehingga kini bau kelamin wanita bercampur parfum itu terasa membuat nafsuku naik. Lula Kamal memberikan vaginanya padaku sambil mendorong kepalaku agar mendekat
“Rasakan saja sayaaaaaaang .. nikmati memek kepunyaan istri Mas Andi ini .. hihihihihihi “ goda Lula Kamal semakin membuatku tak tahan lagi. Kujilati vaginanya yang membasah itu, kubelah lubang vaginanya yang menyempit itu, kujilati dan kusedot isinya membuat Lula Kamal melenguh
“Oooh Haaaaaan ..sayaaaaaaaaang teruuuuus aaaaaaaaaah “ lenguh Lula Kamal merasakan jilatan dan sedotan mulutku yang menghisap itu. Lula Kamal sampai meremas sendiri buah dadanya untuk mendapatkan rasa lebih dalam bercinta denganku.
“Oh Haaan ..aaaaah .. golongan daraaahmuu apa ?” tanya Lula Kamal di tengah tengah aku semakin nakal mengorek liang vaginanya itu, kusebut golongan darahku yang sama dengan Lula Kamal, sehingga Lula Kamal menjadi tertawa senang sekali
“Hamilin sekalian Haaan .. segera deeh .. kontolin aku .. sodokin memekku dengan kontolmu itu“ celoteh Lula Kamal semakin agresif menekan kepalaku sehingga hidungku sampai melesak ke liang belahan surgawi milik Lula Kamal itu. Aku menjadi gelagapan merasakan tekanan tangan Lula Kamal yang agresif itu, kutarik kepalaku yang susah bernafas itu, ketika kepalaku menjauh dari vagina Lula Kamal, Lula Kamal justru malah menertawakan aku.
“Payaaaaaaaah “ kataku dengan mendengus kemudian
“Lho .. kamu tadi khan juga .. ketika kontolmu aku kulum .. kamu naikan pantatmu .. kontolmu sampai nabrak tenggorokanmu .. uuuuh .. tapi enaak khan “ goda Lula Kamal lagi dengan kembali mendorong belakang kepalaku sehingga aku kembali menguak belahan vaginanya yang semakin membesar itu, binal juga Lula Kamal ini, posisi mengangkang di depanku itu merangsang sekali, kakinya naik ke ranjang membuat aku semakin agresif menyerang Lula Kamal, kura raba pahanya yang berisi itu, kemudian ke belakang, dan kuremas dengan gemas kedua pantatnya yang bahenol habis itu, terasa hangat dan basah, Lula Kamal sampai menggoyang menggoda di pantatnya agar membuatku semakin larut dalam lautan birahi.
“Sssssssttt .. diaaaaaaaaaaam “ bisik Lula Kamal ketika ada suara seseorang masuk kembali ke dapur.
“Shiiiiiiiiiiiiit “ makiku kesal namun dijewer oleh Lula Kamal agar diam
Tak lama kemudian suami Lula Kamal itu keluar dari dapur setelah terdengar suara pintu dapur ditutup dengan sedikit keras.
“Sial tuuuh .. gangguin aaajaaa .. ayoo jangan diam ajaaa .. oral lagi memekku sayaaang “ ajak Lula Kamal yang merasa terganggu dengan mondar mandirnya suami ke dapur dan kamarnya.
Kali ini aku tak menyia nyiakan kesempatan, kusedot dan kujilati lagi vaginanya itu, Lula Kamal sampai melenguh, selain menjilati aku juga meremas gemas pantat Lula Kamal itu, LK sampai mencari tangan kiriku yang meraba raba pahanya itu dan diarahkan ke buah dadanya
“Remeees .. aku pengind remeees suusuuukuu “ ajak Lula Kamal dengan nafas sangat memburu,matanya kini merem melek keenakan
“Teruuus Haaan .. dikit lagiii ..dikit lagii aaaaaaaaaaaaah …….aaaaaaaaaaaaaaaauh “ lenguh Lula Kamal tak karuan
Kuhisap dan kujilati terus dan kurasakan vaginanya semakin membanjit cairan itu, Lula Kamal sampai membusung ke depan, kuremas buah dadanya sebelah kanan dengan tangan kiriku, sedang tangan kananku masih bermain dengan pantatnya.
Lula Kamal semakin kuat mencengkeram ke pundaku dengan mencakar kuat, kutahan rasa sakit itu, kukunya terasa sangat tajam mengoyak kulit pundakku dan Lula Kamal pun semakin membusung ke depan dengan menegang mendapatkan orgasme
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuuuuuuh “ lenguh Lula Kamal panjang dan kemudian berkelonjotan, Lula Kamal merosot dan kemudian kutahan tubuhnya lalu kupeluk, dari vaginanya mengucur cairan pertanda mendapatkan orgasme yang pertama itu. Tubuhnya penuh dengan keringat membanjir, matanya terpejam erat dalam pelukanku, tubuhnya terasa sangat hangat, kuberikan rasa tenang dengan mengelus elus punggungnya, dadanya mendesak di dadaku, sehingga punting susunya terasa menusuk geli.
“Kau hebat,sayaaaaaang .. aku ketagihan sama Mbak Lulaaa “ bisikku di telinga Lula Kamal dan menjilati kupingnya itu membuat Lula Kamal kemudian menggeliat
“Geli aaaaaaaah … sayaaang ..ntaaar ya .. sabara ngontolin akuu .. walau nggak tahaaan pengin dudukin kamuuu “ ujar Lula Kamal masih dalam pelukanku itu, dielus elusnya punggungku dengan pelan pelan.
“Aku yakin kontolmu tahan lamaaa .. aku bakalan puas dientotin sama kamuu .. “ kata Lula Kamal masih dalam pelukanku, kemudian menarik kepalanya dan mengajakku untuk berpagutan, kami berpagutan dengan sangat mesranya dan kami saling menghisap dan bermain lidah, lidah kami saling bertaut dengan penuh erotis dan mengundang birahi untuk memberikan kepuasan kepada Lula Kamal.

##########

Tak terasa pagutan demi pagutan penuh kemesraan itu membangkitkan gairah Lula Kamal untuk lebih agresif dalam mencari kepuasan seks. Lula Kamal kembali bangkit birahinya, pagutan demi pagutan itu berlanjut menjadi lumatan demi lumatan, sedotan demi sedotan, permainan lidah menjadi semakin seru, bunyi kecap saling menghisap bersahutan dengan riuhnya, Lula Kamal menduduki selakanganku, tangannya semakin nakal dengan turun menyelusup ke selakangan kami dan memegang batangku, aku masih mengontrol pagutan dan kecapan bibir Lula Kamal, tanganku meremas buah dadanya dengan sedikit lebih kuat dan membuat Lula Kamal melenguh tak karuan. Remasan di buah dadanya aku lakukan di sebelah kirinya yang paling mudah kujangkau, buah dadanya kadang membulat seiring tanganku semakin nakal.
“Oooh ..sssssshhh .sssssssssssshhh ..sssayaaaaaaaang aaaaaaaaaaaaaah ..hhh hhhhh “ desis Lula Kamal tak tahan akan lumatanku yang menyerang dengan semakin penuh nafsu, aku tidak memberikan kesempatan Lula Kamal untuk bicara lebih lanjut, kusumpal kembali bibir Lula Kamal dengan bibirku, Lula Kamal menanggapi lumatanku walau semakin kedodoran, nafasnya menjadi berat, belum lagi dadanya menggelinjang merasakan remasan tanganku yang nakal itu. Lula Kamal semakin tidak sabar, kepalanya menghindari dari serbuan bibirku kemudian meremas batangku lalu menaikan selakangannya. Batangku diarahkan ke lubang vaginanya itu dan menekan dengan paksa.
“Aaaaaaaauuh ..iiiiiihh .. Haaan ..aaaaaaah .. kontolmu kebesaraaaaan nich .. buseet .. gedhe amir … nggak muat dalam memekku nih .. siaaal aaaaaaah ..sakiiiiiiiiit “ rintih Lula Kamal tak karuan dengan suara sangat jorok dan justru membuat Lula Kamal semakin senang.
“Teruskan kata kata jorooookmuuu .. minta dientotin, dikontolin .. genjotin .. sodokin .. ewein “ kataku memberikan pengruh rasa seksual yang tidak pernah didapatkan suami keduanya yang mandul tak bisa memberi anak, terpaksa Lula Kamal ingin menggunakan cara bayi tabung.
“Iyaaa Haaan .. uuuuh .. aku dikontoli yaaak … pengin diewe sama kontol besaaar .. ayoo kontol .. ayoo kontol .. masukin yaaa .. duuuh .. kontolmuuuu aaaaaaaaah .. nakaal aaaaah aaaaaaaaah aaaaaaaauuh .. kontol luar biasaaaaaaaaaa .. “ erang Lula Kamal tak tahan ingin segera diewe itu.
Penisku belum melesak lebih dalam, hanya masuk pada bagian kepala penisku, itu sudah membuat Lula Kamal seperti tidak tahan, lubang vaginanya memang sempit sekali untuk ukuran penisku, Lula Kamal menaikan pantatnya sehingga batangku malah terlepas.
“Siaaaaaaaal .. shiiit .. payaaah aaaaaaah .. uuuuuh .. nggak tahaaan sayaaang .. pengin segera aku menjepit kontolmu dalam memekku .. aku penasaran dengan kontolmu yang besaaaaaaaar, Haaan sayaaang .. jangan diaam donk .. tekan dari bawah jugaaa .. kamu kok diam sajaaaa .. uuuh .. jangan bkin aku penasaran donk ..“ ujar Lula Kamal dengan menjewer telingaku. Memang Lk terkenal dengan rewel dan bawelnya, dalam posisi ngeseks pun tetap saja nerocos bak tempek yang mengucurkan cairan orgasme tanpa henti.
“Mbak Lula Kamal kurang jorok, sekalipun jorok banget tapi dipaksakan .. nggak relaa aaah .. cuma sandiwara aja .. aku nggak mau kalo joroknya cuma itu itu muuuluuu “ kataku dengan mengelus paha Lula Kamal yang berisi itu, lalu kujilati dadanya membuat Lula Kamal semakin senang dengan permintaanku itu.
“Oke deeeh .. aku akan bicara jorok denganmu .. maafin .. baik Haaan .. aku rela bicara jorok dengan kamu .. Heee pemilik kontooooooool .. masukin yaaaa .. sodok yang keras nanti .. bikin memekku sampai muncrat isinyaaa .. buat tempekku enak digenjot dengan kontolmu .. hamilin sekalian jika kau mauu .. aku juga nggak sabar nich .. trim sayaaang .. kamu memberikan rangsangan padaku di ruang komputer tadii .. aku menjadi ketagihan dengan kontolmuuuuuu “ ujar Lula Kamal semakin jorok, nakalnya semakin kelihatan.
“Aku memang wanita binal kok Haaan .. namun kebinalanku akan kuberikan padamu .. aku akan bersifat pasif sama Andi .. sudah bosan sama lelaki mandul itu .. dasar lelaki letoy .. Fuck You Andi .. dasar lelaki mandul dan lemah syahwat .. “ ungkap Lula Kamal dengan suara yang keras di telingaku.
“Bilang .. jatah suamimu untuk sajaaa .. jangan kasih kesempatan untuk merangsangmu jika di kamar .. berikan kepuasan birahimu padaku sajaaa “ kataku semakin membuat Lula Kamal akan lupa daratan.
“Iyaaa .. Haaan .. kamu aaaaaaaah .. aku yakin kamu kuaaat .. aku sudah merasakan kamu punya kekuatan birahi luar biasaaa .. berikan aku kenikmatan Haaan .. Burhaaan .. beri bawaaa aaakuu ke surga bersama kontol dan memekku .. bikin aku semakin gelap mata padamuu .. sesatkan aku dalam limbah kenistaan.. Haaan .. aaaaah apa artinya seorang suaamii jika tidak mampu memberi aaaanaaaaaah .. shiit lelaki bangsaaaaaaaaaaaaaat .. Oh Haaan .. aaaaaaaah .. kontolmuuu teruuus tekaaan yaaa .. aduuuh sakit aaaaaaah … stoop ..stoooop .. “ teriak Lula Kamal yang tidak tahan penisku hendak memaksa masuk lebih dalam padahal penisku baru masuk sedikit setelah kepala penisku.
“Sekali lagi .. maki suamimu itu .. “ pintaku lagi
“Dia memang bangsat, sayaaaaaang .. lelaki keparat .. “ dengus Lula Kamal dengan mata jalang dan binal.
“Aku kecewa sama diaaa .. nggak adil khaaan .. aku sudaah memberikan cinta dan tubuhku untuk dinikmati .. namun aku tak dapat apa apaaa .. belum lima menit sudah muncraaaaaaaat .. dasar lelaki payaaaaaaaaah .. manduuuuuuuuul .. “maki Lula Kamal pada suaminya itu.
“Baguuuus aaaaaaaaah . kamu hebat Mbak Lulaaa .. kau memang mulutmu tak beda dengan memekmu .. pengin selalu dikontolin dan memekin kontolkuuuu “ sahutku dengan meremas buah dadanya, Lula Kamal menarik kepalanya, menjauhkan dadanya agar memudahkan aku meremas buah dadanya semakin keras
“Uuuuuuuuuh aaaaaaaaaaaaaaaaaaaah ssssssssssssssshhh .. mmmmmmmmmmhh .. remeeess aaaaaah .. aaakuu aaaaaah sukaaaa di remeeesssssssssssss “ teriak Lula Kamal semakin keras, herannya suara keras Lula Kamal itu tidak sampai keluar kamar, ternyata kamar itu didesain kedap suara. Sehingga Lula Kamal semakin berani berteriak menghina suaminya tanpa batas.
“Duuuuh .. nikmaaaaaaaaatnyaaaaaaaaaaa .. kontolmu belum tenggelam aaakuu sudah merasaakaaan semacaaaam aliraaan aaaaah .. kontolmu kayak nyetrum aaaaaaah “ ujar Lula Kamal dengan menggoyang merasakan tidak tahan penisku menyeruak lebih dalam di vaginanya yang masuk kurang dari separo itu.
“Mbaaak Lulaaa sayaaaaaaaaang .. jangan sebut Andi sebagai suamimu …. sebut saja si bangsaaat .. malam ini aku adalah suamimuuu “ kataku dengan menahan pantat Lula Kamal yang hendak menekan, kuremas dengan gemas kedua pantatnya itu.
“Oke Haaan .. aku suka caramuuu .. oke deeh .. aku istrimuuu dan kau suamiku .. yang di kamar sanaaa .. hanya lelaki pecundang .. seorang bangsat yang seenaknya menikmati tubuku tanpa memberikan keturunan .. siaaaaaaal sssshiiit .. pernikahaaan kacaaaaaaaau daaaaaaaaaaaah .. nikaaah tanpa anaaaaak …. percumaaaaaa .. hamili aaaaaaaakuuu .. hamili akuuuu … buatin aku anaaaaaak .. yaaang ganteeeng kayaak kamuuu muu ..aaaaaaah .. kontolmu aaaaah teruuuus dikit dikit … jangaaan aaaaaaaaah “ erang Lula Kamal semakin tak karuan merasakan desakan mili demi mili, Lula Kamal naik turun dengan pelan agar penisku bisa tenggelam lebih dalam. Nafasnya semakin kedodoran karena kebanyakan rewel namun kubiarkan, itu sengaja aku menguras energinya, aku ingin Lula Kamal melampiaskan semua emosi birahinya malam ini terkuras sehingga Lula Kamal akan ketagihan jika kukontoli selanjutnya.
“Yaaaaa aaaaaaaaauuuh aduuuuuuuuuh, memekmuu ketaaat sekaliii Mbak Lulaku sayaaaaang .. teruuus istriku .. teruuus tekan dengan kuat dan pelaaaaaaaaan “ ajakku
“Ngak kuaaat Haaan .. duuuuh .. memekku sakit .. tapi aaah .. jangan berhentii .. ayoo kontol .. ayooo kontol .. jangan diaaam lebih agresif aaaaaaaaaaaaaah … siaaaaaal aaah aaduuuh .. napaaa sssiiih .. luaaar biasaaa .. tahaaan sayaaaaaaang tahaaaan duluuu aaduuuuuh sakiiiiiiit “ tahan Lula Kamal dengan menahan perutku yang hendak menyodok ke atas, nafasnya sangat memburu dan berat, dadanya naik turun tidak tahan kehabisan nafas.
“hhhhhh ..hhhhhh … ssshhh … aneeh Haaan .. kamu diaaam aaaakuu kesakitaaan .. tapi kaaaloo kamuu muuu geraaak makin sakit .. tapi enaaaaaaaak siiiih … ketika kontolmuu masuk lebih dalaam laaam .. kurasakaan kenikmaaataaan luaaar biasaaaaaaaaaa .. yaaa tahaaan dulu, suamiku sayaaaang .. aku bangga punya suami baru yang kontolnya gedhe .. kayak kontol kudaaaa .. kontol jaraaan .. ayoo kontoool .. yuuuk kita satukan tubuh kitaaa .. beri aku kenikmataaan .. sekali lagi …sesatkan aku dalam lautan birahi ini .. bikin aku semakin nistaaa, buaaat aku semakin binal dan jalaaang .. aku wanita yang mau menjadi milikmu … geluti aku nanti di ranjang .. akan kuberikan semua cinta dan tubuhku untukmu semataaaa .. “ lagi lagi Lula Kamal bicara dengan panjang mengungkap sisi buruk kepuasan seks dengan suaminya yang gampang loyo digenjot oleh Lula Kamal itu.
“Yaa sayaaaaaaaang .. akuin saja Mbak Lula memang binal dan jalaaaaaang “ ajakku lagi membutakan pikiran dan hatinya
“Sipp .. istrimuuu ini .. hanya maaau bersikaaap jalaaaang dan binaaal padamuuu .. Lula Kamal hanya mau jalang padamu, Haaan sayangku .. suamiku sayaaaaaaaang .. “ kata Lula Kamal menyeringai dengan membuka bola matanya lebih besar seolah olah pengin menelanku bulat bulat.
“Presenter jalang .. teruskan desakanmu .. tekan memekmu dengan pelan dan kuaat .. aku suka dengan acaramu .. akuu suka memandag susumu ketika siaraaan .. susumu ini besaaar .. aku pengin dijepit kontolku dalam belahan susumu ini “ kataku sambil meremas buah dadanya yang membusung padat itu, walau sudah menyusui dari anak hasil perkawinan suami pertama, namun kekenyalan buah dada bak wanita yang belum menikah, malah kesanku lebih montok dan lebih kenyal.
“Hihihihihi .. kamu nakaaaaaal sayaaaaaaaang .. sekaraaang kamuu nggak usaah nonton aakuuu siaraaan .. nikmati saja sesukamu istrimu ini .. istrimuu .. Lula Kamal ini .. akan selalu membuka pintu untukmu .. membuka memekku dikontolin sama kamu .. sirami kebunku sayaaaaaaaaang .. berikan bibitmuuu untuk telurku .. mari sayaaang ….. kita bikin anaaak yaaaa .. hanya kita berduaa yang tahu itu anaak siapa “ goda Lula Kamal semakin penuh keinginan dihamili olehku.
“Kusebut dengan Lula Kamal jalangku, sayaaaang “ gurauku membuat Lula Kamal mencubitku
“Kurang aaah .. tambahin Lula Kamal yang senang dikontolin olehmuuu “ tambah Lula Kamal semakin membuatku terlena dengan kenikmatan birahi wanita ini, haus seks, hiperseks dan doyan mainin penisku.
Pelan pelan Lula Kamal kembali menekan dengan menggigit bibirnya kuat kuat, rasa sakit itu ditahaanya dengan kuat agar batangku lebih dalam tenggelam, demikian denganku yang sampai meringgis tidak tahan jepitan vagina Lula Kamal yang sempit, wanita ini pandai merawat vaginanya, makanya Andi sering tidak tahan ketatnya vagina Lula Kamal. Bahkan Lula Kamal sampai kecewa, ketika baru masuk separo, Andi sudah muncraat, aku kaget akan pengakuan Lula Kamal ini.
“Sayaaang .. gimanaaa .. enaaak yaaa .. ?” tanya Lula Kamal dengan membuka matanya
“Wuuuuenaaaaaaak tenaaaaaaaaaaa “ kataku dengan membuka mata
“Pernaaah ..si bangsat itu .. kontolnya baru masuk separo sudah muncraaaat .. hihihihi .. kapaan mau hamil kayaak gitu .. spermanya nggak pernah sampai rahimkuuu .. lha buaaat apa aku dikontolin sama diaaa .. tapi .. kamuuu sudah masuk lebih separooo tenang tenang sajaaa .. apa sih rahasiamuuu ?” desak Lula Kamal pengin tahu
“Nggak usah aku kasih tahuuu .. kalo kasih tahu repot kamu bagikan sama si bangsat itu .. jadinya kamu nggak mau lagi .. “ keluhku dengan mata meredup tanda tak suka
“Oke deeh sayaaang .. nggak apa apa .. sekalipun aku tahu .. nggak bakalan aku kasih tahu sama si bangsat itu .. “dengus Lula Kamal dengan marah pada suami sahnya itu.
“Naaah itu namanya istriku yang patuh .. pokoknya aku akan selalu memuaskan Mbak Lula .. kini, esok dan seteruuusnya..” kataku menghibur
“Baaik Haaan .. memang .. wanita sejalang aku .. lebih baik tidak tahu rahasia suamiku ini .. cuuup “ ujar Lula Kamal dengan mengecup dahiku tanda suka dan semakin ketagihan akan kontolku.
“Angkat bokongmu pelaaan .. masukin dengan pelaaan .. tetapi bertenagaa .. nariknya jangan banyaaak banyaaak .. “ perintahku yang disambut senyum nakal Lula Kamal itu
“Iyaa aaaaaaah aaaaaaaaaaah .. aaaah .. saaaaaaa kiiiiiiiiit ..teruuuus kamuu naiik .. tekaaan kontolmuuu .. iyaaa .. teruuus makin tenggelam aaaaauuuuh uuuuh aaooo .. oooh memekku aaaaaaaaah .. “ pekik Lula Kamal tak tahan dengan kontolku itu, gelinjang tubuhnya bak cacing kepanasan di gurun. Pelan pelan batangku semakin tenggelam, aku tak menyadari jepitan vaginanya menyempit dengan cepat
“Haaaaan … nggaaaak aaaaaaah aaaaaaaaaaaaauuuh aaaaaaah ..akuu aakuuu aaaaaaah “ teriak Lula Kamal dengan menegang kaku mendapatkan orgasme walau batangku belum ludes tenggelam, kuremas buah dadanya dengan kuat memberikan efeks orgasme lebih dalam. Lula Kamal menegang lama sekali, kemudian berkelonjotan tak karuan dalam pelukanku, batangku tetap belum tenggelam 100 %, masih menyisakan beberapa centi, namun gelombang birahi Lula Kamal datang lebih dini, kudekap dan kuciumi lehernya itu. Lula Kamal diam dengan nafas ngos ngosan. Vaginanya mengucurkan cairan panas membashi batangku, merembes dengan suara seperti air memuncrat, bahkan sampai terdengar ke telingaku, luar biasa orgasmenya.
Tak lama kemudian Lula Kamal membuka matanya dan menarik kepalanya
“Gilaaaaaaaa .. kok malah aku yaaang muncraaat duluaan yaaak .. hihihihi .. dikadalin sama suamiku nich .. jahaaat kamuu .. Lula Kamal dibuat bertekuk lutut sama kamuu .. ck ck ck ck .. belum pernah kurasakan nikmatnya aku muncrat duluan .. belum disodokin lagi.... gilaaaaaaaaa .. gilaaaaaaaaa aaaaaaaah ..” puji Lula Kamal dengan kembali menciumi bibirku berulang ulang.
“Itulah rahasia suamimu, Mbak Lulaaa .. “ kataku sambil memagut bibirnya, Lula Kamal membalas pagutanku
“Iya deeh .. aku mengakui suamikuu ini hebaaaaaat untuk urusan begini .. oke deeh .. beri aku istirahat sebentaaar .. kontolmu belum tenggelam lho … sabar ya sayaaaang “ hibur Lula Kamal dengan senang dan matanya berbinar, senyumnya terumbar dengan sangat mesum. Kurasakan aku pengin digenjot oleh Lula Kamal dalam posisi menduduki selakanganku, kakinya belum menjepitku yang duduk di kursi tanpa sandaran itu. Pengin rasanya Lula Kamal naik turun dengan liarnya berteriak.

#########

Terbersit Kurasakan aku juga benar benar tak kuat merasakan jepitan vagina Lula Kamal yang menjepit dengan sangat ketatnya itu. Vagina Lula Kamal berbeda dengan wanita lain, wanita ini mempunyai vagina yang bisa menyedot dan menarik penis lebih ke dalam, jika mendapatkan penis kecil akan menjadi masalah bagi lelaki, demikian pula dengan suami Lula Kamal selama ini, besaran penisnya kecil sehingga langsung menjadi bulan bulanan di vaginanya, akibatnya cepat muncrat, itu sebenarnya bukan salah si lelaki, tapi lebih banyak melenguh dan mengerang sehingga tenaganya cepat habis, namun aku menggunakan metode terbalik agar Lula Kamal lebih banyakan berbicara kotor, lelaki kebanyakan berkonsentrasi memasukan penisnya ke vagina, namun lupa melakukan rangsangan lain, konsentrasi dalam seks memang perlu, namun sebenarnya bukan konsentrasi tapi menikmati. Kulihat Lula Kamal masih memejamkan matanya menikmati sisa sisa orgasmenya. Kucium pipinya agar bisa membuatnya membuka mata, pelan pelan matanya yang sayu itu membuka kemudian memberikan senyum mesra padaku.
“Oh .. Haan .. sayaaangkuu .. rasanyaa luaar biasaa tadi .. ck ck ck .. kontolmu itu lho .. hihihihihi .. nakal sekali membuatku orgasmeee .. aku jadi semakin suka dikontolin sama kamu .. yuuk gantian aku memekin kamu … “ ajak Lula Kamal dengan menarik dadanya agar tidak merapat sehingga bisa melihat penisku tertelan dalam vaginanya yang becek.
“Mbak Lula ,sayaaang .. “ sapaku
“Iiih .. masak sih sama istrimu manggil make Mbak ? “ tolak Lula Kamal dengan gemas dan kemudian dengan nakal mencubitku, akibat cubitan itu aku menggerakan selakanganku membuat batangku malah melesak lebih dalam membuat aku dan Lula Kamal menjerit bersamaan.
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuh …uuuuuuuuuuuuu .. pleaseeeeee “
Aku sampai menahan rasa sakit dan nikmat merasakan batangku tenggelam dan Lula Kamal merasakan vaginanya seperti dibor lebih dalam
“Sayaaang .. hihihihihi .. memekku rasanya sakit nich .. tapi aaaah .. jugaaa nikmaaat bangeeet .. “
“Memekmu ketat sekali, Mbak Lulaaa .. “ sahutku
“Pleasee .. jangan make Mbaaak .. nggak pantas istri dipanggil mbak sama suami “ tolak Lula Kamal lagi dengan senyum menggoda
“Nggak mau .. aku suka memanggil dengan itu deeh .. habisnya aku suka dengan wanita seumurmu .. kalo adik maaah ..masak aku ngontolin adikku .. bukankah adikku yang ngontolin Mbak Lula .. bukan aku .. “ kataku dengan terawa gemas sambil meremas buah dadanya kuat, Lula Kamal sampai melenguh
“Uuuuh .. nakaal aaaaaaaaah .. hihihihi .. aku nggak mau nyebut dengan adik untuk batangmu yang besar itu .. tetap kontol .. paham kontol ! “ hardik Lula Kamal dengan nada tegas.
“Paham memek ! “ sahutku yang disambut tawa Lula Kamal mesra
“Iih .. nggak mau kalah yaaa .. terusin yaak tuh tinggal dikit lagi .. kontolmu tenggelam dalam memekku .. memek istrimu .. memek Mbak Lula Kamal yaaa “ goda Lula Kamal lagi dengan jorok dan mesum itu.
“Lain kali racun aja tuh si bangsat .. aku pengin menggelutimu tubuhmu di samping suamimu .. aku pengin bercinta dengan Mbak Lula di ranjang tidurmu .. “ kataku memberanikan diri.
“Nggak masalah .. ntar malam kita racun yaaa .. aku punya obat tidur yang cespleng .. penginnya aku pukul pake kayu biar pingsan .. dasar bangsat tak mau diuntung .. “ timpal Lula Kamal dengan gemas sambil meremas tangannya sendiri.
“Jangan deeh .. cukup dibuat tepar berjam jam .. aku cemburu banget jika si bangsat menyentuhmu .. cemburu .. masak istriku digeluti si bangsat .. “
“Nggak sayaaang .. istrimu sudah nggak mau sama dia .. tenang saja Haaan .. apa sih artinya surat nikaaah … bukankah indahnya pernikahan itu di perkawinnan .. kita kawin begini sayaaang .. kontolmu dalam memekku .. itu baru namanya perkawinan.. aku sama si bangsat cuma pernikahan .. sama kamu baru perkawinan .. hhhhmmm lebih jorok .. perkewean yaaa .. hihihihihi .. “ gurau Lula Kamal semakin tak karuan kata kata mesum dan jalangnya.
“Hahhahahahahaha .. bisa aja kau Mbak Lulaa .. kenapa nggak perkontolmemekan ? “ kataku yang disambut tawa Lula Kamal sambil naik selakangannya kemudian turun menghujam sehingga batangku menjadi ludes dalam vaginanya yang becek itu, kami menjerit bersamaan dengan keras
“Ooouuh Haaaan .. enaaaaaak aaaaaaaaaaaaaaaaaah “
“Shiiiiiiiiiit .. “ makiku kesal karena tanpa ampun Lula Kamal menghujamkan selakanganya membuat batangku disedot sedot dan diremas remas, rasanya penisku seperti diparut, otot otot dinding vaginanya mengcengkeram tak mau melepaskan batangku itu.
“Gimana sayaaang ..ssssshhh ..ssssssssshhh .. hhhmmm ..mmmmmmmmmmhhh .. nikmaaaatnyaa .. nikmaaat sekali diewe sama kamu .. jangan bosang ngewein Mbak Lula yaaa .. awas kalo bosan “ ancam Lula Kamal dengan nada serius.
“Lha awalnya Mbak Lula nolaaak .. kini kok ngancam ngancam segala .. huuuh dasar wanita jalang “ makiku gemas sambil meremas pantat Lula Kamal yang bahenol dan empuk serta hangat berbasah
“Habis siiih .. kalo aku langsung to the point . nggak etis deeh “
“Katanya jalang .. jalang kok malu malu .. “ sudutku lagi
“Oke deeh .. aku besok nggak akan malu malu lagi minta jataah .. yaaa .. aku akan minta dikontolin sama kamu .. diewe luar dalaaam .. yuuuk .. kita saling memacu .. ngomong terus ntar bisa muncra lho kamuu “ ajak Lula Kamal dengan menopangkan kedua tangannya dipundakku, pelan pelan Lula Kamal menggerakan kedua kakinya ingin menjepit pinggangku
“Hhhhooooooooooooooooooooh .aaaaaaaaaaaaaaaaaahh “ erangku merasakan ketatnya vagina Lula Kamal yang lebih merapat menjepit batangku, aku menjadi tidak tahan lagi. Pelan pelan Lula Kamal naik turun dengan manja, senyumnya diberikan padaku, matanya tertutup rapat merasakan nikmatnya disetubuhin
“Sayaaang .. teruuusss ..sssssshhh ..sssssssssssssshh ..ssssshhh hhhh .. aaaaaaauuuh .aaaaaaaaachhh .. aaaaaaaaaauuh .. enaaaaaaaak ..hhhhhhhhssss… ssssssssssss .. shiiiiiiiiiiit .. teruuus sayaaan … kamu geraak lebih cepeet dikit .. duuuh … memekku aaaaaaaaah “ erang Lula Kamal tak karuan, matanya terpejam dengan eratm, kemudian kepalanya menggeleng ke sana kemari merasakan sensasi, rambutnya beterbangan ke sana kemari
“Ya Tuhaaaan .. Oh my God .. rasanyaaaa aaaaaaaaaaaah luaaaar biasaaaaa .. “ teriak Lula Kamal dengan suara makin keras.
Genjotan demi genjotan naik turun Lula Kamal semakin membuatku terus ingin berpacu, kurasakan batangku keluar masuk dengan lancar di vaginanya walau sesak sekali, luar biasa vagina dari persenter Lula Kamal ini, walau sudah beranak dua namun vaginanya makin ketat saja.
“Haaan . teruus Haaan .. sayaaang .. suamiku sayaang .. keluaaraan manimuu .. pejuin akuuu .. semprotin aaakuuu .. ayoo kontol .. ayooo kontoooooooooooool .. kontooolmuuu aaaaaaaaah ..aaaaaaaaaaaah … “ teriak Lula Kamal naik turun dengan sedikit lebih cepat. Kami terus berpacu menggapai birahi, Lula Kamal semakin kuat mencakar pundakku itu.
Gerakan naik turun Lula Kamal aku hanya bisa meremas pantatnya, terkadang aku meremas buah dadanya, kurasakan batangku terlihat keluar masuk, ketika batangku keluar seakan membesar, ketika masuk terasa gepeng diperas luar biasa dalam vagina Lula Kamal itu.
“Mbaaak ..aaaakuu aaaah .. nggak taaaahaan aaaaaaaaah .. aaaakuuu nggaaak kuaaaaaaaat “ erangku merasakan jepitan dan genjotan Lula Kamal yang semakin cepat
“Iyaa Haaan ..iyaa sayaaang .saaamaaa .. kitaaa keluaar bareeeng reeeeng .. aaaaaaaaaah …. hhhh hhhh .. “ sambut Lula Kamal dengan mendesis tak karuan. Tubuh kami yang telanjang bulat penuh dengan keringat membanjir, Lula Kamal semakin cepat bergerak naik turun, kuimbangi gerakan Lula Kamal itu untuk lebih memberikan rasa nikmat, mata Lula Kamal sampai terlihat warna putih, kepalanya mendongak ke atas sambil naik turun dengan mantapnya
“Sreeeep .. sreeeeeeep .. sreeeeeep ..sreeeeep ..sreeeeep ..sreeeeeeeep “ suara gesekan batangku di vagina Lula Kamal yang dengan gemas naik turun, nafas Lula Kamal semakin berat, sesekali berhenti dengan memegang kepalaku
“Aaakuu puaaas sayaaang .. aaakuu bahagiaaa .. ayoo sayaaaang .. pejuin aakuu .. hamilin aakuu .. aayoo aaaaaaaaaah .. aaaaaaah ..aaaaaaaaaaah .ssssssssssshh ..sssssssssshhh … hhhhh .. sayaaang aaaaaah … istrimuuuu nggaak kuaaaaaaaaat aaaaaaaaaaaah “ erang Lula Kamal tak karuan ketika naik turun lagi menggenjotku
“Genjot terus Mbaaak Lulaa .. genjotin aaakuu .. memekin aakuu .. kaauu menggairahkan Mbaaak .. oooh ..aaakuu cinta Mbak Lulaaa .. jadilaaah aaaah … rasakaan kontolku .. rasakan kontol besaaarkuu“ ajakku lebih jorok.
“Haaaaaan sayaaaaaaang .. aaaaaaah oooh kontolmuuu aaaaaaah .. memekku nggak tahaan lagi .. ooh kontol jaraaanmuu aaaaaaah … rasanya selangit ..aaaaaaaaaaaaah .. waduuuuuuh bentaar Haaan .. bentar laaaagiii .. gimana, gimana, gimana ?” pekik Lula Kamal dengan masih naik turun menghujamkan selakangannya sampai dalam dalam ke selakangaku agar batangku lebih dalam mentok, ketika batangku lebih dalam terjepit dalam vaginanya itu aku merasakan gelombang birahi yang sangat dashyat, tak pernah kurasakan menggeluti artis artis lain.
“Braaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak “ sebuah suara pintu dibuka dengan keras
Terdengar suara pintu dapur dibuka dengan keras. Kami berdua sampai kaget Lula Kamal sampai memelukku erat entah takut atau apa, kami berdua menahan nafas. Aktifitas kami saling memacu itu langsung terhenti sejenak.
“Bangsaat “ makiku pelan
“Ssssstt .. diaam sajaaa .. palingan si bangsat itu .. dia suka banting pintu jika kebelet ingin kencing .. ntar akan banting lagi .. bangsat sekali dia .. akan kuracun dia nanti .. “ bisik Lula Kamal dengan gemas dan marah sekali ketika hendak mencapai orgasme. Kami diam sejenak dalam berpelukan erat dan mesra itu. Tak lama kemudian terdengar suara pintu kembali dibanting.
“Aaayyoo lanjuuut “ ajak Lk dengan menggenjotku lagi .. kurasakan aku semakin tidak tahan. Rasanya tak karuan jika bercinta dengan penuh hal hal tak terduga, kurasakan kembali menemukan ritme kayuhan birahi bersama presenter jalang Lula Kamal ini. Kami terus memacu untuk lebih cepat, kami tak mau terganggu lagi untuk mencapai puncak birahi.
“Dikit laaagiii sayaaang .. taaahaan sayaaaaang .. baareng yaaa .. ayooo .. buka matamuuu .. isap puntingku .. isep susuku .. rasakan susuku yang besar ini .. “ ajak Lula Kamal dengan menarik kepalaku agar bisa melakukan isapan di punting buah dada milik Lula Kamal. Kutangkap buah dadanya dan kumasukan puntingnya dan kuisap dengan kuat, kepalaku ikut naik turun seiring gerakan naik turun Lula Kamal menggenjotku.
“Iyaaa aaaaaaaaah … enaaak enaaaaaaaaak ..Haaaaaaaan .. Burhaaaan aaaaaaaaaah .. teruuus jangaan cumaaa iseep .. remees susukuu .. remes bokongkuu .. nikmati kseintalan Lula Kamal ini, presenter jalangmu .. aku memang istri yang jalaaang … ayoo suamiku .. buaat Lula Kamal semakin jalang dan liaar “ teriak Lula Kamal dengan keras tak karuan, kurasakan kami terus berpacu dengan penuh birahi, erangan demi erangan, lenguhan demi lenguhan bersahutan, Lula Kamal sampai memejam dengan rapat sekali, menikmati setiap hujaman ke selakanganku, jepitannya semakin kuat
“Saaaaaaayaaaaaaaaaaaaaang siaaaaaaaap aaaaaaaaaaaaaaaaah ..aaaaakuu maaauuu sam sam paaai paaai .. aaakuu nggaaak kuaaat lagii .. “ erang Lula Kamal dengan semakin menggoyang kepalanya merasakan batangku itu, aku juga merasakan hal yang sama
“Iyaaa .. dikit laaagiii .. hujamkan dengan lebih keraaaaaaaaaas “ ajakku dengan meremas pantat Lula Kamal dengan kuat kuat.
Lula Kamal menghujam naik turun dengan kuat dan dalam dalam sehingga lima kali hujaman, Lula Kamal mendapatkan orgasme bersamaan denganku, tubuhnya menegang dengan kaku, jepitannya sangat ketat sekali, tubuhnya melengkung dengan memberikan buah dadanya, demikian pula denganku, dadaku sangat panas dan turun dengan cepat dan aku pun menegang dengan kaku memuncratkan air maniku dalam dalam menembak ke rahim Lula Kamal.
“Craaaaaaaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaat … craaaaaaaat “
Kumuntahkan semua isi buah pelirku dengan bersamaan jeritan dan lolongan panjang Lula Kamal ini.
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahh ..oooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooh “ lolong Lula Kamal panjang kemudian dari selakangan kami terdengar suara yang cukup membuat kaget karena spermaku terasa sangat banyak keluar dari sela sela vaginanya yang menjepit batangku
“Sreeeeeeeeeeeeeeet .. sreeeeeeeeeeeeeeeeeet ..sreeeeeeeeeeeeeet “
Nyaring sekali cairan orgasme kami sampai menimbulkan bunyi, batangku mengucurkan sperma banyak sekali, Lula Kamal lalu berkelonjotan memelukku, tanganku yang mencakar sampai membuat perih di pundakku itu. Aku merasakan badanku enteng bak tanpa tulang, lemas tak berdaya didudukin wanita jalang Lula Kamal ini. Kami sampai kehabisan nafas, nafas kami serasa hancur, tak kuat lagi kami bergerak, tubuh kami hanya bergerak di dada menata nafas yang hancur itu.
“Haaaan .. kontolmuuu kok ngocor teruuu siiih .. berhenti aaaah “ ujar Lula Kamal dengan terpekik
“Haiyaaah .. itu memek Mbak Lulaa yang nyedot nyedot teruus “ kataku dengan membuka mataku disambut dengan keterkejutan Lula Kamal
“Haaaaaaaaaaaaaaaaah .. jorok aaah kamuu .. “ jawil Lula Kamal di hidungku itu namun kemudian mengelus elus hidungku karena kesakitan
“Lha katanya minta dipejuin .. minta yang banyaak .. dikasih banyak malah protees .. nggak mau terima kasih .. mana sih rasa terima kasih Mbak Lula sebagai seorang istri .. “ sudutku dengan kubuat mendengus marah.
“Maafin .istrimu sayaaaang .. maafin .. yaaa .. nyesal aaakuu bilang begituu “ sesal Lula Kamal dengan sendu.
“Sudahlah Mbaaak Lulaaa .. aaaaaaaah .. nikmat bisa menyemburkan air maniku di memek Mbak Lulaaa“ kataku dengan menciumi dada Lula Kamal berulang ulang, Lula Kamal meremas kepalaku dan membisikan kata kata cinta
“Aku cinta padamu, sayaaang .. selalulah mengajak aku bercinta yaaaa sayaaang .. ntar .. aku atur meracun diaaa .. hihihihihi .. kau sudah berhak menyetubuhi aku di ranjangku yang empuk .. di ranjang itu si bangsat sudah tidak berhak menyentuh tubuhku lagi .. kamulah yang berhaaak .. semoga hamil ya sayaaang .. kalo cantik secantik akuu yaaa .. “
“Asal jangan jadi anak jalang seperti mamanya deeh “ tukasku
“Iiih .. jahaaat sih .. mana kita tega punya anak jalaaang .. nggak maua aaah .. cukup mamanya saja yang jalang, itupun hanya jalang sama kamuu ajaaaaaaaaa “ sahut Lula Kamal dengan tertawa kecil lalu memelukku erat memberikan ketenangan, tak lama kemudian terdengar bisikan lagi yang membuat semakin suka.
“Kita keluar sayaaang .. genjotin aku di kamaar .. tapi kita racun dulu si diaaa “ bisik Lula Kamal menyeringai sambil menggigit kupingku pelan.
“Nakaal aaaaaaaah .. geli aah “
Kami berdua diam sebentar dan menata nafas kami agar bisa melanjutkan persetubuhan selanjutnya.

###########
Tak terasa nafsu seksku kepada Lula Kamal semakin menggebu setelah mendapatkan orgasme yang pertama itu, Lula Kamal dengan gemas berusaha menarik batangku yang terjepit manja di vaginanya itu, kami sampai berjuang kecil agar alat kelamin kami yang bersatu itu lepas, Lula Kamal sampai menggodaku dengan kenakalannya, itu malah membuatku semakin suka dengan presenter bergelar dokter, umurnya baru menginjak 40 tahun, masa masa setengah baya yang menggairahkan, di saat usia seperti itu nafsunya menggebu, jika tidak terlampiaskan maka, selingkuh adalah salah satu pemecahannya. Melakukan masturbasi bukan kesukaan Lula Kamal, sang doker mesum nan jalang ini tidak sudi melakukan masturbasi dengan mengkhayalkan, baginya kudu dilampiaskan. Kami kemudian meringkik kecil ketika penisku lepas, walau tidak ngaceng tegak namun tetap mamerkan kebesaran penisku itu, di batangku itu lendir kental menyelimuti seluruhnya.
“Mbaaak Lulaa .. mau jilatin ?” ajakku nakal
“Ogaaah aaaaaaah .. ntar nanti kalo murni spermamu .. itu khan bercampur punyaku .. nggak sedap aaah .. mending ngemut kontolmu sampai muncraaaat .. itu lebih enak sayaaaaaaang .. “ tolak Lula Kamal dengan mencubit perutku dan tertawa
“Pengin deeh .. spermaku ditelan Mbak Lulaaa .. mau yaaaa nanti ?” desakku lagi
“Gimana yaaa .. aku belum pernah tuh .. nggak tahu gimana rasanya .. “ jawab Lula Kamal dengan ragu ragu
“Kalo gitu .. kalo nggak mau .. nggak aku kontolin lagi .. aku nggak sudi dimemekin kontolku sama Mbak Lulaa “ kataku sewot dengan kesal. Lula Kamal menjadi kaget dan langsung menciumi bibirku
“Oke deeh .. demi kamu … apapun rasa spermamu .. istrimu siap menelan .. aku janji deeh .. tapi aku pengin dikontolin lagi di kamarkuu .. sabar yaaa sayaaaaaang .. aku mau keluar duluu .. kamu tunggu aku yaaa .. “ kata Lula Kamal dengan mengambil pakaiannya, lalu keluar dengan telanjang, kuremas pantatnya sebelum keluar dari pintu itu, dengan nakal Lula Kamal menggoyang pantatnya untuk menyenangkan aku, senyum mesumnya diberikan padaku, diremasny tanganku ketika hendak keluar, lalu ditutupnya pintu itu dari luar, namun membuka lagi dan memberikan bra dan celana dalamnya
“Ini hadiah untuk kamu .. dicium yaaa, ntar kalo aku datang ke rumahmu .. aku nggak make cd dan bra “ goda Lula Kamal padaku, aku menjadi tertawa kecil
“Sudaaah .. racun itu si Andi .. nggak tahan aku pengin genjot kamuu lagi “ kataku sambil menjawil buah dadanya yang tidak tertutup baju itu.
Sebagai seorang dokter pastilah tahu bagaimana cara membuat orang lain pingsan dengan obat obatan, obat bius contohnya adalah yang paling gampang, namun Lula Kamal tidak mau, baginya itu malah memperburuk kondisi psikis suaminya yang sah itu, namun desakan birahi yang menggebu itu akhirnya harus terpaksa membius suaminya, namun Lula Kamal membuat takaran yang aman. Masuk ke ruang kerjanya, mencari obat obatan, kemudian keluar dari kamar dan menuju kembali ke dapur, sedang aku masih di kamar itu menunggu dengan kesal, lama sekali Lula Kamal kembali lagi.
Selepas dari dapur, Lula Kamal kemudian membawa minuman itu ke dalam kamar, ketika masuk suaminya terbangun karena lampu kamar dinyalakan.
“Kemana aja kamu .. “ sungut suaminya kesal.
“Seperti biasa aja deeh .. “ kata Lula Kamal tersenyum karena bisa mengerjai suaminya
“Aku mau minta jatah deeh .. “ kata Andi dengan to the point sambil meraba paha Lula Kamal yang masuk ke kamar menggunakan daster.
“Aku nggak moood .. ini minuman buat kesehatanmu .. kamu masih sakit kok ngajak istrimu ngeweee “ kata Lula Kamal dengan sewot
Andi menerima minuman itu tanpa curiga dan langsung ditenggak, efek obat bius itu tidak bekerja langsung namun perlahan lahan dan membuat ngantuk, dalam batinnya mengejek
“Mampuslah kamu .. tidur sanaaa .. aku pengin lelaki kuaat .. bukan seperti kamu yang letoy .. “
Andi mengantuk dengan hebatnya, tak lama kemudian langsung memejamkan matanya, Lula Kamal mencoba menggoyang tubuh suaminya dan ternyata tidak bangun, kemudian ke kamar mandi dan mengambil air, diguyurkan ke muka lelaki itu dan tetap diam saja.
“Huuuh .. “ semprot Lula Kamal dengan kesal mendorong suaminya minggir, lalu diturunkan ke lantai dengan alas tikar itu. Habis itu, Lula Kamal keluar dari kamar, aku terkejut ketika pintu kamar itu dibuka, Lula Kamal langsung masuk dan menggelendang itu ke kamarnya. Ketika berjalan beriringan itu, Lula Kamal nakal sekali memegang batangku, sesampai di kamar kudapatkan suaminya tidur di lantai
“Tenang saja, sayaaang .. perlakukan aku malam ini sebagai seorang istri .. berikan aku kenikmatan cintaaa .. sayaaaaaaaaaang .. marilah .. ranjang ini milik kita berduaaa .. penuhi dahagaku ..” Lula Kamal dengan nafas memburu mendorongku, kemudian aku merebah dan langsung ditindih oleh Lula Kamal dengan gemas. Kami berdua saling memeluk di ranjang empuk itu. Kami berdua saling merangsang dengan gencar, tanganku meraba raba bagian pinggang sampai menuju ke buah dadanya dan kuremas remas sekuatku
“Ooh Haaaaaan .. puasin aaakuuu .. eweee aaakku .. pleaaaseee .. aaah “ rajuk Lula Kamal dengan melumat bibirku rakus sekali, bibirku disedot dengan kuat oleh Lula Kamal, Lula Kamal menindihku, lalu menjilati dadaku berulang ulang.
“Sekali lagi .. aku pengin dikulum kontolku .. telan spermakuu .. “ kataku dengan tegas sampai membuat Lula Kamal terkejut namun kemudian tersenyum senang
“Oke deeh .. sebagai seorang istri .. aku akan patuh .. tapi tetap manggil Mbak yaa .. Mbak Lula istriku, Mbak Lula Kamal istri jalangmu .. apa sajalah .. aku semakin suka dengan panggilan itu .. “ ujar Lula Kamal semakin norak karena sudah tidak tahan lagi untuk dikontoli.
“Atau Tante Lula jalangku .. “ jawabku dengan tertawa
“Terserah aja deeeh .. “ jawab Lula Kamal dengan menyusuri dadaku menjilati pelan pelan kemudian mengitari pusarku berulang ulang, tangannya kemudian memegang ke penisku yang sudah tegak mengacung dengan bebasnya. Sesampai di selakanganku Lk memandangku sebentar lalu mengocok pelan.
“Aku kagum dengan kebesaran kontolmu, sayaaang .. gedhee .. persis kontol kuda “ puji Lula Kamal, padahal kontolku juga tidak sebesar kontol kuda, tapi lebih besar dari orang biasa, itupun juga tidak begitu jauh, hanya lebih panjang sedikit, tapi ngacengnya itu yang disukai oleh wanita yang selama ini selalu bercinta denganku, Marissa Haque misalnya paling getol doyan penisku itu. Marissa Haque memang sangat menyukai jika penisku dijilati dan emut berulang ulang, apalagi kalo duduk berpakaian lengkap suka meremas remas batangku, sesekali menekan kuat sambil mesam mesem lalu menciumi pipiku.
Penisku langsung dijilati oleh lidah Lula Kamal ke bawah sampai buah zakarku dan kemudian mempermainkan lidahnya membasahi buah pelirku. Aku menjadi geli
“Oooh Mbak Lulaaa .. jalang aaah kamuuu “ kataku mengerang merasakan jilatan lidah nakal Lula Kamal itu. Au bahkan hendak naik dadaku, namun Lula Kamal menahan kuat, Lula Kamal kemudian menjilati dengan pelan pelan mengitari buah pelirku berulang ulang, disibakkan rambutnya yang menganggu itu. Kubiarkan dia repot sendiri
“Huuuh ..rambutkuuu .. “ keluh Lula Kamal dengan kesal, aku mengait bando yang berada di belakangku dan aku memberikan pada Lula Kamal. Lula Kamal menerima dengan senang
“Kau tahu keinginan isi hati istrimu, sayaaang “ ucap Lula Kamal dengan memasang bando itu, kemudian membungkuk dan mengajakku berpagutan, kami berdua saling memagut itu dan kurasakan hisapan bibir itu hangat bagiku, ditariknya bibir bawahku dengan kedua sisi bibirnya itu sampai tertarik, Lula Kamal kemudian tersenyum manja, kemudian kembali memandang ke penisku yang menunggu kuluman.
“Srruuuuuuuuuuuuuuuuuuuup “ Lula Kamal langsung memasukan batangku dalam mulutnya itu pun tidak lebih dari separo, dengan gemas penisku disedot dan dikenyot kenyot
“Oohh Mbak Luuulaaa aaaaaaaaaah pleasee .. iseeeeeep “ erangku dengan menahan rasa nikmat biasa dikulum dalam mulut Lula Kamal itu, dokter ini tidak risi mengulum penisku, malah terkesan makin suka. penisku kemudian keluar masuk mulut Lula Kamal dengan gencar namun sesekali memelankan kuluman batangku itu, ketika batangku hendak keluar itu, Lula Kamal mengulum dengan pelan dan penuh perasaan. Tanganku sampai meremas sprei kuat merasakan sensasi kuluman Lula Kamal yang nikmat dan penuh perasaan itu, setiap mili demi mili penisku dinikmati benar benar.
“Iyaaa aaaaaaaaaaaah .. enaaaaaaaaak sayaaaaaaaaaaaaaaang “ erangku merasakan sentuhan lembut dari bibir dan mulut Lula Kamal yang mengulum batangku itu. Bibirnya berulang ulang, kurasakan semacam aliran menghinggapi selakanganku menuju ke perutku dan terus bergerak sampai kepalaku, sehingga kupejamkan mataku menikmati aliran birahi itu, Lula Kamal mengulum batangku kemudian, memasukan lebih dalam sampai mentok tenggorokannya, kemudian mengeluarkan lagi dan diremas dengan gemas
“Hhhhmmm mmmmhhh … besaar sayaaaaaaaang .. bahagia aku dikontolin sama kamuuu .. diperkosa saja aku mau kok sayaaaaaaaaaang “ rajuk Lula Kamal semakin nakal
“Aku nggak mau memperkosamu .. ntar kalo kamu nolak nolak baru kuperkosaa “ sahutku sambil bangun dan kini bisa bermain dengan buah dada Lula Kamal yang posisinya membungkuk itu. Aku kemudian meremas buah dadanya membuat Lula Kamal sampai menahan tanganku, penisku masuk kembali, namun Lula Kamal kemudian behenti mengulum batangku dan mengocoknya
“Mana bisa mainin kontolmuuu kalo kamu ngeremesnya kuaat . yang lembut deeeh .. “ lonjak Lula Kamal dengan mencubit kemudian tertawa nakal lagi, kelihatan semakin mesum Lula Kamal ini dalam posisi telanjang bulat, vaginanya mengintip membasah lagi.
Lula Kamal kemudian memasukan lagi batangku, gesekan giginya sampai membuatku mendongak
“Teruuuus Mbaaaaaak … enaaaaaaaaaaaak .. kuluuuuuuuuum lagiii .. kulum kontolkuu “ sahutku dengan menahan nafasku yang tak karuan. Lula Kamal semakin giat melakukan kuluman itu dengan penuh perasaan, dikeluarkan penisku kemudian dikocok lagi, kurasakan selakanganku nikmat sekali merasakan kocokan pelan dan kuat dari tangan Lula Kamal yang lentik itu.
“Ck ck ck ck .. ssssssssssshhh .sssssssssshhh hhhhh “ dengus Lula Kamal dengan penuh nafsu kemudian menjilati batangku pelan pelan, batangku dikitari dengan lidahnya itu berulang ulang, kurasakan semacam daya setrum ketika Lula Kamal kembali menelan batangku sampai giginya bertumbukan dengan dinding batangku itu
“Uuuuuuuuuuuuuuuuuuh “ lenguhku merasakan kenikmatan luar biasa itu.
Penisku kembali keluar masuk mulut Lula Kamal dengan sedikit cepat.
“Yaaak .. enaaaaaaak .. pintar kaaaaaaaau, sayaaang .. aku suka Mbak Lula yang pintar mengulum kontol .. teruus .. kulum kontolku, sayaaang.. Mbak Lulaaa .. jalangku .. enaaak aaaaaaah .. apalaaagii akuuu sukaa susumuu .. “ kataku sambil meremas dengan lembut pada kedua buah dadanya yang menggelantung sangat indahnya itu. Kunikmatan remasanku di buah dadanya yang kenyal itu. Kini Lula Kamal semakin agresif melakukan kuluman dengan lebih cepat, penisku dengan lancar sekali keluar masuk.
“Iyaaa aaaaaaaaaaaaaaaah aaaaaaaaaaaaaaaaaauuuh.. Oh Mbaaak Lulaaaaaaa .. enaaaaaak .. kocok lagi .. kocooook laaaaaagii “ ajakku dengan mendongak ke atas. Lula Kamal langsung mengocok batangku dengan gemas.
“Ssssssssssshh .. nikmati sajaaaaaa sayaaaaaaaaaaaaaang .. suka sekali aku sama kontolmuu ini “ sahut Lula Kamal dengan mengusap bibirnya penuh dengan air liurnya, diludahi batangku kemudian dengan cepat air liurnya dijilati lagi, kemudian memasukan batangku lagi dan dimainkan dengan lidahnya, sedang matanya melirik ke atas padaku.
“Yaaa .. kaau istri ya hebat Mbak Lulaaa “ kataku dengan meremasi kepala Lula Kamal itu. Lula Kamal kembali menyedot batangku dengan kuat sampai membuatku menengadah ke atas, Lula Kamal berulang ulang kembali mengeluarkan batangku, terkadang air liurnya sampai menetes berulang ulang sampai membuat selakanganku penuh air liur. Lula Kamal kemudian mengeluarkan batangku yang penuh air liurnya itu kemudian menjilati selakanganku, kemudian mengumpulkan ludahnya, lalu dimuncratkan ke tubuh suaminya yang terbius itu.
“Cuuuuuuuuuuuuuuuh “
Ludahnya sampai menerpa ke kepala Andi yang tetap diam terbius ini
“Lelaki bangsat tak tahu diri .. “ maki Lula Kamal yang kupegang dagunya dan kuarahkan lagi ke batangku yang masih menunggu dikulum lagi
“Buat aku muncraaaaaaaaaat .. nggak usah maki maki diaaaaa “ rajukku dengan meremas kembali kedua buah dadanya itu. Lula Kamal lalu kembali bermain dengan batangku, diciumi batangku berulang ulang, kemudian ditepuk tepukan ke pipinya yang cantik itu dengan tersenyum nakal padaku.
“Hmmmmm …. aku ketagihan kontolmu sayaaaaaaaaaaaaang “ ucap Lula Kamal lagi dengan senyum mesra. Tak lama kemudian dengan sangat rakusnya Lula Kamal menjilati batangku, kali ini tidak pelan, sangat rakus dan buas mengulum batangku berulang ulang
“Aaaaaaaaaaawwwwwwww … Mbaaaaak aaaaaaaaaaaah ..aaaaaaaaaaauh .. oooh .. teruuuuuuuus “ erangku berulang ulang sampai kakiku gemetar, tanganku sampai merema sprei kuat, Lula Kamal terus berulang dengan buasnya menyedot batangku membuat aku tak tahan lagi. penisku keluar dari mulutnya kemudian dikocok dengan cepat dan kuat
“Sssssssssssssssshhh ..hhhhhhhhhh .. sssssssssshhhh .sssssshhhh “ aku sampai memejamkan mataku merasakan kocokan demi kocokan itu, Lula Kamal kembali menelan lagi itu gesekan giginya sampai membuatku menjadi tak tahan.
Bak es yang manis, penisku dikunyah dan dipermainkan dengan lidahnya, terkadang Lula Kamal mengeluarkan batangku sampai berbunyi
“Crooooooooooooop “
Habis berbunyi itu Lula Kamal kembali mengulum lagi dan lebih buah, aku sampai menggelinjang dan rebahan menahan sensasi oral Lula Kamal itu, aku sudah tidak tahan lagi akan rakusnya Lula Kamal terhadap penisku.
“Oooooooh .. bentaaaar aaaaaaaaaaaaaaaaah .. maaaaaaaaaaaauuuu aaaaaaaaaaaaaaaaah “ lenguh berulang ulang, aku sampai mengangkat selakanganku sehingga batangku sampai tertelan dalam mulutnya. Kurasakan panas dadaku semakin meninggi dan bergerak cepat ke bawah
“Sekaaaraaaaaaaaaaaaaanggg aaaaaaaaaaaaaaaaaah “ aku tidak kuat lagi, beberapa menit kemudian aku menegang dengan kaku.
“Ooooooooooooooooooooooh ..aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “ aku sudah tidak kuat, kumuntahkan batangku dengan keras dan menembak ke tenggorkan Lula Kamal
“Craaaaaaaaaat … craaaaaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaat “
Isi dalam mulut Lula Kamal penuh dengan lendir kental spermaku, ditelannya spermaku itu dalam dalam dan ditariknya batangku serta dikocok lagi, muncratan spermaku sampai berlepotan di muka Lula Kamal itu, dari mata, hidung, pipi banyak sekali spermaku. Lula Kamal menjilati sperma yang menempel bibirnya
“Hhhhmmmm .. gurih sayaaaaaaaaang .. sssshhh ..hhhh “ dengus Lula Kamal dengan masih menjilati kemudian menelan air maniku, aku melayang bak kapas, tulangku serasa di lolosi. Aku terpakar tak berdaya. Lula Kamal membiarkan spermaku muncrat di mukanya itu, kemudian dengan masih menjilati batangku yang berceceran sperma, ditelannya lalu dengan segera, menungguku bangun. Aku dicubiti agar bisa cepat up, kugampai gampai tangan Lula Kamal.
“Bangun sayaaaaaaaaaaaang “ ajak Lula Kamal, aku pun bangun namun masih lemas, namun Lula Kamal dengan gemas membangkitkan gairahku, kubuka mataku. Lula Kamal dengan tersenyum padaku, wajahnya masih penuh dengan spermaku.
“Spermamu banyak, sayaaaaaaaaang “ sahut Lula Kamal dengan senang, jariku mengusap sperma itu dan mengarahkan ke bibir Lula Kamal, Lula Kamal langsung kembali menjilati bibirnya dan air manikupun masuk ke dalam mulutnya. Kugiring lagi sperma itu dengan jari telunjuk menggusurnya sampai ke bibirnya, dari mata, pipi, hidung, sehingga kini muka Lula Kamal terasa bersih dari sperma walau masih menyisakan sedikit sperma, aku rebah lagi.
“Trim ya sayaaaaaaaaang .. kamu puas khan .. itu maumu agar aku menelan spermamuu “ goda Lula Kamal dengan meninggalkan aku kemudian masuk kamar mandi, sebelum membasuh mukanya Lula Kamal bercermin
“Busyeeeeeeeet .. banyak sekali sperma diaaa .. hhhmmm nikmaaat .. saatnya aku dikontolin nich, sudah nggak sabaran lagi aku dikontolin, diewein, disodok sodok dengan kontol besarnya .. mantap aah .. “
Tak lama kemudian Lula Kamal naik ke ranjang dan memberikan pagutan mesra padaku, menggulingkan aku dan kini aku menindihnya
“Kamu belum naikin aku sayaaaaaaaaang .. ayoo deh . naikin istrimuuu .. tumpakin Lula Kamalmu ini .. Istrimu ingin dinaikin dan disodok sodok memeknya .. tapi .. “ ajak Lula Kamal dengan berhenti
“Kenapa ?” tanyaku dengan meremas buah dadanya yang montok itu.
“Apakah kamu kepingin kontolmuu dijepit di susuku ?” tanya Lula Kamal mengundang birahi
“Ntaaar duuluu .. aku pengin genjotin kamuu .. akuu sudah nggak tahan lagi dijepit .. aku pengin menyodoki memek Mbak Lulaaa .. melumat bibirmu itu .. dan juga meremas susuuumu bersamaan .. rasakan saja “ kataku dengan tertawa
“Haaah .. bareeeeeeeeeeng ?” Lula Kamal sampai terlonjak
“Gila aaaaaaah .. seperti apa rasanya .. aku bisa kalaaah lagi nich .. pleasee satu satu ajaa .. “ rengek Lula Kamal yang rupanya memang terlihat titik kelemahan disodok sodok dan diremas buah dadanya.
“Tenang sajaaaaaaaaaaa “ hiburku sambil menjilati pipinya
“Iya deeh .. ayoo kontol .. masukin kontolmuuu segeraaa .. sudah nggak tahan nich “ rengek Lula Kamal lagi
“Enaaaaaaaak ajaaa .. aku belum oral memekmuu “
“Aaaah .. nggak usaaaaaaah .. masukin pleaseee .. ngggg nggaaak tahaaaaaaaan “ pinta Lula Kamal dengan memohon mohon mengemis itu. Matanya semakin sayu dan kudiamkan wanita ini tanpa kata kata sehingga hatinya luruh
“Terserah kamu ajalah sayaaaaaaaaang .. sebagai seorang istri aku rela diapaain deeeh .. ayoo deeh .. tumpakin istrimu .. naikin Lula Kamalmu yang jalang ini .. pleasee .. memekku nggak sabar dikontolin lagiiiii “ sahut Lula Kamal dengan gemas. Aku hanya tertawa kecil
“Kamu banyak maunya .. “ tuduhku yang disambut tawa Lula Kamal dengan gemas.
“Habis .. aku puas banget diewein sama kamu, sayaaaaaaaaaang “ kata Lula Kamal dengan mesra, membuka pahanya kemudian menjepit pinggangku dan menarik badanku sehingga kami merapat saling mencumbu dengan rakus, berbagi air liur, berbagi birahi di malam yang semakin dingin itu.

Aku akhirnya harus menaikan Lula Kamal, aku pengin menindih Lula Kamal, kukocok batangku agar ngaceng, Lula Kamal sampai menungguku agar batangku, ngaceng, karena tidak sabaran Lula Kamal bangun dan kemudian membungkuk, memasukan batangku ke dalam mulutnya diemut dengan disedot sedot membuat batangku naik lagi, habis itu air liurnya sampai menetes ke ranjang, Lula Kamal kemudian rebahan lagi serta menungguku untuk dikontoli lagi. Lula Kamal menjadi gemas sampai tertawa keras, aku mengarahkan batangku ke vagina Lula Kamal yang membuka lebar itu, kudesakan batangku dengan pelan. Lula Kamal sampai meringgis merasakan batangku mulai mendesak desak.
“Tariik Haan . sayaaaaaang teruuuuuus aaaaaah kontolin aaakuu “ erang Lula Kamal tak karuan ketika batangku semakin ganas merobek belahan vaginanya itu.
“Luar biasa memekmu Mbak Lulaa .. Oh .. jalangku .. “ sahutku dengan meringgis keenakan ketika batangku mulai masuk lebih dalam, Lula Kamal membuka pahanya lebar lebar, sampai mengangkat kaki kirinya menopang ke pundaku.
“Entotin .. entotin Mbak Lulaa .. Oh .. istrimu kangen di entotin lagi .. aaakuu sayaaang .. ayoo kontol .. ayoo deh .. kontolku sayaaang .. tenggelamkan kontol kudamu .. rasakan memek istrimuu aaaaaaaauh ..tariiik duluu .. yaaa .. dorooooooooong .. “ kata Lula Kamal semakin liar dan jalang merasakan birahi yang meletup letup itu
“Sabaar Mbak Lula istri mesumkuu .. pleasee .. rasakan ini “ kataku dengan menyodok keras sedikit membuat Lula Kamal langsung menggeliat tak karuan ke arah kanan
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaauh . Haaaaaaaan .aaaaah saaayaaaaaaang .. kontolmu nakal aaaaaaah .. kontoooool aaaaaaaaaaaaaah “ erang Lula Kamal tak karuan, wanita ini meluapkan emosi birahinya, tidak canggung bicara kotor dan jalang.
“Teruus Han .. tenggelamin kontolmu .. teruus masukin kontolmuu .. nggak sabar disodok sodok nich .. “ erang Lula Kamal dengan memandangku, bahkan kemudian bangun melihat bagaimana batangku yang besar itu kesulitan masuk padahal Lula Kamal sudah membuka pahanya lebar lebar, kakinya yang menopang ke pundakku aku turunkan, namun masih saja sesak sekali vaginanya.
“Sabaar Mbak Lula istriku sayaaaaaaaang … jangan nervous .. bisa orgame lhoo “ godaku
“Haaaaaaah ..please .. wanita butuh seperti itu .. aaaaah .. meluapkan emosi .. Han .sayaaaaang .. kontolku sayaaaaaaaang .. Mbak Lula kesepiaaaaaan .. butuh belaian lelaki .. “ aku Lula Kamal dengan berdebam kembali ke ranjang ketika aku menekan lebih dalam, batangku sudah melesak separonya.
“Luaar biasaa Haaaaaaaan .. Oh suamiku .. terus suamiku .. puaskan aakuu .. puaskan aakuu wanita kesepiaan ini .. aku rela mengandung demi kamuuu .. beri aaakuu anaak .. “ ujar Lula Kamal dengan meremas sprei kuat kuat tidak tahan kontolku mengobok obok vaginanya itu. Jepitan vaginanya sangat kuatm seolah menarik batangku untuk disedot lebih dalam, kurasakan vaginanya hangat sekali, nikmat rasanya, Lula Kamal sampai berantakan di kepalanya, rambutnya tak karuan, kadang menutup matanya sambil menjerit keras
“Teruuus …. entotin .. teruus masukin aaaaaaah .. teruuuuuuuus aaayoo ..jaaangaan diaam aaaaaaah ..yaaaaaaa … tekaan yang keras “ berkali kali Lula Kamal memintaku agar cepat cepat menenggelamkan batangku dan menggenjotnya, namun tidak denganku yang lebih sabar. Karena tidak tahan kesabaranku itu Lula Kamal langsung bangun dan menduduki aku
“Sialaaan kau, sayaaaaaang .. lama amat .. “ pekik Lula Kamal dengan gemas menekan lebih kuat sambil menjerit keras sekali
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaw “ jerit Lula Kamal tak karuan dengan mendongak ke atas, merangkulku dan kemudian menarik tubuhnya agar kembali menindihnya, batangku sudah melesak sampai mentok di vaginanya, kurasakan kehangatan dan kenikmatan diremas remas oleh otot otot di dinding vaginanya itu.
“Diaam dulu sayaaaaaaang .. aku pengin merasakan kehangatan kontolmuu .. rasanya aaaaah .. enaaak, nikmaaaaat .. luaar biasaaa .. diaam aaaaaaaaah “ ujar Lula Kamal dengan memejamkan matanya, rupanya wanita menyukai konsentrasi ketika penis menyeruak masuk ke vaginanya. Saking lamanya diam aku sampai meremas buah dadanya membuat Lula Kamal membuka matanya sambil tersenyum
“Boleh gerak ?” tanyaku
“Boleh .. tapi dikit “ sambut Lula Kamal
“Begini ?” kataku dengan pelan menggoyang.
“Aaaaaaauh .. itu terlalu pelan aaaaaaah .. cepatan dikit, kontolku sayang “ perintah Lula Kamal dengan manja.
Aku langsung menarik batangku dan menyodok keras membuat Lula Kamal menjerit keras memaki
“Aaaaaaaaaaaw … brengsek .. itu keras, sayaaaaaaaaaaaang “ sahut Lula Kamal dengan nafas memburu. Kuremas buah dadanya untuk memberikan daya maksimal hubungan badan kami, aku kemudian menindihnya, memberikan lumatan ganas membuat Lula Kamal meladeni lumatanku, kugerakan pantatku menggoyang membuat Lula Kamal lalu melingkarkan kakinya
“Aaaaaaaaaaaauh sssssssshhh ssssssssssshh hhh “ desis kami berdua penuh dengan birahi. Kusodok sodok vaginanya dengan naik turun membuat Lula Kamal semakin menggelinjang bak cacing kepanasan, tangannya menahan kepalaku yang masih melumat bibirku, Lula Kamal tidak tahan lumatanku, nafasnya memburu dengan sangat hebatnya
“Aaaaaaaaaah ..uuuuuuuuuuh aaaaaaaaaaaaaah ..uuuuuuuh aaaaaaaaaah ssssssssshh ssssssssh “ lenguh Lula Kamal tak karuan. Gerakan sodokanku semakin kubuat cepat membuat Lula Kamal semakin menggeliat tak karuan, tubuhnya kadang menekan ke atas, ke kanan dan kiri, namun karena aku mengunci gerakan tubuhnya membuat Lula Kamal menjadi takkaruan menjerit jerit.
“Aaaaaaaah .kontol teruuuuuuuuuus “ ajak Lula Kamal dengan memelukku erat, rambutnya berantakan tak karuan, tubuhnya penuh dengan keringat. Kurasakan jepitan vaginanya belum merapat.
Kugenjot terus Lula Kamal dengan bertubi tubi, Lula Kamal selalu menghindar setiap kali aku melumat bibirnya sambil kusodok sodok itu, bunyi keciplak alat kelamin kami menjadi semaki seru
“Oooh sssssssshh ssssssssssh .. terrr .. teerr ruuus …. kontooolin .. kontoooolin .. sayaaaaang aaakuu aaaaaaah .. entooooooootiiiiiiin .. yaa enaaaaaaaaaaa” teriak Lula Kamal tak karuan itu.
Persetubuhan semakin panas, Lula Kamal memeluku lebih erat dan menggulingkan aku, sehingga kini Lula Kamal berada di atasku menindih, Lula Kamal mengangkat tubuhnya sehingga posisinya miring.
“Isap susukuu ,sayaaang .. ayoo kontol .. kamu sodokin memekku .. yang mantaaaaap .. huuuuuuuuh “ ajak Lula Kamal untuk menggelora dalam ranjang peraduan birahinya itu.
Aku langsung meremas pantat Lula Kamal dan kudorong agar batangku keluar masuk vaginanya dengan lancar, gesekan demi gesekan kontolku di dinding vagina Lula Kamal semaki santer terdengar
“iseeep sukuuu .. sayaaaaaaang ayoo geraak yang cepet yaa ..aaah aaaaaaauh ..aaaaahhh ..sssssshhh .. uuuuuuuuuuh “ lenguh Lula Kamal tak tahan karena selain penisku keluar masuk aku juga meremas pantatnya. Lula Kamal terus menggoyang naik turun, kurasakan luar biasa nikmat vagina Lula Kamal ini.
“Teruuus sayaaaaaang .. Mbaak Lulaaa .. Oh istriku sayaaaaaang .. goyang teruuus ..bor aaakuu “ ajakku dengan mengisap puntingnya dan kusedot.
“Iyaa sayaaang aaaaaaaaah .. rasakan goyangan istrimuu .. hihihihihi “ ujar Lula Kamal dengan tertawa cekikikan. Lula Kamal kemudian mengebor bak Inul searah jarum jam
“Aaaaaaaaaaaaaaah .aaaaaaaaaaaaaauh .. Mbaaaaaaak aaaaaaaaaaaaah enaaaaaaaaak .. teruus Mbaaaaak .. teruuuuuuuus .. “ semangatku memberikan kepada Lula Kamal, Lula Kamal kemudian berbalik melawan arah jarum jam, dibornya aku sehingga aku sampai merem menikmati goyangan bahenol Lula Kamal memutar itu. Aku terpejam merasakan itu, Lula Kamal kemdian menjilati pipiku agar aku membuka mataku
“Gimana sayaaaaaaaaang .. kamu genjotin lagi Mbakmuu ini .. Mbak Lula istri jalangmu .. “ ujar Lula Kamal dengan menekan ke dadaku, Lula Kamal tetap menggoyang berlawanan dengan ku, malam semakin seru, birahi kian memanas. Lula Kamal sudah tidak peduli lagi siapa dirinya, tidak peduli statusnya, yang penting harus mencapai puncak pedakian birahi.
“Aayoo sayaaang kontolku sayaaang .. jangan lama lama .. Mbak Lula nggak kuaat nanti “ timpal Lula Kamal dengan menjewer telingaku
“Aaaaaaaaaaah .. kita balik lagi sayaaaaaang “ ajakku yang disambut dengan anggukan Lula Kamal, Lula Kamal menindihnku dan kami berguling dengan penuh birahi, aku langsung meremas buah dadanya
“yaaa ..sayaaang yaa .. pintaar kamuu .. remees susu Mbak Lulaaa .. remees susu istri jalangmu ini “ seru Lula Kamal semakin panas, aku semakin termakan birahiku, kulumat bibirnya dan Lula Kamal pun meledani lumatanku, kami berhenti sejenak untuk adu bibir, Lula Kamal menyedot kuat bibirku, kami saling berbagi air liur, Lula Kamal terlihat sudah kecapekan luar biasa bersetubuh denganku.
Menit demi menit kami terus memacu, akupun juga kemudian menggenjotnya sambil kami saling melumat dan memagut, Lula Kamal memegang kepalaku untuk mengontrol pagutan dan lumatan itu, sedang kini tanganku berada di buah dadanya, pantatku kusodokan dengan sedikit lebih cepat. Lula Kamal menjadi terpekik
“Aaaaaaaduuuuuuuuuuh aaaaaaaaaaah .. naakaaaaaaal aaaaaaaah .. naaaaaaaaaakaaaaaaal “ tahan Lula Kamal ketika aku dengan semangat menggenjot vaginanya, meremas buah dadanya dan melumat bibirnya
“Gilaa aaaaaaaah kaaamuu .. kamu hebaat .. bisa entotin Mbak Lula .. ngeremes susu dan mainin bibirmuu .. aku bangga dientotin kamuu sayaaaaang .. ayoo . bawa istri jalangmu ke puncaak .. bawa akuu ke lembah cintaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh aaaaaaaaaaaaah ssssssssssssssh .. Oh Tuhaaaaan .. enaaaaknyaaaaa aaaaaaaaaaaaaaah .. “ erang Lula Kamal mengerang erang dengan keras.
Kusodok sodok lagi dan kuremas remas buah dadanya, kuremas buah dadanya sebelah kiri, kutindih tubuhnya, kulumat bibirnya, Lula Kamal pasrah menghadapi serbuan birahiku, matanya terpejam hanya sesekali menanggapi lumatanku, tubuhnya sudah kalah, bendungan birahinya tinggal ambrol menunggu waktu seiring genjotanku yang semakin cepat menggila itu, hanya ah uh ah uh saja yang keluar dari mulutnya, juga desisnya yang menggila itu.
“Sayaaaaaang .. nggak kuaat aaaaaaaaah “ tahan Lula Kamal di kepalaku kemudian mengajak saling mengulum bibir, kulumat bibirnya lagi, dan kuremas buah dadanya. Lula Kamal menggeliat kembali.
“Sayaaaaaang aaaaaaaah dikit aaaaaaah aaaaaah aaaaaauh aaaaaaaah “ erang Lula Kamal tidak kuat lagi, kulepas remasan buah dadanya, kunaikan tubuhku menjadi miring, Lula Kamal yang menjepit pinggangku itu melonggarkan aku kemudian menggenjot dengan cepat dan kuat
“Aaah aaaaaah Oh .. yees ..yaaa sayaaaaaaaaang aaaaaaah aaaaaah ..aaaaaaaaaaauh “ erang Lula Kamal tak karuan menggelinjang, tangannya meremas sprei dengan kuatnya, kepalanya menggeleng ke kanan kiri, tidak tahan genjotanku yang cepat menghujam keluar masuk vaginanya yang memerah itu.
Erangan demi erangan Lula Kamal semakin melemah seiring daya tubuhnya melemah mendekati orgasme, kugenjot terus, kulakukan terus menikmati setiap batangku keluar masuk vagina Lula Kamal. Lula Kamal suda pasrah. Tidak kuat lagi menerima serbuan. Lula Kamal merapatkan kembali kedua kakinya yang menjepitku itu. Kurasakan vaginanya mulai menyempit dengan pelan pertanda hendak mencapai orgasme
“Sayaang yaaang “ sapa Lula Kamal dengan pelan
“Iyaaa istrikuuu “ sahutku dengan terus menggenjot
“Maau sampaaai paaaai .. “ kata Lula Kamal terbata bata kemudian menutup matanya menikmati sodokanku, Lula Kamal kemudian meremas kembali sprei, tangannya dengan kuat bahkan sprei itu sampai sobek dicakar cakar.
“Aaaaaaaaauuuh aaaaaaaah dikit aaaaaah lagiiiiiii “ erang Lula Kamal tak karuan, bola matanya memutih merasakan nikmatnya disetubuhi dengan mantap dan keras, kusodokan batangku keras keras sampai membuat Lula Kamal tergoncang, kurasakan kini vaginanya semakin kuat mencengkeram dan Lula Kamal mendaapatkan orgasmenya dengan melengkung ke atas, tubuhnya menikung ke samping membusung, kusodokan batangku dalam dalam.
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “ erang Lula Kamal panjang dengan mencapai puncaknya, kuhentikan sodokanku dan kutindih Lula Kamal yang berkelonjotan itu. Tubuhnya lemas tak berdaya dengan nafas hancur, dari vaginanya mengucur cairan panas, aku pun juga ngos ngosan. Lula Kamal kudiamkan, kuusap mukanya dengan telapak tanganku, kutata rambutnya yang berantakan itu.
“Ssssssssssssh ..ssssssssh hhhh “ desisku dengan menata nafasku.
Kami diam lama sekali sampai Lula Kamal membuka matanya.
“Sayaaaaaang “ sapa Lula Kamal dengan mengelus punggungku
“Ya memek .. “ jawabku ngasal
“Terima kasih memberikan aku siraman birahi .. aku puas bercinta denganmuu .. eeh .. bagaimana membuatmu muncraaat .. hamilin aku donk .. jangan lama lama deh .. memekku sakit .. nggak kuat aaah .. kontolmu benar benar galaak “ goda Lula Kamal tak sabaran
“Tenang istriku .. tenaang ..sabaar yaak .. Mbak Lula terlalu nervouss “
“habis enaak sih .. “ sahut Lula Kamal dengan tersenyum manja
Kupeluk dan kuhujani dengan ciuman di lehernya, kami istirahat sebentar sebelum kami melanjutkan ronde selanjutnya.

Betapa manjanya Lula Kamal dalam tindihanku aku, nafasnya sanga sesak dan memburu, pengin sekali di vaginanya disembur spermaku. Kuusap kepalanya lalu kuberikan pagutan mesra, sedang suaminya masih terlelap dalam pembiusan. Pantasan Lula Kamal memang gila seks, keinginan punya anak tidak bisa dibendung lagi, apapun jalannya. Benar benar gila wanita ini, selain gila Lula Kamal juga jalang, binal dan liar, nafsu seksnya tinggi namun mulai kedodoran menghadapiku. Kuberikan pagutan mesra. Lula Kamal pun membalas pagutanku dengan mempermainkan lidahnya, peluh sudah membanjir di antara kami, kami telah bergelut, keringat kami bercampur, juga air liur kami saling bercampur ketika saling melumat dan menghisap. Ditahannya kepalaku yang memagut tanpa henti itu, membuat Lula Kamal tidak tahan.
“Kontoooolkuu sayaaaang .. “ ujar Lula Kamal dengan mendengus
“Ya, memekku sayaaaaaaang “ sapaku balik sambil kembali memagut dan menghisap, Lula Kamal menjulurkan lidahnya dan bermain dengan lidahku, kemudian tertawa cekikikan, kugerakan pantatku sedikit
“Aaaaaaaaauh .. pleasee .. memekku aaaaaaaaah ..sakit aaaaaaaaaah ..duuuuh .. kenapaa malah enaak nich .. gilaaaaaa aaah .. enaknya kontolmu, sayaaaaaaang .. Mbak Lula ketagihan sekali sama kontol besarmu .. please .. beri sperma donk .. pejuin Mbak Lulaaaa .. hamilin Mbak Lulaaaaaaa ..Oh sayaaang .. Mbak Lula pengin dikontolin lagi dengan gaya lain ..” ajak Lula Kamal dengan mengusap dahiku lagi.
“Memekku, sayaaaaaaaang .. aku akan melakukan apapun demi Mbak Lulaa .. janji yang Mbak .. kalo aku nagih Mbak Lula nggak boleh nolaaak .. sekalipun aku fast sex dengan Mbak Lula distudio sebelum siaran .. “ ajakku
“Aaaaaaaaah .. kamu aaaaah .. nakaal sekali .. mosok ngewein Mbak Lula sembarangan .. kalo ketahuan bisa repot urusaaan ..” sergah Lula Kamal dengan gemas
“Tapi khan enak, memekku sayaaaaang “
“Aduuuh .. kamu nggak mau ngalah ya, kontol .. gimana yaaa ?” tanya Lula Kamal dengan bingung kemudian tertawa keras.
“Sesekali khan boleh, ngontolin Mbak Lula Kamal di luar .. bosen kalo di kamar mulu .. bosen ditumpakin dan menumpaki ..sesekali deh .. genjot memek Mbak Lula di studio .. “ kataku semakin menggodanya
“Tapi …. “ balas Lula Kamal semakin bingung
“Katanya jalaaaaaaang .. jalang kok penakut .. huuuuuh .. istri macam apa kau . sudah diberi kenikmatan dan pengin lagi .. ketika mau diajak malah nolaaaaak “ kataku dengan kubuat sekesal mungkin.
“Oke deeh .. oke .. Mbak Lula nggak keberatan dientotin di studio .. janji ya .. kalo waktu memungkin kamu boleh ngontolin Mbak Lulaa .. tapi nggak boleh lama lama .. habis kamu keluarnya lamaaa siih .. pleasee .. sirami kebun memekku, kontol .. kebun memek Mbak Lula makin kering nich .. khan kalo sudah disiram jadi segar lagi .. kamu sayang nggak sih sama memek Mbak Lulaa .. itu khan goa terenak di duniaaa ..hayooo “ goda Lula Kamal semakin menggila dan jalang
“Benar benar jalang kau Mbak Lulaaaaaaa .. shiiit .. eeh .. kontolku aaaaah “ sahutku melenguh karena gerakan Lula Kamal menggeliat di pantatnya
“Kenapa sayang .. kenapa dengan kontolmu ?”
“Yaa .. enaak sih dimemekin sama Mbak Lulaaaaaaaaa .. istri jalangku ini “ kataku menggoda lagi.
“Iya ssih .. aaakuu juga enak dikontolin sama Burhaaaaaan .. kontolnya panjang dan gedhee .. rasanya benar benar mengobok obok vaginaku eeeh memekku .. “ sahut Lula Kamal dengan tertawa tergelak.
Kami berdua ingin kembali melanjutkan persetubuhan kami, kami belum puas apalagi aku juga belum muncrat, kutarik badan Lula Kamal agar mendudukiku, Lula Kamal sampai merintih kesakitan ketika naik dan berusaha mendudukiku
“Aaaaaaaaaaaauuuh aaaaaaaaaawwwwwwww .. pleaseeeeeee aaaaaaaaaaaauh “ lenguh Lula Kamal dengan berusaha kera mengatur kakinya, vaginanya sakit karena tertanam batangku yang tenggelam serasa diparut di vaginanya itu. Pelan pelan kami memposisikan diri.
“Mau gaya gini lagi ? “ Tanya Lula Kamal dengan memandangku kemudian memagut lagi dibibirku.
“Ngaak aaaaaaaaah .aaaaaaaaaauh “ lenguhku merasakan kesakitan luar biasa di vagina Lula Kamal, namun rasa sakit itu berganti dengan nikmat luar biasa. Pelan pelan aku mulai menguasai keadaan.
“Gini aaaaaah .. Mbak Lulaaa .. jalangku .. lonteku .. “ kataku dipotong oleh Lula Kamal karena kesal aku menyebutnya lonte
“Enaak aja sebut istrimu yang jalang ini lonte .. nggak mau aaaaaaaaaaah .. please .. jijik aku sama lonte .. please .. cukup jalang, binal, nakal atau mesum .. kalo lonte nggak mau ..”
“Berarti nggak aku kontolin lagiiii “ kataku tak mau kalah
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaauuh ..waduuuuuh ..waduuuh .. pleasee .. apapun akan kulakukan asal jangan disebut lonte deeh .. minta apa, sayaaaaaaaaaaang “ tawar Lula Kamal dengan mendesakku
“Ntaaar dulu permintaanku .. Mbak Lula .. mundur dulu .. miringkan badan ke belakang, tahan tubuh Mbak Lula dengan bertelepak tangan di ranjang… “ kataku dengan melepaskan pelukan Lula Kamal dan tanganku ke belakang.
“Maksudmu kita saling gerak bareng .. kontolmu nyodok nyodok ke atas .. Mbak Lula kebawah ?” tanya Lula Kamal dengan tersenyum.
“Iya deeh .. pinter deh istri jalangku .. lonteku tersayang “ kataku membuat Lula Kamal semakin rewel
“Please .. jangan sebut lonte lagi .. please katakan .. minta apa ?”
“Minta mobil .. yang murah ajaaaaaa “ tawarku nakal
“Nggak masaalaaaaaaaaah .. kontol .. aku belikan deeh .. awas yaa .. jangan sebut lonte lagi “ ujar Lula Kamal dengan kembali tertawa
“Sekaraang segera setor spermaa .. kalo Mbak Lula hamil kubelikan kau rumaah .. gratis daah “ sahut Lula Kamal
“Bohong .. paling rumah kontrakan diaku aku .. ntar digusur sama satpol PP .. bosen aku sama janji wanita .. diberi kenikmatan malah menipu “ kataku dengan gemas
“Tapi masak kamu nggak percaya aaaaaaaaaah .aaaaaaauh pelan aah .. kaaamuu percaya sama istri jalangmu nggak sih ?”
“Percaya sih kalo mau ngasih uang dulu .. “
“Berapa ?” tawar Lula Kamal
“Ya mampumu berapa, jalang “ kataku dengan menaikan pantatku ketika Lula Kamal bersiap siap
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaw aaaaaaaah . yaaaaaaaang .eenaaaaaa aaah .. teruuuuuuuus .. teruuuuuuusss.. teruuuuuus .. kontolin .. aaaaaahh .aaaaaaaauh .. enaaaknyaa .. Oh .. memekku aaaahs akiit .. waduuuh .. koook enaaaak teruuuuuus ..sssssssshhh sssssssssssshhh .. “ erang Lula Kamal tak karuan merasakan nikmatnya dikontolin dalam posisi seperti itu.
Aku menyodok ke atas, Lula Kamal ikut naik turun, gesekan alat kelamin kami semakin seru menambah persetubuhan kami, kugauli presenter jalang itu.
“Teruus jalaaaaaang .. terus Mbak Lulaa .. enaaknyaa .. huuuh ..sssssshh sssssh hhh “ desisku dengan terus menyodokan batangku ke atas keluar masuk vagina Lula Kamal yang enak sekali itu. Kurasakan nikmatnya mengobok obok vagina Lula Kamal itu, setiap penisku tenggelam masuk, kurasakan nikmat luar biasa, di dalam vaginanya itu, ketika penisku hendak masuk justru terkesan disedot, ketika menarik pun sedotan itu terasa masih terasa sekali, berulang ulang kurasakan aku semakin letih.
“Sayaaaaaang “ sapa Lula Kamal dengan masih bergerak seiring sodokanku itu, telapak tangannya menekan kuat sekali ke ranjang, buah dadanya ikut bergerak ke sana kemari, sayang aku tidak bisa memegangnya. Sungguh pemandangan sangat indah sekali, buah dada montok itu bergoyang seiring sodokanku. Lula Kamal tahu kalo aku memandang penuh nafsu ke buah dadanya.
“Oh Haan .. kontolku sayaang .. pengin ngeremes susu yaa ?” goda Lula Kamal dengan tertawa kemudian mendongak ke atas, bahkan malah membusungkan dadanya, sungguh gila wanita ini, ditengah kenikmatan seks masih saja menunjukan sikap lebih jalang dan mesum. Aku beruntung bisa menikmati kesintalan dan kemontokan tubuhnya yang aduhai sekali, aku pengin menjadi Lula Kamal sebagai peliaranku, suatu hari aku pengin bercinta berame rame dengan artis telah yang kupilih, suatu saat aku pengin menggelar pesta seks bersama Marissa Haque, Inneke Koesherawati, Elma Thenana, Sophie Navita, Maia Estianty, Happy Salma, Cheche Kirani, Soraya Haque, Shanaz Haque, Lena Magdalena, serta Angelina Sondakh, mana mungkin aku bisa mengumpulkan para wanita jalang tersebut, mimpi kali .. tapi kalo mungkin kenapa tidak. Indahnya hidup ini, jika bersama bersama dengan mereka dengan bertelanjang dan kontolku hanya satu satunya, direbut beramai ramai, pengin kontolku dikulum, bergantian, mereka antri dikontolin dengan sabar, lalu mereka berebutan spermaku yang muncrat, bahkan muncrat ke lantaipun mereka tetap menjilatinya. Namun aku lebih suka menggelar pesta seks dengan wanita berjilbab, sok alim nyatanya sangat doyan kontol, doyan ngemut kontol yang bukan milik suaminy, doyan selingkuh .. halaaaaaaaah ..
Lula Kamal semakin kewalahan dengan sodokanku yang makin menggila itu, menekan ke atas sampai Lula Kamal kesakitan, vaginanya memerah karena sudah berkali kali aku genjot
“Sayaaaaang … Mbak Lula nggak kuaaaaat aaaaaaaah teruuus Haan .. teruus, kontol .. Kontooooool ..oh aaaaaah .. kontolku .. oh memekku aaah .. teruuus aaahh ssshh ssshhh .. kontol .. kooon …kooon ..tooool ….tooool .. kontooool“ erang Lula Kamal dengan menghembuskan nafasnya ke depan, bola matanya hanya terlihat memutih, bola matanya seakan terbalik. Aku terus menggenjotnya.
“Yaaa teruus Mbak Lulaaaaaa …aaaaaaaaaaah ..enaaaaaak dikit laaaaaaaaagiiii “ sahutku dengan terus menekan ke atas dan ketika aku menekan ke atas itu, Lula Kamal menekan ke bawah, demikian pula sebaliknya. Luar biasa indahnya bersetubuh dengan presenter jalang Lula Kamal ini.
“Aaakuu aaaaah nggak kuaaat .. obokin teruus memekku sayaaang .. obok teruuus .. “ teriak Lula Kamal tak karuan. Enaknya bisa mengobok obok vagina Lula Kamal itu.
“Minta cowok atau cewek nich .. aaaaaah Mbaak .. minta manaaaaa ?” tanyaku
“Cowok aaah .. cooooowooook “ sahut Lula Kamal cepat.
Kugenjot dengan keras, Lula Kamal pun ikut bergerak cepat
“Cepeeeeet aaaaaaaah cepeeeeet aaaaaaaaah aaaaaaaaaaaauh ssssssshhh .. yaa ..aaaaaaaaaaah “ Lula Kamal terus mengerang tak karuan, kepala menggeleng dengan keras ke sana kemari, namun tetap ikut bergerak naik turun, penisku juga sudah tidak kuat lagi. Kuhujamkan dengan keras keras berkali kali, jepitan vagina Lula Kamal semakin ketat dan Lula Kamal mendapatkan orgasme mendahului aku dengan mata terpejam erat.
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “ erang Lula Kamal panjang seakan akan terputus nafasnya. Aku tetap menggenjotnya ketika Lula Kamal menyemburkan cairan cintanya membasahi batangku sehingga kini batangku semakin licin menghujam, Lula Kamal sampai tergoncang goncang, tubuhnya ambruk ke belakang dengan nafas hancur
“Aaaaaaaaah dikit laaaaaaagii .. aaaaaaaaah lontekuuuuu .aaaaaaaaaah .. “ erangku seakan tidak tahan lagi, panas di dadaku merayap cepat sekali daaaaaaaaaaaaaan
“Craaaaaaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaaaat “
Aku menegang kaku dan kemudian berkelonjotan, pantatku berdebam di tindih selakangan Lula Kamal dan kurasakan selakanganku penuh dengan lendir kental, aku terasa dilolosi tulangku. Aku terasa hancur di nafasku, dadaku naik turun. Kami diam lama sekali menikmati orgasme itu.
Baru ketika nafas kami sudah tenang, Lula Kamal bangun terlebih dahulu dan langsung menduduki, lalu menindihku, menggulingkan serta merapatkan kakinya menopang ke pahaku
“Bobok ya sayaaang .. biarkan kontolmu di dalam memek Mbak Lulaa .. Mbak Lula sudah capeek .. kalaah deeh .. kalaaaaaaaah .. memekku sudah nggak kuaat .. sakit rasanyaa .. malam ini kita kelonan ya sayaang .. gimana kontol ?” tanya Lula Kamal dengan menciumi bibirku mesra.
“Oke deeh .. kita istirahat sajaa .. janji ya besok pagi sekali lagi sebelum kamu pulang .. berikan sekali lagi kontolmu sebelum berpisah yaa .. nanti Mbak Lula kasih uang saku deh .. banyak deeh .. sebagai ucapan terima kasih telah mengobok obok memek Mbak Lulaa .. istri jalangmu .. “
Kami berdua akhirnya saling memeluk dengan penuh kepuasan, ditariknya selimut karena hawa ac membuat kami dingin, penisku masih tertancap dengan mesranya di vagina Lula Kamal. Lula Kamal ketika hendak memejamkan matanya sambil tersenyum senang penuh kepuasan dan bergumam
“Enaaaaaaknyaaaaaaaaaaaaa .. pengin lagi dikontolin “